Eczema Pada Anak: Penyebab, Gejala dan Pengobatannya

Alhamdulillah sudah memasuki bulan Oktober karena artinya musim panas akan segera berlalu. Selain tidak terlalu suka dengan hawa panas, keringnya cuaca seringkali mengurangi kelembaban kulit. Ternyata bukan hanya saya yang terganggu, karena kondisi cuaca yang ekstrem ini juga memberikan dampak pada kulit anak saya, Deira.

Awalnya, saya mendapati Deira bangun tidur dengan ruam-ruam merah dikulit namun masih saya abaikan. Saya anggap hanya gatal-gatal biasa. Hingga suatu hari ruam tersebut berdarah dan ada bekas garukan, mungkin karena terlalu gatal. Saya memutuskan untuk membawa Deira ke Dr. Dinesh Banur, pediatric consultant yang berpraktek di NMC Hospital. Bukan hanya Deira yang nyaman dengan dokter Dinesh, saya dan suami-pun senang berkonsultasi dengannya. Selain karena ketelitiannya dalam memeriksa pasien, caranya menyampaikan juga mendamaikan hati. Dalam menuliskan resep-pun ia sangat hati-hati. Jangankan antibiotik, obat aja ga dikasih. Ibaratnya, kalau ga parah banget, saya ga bakal berkunjung ke tempat prakteknya. Soalnya, ujung-ujungnya cuma disuruh minumin ASI yang banyak dan pelukan ama anak. Isn’t that sweet? 😍

Nah, ketika beberapa waktu lalu saya ketempat praktik beliau untuk memeriksakan kondisi kulit Deira, dokter Dinesh mendiagnosa Deira dengan penyakit Eczema. Eczema yang juga dikenal sebagai dermatitis atopik merupakan suatu kondisi kulit yang hyper-sensitive yang ditandai dengan peradangan, ruam dan gatal luar biasa. Jika tidak segera dihentikan, dampak dari penyakit ini dapat menimbulkan infeksi pada kulit. Oiyah, penyakit ini bukan disebabkan virus, bakteri ataupun jamur. Namun lebih dipengaruhi oleh faktor genetik, sehingga tidak perlu takut tertular yah 😄.

Jika dirunut, saya memang sempat mengalami kondisi kulit seperti Deira saat kecil. Syukurnya, sekarang tidak pernah kambuh lagi karena diam-diam mama saya memberikan daging biawak yang dipercaya mampu menyembuhkan berbagai permasalahan kulit 😭. 

Percayalah, semenjak saat itu memang tidak pernah kumat lagi 😬. Padahal Eczema ini sifatnya bisa berulang beberapa kali dalam setahun loh. Sempat kepikiran untuk melakukan hal yang sama ke Deira sih 😝. Tapi di gurun pasir mau cari biawak dimana? ada juga Onta hahahaha.

Anyway, dokter Dinesh meresepkan salep Peitel untuk mengobati bagian kulit yang berdarah dan syukurnya dalam waktu 24 jam sudah mengering. Untuk perawatan, dokter meresepkan Cetaphil Cream dan Cetaphil Lotion. Tujuan utama dari pengobatan ini adalah menghilangkan rasa gatal untuk mencegah terjadinya infeksi. Jadi ketika kulit terasa kering dan gatal, lotion dan krim pelembab dioleskan agar kulit menjadi lebih lembab. Tindakan ini sebaiknya dilakukan sehabis mandi sehingga lotion yang dioleskan akan mempertahankan kelembaban kulit.

Untuk sabun mandi, disarankan menggunakan sabun yang bebas parfum, pengawet alias 100% natural. Seperti biasa, googling sana-sini, saya memutuskan mencoba mengganti sabun yang biasa dipakai Deira dengan Allergika. Alhamdulillah, kulit Deira lebih lembab dan sudah tidak sesensitif dulu. 

Kedepannya, untuk meminimalisir kemungkinan kambuhnya Eczema adalah dengan memastikan tercukupinya kebutuhan gizi anak dan mengusahakan agar anak tidak terpapar sinar matahari secara langsung. Kurang-lebih, demikianlah pengalaman saya yang sempat panik melihat kulit anak gadisnya merintis, berdarah dan melepuh. Udahlah ga sampe hati mau motret 😭.

*Semoga informasi ini bermanfaat untuk ibu-ibu tersayang diluar sana ❤️

8 Comments

    1. Nah tuh berarti kulitmu sensitif, belom sampe eksim sih. Karena klo eksim kan hyper alias super sensitif. Tapi tetep kudu pilih produk yg alami atau paling ga kandungan kimianya rendah drpd gatel2 kan gak enak yah😄

  1. Eh iya kok sama. Selain biawak, sejenis buaya (nyambik di sini namanya) juga dipercaya bisa obati gatal. Hihi. Serem yah?

    Untung sekarang ada obat anti alergen. Paling baik memang sejenis salep dioles di daerah yg gatal. Gak ganggu ginjal

    1. Iya mbak ditempatku juga bilangnya nyambik hahahaha
      Benernya klo kita ga pernah liat bentuknya nyambik kaya gimana gpp sih ya
      Masalahnya aku pernah liat nyambik kondisi hidup. Jd geli hahahaha

      Klo boleh tau salep apa mbak namanya?

Leave a Reply