Jepret Kuliner Nusantara dengan Smartphone-mu

Terhitung sudah 3 tahun belakangan ini saya meninggalkan tanah air. Alhamdulillah saya betah tinggal di Abu Dhabi, namun se-kerasan apapun, tetap saja ada hal di tanah air yang selalu saya rindukan. Apalagi kalau bukan kulinernya?

Lidah ndeso ini selalu protes jika sehari saja tidak bertemu dengan makanan khas Indonesia. Sehingga saya yang dulunya jarang masuk dapur, jadi harus membiasakan diri dengan aktivitas mengupas bawang, mengulek bumbu, menggoreng kerupuk dan lain sebagainya. Apalagi memasuki musim dingin, hasrat untuk mengunyah kian meningkat.

Jadilah kemarin sore saya memutuskan untuk masak Sop Ikan khas Batam. Selain pas untuk menghangatkan badan, makanan ini juga memiliki arti khusus buat saya. Alkisah pada tahun 1998, keluarga saya merantau ke Pulau Batam untuk mendapatkan hidup yang lebih berkualitas. Nah, biasanya saat weekend tiba, mama akan kepasar untuk belanja kebutuhan dapur dan kegiatan belanja ditutup dengan makan bersama di kedai “Sop Ikan Batam Yong Kee”.

Berikut saya tuliskan resep yang sudah dimodifikasi sesuai ketersediaan bahan ^_^

Sop Ikan Batam Yong Kee ala Mama Deira
*untuk 4 porsi

Bahan:
200 gram fillet ikan tengiri, potong tipis-tipis
100 gram udang kupas
1 buah cumi-cumi yang sudah dibersihkan
10 butir bakso ikan
1 buah tomat hijau, potong 4 bagian
4 lembar sawi asin, potong kecil
500 cc kaldu udang (diambil dari rebusan kulit dan kepala udang)

Bumbu:
50 gram ebi
5 sendok bawang putih goreng
3 sdm minyak ikan
Garam dan gula sesuai selera

Pelengkap:
Kecap asin
Potongan cabai rawit

Cara memasak:

  1. Didihkan kaldu udang, masukkan bumbu yang telah dihaluskan
  2. Masukkan bakso ikan dan fillet ikan tengiri, rebus hingga matang
  3. Tambahkan udang dan cumi-cumi, didihkan selama 3 menit. Karena jika terlalu lama malah akan menghilangkan rasa manis dan tekstur kenyal udang dan cumi-cumi
  4. Tambahkan garam dan gula, koreksi rasanya
  5. Tata tomat hijau dan sawi asin di permukaan mangkok, siramkan sop yang telah matang
  6. Sajikan dengan pelengkap

Mudah kan cara membuatnya?

Sebenarnya versi aslinya hanya menggunakan fillet ikan. Tapi berhubung di kulkas ada macam-macam bahan, yaudah sih dipake aja, namanya juga emak-emak. Penggunaan minyak ikan didalam resep mengukuhkan bahwa masakan ini dipengaruhi oleh kuliner Cina Peranakan. Sepengetahuan saya, selain penduduk Melayu, kota Batam juga banyak dihuni oleh etnis keturunan Tionghoa. Negeriku memang kaya raya!

Alhamdulillah sepulang dari kantor, langsung tandas sama suami. Katanya rasanya enak, segar dan mantab seperti yang di restoran! #idungkembangkempis #anaknyaGRan

Sebenarnya suami saya ga pernah pilih-pilih makanan sih, tapi sebagai istri yang baik saya selalu ingin menyajikan yang terbaik. Makanan yang tidak hanya sedap dilidah tapi juga indah dipandang mata.

Nah, makanan yang sudah disajikan dengan cantik ini akan lebih sempurna jika difoto menggunakan kamera yang tepat. Tidak lain dan tidak bukan untuk update instagram hahaha. Harap maklum yah, namanya juga #emak2gaul. Saya pribadi menggunakan ASUS Zenfone yang mengedepankan teknologi PixelMaster Camera.

Pada tau teknologi tersebut ga?
Emak-emak jaman sekarang dilarang gaptek donk! Secara informasi sudah sedemikian mudahnya diakses. Penjelasan sederhananya, PixelMaster Camera adalah sistem terintegrasi dari ASUS yang menangani hardware dan software modul kamera di handphone yang memiliki fungsi untuk menghasilkan gambar yang tajam, stabil dan cerah.

Namanya juga blogger, kualitas artikel akan meningkat jika diimbangi dengan foto yang cantik. Sehingga pemilihan gadget sebagai “peralatan perang” juga harus diperhatikan. Saya sih masih harus meng-upgrade kemampuan untuk mengambil gambar dengan angle yang tepat. Beberapa cara yang saya lakukan adalah dengan memperhatikan hasil jepretan food blogger kenamaan, giat berlatih dan menikmati prosesnya. Yakin deh, suatu hari kita akan menemukan style foto sendiri.

Demikian postingan saya, semoga bermanfaat yah!

*Artikel ini diikutsertakan pada Blogging Competition Jepret Kuliner Nusantara dengan Smartphone yang diselenggarakan oleh Gandjel Rel.

**Sayang saya baru ngeh kalau cara pengambilan fotonya agak nyeleneh hahahaha. Mau difoto ulang tapi sop-nya sampun telas. Mau ga di publish, artikelnya sudah terlanjur ditulis sepenuh hati. Pada akhirnya, mengutip kata bijak dari penyelenggara lomba “ngeblog ben rak ngganjel!”.

Namanya juga usaha!

18 Comments

  1. Saya belum pernah ke Batam nih mba, apalagi menikmati kulinernya. Bisa praktekin dulu nih resep dari mba biar icip2 kayak gimana sih kulineran ala Batam πŸ˜‰

    Terima kasih sudah ikutan lomba blog ini Mba. Good luck…

Leave a Reply