Mengunjungi Emirates Sharjah: Pusat Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan

Jika Abu Dhabi dikenal sebagai ibu kota yang menjadi pusat bisnis sekaligus pusat perekonomian di UAE, maka Dubai lebih dikenal dengan kemegahan arsitektur dan modernitas kawasannya. Lain hal nya dengan Sharjah yang lebih mendapat julukan sebagai ibu kota budaya UAE. Hal ini tidak lepas dari peranan penguasa Sharjah, Dr. Syeikh Sultan bin Hamad al-Qasimi, yang memang pengagum sejarah, arsitektur dan budaya. Beberapa Museum yang pernah saya kunjungi diantaranya:

MUSEUM PERADABAN ISLAM

Museum yang di resmikan pada tanggal 6 Juni 2008 ini memiliki dua galeri utama. Galeri pertama diberi nama “Abu Bakar Gallery of Islamic Faith” yang berisikan mengenai prinsip Lima Rukun Islam dan Enam Rukun Iman. Didalam galeri ini terdapat koleksi Kiswah atau kain penutup Kabah di Mekkah, ada pula berbagai manuskrip Quran. Selanjutnya terdapat “Ibn Al-Haytham Gallery of Science and Technology” yang menyajikan kontribusi ulama Islam bagi peradaban dunia di bidang-bidang seperti astronomi, kedokteran, geografi, arsitektur, matematika, kimia, teknologi militer, navigasi laut dan rekayasa.

Ibn Al-Haytham sendiri merupakan salah satu ilmuwan Islam yang juga dikenal sebagai Bapak Optik karena banyak melakukan penelitian mengenai cahaya. Di bagian lantai teratas, pengunjung dapat menikmati interior kubah berupa langit biru lengkap dengan mozaik dari 12 zodiak dalam ilmu astrologi. Penggunaan kubah dan banyaknya ruangan yang menggunakan gerbang lengkung pada museum ini mempertegas penggunaan arsitektur Islam peninggalan dinasti Ummayah yang kemudian berkembang pesat di Andalusia.

AL MAHATTA MUSEUM

Di museum ini menceritakan tentang sejarah penerbangan di emirat Sharjah. Terdapat tiga ruangan pamer, ruangan utama berisikan display beberapa jenis pesawat terbang yang pernah digunakan oleh emirat Sharjah. Sedangkan dua ruangan lainnya merupakan ruangan yang mendukung informasi mengenai sejarah penerbangan di emirat Sharjah. Bandara Sharjah dibangun pada tahun 1932 dan merupakan bandara pertama yang dimiliki oleh negara kawasan teluk. Bandara ini dibuat sebagai tempat transit penerbangan komersial dengan rute dari Inggris ke India.

Baca Juga: 4 Wisata Menarik di Dubai, Berbagai Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Berlibur ke Dubai atau Abu Dhabi: Visa, Akomodasi, Transportasi, dll

Untuk menuju ke museum ini, saya melewati King Abdul Azis Road yang dahulunya merupakan jalur airplane runway di bandara lama tersebut. Di dua ruangan pendukung, saya berkesempatan menonton diorama dan film mengenai sejarah penerbangan, ada pula display bioskop yang pertama ada di Sharjah. Dengan entrance fee sebesar 10 dirham per orang, saya serasa diajak bernostalgia menelusuri kejayaan Sharjah di masa lampau.

Fakta menarik tentang Sharjah:
➢ Sharjah merupakan satu-satunya emirat yang berbatasan langsung dengan ke enam emirat yang lain.
➢ Sharjah merupakan emirat pertama yang menyediakan pendidikan untuk perempuan pada tahun 1942.
➢ Sharjah merupakan emirat pertama di GCC yang memiliki bioskop dan bandara.

1 Comments

Leave a Reply