Category: Uncategorized

Asyiknya Ikutan Festival Wisata Kuliner Hong Kong Bareng Jetstar

Beberapa tahun kebelakang, berjalan-jalan keluar negeri masih menjadi hal yang eksklusif bagi kalangan tertentu, mengingat tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli tiket dan membayar akomodasi. Namun ditengah kemudahan akses informasi seperti saat ini, semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk berpelesir ke-luar negeri dengan menggunakan budget yang minimalis.

Salah satunya, jika kamu adalah pecinta kuliner seperti saya, dan berminat untuk menghadiri festival wisata kuliner di Hong Kong, maka kita bisa pergi ke Hong Kong mengunakan Jetstar Airlines. Maskapai penerbangan asal Australia ini merupakan salah satu anak perusahaan Qantas, yang merupakan maskapai penerbangan premium.

Wisata Kuliner Hongkong

Terdapat beragam menu yang disajikan dalam festival wisata kuliner Hong Kong. Hidangan ini disajikan dengan dekorasi dan suasana yang atraktif sehingga tentunya akan memberikan pengalaman berburu kuliner yang seru dan tidak terlupakan.

Ada yang tau kuliner apa saja yang bisa kita temukan dalam festival ini?

Bermacam-macam snack khas tempo dulu hingga yang kekinian dapat kita temukan dalam festival ini. Ada juga hidangan yang ‘serius’ seperti chinese barbeque, dim sum, beragam masakan mie dan dessert yang dapat kita nikmati sambil menikmati suasana. Membayangkannya saja sudah membuat air liur mengalir dan ingin segera mencoba.

Oiya selain berbagai menu diatas, tersedia juga menu dari berbagai negara lain seperti Thailand, Malaysia dan India. Adanya makanan yang lezat dan dekorasi yang menarik tentunya menjadi salah satu momen yang tepat untuk menambah koleksi foto pribadi, saya pribadi, sebisa mungkin akan menjepret banyak kuliner dengan smartphonemu selama festival kuliner ini berlangsung.

Selain makanan, di festival tersebut kita juga bisa menemukan minuman Hong Kong-Style Milk Tea yang terinspirasi dari budaya minum teh ala China. Minuman ini terbuat dari olahan teh yang dicampur dengan susu sehingga menghasilkan rasa creamy yang bertekstur lembut. Di Hong Kong sendiri, minuman ini sudah dikenal sejak tahun 1950.

Jalan-jalan ke Hong Kong

Seperti yang kita ketahui, Hong Kong sedang memaksimalkan potensi pariwisatanya. Lihat saja pesan pariwara mengenai pariwisatanya yang banyak bertebaran dimana-mana. Dalam hal ini, potensi pariwisata di Hong Kong memang tidak bisa dipandang remeh. Tidak salah jika kemudian negara ini dijadikan salah satu tujuan favorit family holiday banyak orang. Terlebih kita tidak hanya dapat mengikuti festival wisata kuliner, namun Hong Kong juga menawarkan kesempatan pada kita untuk mengenal sejarah dan warisan negara tersebut melalui museum dan galeri yang dapat kita temukan dengan mudahnya.

How to get there?

Salah satu yang saya rekomendasikan adalah dengan menggunakan maskapai Jetstar, dengan maskapai tersebut kita dapat travelling dengan hati yang tenang. Mengingat maskapai Jetstar, dengan Qantas sebagai induk perusahaannya, sudah sangat berpengalaman di industri penerbangan.

Armadanya sendiri menggunakan pesawat Boeing 787 Dreamliner, Airbus A321, dan Bombardier Q300. Dan info untuk kamu, Jetstar sudah memenangkan penghargaan sebagai Best Low-Cost Airline dari SkyTrax, pada 2011, 2012 dan 2013.

Berburu Makanan Halal dan Vegetarian di Festival Wisata Kuliner Hong Kong

Menariknya, sudah banyak restoran di Hong Kong yang memiliki sertifikasi halal. Sehingga untuk teman-teman yang muslim dan mungkin menganut pola hidup vegetarian  tetap dapat menikmati makanan dengan nyaman tanpa rasa khawatir. Berikut beberapa daftar restoran yang mungkin bisa dijadikan pilihan:

1. Islamic Centre Canteen

Kantin Islamic Centre ini menyediakan hidangan Kanton dan dim sum dengan bahan baku yang terjamin kehalal-annya. Rasanya tidak perlu dipertanyakan dan yang pasti kita bisa ikut serta dalam festival kuliner tanpa rasa khawatir.

Islamic Centre Canteen berlokasi di Masjid Ammar and Osman Ramju Sadick Islamic Centre, 40 Oi Kwan Road, Wan Chai, Hong Kong.

2. Aladin Mess

Dari namanya saja kita bisa menebak bahwa Aladin Mess adalah restoran yang menyediakan masakan bercita-rasa India. Kapan lagi kita bisa menyantap makanan India yang lezat, halal dan berlokasi di tengah-tengah Causeway Bay? Sungguh akan menjadi pengalaman bersantap yang unik dan tidak terlupakan.

Aladin Mess berlokasi di Fu Hing House, 60 Russel Street, Causeway Bay, Hong Kong Island.

3. Spice Restaurant

Restoran ini menyediakan kuliner khas Thailand, Melayu dan India. Interior restoran ini didesain dengan suasana yang menarik, sehingga memberikan semangat bagi kita, para traveller, untuk berliburan dan mengeksplorasi wisata kuliner di Hong Kong.

Selain tiga restoran yang saya sebutkan tadi, masih banyak tempat yang menyajikan makanan halal dan vegetarian. Contohnya, kita bisa menemukan kudapan lokal yang sangat lezat seperti egg tart, pineapple buns, put chai ko atau pudding dari beras dan lain sebagainya.

Festival Wisata Kuliner Hong Kong bukan hanya menghadirkan semangat menikmati makanan yang ada, tetapi juga pengalaman yang berharga saat bertemu dan berbaur dengan berbagai suku bangsa yang hadir dalam festival tersebut. Bersama Jetstar kita bisa mewujudkan impianmu terbang ke berbagai tempat eksotis dengan biaya yang terjangkau!

Ketika Teori Parenting Tidak Semudah Praktiknya

Pernahkah kalian membayangkan jika suatu hari, satu-satunya anak yang kita cintai bertanya

“Mama, bolehkah aku menjadi guru TK?”. Ketika muda, dengan lantang saya akan menjawab “Sure dear, you can be whatever you want to be!”.

Namun saat ini saya sudah menjadi orang tua yang berhadapan dengan naik dan turunnya kehidupan. Saya sudah melangkah lebih jauh dibandingkan 5 tahun lalu saat saya masih tinggal dirumah papa dan mama. Segala hal domestik yang dulunya cuma tau beres, kini menjadi tanggung jawab saya. Akankah tetap semudah itu bagi saya untuk mengucapkan kalimat diatas?

Sebenarnya tulisan ini terinspirasi dari salah satu teman saya yang bersuamikan seorang direktur di sebuah perusahaan. Ia menceritakan bahwa satu-satunya anak yang ia banggakan ingin menjadi guru TK. Si Ibu yang besar dan bersekolah di Indonesia, walaupun tidak melarang namun tetap saja terkejut dengan pilihan anaknya.

Baca juga: Kenangan Masa Kecil Saat Lebaran Tiba

Bukan bermaksud mengecilkan peranan guru TK, tapi saya paham betul perasaan yang mendera teman saya ini. Dari sekian banyak profesi yang akrab ditelinga kita seperti dokter, pilot, engineer, kontraktor, ia memilih menjadi guru TK yang notabene membutuhkan banyak kesabaran didalamnya. Jangankan mengurus anak orang lain, mengurus anak sendiri saja seringkali terasa melelahkan #curcol hahahaha 😂🙊. Surprisingly, sang suami menjawab permintaan anaknya dengan tenang “If you like it, just go for it!”. 

Hal tersebut membuat saya terharu, awalnya saya kira seseorang dengan posisi demikian akan menaruh harapan yang besar terhadap anaknya. Tapi ternyata saya salah, ia justru lebih mampu mengapresiasi cita-cita anaknya yang tampak kecil dimata lingkungan.

Idealnya, dalam teori parenting orang tua harus mendukung cita-cita anaknya sejauh itu positif. Tapi sungguhkah saya mampu melakukan hal tersebut? Melakukan apa yang dilakukan oleh suami dari teman saya tadi.

Jika dipikir lebih mendalam, walaupun saya orang-tuanya, saya tidak memiliki hak untuk menghakimi apapun pilihan anak saya. Kewajiban saya adalah mengoptimalisasi semua mimpi dan cita-citanya. Semakin lama menjadi Ibu, semakin saya tersadar bahwa menjadi orang tua bukanlah hal yang mudah. Banyak hal yang harus dan terus dipelajari.

Baca juga: Ketika Saya Memutuskan Jadi Ibu Rumah Tangga

Anak layaknya kertas putih yang Tuhan berikan untuk kita. I’m the one who writes everything for her. Sudah sewajarnya saya tidak menuliskan berbagai ketakutan-ketakutan didalam lembaran hidupnya. Hal terpenting justru jika suatu hari ia menemukan ketakutan dalam hidupnya, dia tau bagaimana harus menghadapi kesulitan tersebut.

Sungguh semua orang ingin menjadi orang tua yang sempurna untuk anaknya. Memberikan segala yang terbaik yang kita miliki untuk anak, entah itu materi, saran, doa dan lain sebagainya. Tapi semakin kesini, saya menyadari makna bahwa anak hanyalah titipan. Suatu hari ia akan meninggalkan rumah, menggapai mimpinya yang mungkin jauh berbeda dengan kita.

Saya menuliskan hal ini bukan untuk mendiskreditkan siapapun, tulisan ini hanyalah pengingat diri, jika saja suatu hari nanti anak saya datang dan bertanya

“Mama, Deira mau jadi guru TK boleh?”

“Mama, Deira mau jadi pustakawan boleh?”

“Mama, Deira mau jualan tanaman boleh?”

…dst

Semoga sebagai orang tua, saya mampu meredam ego dan tidak mengecilkan apapun yang ia cita-citakan. Bahkan Kolonel Sanders, pendiri jaringan ayam goreng terbesar di dunia, mengawali bisnisnya dari sebuah food truck.

Toh pada akhirnya tidak akan ada orang tua yang rela melihat anaknya menghabiskan 9 jam dalam sehari mengerjakan hal yang tidak dia sukai 😃.

Mengapa Saya Enggan Membagikan Berbagai Berita Sensitif seperti Pembakaran Gereja, Pembubaran Sekolah Minggu, Krisis di Rohingya dan lain sebagainya di Sosial Media?

Saya menyadari tulisan ini akan sedikit menimbulkan pro dan kontra, tapi segala hal memang memiliki dua sisi. Maka ijinkanlah saya menuliskan pemikiran yang mungkin berbeda sisi dengan pemahaman anda. Saya sengaja menuliskan opini ini disaat kondisi politik sudah lebih reda. Harapan saya agar bisa dibaca dengan kondisi yang lebih tenang dan damai. Sehingga inti tulisan ini dapat dipahami oleh semua pembaca, karena pada akhirnya semua mengharapkan Indonesia yang damai dan tentram (Abu Dhabi, Oktober 2017).

Tulisan ini diawali dengan pertanyaan, mengapa saya jarang membagikan berbagai berita sensitif seperti pembakaran gereja, pembubaran sekolah minggu, krisis di Rohingya dan lain sebagainya di sosial media?

Jawaban simpelnya sih jelas, saya tidak merasa memiliki kompetensi untuk mengomentari berita tersebut. Jika pada akhirnya caption yang saya berikan tidak membawa dampak positif apapun, lebih baik saya menahan jempol untuk meninggalkan komentar. 

Untuk kasus pembubaran sekolah minggu di Pulo Gebang misalnya, banyak pihak memviralkan video tersebut. Ditambah sedemikian hujatan pada caption yang membuat umat lain terluka. Mengapa? Karena masih banyak yang tidak menyadari bahwa hal tersebut adalah ulah oknum, namun menggeneralisir dan membuat caption yang ujung-ujungnya malah mendiskreditkan agama yang dianut si-pelaku.

Padahal jika kita mau lebih seksama membaca, seorang saksi mengatakan ada pelaku yang meneriakkan “Ahok bangsat! Ahok itu anjing!” saat pembubaran terjadi. Gosh! Seriously ini hanyalah sentimen politik yang dibalut issue agama. Tapi sayangnya, sadar atau tidak, banyak teman-teman yang tetap bersikukuh mendiskreditkan ajaran Islam tanpa benar-benar tau seperti apa Islam sebenarnya. Pertanyaan saya cuma satu, lantas apa bedanya anda dengan orang yang anda hujat tadi?

Saya juga bukan melarang anda membagikan berita seperti itu, tapi jika caption yang anda berikan hanya makin memperuncing jurang yang ada antara umat beragama di Indonesia. Please, apa bedanya anda dengan Jonru?

Contoh lainnya adalah mengenai krisis di Rohingya, siapa yang tidak miris melihat foto mayat bayi bergelimpangan dimana-mana. Baik itu foto hoax atau foto beneran, ibu mana yang tega melihat anak kecil kelaparan dan berdarah-darah terkena tembakan?

Kalau mau menyumbang silahkan, tapi jangan kemudian menyudutkan orang yang berandanya bersih dari berita semacam ini sebagai orang yang apatis dan tidak peduli dengan saudara sesama muslim di Ronghiya. Beranda saya bersih loh dari postingan tentang Rohingya, tapi apakah saya harus update status setelah melakukan donasi?

Belum lagi pihak-pihak yang mendesak dan memojokkan pemerintahan Jokowi untuk menyelesaikan kasus ini. Please, masih banyak warga Indonesia yang jangankan untuk beli sepatu, makan aja susah! Dan ketika saudara kita yang terlupakan ini mendapat bantuan sembako dari umat beragama lain, ada oknum yang teriak-teriak “kristenisasi! kafirisasi!”  dan lain sebagainya.

Saya tidak berada di pihak manapun, saya hanya warga Indonesia yang merindukan suasana tahun 90an. Saat saya bermain dengan Helen, Rizqy, Putu dan lain sebagainya tanpa ada pertanyaan #agamamuapa.

Sebagaimana program yang digagas oleh Presiden Indonesia yang ke-7, sudah waktunya Revolusi Mental dilakukan. Menempatkan segala sesuatu pada tempatnya, menjadi warga negara yang cerdas dan kritis untuk mengevaluasi kinerja Kabinet Kerja 2014. Bukannya menjadi kaum salawi yang sedikit-sedikit menimpakan kesalahan pada Jokowi. Walaupun banyak pihak yang meng-klaim kemenangan beliau hanyalah hasil dari pencitraan, well, bukannya memang itu fungsi kampanye? Memberikan citra terbaik atas program kerja yang mereka buat. Suka atau tidak suka, beliau adalah presiden yang dipilih 53,15% penduduk Indonesia. 

Tidak perlu ikut perang jika kita sebagai warga negara Indonesia ingin memberikan kontribusi pada negara. Hal paling kecil misalnya dengan selalu mengecek kebenaran segala informasi yang anda terima. Menggunakan teknologi secara bijaksana memang bukan hal yang mudah, namun bisa dilakukan. Lebih baik memanfaatkan teknologi untuk menambah wawasan, berkreasi dan memajukan diri dibanding menyebar kebencian pada sesama manusia.

Don’t ever forget, we are all HUMAN ❤️

Black Pepper Rib Eye Steak A La Mama Dei

Hampir semua orang suka makan steak, termasuk saya dan suami. Tapi kalau setiap hari makan di restoran, selain bahaya untuk dompet, bahaya juga untuk kesehatan. Karena kita ga pernah tau kan, kandungan apa saja yang ada didaamnya. Sedangkan kalau masakan rumahan, kita bisa mengontrol semua macam dan kebersihan bahannya.

Kali ini saya mencoba memasak menu steak yang memang menjadi makanan favorit #papadei. Resep dan cara memasaknya hasil modifikasi sana-sini, jadi bisa disesuaikan dengan selera keluarga masing-masing. Dengan kemajuan teknologi seperti saat ini terasa menyenangkan yah, semua masakan restoran bisa dihadirkan dirumah. Benar-benar memudahkan orang yang senang belajar memasak seperti saya 😍.

Berikut hasil utak-atik resep saya, semoga cocok yah 😉

Bahan:

  • 2 pcs Rib Eye Steak @200 gram
  • 3 siung Bawang Putih
  • 5 siung Bawang Merah
  • 3 sdm Merica Hitam
  • 5 sdm Whipping Cream
  • 1 buah Bawang Bombay, iris tipis
  • 1 sdm Olive Oil
  • 1/2 sdm Saus Tiram
  • 1/2 sdm Kecap Manis
  • 1/2 sdm Saus Inggris
  • Gula dan Garam secukupnya

Pelengkap:

  • Kentang Goreng
  • Buncis potong sesuai selera
  • Wortel potong dadu

Cara membuat steak:

  1. Rendam daging dengan 1 sdm olive oil, garam dan merica sesuai selera, sisihkan minimal 30 menit sebelum dibakar.
  2. Siapkan pan dan bakar tiap permukaan daging selama 4 menit atau sesuai selera dengan menggunakan api sedang. Bisa juga dioven 4 menit dengan suhu 120 derajat celcius untuk mendapatkan tingkat kematangan medium-rare

Cara membuat saus:

  1. Tumis bawang putih dan bawang merah cincang dengan 1 sdm butter hingga wangi.
  2. Masukkan 2 sdm merica hitam yg ditumbuk kasar.
  3. Tambahkan saus tiram dan saus inggris.
  4. Tambahkan whipping cream 5 sdm, jika dirasa terlalu pekat boleh ditambah air/kaldu sesuai selera.
  5. Tambahkan gula dan garam sesuai selera.
  6. Aduk hingga mendidih

Cara membuat pelengkap:

  1. Tumis buncis dan wortel menggunakan butter,
  2. Tumis bawang bombay dengan butter secukupnya,
  3. Goreng kentang dengan minyak banyak, tiriskan agar crunchy.

Setelah semua komponen disiapkan, bisa di tata ke piring saji sesuai selera. Biasanya saya menempatkan tumisan bawang bombay dibawah steak karena memberikan aroma wangi dan rasa manis tanpa menghilangkan rasa khas daging itu sendiri.

Baca juga: Resep Bebek Goreng Surabaya

Biasanya selera tiap orang untuk tingkat kematangan daging tidaklah sama, cara diatas untuk memasak daging dengan level medium rare. Jika ingin membuatnya lebih matang bisa mengambil waktu 7 menit untuk tiap sisinya. Kehadiran pelengkap juga tidak baku seperti yang ada di resep saya. Bisa menggunakan jagung pipil yang ditumis dengan butter, jagung utuh yg dibakar, ataupun menggunakan coleslaw. Silahkan menyesuaikan dengan isi kulkas kita.

Apa benar wanita butuh kepastian? #SelmaHaqyJourney

Sebenarnya saya tidak terlalu tertarik untuk turut membahas kisah cinta mbak Selma dan mas Haqy yang populer di instagram dengan hashtag #SelmaHaqyJourney. Sudah bukan jaman saya ngurusin cinta-cintaan anak jaman sekarang. Tapi ketika saya membaca statement mbak Selma bahwa apa yang dia lakukan semata-mata karena ingin menginspirasi generasi muda Indonesia, saya-pun merasa terpanggil #eaaa. Alhasil, ajakan teman blogger untuk berkolaborasi melalui tulisan dengan tema ini-pun saya iyakan. Bisa di cek juga tulisan SyunaMom tentang Saat Harus Memilih Antara Kekasih atau Pelamar

Oke, secara pribadi saya tidak akan menyalahkan mbak Selma atas keputusan yang diambilnya. Lah apalah aku ini? Emaknya juga bukan.

Mengingat saya penganut paham selama janur kuning belum melengkung, semua masih memiliki kesempatan yang sama. Saya bisa memaklumi keputusan yang diambil mbak Selma dan mas Haqy. Toh, mbak Selma juga manusia, wajarlah kalau khilaf-khilaf dikit waktu liat yang bening 😍.

Hanya saja, berbagai pertanyaan muncul dikepala ketika si-mbak menggunakan jargon wanita butuh kepastian dalam tulisannya. Setau saya yang juga wanita, wanita mah butuhnya banyak 😂. Dari yang sifatnya intangible, wanita itu butuh disayang, dimanjain, di-iya-in, diberi pujian, dibimbing, dan lain sebagainya. Belum lagi yang sifatnya tangible, wanita butuh belanja, nyalon, nonton, haha-hihi, endebrah brah brah brah. Jadi saya cukup surprised ketika tau mbak Selma ini cuma butuh kepastian!

Berkaca pada pengalaman saya ketika memutuskan menikah, ada banyak faktor yang saya pertimbangkan sebelum mengiyakan ajakan menikah #papadei. Dibandingkan kesiapan finansial, saya lebih memilih untuk memperhatikan indikator kecocokan pemikiran, visi-misi dan kematangan emosional. Bermodalkan tiga hal tersebut, kesiapan finansial menjadi hal yang mungkin dicapai berdua. Begitu juga pengalaman teman blogger saya yang punya 7 Kriteria Pria Idaman untuk Dijadikan Suami. Dan mbak Selma semudah itu mengatakan bahwa dia cuma butuh kepastian?

Coba saya nanya, seumpama sebelum mbak Selma dilamar mas Haqy, ada seorang pria yang katakanlah bernama Haqqul yang memutuskan untuk memberikan kepastian kepada mbak Selma, let’s say Haqqul ini berprofesi sebagai karyawan pabrik sabun dan dari keluarga yang biasa saja, apa mbak Selma akan langsung mau?

Sebagaimana yang mbak Selma gembar-gemborkan, Haqqul membawa kepastian loh! 

Saya sih cuma mengajak mbak Selma untuk lebih jujur dalam menulis. Kalau ga siap untuk jujur ya jangan membagikan kehidupan pribadinya ke publik donk 😂. Eits,,bukan saya nyinyir, pemikiran sederhana itu hanya berlandaskan pada statement mbak Selma yang mengatakan bahwa mbak Selma belum cinta sama mas Haqy. Jadi sampe sekarang saya masih bingung dan belum menemukan jawaban kenapa mbak Selma memutuskan menikah dengan mas Haqy? Apakah benar hanya karena butuh kepastian? 

Mbak Selma sayang, hidup ga semudah cocote Mario Bross. Mungkin akan lebih baik jika mbak Selma sedikit lebih bersabar dalam menceritakan perjalanan cinta yang belum ada cinta-nya ini. Akan lebih inspiratif jika mbak Selma membagikan cerita tentang bagaimana si-mbak dan si-mas menumbuhkan dan memelihara perasaan cinta satu sama lain, karena memelihara perasaan itu bukan sesuatu yang mudah loh mbak. Mbak sendiri sudah berpengalaman kan sebelumnya?

Sekali lagi, saya tidak menyalahkan, saya hanya menyayangkan tindakan si-mbak yang memilih untuk membagikan kisah cinta yang katanya menginspirasi ini ke media sosial. Banyak judgement dan mis-interpretasi yang akan timbul. Jangan sampai si-mbak lupa menghitung keuntungan dan kerugian semua pihak sebelum memposting hal pribadi seperti ini. Bayangkan kalau si-mbak jadi mas Haqy, se-Indonesia sudah mendengar kalau mbak Selma belum cinta sama si-mas 😂. Belum lagi perasaan Senna, mantan pacar si-Mbak, yang terlanjur diajak foto ala-ala tapi ujungnya malah ditinggal kawin. 

 

“Dikenal sebagai sosok yang inspiratif memang menyenangkan, tapi untuk mampu memberikan inspirasi, akan lebih baik jika kita belajar berempati terlebih dahulu” 

Serius deh, masih ada banyak cara yang lebih bijaksana yang bisa dilakukan untuk dapat menginspirasi orang lain. Di usia pernikahan yang baru memasuki usia 3 tahun ini, boro-boro menginspirasi, saya sih lebih memilih untuk memperbaiki diri dan menyelaraskan langkah dalam mewujudkan visi-misi keluarga kami. Kalaupun ternyata mampu menjadi inspirasi bagi orang lain, itu adalah bonus, bukannya fokus. Jangan lupa mbak, sudah ada MT sebagai contoh, betapa berkata-kata itu lebih mudah daripada bertindak. Beneran deh, kata-kata dan hashtag saja tidak cukup untuk menginspirasi.

Akhir kata, semoga si-mbak dan si-mas bisa lebih bijaksana dan menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warrahmah ya 🙂

Deira in the Adventureland’s Jungle

Last week, we spent the weekend in our neighboring Emirate, Sharjah. We’ve planned to visit Al Manhatta Museum and Al Qasba and, while we were there, attending an invitation from Adventureland. So we decided to stay in Sharjah for 1 night in Hotel 72, i chose the hotel because their strategic location, it was across of corniche beach, Al Noor Mosque, and at the same time also close to our destination points above.

We visited Adventureland in Sahara Centre Shopping Mall, we came a bit late because the road was quite busy in the evening. Actually, it was our first time in the biggest indoor family entertainment center in Middle East with 70,000 square feet. We expected a lot of fun!

We met a staff named Naro to pick the giveaway and media kit. We got GO FOR GOLD membership from Adventureland, we had adventure card worth 100 dhs to access the kids attractions and family rides. Adventureland came with a re-energized jungle theme and my daughter couldn’t hold herself not to be excited and so she walked all around the jungle ?. Then, she was stuck in Green Go Round, after she saw a lot of horses there with a double-decker grand carousel. Afterall, which kid would not be appealed to ride?
Face to face with the carrousel, there was Parachute, an attraction that would surely be adored by future pilots, as these colorful corsairs take young kids to fly up and down, around, clockwise and back again. I was even sure that papa looked happier than the daughter. It sure was papa’s time!?

If you want to make a birthday party for your children, Adventureland can be considered as the venue as well. They provide a birthday packages with price ranging from 75 AED including the meals. We had a great time in Adventureland. Hopefully they will open Adventureland in Abu Dhabi too :))

Summer? BHAYYYYY!

Beberapa waktu terakhir kaca rumah berembun, kata suami sih itu tanda-tanda pergantian musim. Cuma bisa bilang alhamdulillah,,akhirnya, setelah kurang lebih 7 bulan berjibaku dengan summer. Buat yang udah lama tinggal di gurun sih mungkin sudah bisa berdamai dengan kondisi. Masalahnya, ini summer pertama saya. Ga pernah kebayang ngerasain suhu 54 derajat. Sempet kepikiran juga buat nyeplok telor di kaca mobil, atau coba ngegoreng kerupuk di padang pasir #apasih.

Summer ala saya dimulai pada bulan April, saat dada mulai nyesek tiap jalan dari parkiran mobil ke mall/sebuah gedung. Sayanya sih masih belagu “ah baru segini doank..”. Tetep ga ada usaha pake lotion, moisturizer apalagi sunblock B-). Begitu masuk Mei, udah mulai yasalam deh. Kulit muka ngelupas ga karuan. Sampe dikira pake krim muka apalah-apalah itu. Udah mulai ngerengek-rengek aja pengen pulang ke Indonesia, ditambah kangen emak tercinta yang semakin menjadi-jadi. Sayangnya atau malah alhamdulillahnya, berbarengan sama rencana kabur itu, saya ketauan hamil donks. Jadilah sampai sekarang saya masih bercokol disini.

Beneran saya diajarin sabar, ga pernah kebayang harus beradaptasi untuk banyak hal dalam satu waktu. Apalagi di awal kehamilan lumayan , mulutnya pengen tapi ujung-ujungnya keluar. Sakit semua di badan. Akhirnya trimester pertama kehamilan, saya lebih banyak mengkonsumsi buah-buahan. Sebenernya satu macem buah juga denk, soalnya waktu dimasukin buah selain apel, ujung-ujungnya jackpot juga. Jadi deh sehari saya bisa makan 5 buah apel. Bukannya ga mau makan, tapi makanan yang saya pengenin ga ada semua. Kangen nasi goreng duk-duk-lah, tahu telor-lah, nasi bebek-lah.

Veggie Ifumie

Rice is Indonesian daily dish. We eat rice thrice daily, yup! From breakfast until dinner. If you don’t believe me, just visit any food stall, cafe or restaurant in Indonesia. All of them will sell rice complete with the meat and soup in one plate. Don’t be surprised when you see an Indonesian eat a cup of rice, potato meatball and fried noodle in one go. Believe me, most of us feel like have not eaten anything if we have not eaten RICE ?. Yet today, i’m going to present the recipe of noodle as a substitute for carbohydrate. Enjoy ??

VEGGIE IFUMI

Ingredients:

  • 2 packs of egg noodles
  • 100 cc corn oil
  • 1 stalk ginger, crushed,
  • 5 cloves garlic, thinly sliced
  • a bunch of chinese cabbage, sliced
  • 1 stem green mustard, sliced
  • 1 pack of white mushroom, sliced
  • 2 pcs of carrots, sliced
  • 1 tsp salt
  • 1/2 tsp sugar
  • 1/4 tsp pepper
  • 1 tbsp soy sauce
  • 1 tbsp oyster sauce
  • 500 cc of chicken broth
  • 1 tbsp corn starch, melted with 2 tablespoons water
  • 1/2 tsp sesame oil

How to Cook:

  1. Boil the noodles for 2 minutes until cooked. Remove and drain. Sprinkle the noodles with cooking oil so it won’t stick to each other.
  2. Put it on air fryer (180 degree, 15 minutes).
  3. Heat oil, sauté garlic and ginger until fragrant.
  4. Add carrot, stir until the color changes.
  5. Put white mushrooms, salt, sugar, pepper, soy sauce, oyster sauce, sesame oil in to the pan.
  6. Pour the chicken broth until boiling, add chinese cabbage, green mustard and broccoli.
  7. Thicken with corn starch liquid. Cook for 3 minutes, stir well.
  8. Pour over to the fried noodles in a serving dish.

Read also: Indonesian Taste on UAE National Day

 

Family Holiday to Bali (2)

Since we became an expat in Abu Dhabi and living so far away from our home country, I don’t want my daughter becomes unfamiliar  with our culture and tradition.

That’s why in the last holiday I brought her to “Setia Darma House of Mask and Puppet” in Ubud, Bali. It was really a unique museum, consisting of five traditional houses (two of Javanese Joglo, another two of Javanese Limasan and one Balinese Pavilion) that were used as display rooms of their collections. It feels like you are at home while looking to the collection. Also, eventhough there was no air conditioner in the museum, the atmospere was so fresh because the museum was located in the middle of paddy field, with a river in front of the museum.

What’s really interesting was to learn that some masks have philosophical meaning. Take Barong mask, for example, it was a lion-like creature and a character in the mythology of Bali. It symbolized the spirits and leaders of the good. This mask also used in religious ceremonies as a tribute to the God.

The museum itself has a mission to preserve Indonesia’s most colourful heritage collection. With total collection over 1,000 masks and over 4,000 puppets from all over the Indonesian archipelago, as well as China, Korea, Africa, America and Europe. It really was a good place for family trip because it served as a great educational exhibits for young generation to love the cultural heritage better.

Well, eventhough my baby weren’t reading any texts in the signage let alone noticed of what she was seeing, her eyes was so busy screened room by room. The variety of forms and colors of the masks and puppets were really attracted for her. In my opinion, it’s a way to stimulate the development of her brain.

After finished the trip to the mueseum, we went to Gianyar for lunch, I already made an appointment with my friend who owned Dharma Giri Restaurant. We ordered seafood and Spicy Smoked Chicken, the taste was awesome! I wanted to order it again. hiks ?.


After a not-so-long discussion, Ko Andy and Ci Jujun suggested us to visit Kanto Lampo waterfall. It was not widely known among tourists yet. We got lost for almost 15 minutes on our way there. Thanks God, we finally found the place after asking directions to the local people.

After we parked the car, we took the stairs leading down to the narrow river. I stepped down the stairs while carrying baby deira. I’ve never been to a waterfall as good as this one that was also easy to reach, only few steps down from the parking lot.


There were two waterfalls there, a bigger one with a lot of water rushing down, and the smaller one where you could take a shower. For those who love photography, this place is highly recommended to visit.

Visit my husband site in www.cendiliyan.com for more pictures from this trip.

When she isn’t baby anymore!

It just feels only yesterday when i was holding a little tiny baby girl in my arms. Today I find her a way smarter. She even knows how to ask her papa to play peek-a-boo together.


Lately, I was struck by a revelation that my dear baby wasn’t really a baby anymore ?. Every time I look at her, I see her as a big girl who is so curious and excited about something new.

Another progress happened. A few months ago, when she started feeding herself, she used to grasp her food with her whole hand and tried to shove her whole hand into her mouth. But I recently noticed she began to use her fingers to pick up specific part of the foods. From articles I read, this step has something to do with her development of fine motoric skills like writing, clumping, cutting, etc. So I should just let it happens, and not to push her to jump into the next step of feeding: using cutlery.


For another surprise, just as everyone told me it would, my baby found her voice and started saying baba. I wasn’t surprised, is her papa is her first love, right?. Her second words is mamam. I don’t exactly know, does it refer to me as her mama or it means she wants to eat in bahasa (Ind: makan). A day after, she added  her vocabulary further with words like red, juice, sayang (eng: love), apa (eng: what).

It’s trully amazing how much she has changed and developed in just 9 months. I keep on thinking of what will happen when she becomes 1 year old and starts to walking and having her own choice instead of doing everything what mama told.


One thing, though, luckily for me she still needs a lot of pamperings, always wants cuddles and hugs from me, and me alone ❤️