Category: Food and Recipe

Siomay Ayam-Udang

Hallo, semenjak tinggal di tanah rantau saya jadi rajin masak loh :D. Salah satu makanan yang paling sering saya bikin Siomay Ayam-Udang, soalnya bisa di masukin freezer. Kapanpun laper tinggal masukin dikukusannya rice cooker :). Resep ini merupakan padu padan dari berbagai sumber dan sudah disesuaikan dengan selera saya. Tapi temen-temen saya pada ketagihan loooh <3

Siomay Ayam-Udang

Bahan:

150 gram fillet paha ayam, cincang halus
50 gram udang kupas, cincang halus
25 gram jamur shitake, iris halus
1 buah wortel, parut dengan parutan keju
1/2 butir telur ayam
5 siung bawang putih
1 batang kucai, iris tipis
1 sdm gula pasir
4 sdm tapioka
1 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
1/2 sdm minyak wijen
1 sdm saos tiram
50 lembar kulit siomay
 
Cara membuat:
1. Aduk semua bahan menjadi satu
2. Isikan kedalam kulit siomay
3. Beri taburan wortel
4. Kukus selama 20 menit
5. Siap disajikan
Selamat mencoba \(^o^)/

All About Indonesian Foodstuff in Abudhabi

Semenjak tinggal di Abudhabi saya jadi sangat menunggu hari Jumat dan Sabtu, karena weekend di negara ini jatuh pada hari tersebut. Jika Jumat telah tiba, itu tanda bahwa saya harus segera belanja mingguan. Lumayan mengejutkan karena belanja mingguan ternyata bisa jadi salah satu hal yang sangat sangat menyenangkan untuk saya :o. Mulai dari mikir seminggu ke depan mau masak apa, milih barang mana yang promo, dan sebaiknya belanja dimana. Mengetik dan membayangkan hal tersebut sudah membuat mata saya berbinar-binar saking senengnya :D.

Berbicara mengenai tempat belanja, disini ga ada tuh yang namanya melijo alias tukang sayur. Lupakan toko sebelah rumah ataupun indomaret di ujung gang. Jadi kalau mau berangkat belanja mesti beneran dicatet mau beli apa aja. Dibawah ini merupakan daftar tempat yang biasa saya kunjungi untuk belanja kebutuhan rumah tangga.

  1. Lulu, merupakan tempat belanja favorit saya karena di departemen store ini lebih mudah untuk menemukan bahan makanan Asia yang tidak dijual di tempat lain. Seperti cabe merah besar, daun pisang, nangka muda, kelapa, gula merah (jaggery), tahu goreng. Selain itu, disini sering ada diskonan hahaha #emak2. Bayangin aja cube beef sekilo cuma 20 dhs (kurs 3600).
  2. Carrefour, suami saya lebih demen kesini dibanding ke Lulu karena memang penataannya lebih terstruktur. Tempat ini saya rekomendasikan kalau mau belanja sayur ama buah, karena barangnya fresh dan mulus dan sering ada promo juga. Buat yang mencari bahan untuk western food/baking juga sebaiknya belanja kesini karena alat dan bahannya lebih internesyenel hihihi.
  3. South Asia, nah ini satu-satunya toko bahan makanan Indonesia yang ada di Abudhabi. Tempat saya belanja masako ayam, tempe, kencur, kemiri, dll. Tapi tempe disini ga seenak tempe yang dibikin ama guru ngajinya Mbak Widhi-ku tercinta hihihi #rejekianaksholehah. Disini juga ada bahan membuat kue kaya SP, Ovalet dll (fyi, nyari begituan di supermarket sini susah bangetttt).
  4. Baqala, kalau di Indonesia, baqala ini semacam toko kelontong modern seperti indomaret atau alfamart. Tapi tetep aja untuk menjangkau tempat ini ga semudah menjangkau indomaret. Tetep harus ngeluarin mobil dulu brohhh. Baqala favorit saya yang ada di tourist club area, tepatnya di sebelah Restoran Beijing. Di baqala beijing ini saya menemukan kembang tahu, taoco, kulit siomay, ang ciu, chili oil, wakame, kurage, nori lembaran, miso paste, five spice, dll. Dan sebagaimana toko china di Indonesia, harganya murah <3. Tapi karena orangnya ga seberapa bisa berbahasa inggris, jadi sebelum belanja kesini biasanya saya nyari foto barang yang ada tulisan chinanya. Biar ga kelamaan pake bahasa tarzan :p
  5. Geant, isinya ga seberapa berbeda dengan Lulu dan Carrefour dan untuk beberapa item lebih mahal dibanding dua supermarket favorit saya tadi.
  6. Spinneys, kalau di Surabaya, spinneys tuh semacam ranch market. Ga usah dijelasin deh ya, saya kesini paling cuma itungan jari. Soalnya hemat kan sebagian dari cara mencintai suami wakakakakak.

Nah karena saya tipikal emak-emak pelit gak mau rugi, biasanya saya belanja bumbu dan daging-dagingan ke Lulu, abis itu langsung ke Carrefour untuk belanja sayur. Sekalian cuci mata gitu deh ;). Tapi walaupun bahan makanan disini lumayan lengkap, koper saya selalu beranak tiap menginjak Abudhabi. Mulai dari bahan makanan (kerupuk udang, petis, sambel, cabe rawit, dll) dan peralatan masak (cetakan roti kukus, cobek, ulekan, dll) masuk ke koper pemirsahhhh.

Pastinya, tinggal di luar negeri membuat saya lebih menghargai hal-hal yang tampaknya sepele. Betapa untuk makan rawon aja saya harus merendam kacang hijau dulu, masak lontong sayur-pun harus bikin lontong sendiri. Bahasan saya sih ga jauh-jauh dari makanan yaaa. Abis yang paling berasa banget emang masalah perut, kalau di tanah air mah tinggal kedepan kompleks udah berderet tuh nasi pecel, bubur ayam, soto, bakso, dll. Walaupun disini juga ada restoran yang menjual makanan Indonesia, tapi saya sih lebih prefer untuk masak sendiri. Soalnya kata suami saya lebih enak.

Well, setelah 7 bulan menikah makin banyak daftar makanan yang bisa saya buat :D. Kalau ada yang mau berbagi resep sate padang, saya tunggu yaaaa ^_^

Tomatensoep Meatballen

Setiap malam, saya dan suami memiliki agenda pillow talk. Obrolan ngalor ngidul, mulai dari kondisi politik di Indonesia *ceileh* hingga kehidupan masa kecil kami.

Di keluarganya, hubby merupakan cucu pertama laki-laki dari anak laki-laki pertama. Tidak mengherankan jika kemudian mengaku-ngaku menjadi cucu kesayangan Opa dan Oma-nya. Hampir setiap liburan ia selalu pergi ke Jakarta, jadi wajar saja jika ada beberapa masakan Oma yang di kangenin, salah satunya sup merah. Tapi rasa sup merah yang di ceritakan hubby kayanya ga seperti yang biasanya mama bikin untuk saya deh, mengingat Oma-nya yang holland spreken, sepertinya ini sup merah ala western gitu.

Setelah hunting resep sana-sini, jadi juga sup merah yang dimaksud. Ternyata memang beda resep sih, walaupun bahan utamanya tetaplah tomat. Kata hubby sih rasanya more than delicious hahaha.

Tomatensoep Meatballen by @AyuTanimoto

“Tomatensoep Meatballen”

Bahan:

1 buah bawang bombay, cincang
3 buah wortel, potong dadu
2 buah tomat, potong dadu
100 gram kacang polong
2 buah sosis, potong dadu bay leaf
200 gram daging giling untuk meatball
100 gram jamur kancing, iris tipis
100 gram pasta tomat
200 ml saos tomat
1 sendok teh thyme egg
1 sendok teh bay leaf
1 sendok teh pala bubuk
1 sendok teh merica bubuk
2 sendok makan bawang putih goreng
2 sendok makan butter
1500 ml air kaldu
2 sendok makan terigu
Garam dan gula secukupnya

Cara membuat:

Campur daging giling, terigu dan beri sedikit garam, bentuk bola-bola kemudian rebus dalam air panas, tiriskan jika sudah mengapung.
Panaskan butter, tumis bawang bombay, pasta tomat dan saos tomat. Jika sudah berubah warna masukkan wortel dan tomat. Tumis hingga matang
Masukkan air kaldu dan tunggu hingga mendidih, masukkan sosis, jamur, meatball, jamur kancing dan kacang polong, didihkan kembali
Tambahkan thyme, bay leaf, pala, merica, dan bawang putih goreng. Tambahkan garam dan gula sesuai selera.
Untuk mengentalkan sup, tambahkan larutan terigu kedalamnya. Sajikan selagi panas.

Belajar Baking: Gagal itu biasaaa!

Saya tidak pernah merasa memiliki bakat baking sebagaimana Mama dan Kakak saya, tapi suami tercinta yang doyan makan terus meyakinkan untuk mencobanya. Bisa ditebak donk hasilnya wakakakak. Belum selesai cerita udah pengen ngakak aja. Jadi dua hari lalu saya bermaksud bikin mug cake, resepnya dapet dari sana-sini dan langsung aja dieksekusi. Oleh karena dirumah belum punya oven, saya memanfaatkan media microwave. Beberapa menit di panggang, aromanya luar biasa donk, waktu diintip juga ngembang ciiiin!. Udah main whatsapp aja ke suami yang lagi sibuk kerja di kantor. Memberikan angin optimisme bahwa istrinya berhasil. Tidak lama kemudian the bell was ringing and VOILA!. Kuenya bantet ._.

Sakitnya tuh beneran disini *nunjukhati*, gilakkkk! gue di-PHP-in ama microwave. Dafuq banget dah. Langsung aja donk saya ngabarin suami sekalian kirimin penampakan fotonya.”Nih ko, aromanya sih enak tapi ga tau deh! teksturnya kaya sandal”.

Sesampainya dirumah langsung dicariin donk ama suami *terharu*, dibilang enak pulak. Padahal saya udah nyicipin loooooh, enak dari mananya coba *terharulagi*. Masih aja doi nyemangatin.”Dari rasa udah enak kok yang, cuma teksturnya aja yang kurang pas. Besok bikin lagi gimana?”

Langsung aja saya ngakak, “Kurang pas apaan? Jelas gak bener keleusss”. Dia sih nyengir ajah, saya pun kembali sibuk menyiapkan pesenan carrot cake, bacon pie dan cheese cake, yang sayangnya cuma di dunia hayday ._.

Pagi ini, saya kembali mencoba wakakakka. Resep kemarin gagal masih ada ratusan resep lainnya kali. Tepung murah ini #sombong!. Bikin pastel kecil-kecil yang isi abon gitu deh. Alhamdulillah bahan-bahan juga lengkap semua. Exhibitionist lah yah biasaaa, langsung whatsapp suami. “Ntar pulang kerja makan telor ama kecap aja yah ko, sibuk nih! Mau bikin pastel <3”. Udah asik-asik aja donk yang lagi di kantor, kesenengen gitu mau dibikinin kue.

30 menit kemudian…

Picture sent!

“Asiiiik! aku mau ya mey <3”.

Iyaaaah! akhirnya saya berhasil bikin pastel abon. 10 biji ga sampe tapi ._.

Beberapa gosong dan beberapanya lagi jadi pastel mangkok.

Belom pernah denger? Yup! Memang pastel mangkok adalah produk baru temuan saya. Cape bok bikin pastel se-unyil satu-satu ga selese-selese. Jadi deh adonan dough-nya saya taruh mangkok, masukin abonnya, tutup lagi dengan dough dan panggang. Beres!

Kesimpulannya? coba disimpulkan sendiri *senyumtakzim*

Intinya jadi apa enggak? *senyummakintakzim* pastel unyilnya sih huwenakkkk sumpah deh! pastel mangkoknya jadi sandal lagi ._. #yanginibelomngapdetsuami #malu