Mereka bilang saya GENDUT! 

Semalam teman saya mengunggah foto lamanya di salah satu grup whatsapp yang saya ikuti. Beragam komentar yang mengarah pada satu kesimpulan-pun bermunculan. Saat ini ia tampak berbeda dan lebih cantik.

Tidak seperti biasanya, saya merasa enggan untuk menanggapi. Saya meragukan validitas komentar “tambah cantik”, “cantikan sekarang” dan lain sebagainya itu karena saya merasa indikator yang saat itu digunakan untuk memuji adalah berat badan.

Yup! Teman saya berhasil menurunkan berat badannya hingga puluhan kilogram dengan usaha dan disiplin yang tinggi. I do really salute her effort.

Tapi woiiii cantik ejaannya bukan K-U-R-U-S woiiiii!

Bagaimanapun saya harus jujur terhadap diri sendiri, badan yang super melebar setelah melahirkan membuat saya menjadi lebih sensitif jika ada obrolan yang mengarah kepada bentuk fisik.

Apalagi lebaran baru saja lewat, masih basah luka di hati atas komentar tidak bertanggung jawab yang mempertanyakan bentuk fisik. Baik dengan nada khawatir, maupun berbalut canda. Keduanya sama-sama bikin nyesek brohhh!

Bukan tidak paham jika dibalik mulut-mulut itu tersimpan kepedulian tentang kondisi kesehatan kami. Tapi, dijaman yang serba modern dengan kemudahan akses informasi yang begitu tinggi, saya tidak yakin masih ada orang yang tidak mengetahui bahaya obesitas. Dan lagi, we don’t know who is healthy and who is not just by looking at their body size ?.

Kadang saya berpikir, apa perlu orang-orang berukuran plus size ini membawa press release mengenai apa saja yang telah dan sedang ia lakukan untuk mencapai bobot ideal?

Tapi jujur deh! Pertanyaan mulut-mulut itu membuat saya memperhatikan hidup mereka yang sepertinya tidak cukup bahagia. Sehingga mulut-mulut itu merasa perlu untuk menyebarkan virus tidak bahagia kemana-mana.


Bikin ngakak melihat bagaimana mulut-mulut itu merasa bahagia dengan hidupnya hanya karena ia berukuran ideal sesuai stigma masyarakat.

Bahagia itu dihati, bukan dimulut apalagi di facebook! ?

*ditulis oleh perempuan yang sempat baper abis dibilang gendut ama m****a, kolega plus teman2 di Indonesia

Leave a Reply

About Me
Ayu Tanimoto
I'm Young, I'm Mom, I'm Proud!
My Tweet