Review Indomie Sambal Matah

Karena sedang tidak berada di Indonesia jadi review tentang Indomie Sambal Matah ini mungkin agak terlambat. Tapi gapapa deh, siapa tau ada yang membutuhkan informasinya.

Seperti yang kita tahu, indomie adalah salah satu produsen mi instan asal Indonesia yang rajin mengeluarkan berbagai varian rasa yang baru. Jika diamati, varian baru yang dikeluarkan mengacu pada kekayaan khasanah kuliner Indonesia.

Bahkan di Abu Dhabi saya pernah menemukan varian Indomie Rendang, Indomie Sate dan Indomie Cabe Hijau. Oiya, produk indomie yang dikeluarkan untuk area negara teluk (UAE, KSA, Oman, Qatar, Bahrain, Kuwait dll) biasanya diproduksi oleh Indomie Saudi Arabia.

Sempat ada yang bertanya ke saya, apakah rasanya sama dengan indomie di Indonesia? Hmm kalau boleh jujur untuk tekstur sih 100% sama. Sedangkan rasanya, entah perasaan saya saja atau memang benar, micin-nya semacam kurang terasa ๐Ÿ˜‚. Jadi menurut saya, indomie buatan Indonesia tetap yang terbaik!

Oleh sebab itu ketika salah seorang teman membawakan Indomie Sambal Matah, rasanya senang bukan kepalang. Selain karena review-nya sudah berseliweran di grup masak-memasak di facebook, saya adalah pecinta makanan tradisional Bali.ย Sama sekali tidak pernah terbayangkan ada rasa sambal matah dalam sepiring Indomie. Saya sengaja tidak menggunakan berbagai macam topping kekinian agar bisa fokus merasakan otentisitas Indomie Sambal Matah.

Kemasan
Indomie Sambal Matah ini dikemas dengan dominasi warna ungu sebagaimana warna bawang merah yang merupakan bahan utama pembuatan Sambal Matah. Setiap bungkusnya berukuran 85 gram, dilengkapi dengan bumbu serbuk dan minyak sayur.

Cara Membuat
Pembuatannya sebagaimana Indomie pada umumnya. Mie direbus sekitar 3 menit atau sesuai selera dan sambil menunggu mie matang, kita siapkan bumbu pelengkapnya. Setelah mie matang, tiriskan dan adukย secara merata dengan bumbunya.

Rasa
Setelah mie diaduk dengan bumbu pelengkap, aroma harum khas indomie berpaduย dengan sedapnya bawang merah serasa memenuhi ruangan. Tekstur mie yang kenyal berbalut rasa manis dan sedikit pedas ditambah aroma bawang yang cukup kuat sangat memanjakan lidah saya. Pada suapan selanjutnya saya seperti mengecap rasa gurih-tipis mirip terasi.

Pertemuan indomie goreng yang menggunakan kecap manis sebagai bumbu dasar dengan sambal matah yang dominan dengan rasa bawang merah adalah perpaduan yang tepat. Secara keseluruhan rasanya enak, saya sih doyan.

Bagaimana dengan kamu?

15 Comments

  1. aku malah belum pernah nyoba. Belanjanya cuma di warung sih, yang ada Indomie goreng yang biasa itu, ngga tau rasa apa, rasa ayam paling. Sama Indomi rebus rasa soto dan kare hihihi…

  2. Kerjaan pas kuliah, mencoba mie-mie keluaran terbaru ๐Ÿ™‚
    Yang satu ini udah saya coba, gimana ya… karena waktu itu pas napsu2nya, jadi ya enak selalu ๐Ÿ˜€

  3. hahaha. aku juga dulu tinggal di saudi mbak, dulu selalu stok pop mie di koper tiap pergi2, dan emang rasa indomie di saudi kurang ‘greng’ klo dibandingin di indo. segitu aja, temen aku yang asli saudi bilang ‘the greatest food in the world’. sempet dulu aku kasih dia indomie rasa sate, eh jadi minta2 lagi. dikasih hati minta jantung. ๐Ÿ˜›

Leave a Reply