Category: Review

6 Tips Agar Hunian Terasa Lebih Nyaman

Ada pepatah yang mengatakan bahwa “Happiness is being home again”. Itulah salah satu alasan mengapa mendekorasi rumah menjadi salah satu kegiatan yang saya gemari. Sebagai seorang istri yang baik, tentunya saya tidak ingin suami menjumpai rumah dalam kondisi acak-acakan sepulang kerja. Bukankah sudah selayaknya rumah menjadi tempat paling nyaman untuk me-recharge energi.

Sebagaimana dipaparkan dalam ilmu psikologi, saya meyakini bahwa kepribadian seseorang dapat tercermin dari kondisi rumahnya. Tidak percaya? Coba bayangkan bagaimana suasana hati anda jika tinggal di rumah yang penuh barang, berdebu dan tidak tertata dengan rapi. Tentu tidak nyaman, bukan?

Perasaan tidak nyaman itu tentunya akan mempengaruhi aktivitas dan pastinya akan berdampak pada orang yang ada disekitar kita. Oleh sebab itu, mendekorasi ruangan menjadi hal penting yang harus diperhatikan oleh setiap keluarga. Oiya, indikator rumah yang nyaman bukanlah rumah yang berukuran besar dan memiliki furnitur yang mewah. Untuk keluarga saya, suatu hunian dapat dikatakan nyaman bila memenuhi syarat bersih, rapi dan bebas dari aroma yang tidak menyenangkan.

Kebetulan saat ini saya tinggal di apartemen dengan ukuran yang cukup terbatas. Kondisi tersebut menantang saya untuk mengatur dan menempatkan perabot secara tepat guna. Namun dibawah ini ada beberapa tips yang akan saya bagikan, sehingga bagi anda yang memiliki lahan terbatas tetap dapat memiliki rumah yang nyaman dan ‘terasa’ luas.

  1. Letakkan cermin di dinding rumah anda. Keberadaan cermin akan membantu membuat ruangan yang sempit menjadi tampak lebih luas. Selain itu, cermin juga bisa merefleksikan cahaya lampu sehingga menjadi lebih indah, yang artinya menambah suasana baru pada keseluruhan interior rumah.
  1. Gantunglah pigura berisikan foto-foto yang membuat anda merasa lebih bersemangat dan berbahagia saat melihatnya. Adanya foto-foto ini akan membuat suasana rumah lebih hidup dan hangat. Pilih bingkai foto yang sesuai dengan gaya penataan rumah anda.
  1. Mengganti perabot lama dengan yang baru. Setiap benda pasti memiliki masa pakai, begitu pula perabot dirumah kita. Membeli sebuah furnitur, tidak akan membuat kita kehilangan banyak uang. Cara mensiasatinya adalah dengan, misalnya, ketika anda ingin mengganti sofa yang lama dengan sofa yang baru.Manfaatkan situs pencarian seperti google dan masukkan kata kunci “sofa minimalis murah”. Nantinya akan banyak ditemukan informasi mengenai toko perabotan yang sedang mengadakan promo dan diskon. Sofa merupakan salah satu elemen penting dalam mengatur ruang keluarga, oleh sebab itu kita harus memperhatikan setiap detailnya. Hal utama yang harus dipertimbangkan adalah ukurannya. Saya memilih sofa yang ukurannya tidak terlalu besar agar tidak membuat ruangan terasa sempit. Saya menggunakan sofa minimalis bermodel sofa-bed sehingga dapat difungsikan sebagai tempat tidur ketika ada sanak saudara yang datang.

    Selain ukuran, pemilihan warna dan bahan juga menjadi faktor penentu, saya menempatkan sofa minimalis dengan warna yang cerah untuk ruang keluarga, sehingga ruangan tampak lebih luas. Nah, karena saya memilih sofa yang berwarna abu-abu muda maka akan rentan kotor, apalagi saya memiliki toddler yang sedang aktif-aktifnya. Solusinya, saya memilih sofa yang cover atau kain penutupnya bisa dibuka, sehingga jika terkena noda tinggal dilepas dan dicuci.

  1. Gunakan bantal hias untuk aksesoris dirumah anda. Menggunakan bantal hias untuk mempercantik rumah adalah hal yang paling mudah dilakukan, selain harganya tidak terlalu mahal, bantal memiliki beragam ukuran, bentuk dan warna sehingga mudah untuk di mix and match dengan perabot lainnya. Mengingat ruangan saya tidaklah luas, maka dua bantal berukuran sedang dengan warna polos sudah cukup untuk meramaikan ruang keluarga saya.
  1. Mencari inspirasi di internet. Jika anda orang yang kreatif dan suka melakukan DIY, jangan segan untuk mencari inspirasi di pinterest ataupun di youtube. Banyak sekali tutorial untuk membuat aksesoris rumah dengan memanfaatkan bahan yang ada. Siapa tau bisa jadi peluang usaha! Namun mengingat saya bukan orang yang nyeni, saya membuka laman tersebut sebatas untuk mencari inspirasi penataan ruang saja.
  1. Jangan takut bermain-main dengan konfigurasi ruangan di rumah anda. Kebetulan saya adalah orang yang gampang bosan, sehingga beberapa bulan sekali selalu ada sudut yang saya utak-atik untuk di dekorasi ulang.

Sedikit bocoran, di ponsel saya selalu tersimpan ukuran ruangan dan konfigurasi ruangan di rumah. Sehingga ketika saya berjalan-jalan dan melihat perabot yang menarik, saya dapat dengan mudah mendapatkan gambaran akan diletakkan dimana perabot tersebut. Hal ini bukan tanpa sebab, diawal menikah beberapa kali saya membeli barang yang berujung pada tidak ada tempat atau dipaksakan diletakkan di suatu sudut yang pada akhirnya hanya menuh-menuhin ruangan.

Demikian tips dari saya, jika ada yang memiliki tips lain silahkan dibagikan di kolom komentar. Akhir kata, semoga bermanfaat.

Asyiknya Ikutan Festival Wisata Kuliner Hong Kong Bareng Jetstar

Beberapa tahun kebelakang, berjalan-jalan keluar negeri masih menjadi hal yang eksklusif bagi kalangan tertentu, mengingat tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli tiket dan membayar akomodasi. Namun ditengah kemudahan akses informasi seperti saat ini, semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk berpelesir ke-luar negeri dengan menggunakan budget yang minimalis.

Salah satunya, jika kamu adalah pecinta kuliner seperti saya, dan berminat untuk menghadiri festival wisata kuliner di Hong Kong, maka kita bisa pergi ke Hong Kong mengunakan Jetstar Airlines. Maskapai penerbangan asal Australia ini merupakan salah satu anak perusahaan Qantas, yang merupakan maskapai penerbangan premium.

Wisata Kuliner Hongkong

Terdapat beragam menu yang disajikan dalam festival wisata kuliner Hong Kong. Hidangan ini disajikan dengan dekorasi dan suasana yang atraktif sehingga tentunya akan memberikan pengalaman berburu kuliner yang seru dan tidak terlupakan.

Ada yang tau kuliner apa saja yang bisa kita temukan dalam festival ini?

Bermacam-macam snack khas tempo dulu hingga yang kekinian dapat kita temukan dalam festival ini. Ada juga hidangan yang ‘serius’ seperti chinese barbeque, dim sum, beragam masakan mie dan dessert yang dapat kita nikmati sambil menikmati suasana. Membayangkannya saja sudah membuat air liur mengalir dan ingin segera mencoba.

Oiya selain berbagai menu diatas, tersedia juga menu dari berbagai negara lain seperti Thailand, Malaysia dan India. Adanya makanan yang lezat dan dekorasi yang menarik tentunya menjadi salah satu momen yang tepat untuk menambah koleksi foto pribadi, saya pribadi, sebisa mungkin akan menjepret banyak kuliner dengan smartphonemu selama festival kuliner ini berlangsung.

Selain makanan, di festival tersebut kita juga bisa menemukan minuman Hong Kong-Style Milk Tea yang terinspirasi dari budaya minum teh ala China. Minuman ini terbuat dari olahan teh yang dicampur dengan susu sehingga menghasilkan rasa creamy yang bertekstur lembut. Di Hong Kong sendiri, minuman ini sudah dikenal sejak tahun 1950.

Jalan-jalan ke Hong Kong

Seperti yang kita ketahui, Hong Kong sedang memaksimalkan potensi pariwisatanya. Lihat saja pesan pariwara mengenai pariwisatanya yang banyak bertebaran dimana-mana. Dalam hal ini, potensi pariwisata di Hong Kong memang tidak bisa dipandang remeh. Tidak salah jika kemudian negara ini dijadikan salah satu tujuan favorit family holiday banyak orang. Terlebih kita tidak hanya dapat mengikuti festival wisata kuliner, namun Hong Kong juga menawarkan kesempatan pada kita untuk mengenal sejarah dan warisan negara tersebut melalui museum dan galeri yang dapat kita temukan dengan mudahnya.

How to get there?

Salah satu yang saya rekomendasikan adalah dengan menggunakan maskapai Jetstar, dengan maskapai tersebut kita dapat travelling dengan hati yang tenang. Mengingat maskapai Jetstar, dengan Qantas sebagai induk perusahaannya, sudah sangat berpengalaman di industri penerbangan.

Armadanya sendiri menggunakan pesawat Boeing 787 Dreamliner, Airbus A321, dan Bombardier Q300. Dan info untuk kamu, Jetstar sudah memenangkan penghargaan sebagai Best Low-Cost Airline dari SkyTrax, pada 2011, 2012 dan 2013.

Berburu Makanan Halal dan Vegetarian di Festival Wisata Kuliner Hong Kong

Menariknya, sudah banyak restoran di Hong Kong yang memiliki sertifikasi halal. Sehingga untuk teman-teman yang muslim dan mungkin menganut pola hidup vegetarian  tetap dapat menikmati makanan dengan nyaman tanpa rasa khawatir. Berikut beberapa daftar restoran yang mungkin bisa dijadikan pilihan:

1. Islamic Centre Canteen

Kantin Islamic Centre ini menyediakan hidangan Kanton dan dim sum dengan bahan baku yang terjamin kehalal-annya. Rasanya tidak perlu dipertanyakan dan yang pasti kita bisa ikut serta dalam festival kuliner tanpa rasa khawatir.

Islamic Centre Canteen berlokasi di Masjid Ammar and Osman Ramju Sadick Islamic Centre, 40 Oi Kwan Road, Wan Chai, Hong Kong.

2. Aladin Mess

Dari namanya saja kita bisa menebak bahwa Aladin Mess adalah restoran yang menyediakan masakan bercita-rasa India. Kapan lagi kita bisa menyantap makanan India yang lezat, halal dan berlokasi di tengah-tengah Causeway Bay? Sungguh akan menjadi pengalaman bersantap yang unik dan tidak terlupakan.

Aladin Mess berlokasi di Fu Hing House, 60 Russel Street, Causeway Bay, Hong Kong Island.

3. Spice Restaurant

Restoran ini menyediakan kuliner khas Thailand, Melayu dan India. Interior restoran ini didesain dengan suasana yang menarik, sehingga memberikan semangat bagi kita, para traveller, untuk berliburan dan mengeksplorasi wisata kuliner di Hong Kong.

Selain tiga restoran yang saya sebutkan tadi, masih banyak tempat yang menyajikan makanan halal dan vegetarian. Contohnya, kita bisa menemukan kudapan lokal yang sangat lezat seperti egg tart, pineapple buns, put chai ko atau pudding dari beras dan lain sebagainya.

Festival Wisata Kuliner Hong Kong bukan hanya menghadirkan semangat menikmati makanan yang ada, tetapi juga pengalaman yang berharga saat bertemu dan berbaur dengan berbagai suku bangsa yang hadir dalam festival tersebut. Bersama Jetstar kita bisa mewujudkan impianmu terbang ke berbagai tempat eksotis dengan biaya yang terjangkau!

Eczema: Causes, Symptoms and Treatment

Alhamdulillah, we entered the month of October, which meant that the summer was over. Apart from the heat, I didn’t really like summer because its dry weather made the skin parched. Also, as it turned out, this extreme condition affected Deira’s skin as well.

One morning earlier this summer I found her with red rash on one of her elbow. I didn’t pay much attention at first, but day after day the rash grew until one day I notice dried blood smeared the rash. Apparently the rash became itchy and naturally she scratch them. Immediately I brought her to Dr. Dinesh Banur, her pediatric consultant at NMC Royal Hospital in Khalifa City. Both Deira, my hubby, and me like him because he treated Deira with gentle care and answered many of our questions patiently and concisely. He also quite cautious in prescribing medications. He rarely ordered paracetamol, and even more rarely antibiotics. Mom’s milk is the best medicine we can give to our little one, he said.

Speaking of him and our baby’s rash, He diagnosed it as dermatitis atopic or known as Eczema. This is a skin condition happened to the hyper-sensitive skin, and manifested as inflamation and super itchy rash. If kept untreated, the rash could develop skin infection. This skin condition is hereditary and hence did not contagious.

I remembered when I was a little girl, I had the similar skin condition but, thank God, it subsided after I consumed monitor lizard’s meat. My mom fed me that lizard’s meat dish we me knowing it because it was believed, in javanese tradition, to have medicinal benefits toward multitude of akin problems and, believe it or not, I never had a relapse ever since. I wished I could feed Deira some of this meat but where could I find monitor lizard here in this desert, let alone people who sold and/or prepare it. If only camel’s meat had the same properties.

Anyway, dr Dinesh prescribed Peitel cream to heal the rash and Cetaphil lotion to keep her skin moist. The main purpose of this treatment was to aleviate the itch and to reduce the probability of skin infection. We needed to apply Cetaphil lotion right after Deira took a shower so some of the excess water left on her skin could also be retained by the cream as an added arsenal to keep her skin moist. The rash was largely reduced qithin the first 24 hours after we applied Peitel cream.

For her bath soap, it’s advisable to use perfume-free and presevative-free with 100% natural ingredients. After googling around for some times, I decided to use Allergika liquid soap. Alhamdulillah, Deira’s skin is more moist and a bit less sensitive now. I also minimized her exposure to the direct sun light to further reduce the chance of relapse. That’s my experience with Eczema and how Cetaphil and Allergika satisfactorily helped me against it.

Eczema Pada Anak: Penyebab, Gejala dan Pengobatannya

Alhamdulillah sudah memasuki bulan Oktober karena artinya musim panas akan segera berlalu. Selain tidak terlalu suka dengan hawa panas, keringnya cuaca seringkali mengurangi kelembaban kulit. Ternyata bukan hanya saya yang terganggu, karena kondisi cuaca yang ekstrem ini juga memberikan dampak pada kulit anak saya, Deira.

Awalnya, saya mendapati Deira bangun tidur dengan ruam-ruam merah dikulit namun masih saya abaikan. Saya anggap hanya gatal-gatal biasa. Hingga suatu hari ruam tersebut berdarah dan ada bekas garukan, mungkin karena terlalu gatal. Saya memutuskan untuk membawa Deira ke Dr. Dinesh Banur, pediatric consultant yang berpraktek di NMC Hospital. Bukan hanya Deira yang nyaman dengan dokter Dinesh, saya dan suami-pun senang berkonsultasi dengannya. Selain karena ketelitiannya dalam memeriksa pasien, caranya menyampaikan juga mendamaikan hati. Dalam menuliskan resep-pun ia sangat hati-hati. Jangankan antibiotik, obat aja ga dikasih. Ibaratnya, kalau ga parah banget, saya ga bakal berkunjung ke tempat prakteknya. Soalnya, ujung-ujungnya cuma disuruh minumin ASI yang banyak dan pelukan ama anak. Isn’t that sweet? 😍

Nah, ketika beberapa waktu lalu saya ketempat praktik beliau untuk memeriksakan kondisi kulit Deira, dokter Dinesh mendiagnosa Deira dengan penyakit Eczema. Eczema yang juga dikenal sebagai dermatitis atopik merupakan suatu kondisi kulit yang hyper-sensitive yang ditandai dengan peradangan, ruam dan gatal luar biasa. Jika tidak segera dihentikan, dampak dari penyakit ini dapat menimbulkan infeksi pada kulit. Oiyah, penyakit ini bukan disebabkan virus, bakteri ataupun jamur. Namun lebih dipengaruhi oleh faktor genetik, sehingga tidak perlu takut tertular yah 😄.

Jika dirunut, saya memang sempat mengalami kondisi kulit seperti Deira saat kecil. Syukurnya, sekarang tidak pernah kambuh lagi karena diam-diam mama saya memberikan daging biawak yang dipercaya mampu menyembuhkan berbagai permasalahan kulit 😭. 

Percayalah, semenjak saat itu memang tidak pernah kumat lagi 😬. Padahal Eczema ini sifatnya bisa berulang beberapa kali dalam setahun loh. Sempat kepikiran untuk melakukan hal yang sama ke Deira sih 😝. Tapi di gurun pasir mau cari biawak dimana? ada juga Onta hahahaha.

Anyway, dokter Dinesh meresepkan salep Peitel untuk mengobati bagian kulit yang berdarah dan syukurnya dalam waktu 24 jam sudah mengering. Untuk perawatan, dokter meresepkan Cetaphil Cream dan Cetaphil Lotion. Tujuan utama dari pengobatan ini adalah menghilangkan rasa gatal untuk mencegah terjadinya infeksi. Jadi ketika kulit terasa kering dan gatal, lotion dan krim pelembab dioleskan agar kulit menjadi lebih lembab. Tindakan ini sebaiknya dilakukan sehabis mandi sehingga lotion yang dioleskan akan mempertahankan kelembaban kulit.

Untuk sabun mandi, disarankan menggunakan sabun yang bebas parfum, pengawet alias 100% natural. Seperti biasa, googling sana-sini, saya memutuskan mencoba mengganti sabun yang biasa dipakai Deira dengan Allergika. Alhamdulillah, kulit Deira lebih lembab dan sudah tidak sesensitif dulu. 

Kedepannya, untuk meminimalisir kemungkinan kambuhnya Eczema adalah dengan memastikan tercukupinya kebutuhan gizi anak dan mengusahakan agar anak tidak terpapar sinar matahari secara langsung. Kurang-lebih, demikianlah pengalaman saya yang sempat panik melihat kulit anak gadisnya merintis, berdarah dan melepuh. Udahlah ga sampe hati mau motret 😭.

*Semoga informasi ini bermanfaat untuk ibu-ibu tersayang diluar sana ❤️

Anyang-Anyangan dan Cara Mengatasinya

Saya adalah salah satu orang yang malas bepergian karena malas bertemu dengan yang namanya macet. Terlebih saat ini kondisi kota Surabaya sudah ga kalah dengan ibu kota tercinta, Jakarta. Terakhir mudik bulan Januari lalu, saya sempat terperangah dengan hadirnya frontage road di sepanjang Jalan Ahmad Yani. Harusnya ruas tersebut dapat mengakomodir kebutuhan pengguna jalan raya. Sayangnya harapan tinggal-lah harapan, saya tetap terjebak macet karena saya melintas di jam sibuk alias pulang kantor. Kejadian yang paling menyebalkan adalah menahan rasa ingin buang air kecil ditengah kemacetan. Mau pindah jalur rasanya tanggung! Solusi yang saya ambil sih biasanya “ditahan” sampai rumah. Sayangnya solusi ini tidak cukup cemerlang 😅, karena ujung-ujungnya malah berasa anyang-anyangan. Bayangin aja, udah semangat 45 lari-lari kekamar kecil, eh ternyata keluarnya seiprit. Sebenarnya bukan saya ga tau bahayanya menahan rasa ingin buang air kecil, karena kalau dibiasakan bisa menyebabkan Infeksi Saluran Kemih.

Ah yang bener? Kok bisa gitu?
Jadi kandung kemih manusia memiliki kapasitas sekitar 0,4 liter dan saat kita menahan buang air kecil, kantung kemih memiliki kemampuan untuk meregang. Seperti yang kita ketahui, urin adalah sampah pembuangan metabolisme tubuh yang pasti mengandung kuman dan bakteri. Bakteri inilah yang menyebabkan infeksi saluran kemih dan bukan tidak mungkin menyebar hingga ke organ tubuh lainnya.

Sebenarnya, ada banyak kebiasaan yang tanpa kita sadari juga menjadi penyebab penyakit anyang-anyangan. Salah satunya, membasuh organ kelamin dengan cara yang salah. Jadi, jika kita terbiasa membilas organ kelamin dari arah belakang ke depan, maka sebaiknya sekarang kita mulai mengubah kebiasaan tersebut. Cara tersebut meningkatkan kemungkinan bakteri dari anus masuk ke alat kelamin yang mengakibatkan Infeksi Saluran Kemih. Bahkan kurang minum juga dapat menyebabkan penyakit anyang-anyangan karena dengan rendahnya jumlah air yang kita konsumsi maka tubuh akan menjadi dehidrasi, sehingga produksi urin menjadi sedikit dan proses pembuangan bakteripun menjadi terhambat.

Mungkin kelihatannya sepele, tapi sebenarnya kita bisa mencegah Infeksi Saluran Kemih dengan mengubah kebiasaan. Tapi jika terlanjur sakit, biasanya sih saya mengatasi anyang-anyangan dengan cara tradisional. Jujur saja, saya adalah tipikal orang yang lebih suka mencoba cara alami. Tips dari eyang saya sih dengan banyak minum air putih dan makan buah serta sayuran rebus.

Namun, belakangan saya membaca, ada penelitian terbaru tentang manfaat buah Cranberry yang mampu mencegah penyakit Infeksi Saluran Kemih. Bahkan jika dikonsumsi dengan tepat, buah Cranberry juga memiliki manfaat kuratif.

“Cranberry dipercaya dapat melindungi saluran kemih dengan cara mengubah sifat urine menjadi lebih asam sehingga secara alami menghambat pertumbuhan bakteri E.Coli.”

Mengingat Indonesia adalah negara yang beriklim tropis, tidak mudah mendapatkan buah tersebut disini. Namun untungnya, sudah ada beberapa produsen yang memproduksi ekstrak buah Cranberry. Salah satunya uricran yang dapat dengan mudah ditemukan di apotik terdekat didaerah anda. Uricran tersedia dalam bentuk kapsul dan serbuk sachet yang mengandung ekstrak buah Cranberry. Oleh karena kandungan vitamin C yang tinggi, buah ini juga menjadi salah satu sumber anti oksidan yang tidak hanya bermanfaat unuk mencegah penyakit Infeksi Saluran Kemih, tapi juga bermanfaat bagi kesehatan jantung.

3 Tips on Keeping Fit and Beautiful during the Month of Ramadhan

During the month of Ramadhan we need a way to regularized our intake of liquid. This needs become more important as this year Ramadhan comes in the summer, when outside temperature can soar to 50 degrees Celcius. Even more so, we want to look fresh and beautiful when we gather with our friends and family at Eid al Fitr day.

In this article, I want to share some tips to keep us fit and beautiful while still fasting in this holy month.

  1. Drink a lot of water. With enough liquid, our skin will look supple and fresh.
  2. Take more fruits and vegetables. Nutricians and beauticians agree that fruits and vegetables are crucial for the health of our body and skin. The fibre and vitamins of fruits and vegetables can make our skin looks shiny and fresh.
  3. Treat your body from head to toe with hair and skin care products with natural ingredients. For my skin I use Palmer’s Cocoa Butter that I covered in my previous post. I also use Palmer’s Lipbalm to moisten my lips and to protect them from the summer heat. And this summer I also use two additional products:
  • Palmer’s Deep Conditioning Protein Pack, that contains coconut oil, keratin protein for strengthen and repairs hair, silk protein for restores high-glass shine and coconut milk for detangles and combats frizz. This conditioner is easy to use: After shampooing with Palmers coconut oil formula shampoo, distribute through hair, coating strands evenly and focusing on ends. Leave on 10-20 minutes before rinsing. It can be using as an overnight treatment, cover hair with a plastic cap and rinse out in the morning.
  • Palmer’s Foot Magic, that contains pure cocoa butter, enriched with vitamin E and other natural emollients, provides a deep penetrating treatment for the feet. The unique formulation moisturizes, softens and smoothes even the roughest and driest skin. Also the soothing peppermint oil revitalizes sore, tired feet. To use it, simply apply a thin layer of this cream onto rough, dry, calloused feet daily to achieve and maintain soft, supple skin. I suggest you to use it at night before we go to bed, and cover your feet with socks to make it more effective.

That’s some of my tips to combat summer during Ramadhan so we can keep our beauty on Eid al Fitr.

Here’s What You Need To Know About Palmer’s Lip Balm

A few months ago I have covered Palmer’s Fantastic Four Lotion and Palmer’s Skin Therapy Oil. This time, allow me to write about Palmer’s Lip Balm series.

Ingredients

Come in three varieties namely Original, Dark Chocolate & Mint, and Dark Chocolate & Cherry, Palmer’s lip balm contains Cocoa Butter and Vitamin E as active ingredients. These products are formulated specifically to moisturize the lips. Cocoa Butter is believed to help makes the skin supple, while Vitamin E, an effective anti-oxidant, reduces the free radicals. These lip balms are also fortified with SPF 15 to protect the lips from UV rays. Combined, those elements reduce and eliminate cracked lips and make them sparkle.

The natural ingredients of this lip balm also make it safe to use for children from six months old and above. A convenience feature for moms with little children like me.

Packaging

The lip balm has rather unique shaped: oval-tube packaged in a carton whose color matches the variant. Some usual information such as ingredients and expiration date are written on the carton. The petite size make it travel friendly; it can easily accompany you in almost all of your activities.

The twist-to-advance mechanism makes this lip balm easy to apply. Just turn the knob at the bottom of the case to advance the stick, smear it evenly on your lips as needed, and turn it in reverse to retract the stick back into the container. Quick and hygiene, as no finger is needed.

Texture

The lip balm has soft and light texture, not too oily yet gives glossy finish to the lips. Its smooth scent can easily be accepted by most people, especially those who don’t like strong aroma. The moisturizing effect is quite long lasting (around 3-4 hours per application), suitable for people with super dry lips.

Price

The price is affordable, around 18 dhs for original, 20 for Dark Chocolate & Mint, and 25 dhs for Dark Chocolate & Cherry variant.

Pros and Cons

The following are the pros and cons of this lip balm as I found it.

Pros

  • Smooth textur
  • Long lasting moisturizing effect
  • Nice aroma
  • Contains SPF 15 and antioxidant
  • Travel Friendly

Cons

  • Its glossy finish makes it unsuitable for use as matte lipstick base

Conclusion

These lip balms are suitable for those dry lips. You can also wear it before sleep to make your lips supple and bright the following morning.All in all, because of its features (UV protection, antioxidant, and aroma) and its affordable price, this product is really worth trying.

Ah, last but not least, nowadays I know all fashionistas are being crazy about matte lipstick. But, according to my experience, it’s not advisable, due to its glossy finish, to apply this lip balm along with matte lipstick. Tips from me: it will be better if you treat your dry lips with this lip balm first, after it gets smooth and supple, you can freely apply matte lipstick. See the result, all I can say is just PERFECT!

 

5 Tips in Choosing The Right Mobile Apps For Your Kids

In this era of technology almost all kids are attracted to the gadgets, and my 15 months old baby included. She’s seen her mom and dad’s working in front of their laptops, so no wonder if she, to some degree, can already use iPhone, iPad, and even laptop. To be honest, we are not anti-gadget kind of parents, so we don’t try to stay our baby away from those devices, as long as she is within the fair use limit. Within this limit, the gadget can be beneficial to us all, both parents and the kid, and that’s why I had discussion with hubby about downloading mobile apps that are safe for our kiddo, ones that suit her age and, after a lengthy research, we decided to install KidloLand. KidloLand has winning the Mom’s Choice Gold Award, it also conforms with our predefined 5 criteria, which are:

  1. No advertisements. I used to play nursery rhymes which are scattered widely on youtube, until one day I realized that they pun ads inserts at the beginning and within the playlist. Some of the ads were about online games, and I also noticed that my baby expressed fear upon watching some of the ads, perhaps due to violence or to the suspense air brought by the background music.
  2. Can be played offline. We travel almost regularly to Dubai, which is 125 kms away from Abu Dhabi. Sitting for 1.5 hours in the car can be boring even for adults, so you can imagine how bored my baby is to sit on her baby car seat. An application playing nursery rhymes and/or playing games can help ease her boredom.
  3. Educational, and yet not boring. From my childhood memory, being educational usually means being boring, but I don’t want my baby to have that same kind of memory. We want her to keep having fun even when she is learning something, and KidloLand enables her to have just that.

    Even in nursery rhymes mode, the illustrations displayed while the song is played are clickable. Tap on birds and it starts to chip happily, or tap on the castle and it turns into box, or touch a chimney and smoke comes out of it, etc. Those additional animations keep my kid engaged with the apps instead of being a passive audience.

  4. Age appropriate. In the middle of information torrent, we don’t want her grow too quickly. We want her to play as much as she wants, and grows physically and mentally according to her age. KidloLand informs us about the age recommendation for each of its menu and sub-applications, so we can rest assured she accesses only parts that are suitable for her.
  5. Worth the money. For one month of using this application, I keep on finding new menu almost everyday. The team behind Kidloland are quite active in updating the contents. With features of more than 1000 nursery rhymes, lullabies, games, bedtime stories, activities, games and lot of other stuffs I finds it worth every cents of the 24,99 dollars I spent for this apps (subscription for 6 months) and KidloLand can be downloaded from iOS, Google Playstore, and Amazon Appstore.

Well, that are the five criteria for me to select apps for children, and how KidloLand fits them well. Yet don’t forget that no matter how good the application is, the best activity for our children is the activity engaged along with their parent.

 

 

Lovely Valentine’s Day Gift

Palmer’s has been so kind for sending me a box of cocoa butter as a valentine gift. I knew it was so late talking about valentine, February is over already. But surely I need more time to try the product since the box contained a set of Cocoa Butter for husband and I. I needed to persuade my husband to really tried it. Not only you, my self really wanted to know his opinion about Palmer’s men product.

Palmer’s cocoa butter for men contains pure cocoa butter and vitamin E formula. That’s why they guarantee it can moisturize skin for 24 hours. I think it suits my husband’s needs, remembering his activities are just sitting and programming a whole day long in air-conditioned room. Actually my husband doesn’t really like to use any lotion or butter in his body because it usually feels sticky. But as the label shown, it is fast absorbing. So I asked husband to use the butter and he agreed. Even after the butter has been applied on all over of his skin, it didn’t feel sticky because the butter felt mild and was fast absorbing into the skin. Another notes from me as his lovers, the cocoa butter scented non-overwhelmingly FRESH. I think it’s good to know, because most of women don’t like their spouses to smell sweet.

How about mine?

As usual, as Palmer’s loyal customer. I don’t have any complaints. But I wanna share my experience last week. When my family went to the pool, I forgot to bring any sunblock. So my skin became dry and irritated. I love to make an experiment, so I applied the cocoa butter onto my body and the formula really helped to sooth skin after sun exposure. Its rich and luxurious cocoa butter provides deep hydration all over the skin. What’s so important is all the ingredients are natural, no phthalate and preservative added.
*This is an honest review regardless as my status as Palmer’s Brand Ambassador

One Day Vacation in Polynesia

Have you ever heard about Polynesian food?

I don’t know about you, but I haven’t. That’s why husband and I were really excited when we received a daycation brunch invitation from Lapita Hotel and Resort. We’re not only excited about the food but also the resort itself.

What’s so great about Lapita?
Its location inside the Dubai Park and Resort, Middle Easts largest Hollywood inspired theme park. The ambiance and atmosphere make the resort top notch, I felt like I took a vacation in Hawaii. No wonder, because Lapita has Polynesian themed resort hotel, with an intriguing tribal theme which inspires guests of all ages to learn about the Polynesian culture and heritage.

Read also: Biryani Festivity at Indian Palace

When I entered the Lapita Restaurant, I could see seafoods all around. Thankfully, though, that I met Chef Joseph who patiently explained about the characteristic and uniqueness of Polynesian cookings. As an archipelago, Polynesian’s main resources comes from the ocean. It’s the reason why many of the dishes have seafood as their main ingredient. On the other hand, as a tropical country, Polynesia also has fertile land so they have diverse choices of vegetables, fruits and herbs. Naturally, they combine the sources from the ocean and the land into the dishes.

Actually, there were so many option of Japanese Food, Chinese Food and even many selection of cheese, but I just wanted to put Polynesian food into my mouth. So, I walked around, tried them one by one and the “Polynesian Tahitian Shrimp” easily became my favorite. Ask my husband how I hate shrimp! But in this place, I wanted more, more, and more shrimps! So did lobster. I didn’t even remember how many shrimps I ate. Both of these menu had excellent flavor.

Sweets upon sweets were there to complete your meals. As UAE has black gold, so does Lapita has chocolate golds. Lots of chocolate bars and coins were spread on the table, along with a tall fondue to glaze fruit dices and marshmallow. The fondue was unique as sprung chocolate and thick green tea milk! I loved that green tea covered marshmallow on a stick, or should I say: on sticks? There was also organic edible garden, where you could pluck vegetables from a soil made of cream and oreo crumble. What a healty dose of guilty feeling.

What makes it awesome?
While we ate, various entertainment, like live music, massage corner and area for kids activities extended and complemented that fun and lovely atmosphere. This atmosphere is a big part of what brings Lapita to the next level.

After we finished roaming the restaurant, we went to the outdoor area. There’s the open air kitchen where the food was cooked on naked flame. The outdoor area is surrounded by the hotel rooms. With their best location, delicious food and drinks, plus those entertainments, Lapita is an option that is not to be missed for family holiday.

Some of the other bloggers also come to the event. If you may want to check out their review about the Daycation Brunch just visit Zeyna of Mummy on My Mind, Keri of Our Globetrotters , Paula of And Then There Were 2 , Abigail of Cuddles&Crumbs.

*all the pictures credit to my husband