Story behind the bag!

Barusan daku dikirimin artikel ama temen, kalau tas Hermes bisa jadi bentuk investasi yang lebih prospektif dibandingkan emas.

Benernya saya ga seberapa peduli dengan artikel tersebut, secara saya ga punya satupun tas mewah yang harganya puluhan bahkan ratusan juta. Apalagi menurut selera saya, modelnya tante-tante banget #nooffense . Saya mah demennya ama tas model backpack kaya produknya @visvalbags di instagram. Eitsss, bukan berarti saya anti sama barang mewah ya. Secara eike ga nolak juga kalau ada yang mau ngasih/ngado/ngendorse barang tersebut hahahaha

Anyway, saya sih lebih tertarik untuk ngebahas person behind the bag dibanding tas itu sendiri.

Kadang tas dengan merk dan model yang sama akan memberikan kesan yang berbeda jika digunakan oleh orang yang berbeda.

Jadi ga semata-mata si pengguna bakalan keliatan wah lantaran sudah menggunakan barang mahal. Ada yang jadi keliatan makin anggun, cantik dan elegan. Tapi ada juga yang jatuhnya malah keliatan enggak banget, karena isi otak ga sebanding ama harga tas yang ditentengnya #eh #oops

Kedengarannya emang kejam dan judgemental abis sih. Tapi memang cuma orang yang cerdas, yang tau bagaimana cara menghargai dan menghormati orang tanpa memandang atribut apa yang mereka kenakan.
Karena sepengamatan saya, ada banyak orang yang memilih untuk tidak mengenakan barang mahal bukan karena ga bisa beli, melainkan karena ada berbagai hal dalam hidup yang menurut mereka lebih penting untuk diprioritaskan.

Lagian, malu donk udah tinggal diluar negeri tapi masih menganut paradigma konservatif kaya gitu huhuhu

Ibarat peribahasa dalam negeri:
“Dalamnya laut dapat diukur, isi rekening emang lo tau? ”

#soresore #pengennyinyir #bukannyindir ?

2 Comments

Leave a Reply