Category: Food and Recipe

Resep Ikan Bakar ala Jimbaran

Ketika tinggal di Indonesia, Bali menjadi salah satu tempat wisata yang paling sering saya datangi. Selain pemandangan alamnya yang menakjubkan, kuliner di Bali tidak boleh dilewatkan begitu saja. Makanan yang menjadi favorit saya diantaranya rujak kuah pindang, tipat cantok, sup ikan makbeng, nasi ayam bu oki dan yang pasti seafood Jimbaran. Saking cintanya dengan Pulau Dewata, dengan memanfaatkan tiket promo dari salah satu maskapai penerbangan yang ada di Indonesia, saya bisa mengunjungi Bali dua kali dalam sebulan. Kebayang kan seberapa cinta saya dengan Pulau Bali hiksss!

Berhubung saat ini saya sedang merantau, rasa rindu tersebut saya obati dengan membuat masakan Bali yang dahulunya sering saya nikmati. Walaupun mungkin rasanya tidakĀ sama dengan yang di Cafe Menega, tapi termasuk mirip lah hehehe.

Ikan Bakar Jimbaran

Bahan:
1 kg ikan segar, cuci dengan air lemon

Bumbu Halus:
3 buah cabai merah
5 buah cabai rawit
3 siung bawang putih
5 siung bawang merah
1 ruas jahe
1 ruas kencur
1 ruas kunyit bakar
2 butir kemiri
1 sdm gula merah disisir
3 lembar daun jeruk
1 batang serai, geprak
Garam sesuai selera
Minyak untuk menumis

Cara membuat:
1. Haluskan bumbu kecuali daun jerek dan sereh
2. Panaskan minyak, kemudian masukkan daun jeruk dan sereh.
3. Setelah harum masukkan bumbu halus dan tumis hingga matang. Koreksi rasa lalu matikan api.
4. Panggang ikan yang telah dibersihkan dengan menggunakan oven, 180 derajat celcius selama 15 menit.
5. Keluarkan ikan lalu oles bumbu, panggang kembali selama kurang lebih 15 menit atau sesuai selera. Sajikan dengan pelengkap berupa nasi, lalap dan sambal kecap.

Baca juga: Tumpeng ala Bali: Resep Sate Lilit

Resep Sambal Bajak yang Awet dan Sedap

Sebenarnya tinggal di Abu Dhabi, saya tidak perlu khawatir kekurangan rempah-rempah untuk memasak makanan Indonesia. Mulai cengkeh, ketumbar, kapulaga, pala semuanya lengkap ada disini.

Namun setiap ada saudara yang datang dari Indonesia, saya selalu minta tolong teman untuk dibawakan rempah-rempah dari pasar. Percayalah! Kualitas rempah-rempah Indonesia jauh lebih bagus dari rempah-rempah yang ada disini. Aroma dan rasa yang dihasilkan lebih kuat dan wangi. Pernah suatu ketika saya memasak sup buntut dengan menggunakan pala produksi negara tetangga karena kebetulan stok pala dari kampung halaman sedang habis. Sudah 5 butir pala yang masuk ke panci tapi rasa palanya tidak kunjung keluar šŸ˜£.Ā Tidak mengherankan ya jika dimasa lalu semua pedagang asing berlomba-lomba memonopoli hasil produksi rempah-rempah di Indonesia.Ā 

Pada titik inilah, saya menjadi rindu tanah air.

Dan salah satu cara saya untuk mengobati rindu adalah dengan memasak. Masakan Indonesia yang tidak pernah absen dari meja saya contohnya SAMBAL!. Saya ini pecinta makanan pedas, rasanya makanan apapun jadi kurang nendang kalau ga dicocolin sambal. Nah kali ini saya mau berbagi tips cara memasak sambal bajak yang gurih, awet/tahan lama namun bebas MSG dan pengawet. Berikut resepnya yaaa

Baca juga: Tumpeng ala Bali: Resep Sate Lilit, Resep Ayam Panggang ala Bu Setu-Magetan, Resep Onde-onde Kentang

Sambal Bajak

Bahan:
300 gram cabai rawit/cabai merah
1 buah tomat ukuran sedang
6 siung bawang putih
5 siung bawang merah, rajang halus
1/2 sdm gula merah sisir
1/2 sdm garam
1/2 sdm terasi
Minyak goreng secukupnya

Cara memasak:
1. Panaskan minyak, tumis rajangan bawang merah kemudian sisihkan.
2. Potong-potong cabai, bawang putih dan tomat.
3. Panaskan minyak, tumis cabai merah, bawang putih dan tomat hingga layu.
4. Masukkan terasi, gula merah dan garam, setelah aromanya wangi, matikan api.
5. Blender kesemua bahan yang telah ditumis diatas.
6. Panaskan minyak, tumis bahan yang telah dihaluskan hingga tanak.
7. Masukkan tumisan bawang merah, aduk rata.
8. Koreksi rasa dan siap disajikan.

Tips:

Bahan-bahan ditumis dua kali sehingga matang sempurna dan rasa juga lebih keluar. Jika ingin menyimpan sambal ini dalam waktu lama, bisa dimasukkan ke botol kaca dan disimpan di lemari pendingin.

Sheikh Zayed Festival, Festival untuk Mengenang Presiden Pertama UAE

Jika teman-teman ada yang ingin berkunjung ke Abu Dhabi, waktu terbaik adalah saat musim dingin, selain cuacanya lebih nyaman untuk berjalan-jalan, saat musim dinginĀ kita berkesempatan untuk mendatangi berbagaiĀ festival yang diselenggarakan oleh pemerintah setempat. BeberapaĀ waktu lalu saya jalan-jalan ke Al Wathba untuk mengunjungi Zayed Heritage Festival. Biaya masuknya gratis loh! Saya lampirkan beberapa fotonya ya teman-teman.

Festival ini diselenggarakan untuk memperingatin 100 tahun usia Sheikh Zayed. Sheikh Zayed adalahĀ founding fatherĀ negara UAE.Ā Beliau adalah orang yang sangat visioner dan memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. Negara ini sangat kaya, ibarat pepatah, penduduknyaĀ lahir dengan sendok emas di mulutnya.

Untuk menghindari sifat malas yang biasa menjangkiti warga dari negara-negara kaya, pemerintah UAE mendorong warganya untuk bersekolah setinggiĀ mungkin. Bayangkan saja, siapapun yang mauĀ mengenyam pendidikan akan diberi peralatan sekolah, mulai dari laptop, buku, iPad hingga uang saku. Sekolahan untuk warga lokal juga gratis alias tidak membayar sepeser-pun. Setelah lulus-pun tidak perlu khawatir akan bekerja kemana, karena sudah ada kementerian khusus yang bertugas untuk mencarikan pekerjaan bagi warga lokal agar keahlian mereka termanfaatkan dengan tepat, namanya Ministry of Human Resource and Emiratisation.

Baca juga: 4 Wisata Menarik di Dubai, Berbagai Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Berlibur ke Dubai atau Abu Dhabi: Visa, Akomodasi, Transportasi, dll

Berbicara mengenai kesejahteraan warganya, jangan heran jika gaji yang didapat oleh expat atau pendatang yang bekerja disini sangat jauh dibanding penduduk lokal, walaupun posisinya sama. Jangan protes! Begitulah cara mereka memberikan kesejahteraan bagi warga negaranya.

Kalau boleh jujur, saya luar biasa salut dengan cara berpikir pemimpin negara ini, jangan sampai, warga lokal malah kesulitan mendapatkan pekerjaan di tanah airnya.Ā Dan hebatnya spirit tersebut dilanjutkan oleh Sheikh Khalifa dan Sheikh Mohammad, pemimpin saat ini. Kebayang kan bagaimana penduduk-nya sangat mencintai Sheikh Zayed?

Anyway, selain menyaksikan pertunjukan kembang api, di festival ini juga terdapat pertunjukan kesenian lokal. Irama musik padang pasir berkumandang dari segala sudut, ada pula tarian khas Arab yang menggunakan tongkat, juga marching band yang diiringi lagu Arab #yaiyalah. Dan dimana ada keramaian, disitu ada makanan hahahaha. Tapi dasar saya lidah lokal, yaudah sih ga ada makanan yang menarik untuk saya.

Lidah saya lebih memilih untuk makan klepon dibanding burger, hotdog, kentang spiral dll. Ngomong-ngomong klepon, sekalian saya bagikan resepnya yah. Siapa yang bisa menolak gurihnya santan didalam adonan tepung ketan yang berpadu dengan legitnya gula merah?

Klepon

Bahan:
250 gram tepung ketan
150 cc santan hangat
1 sdt pasta pandan
2 sdm minyakĀ sayur
1 sdt garam

Bahan Pelengkap:
100 gram gula merah, sisir untuk isian klepon
200 gram kelapa parut, aduk dengan sejumput garam lalu dikukus

Cara membuat:
1. Didihkan air, sisihkan.
2. Masukkan pasta pandan kedalam santan hangat, aduk rata.
3. Tuangkan sedikit demi sedikit larutan santan hangat kedalam tepung beras, aduk rata.
4. Basahi telapak tangan menggunakan minyak goreng, pulung adonan tepung ketan dan beri isian gula merah.
5. Masukkan kedalam air yg mendidih, lakukan hingga adonan habis.
6. Segera angkat klepon yang sudah mengapung dengan menggunakan saringan.
7. Gulingkan diatas kelapa parut yang telah dikukus. Sajikan.

Onde-onde Kentang

Onde-onde adalah jajanan tradisional yang banyak ditemukan di sepanjang jalanan menuju ke arah Mojokerto. Sebenarnya saya tidak terlalu suka membuat kue/jajanan, mengingat dibutuhkan ketelitian dan ketelatenan mengikuti langkah-langkah pembuatannya. Namun onde-onde merupakan jajanan yang termasuk mudah cara pembuatannya. Kali ini saya memodifikasi resep dari bunda diah-didi yang menggunakan kentang dalam resepnya.

Onde-onde Kentang

Bahan Kulit :
250 gram tepung ketan
50 gram kentang kukus,haluskan
65 gram gula pasir halus
Ā½ sdk teh garam
175 ml air hangat
100 gram wijen

Bahan isi :
250 gram kacang hijau kupas
150 gram gula pasir
1 lembar daun pandan
Ā½ sdk teh garam
200 ml santan dari Ā½ kelapa

Cara membuat :

Adonan isi:
Rebus kacang hijau sampai agak lunak dan kering,tambahkan santan, gula pasir, daun pandan, garam. Masak sambil di aduk sampai empuk dan kalis. Angkat, dinginkan, bulatkan kecil-kecil, sisihkan dulu.

Adonan kulit:
Campur tepung ketan, kentang, gula pasir dan garam, aduk rata.
Tuang air hangat sedikit demi sedikit,Ā uleni hingga kalis.
Ambil adonan kulit, kurang lebih 20 gram, bulatkan, pipihkan lalu isi dengan kacang hijau. Gulingkan diwijen, masukkan dalam minyak dingin.
Nyalakan api kecil.Ā Aduk sampai mengapung lalu nyalakan api sedang, goreng hingga matang kecoklatan.

Gado-gado Siram ala Surabaya

Sejak saya tinggal di Abu Dhabi, banyak kuliner baru dari pelbagai daerah yang telah saya coba. Tidak lain dan tidak bukan karena teman-teman disini berasal dari seantero Indonesia. Pengalaman paling mengesankan bagi saya adalah saat memesan gado-gado Jakarta, karena ternyata bumbunya diuleg. Berbeda jauh dengan gado-gado Surabaya yang dijerang diatas api dan menggunakan santan sebagai salah satu bahan utama. Rasanya gurih perpaduan gurihnya kacang, santan dan gula merah. Berikut resepnya saya lampirkan.

Gado-gado Siram ala Surabaya

Isian:
Kol rebus
Wortel rebus
Taoge rebus
Irisan timun
Irisan tahu
Irisan tomat
Telor rebus

Saus kacang:
120 gram kacang tanah goreng
70 gram bawang putih goreng
1 buah cabai merah besar
1 liter santan
50 cc air asam
2 sdm tepung ketan, larutkan dengan 300 cc air
150 gram gula merah
Garam sesuai selera

Cara Membuat:
1. Panaskan santan diatas kompor menggunakan api sedang, masukkan gula merah sambil sesekali diaduk.
3. Blender kacang tanah, bawang putih goreng dan cabai merah.
4. Masukkan kedalam panci yang berisi santan, aduk rata. Tambahkan garam dan koreksi rasa.
5. Masukkan larutan tepung ketan dan aduk rata.
7. Tata isian gado-gado diatas piring, siram dengan bumbu. Taburi dengan bawang goreng.
8. Sajikan bersama pelengkap (lontong, emping, kerupuk dan sambal).\

Friday Brunch at City Cafe-Citymax Hotel Al Barsha

As we arrived at City Max hotel, Dubai, we were impressed with its vicinity to Mall of the Emirates: It literaly was stone throw away from this famous mall. My hubby and I conversed slightly and we agreed that staying here would be an interesting experience. This time, though, was not about staying but more towards one of its restaurant, City Cafe.

We were invited to enjoy the Friday Brunch at this venue but somehow the reservation didn’t get through. Fortunately, the management handled it professionally and within minutes. We were seated.

Read also: Daycation Friday Brunch at Kalea Restaurant-Lapita Resort

On that Friday afternoon the restaurant was quite busy serving guests but not over crowded so we still have options for our table. There were two live kitchens and I went immediately to one of them to order one stir-fried seafoods, while my hubby choosed to roamed the premise to seek for nice angles for his pictures.

Within minutes, the sous chef, Prakash Yesudasan, presented me with the menu I ordered and I didn’t regret my choice. The seafood was fresh and sweet and the seasoning the chef put perfectly enhanced the taste.Ā The next dish I took was sweet and sour sauce, which was equally superb, but my favorite was their vietnamese spring roll. The smoothness texture of its skin contrasted by the crunchy matchstick sized fresh, juicy vegetables masaged my pallate.

Soon I realized that there were so many asian cuisines on their tables, and that was something I rarely saw in the hotels of Abu Dhabi and Dubai. So I approached the assistant bar manager, Mr Beura to inquire about that and, according to him, they adjusted the restaurant’s daily menu based on the majority of hotel guesses during each particular day. A nice touch, I’d say, to better pamper their customers.

Later on, hubby told me that during his walkabout, he noticed that the crew were attentive and catered to the guesses’ interests. Menu were swiftly replenished and any fallen of the buffet’s dishes were quickly removed from the premise to ensure that they will not be accidentaly used.

Read also: A Taste ofĀ Kuzbara, Marriot Downtown Abu Dhabi

For a three star hotel, we were impressed by City Max’ standard of quality for their service. That, and its vicinity to MoE ensure their guests a nice stay and easy access to the mall as well as to the rest of Dubai through Dubai’s public transport system.

Later on Mr Beura added their Friday Brunch is available throughout the year, even during the summer. Also, for this holiday season, the offer a programme called Turkey Festive so we can have a warm and juicy, well, turkey with affordable price.

Apa Itu Diet Ketogenic?

Belakangan banyak teman yang japri dan menanyakan ke saya, apa benar saya sedang menjalani diet keto? Apa sih sebenarnya diet keto itu?

Tak kenal maka tak sayang. Demikianlah pepatah yang tepat untuk menggambarkan persepsi saya mengenai diet ketogenic (selanjutnya saya sebut diet keto). Sebenarnya saya malu membahas hal ini, karena awalnya saya adalah orang yang sangat antipati dengan pola makan tinggi lemak dan rendah karbo ini.Ā Dan sejauh ini, saya rasa tidak ada yang salah dengan isi piring saya. Nasi, ayam goreng, lalap, sambel. Paling cuma ditambah sayur asem, tempe goreng, dadar jagung dan kerupuk. Belum lagi pencuci mulut berupa potongan buah semangka, mangga dan lain sebagainya. Empat sehat dan lima sempurna kalau ditambah segelas susuĀ šŸ˜.

Dimana salahnya?

Coba dibandingkan dengan mereka yang menganut diet keto, 60-75% isi piring mereka harus dipenuhi dengan lemak! Bayangkan saja bagaimana mereka harus mengkonsumi gajih yang mengambang di kuah bakso, jerohan, kulit ayam demi mendapatkan tubuh yang katanya sehat dan ideal.

Namun yang kemudian mengulik pemikiran saya adalah ada banyak tenaga medis, mulai dari ahli gizi, perawat dan juga dokter yang tanpa ragu menjalankan diet tinggi lemak dan rendah karbo ini. Saya kepo-in donk latar belakang mereka-mereka ini. Mereka bukan orang bodoh, mereka juga tidak memiliki kepentingan ekonomis di dalamnya. Tampaknya membenci diet keto tanpa argumentasi yang jelas bukanlah hal yang bijaksana.

Jadilah saya meluangkan waktu untuk membaca berbagai artikel mengenai diet keto. Melalui tulisan ini saya bermaksud menjelaskan apa yang sudah saya baca mengenai diet keto dengan bahasa yang sederhana. Intinya, jika sebelumnya tubuh terbiasa menggunakan karbohidrat dan gula sebagai sumber energi utama, maka pelaku diet keto bermaksud mencapai kondisi ketosis yang artinya ā€˜mengubahā€™ metabolisme tubuh untuk menggunakan lemak sebagai sumber energi utama.

Caranya?
Tentu saja dengan menjadikan lemak sebagai makanan utama dan menekan konsumsi karbohidrat/gula serendah mungkin. Oleh karena tubuh tidak mendapat asupan gula dan karbohidrat yang cukup, maka tubuh akan menggunakan lemak sebagai sumber energi. Sekarang terjawab kan bagaimana diet keto bisa membuat seseorang lebih langsing?

Jangan salah! Mengetahui fakta tersebut tidak lantas membuat saya memutuskan untuk menjadi ketoers.

Bagaimanapun tidak dapat dipungkiri banyak sekali pro dan kontra didalam pola makan ini. Lemak yang selama ini diyakini sebagai sumber penyakit degeneratif tiba-tiba dianggap sebagai penyelamat tubuh. Tapi rasa ingin tau yang besar mengantarkan saya untuk terus membaca dan ternyata memang saya yang kurang piknik. Ternyata selama ini di piring saya sudah ada lemak-nya, keterbatasan pengetahuan yang membuat saya tidak mengenali makanan tersebut sebagai lemak.

Didalam ayam goreng terdapat lemak sebesar 15 gram dalam setiap 100 gram-nya, setiap sendok teh sambal bajak yang masuk ke perut saya ternyata mengandung lemak sebanyak 2 gram. Sejak itu saya mulai memperhatikan apa yang masuk kedalam mulut saya. Betapa mencengangkan ternyata saya bisa mengkonsumsi 1500 kalori dalam satu kali waktu makan. Padahal jika ingin menurunkan berat badan, dengan tingkat aktivitas rendah seperti ini, kebutuhan kalori saya hanya 1500 kkal per harinya. Apa kabar cemilan dan lain sebagainya?

Dari situ saya menyadari bedanya tukang masak dan chef hahahaha. It hurts me to confess the truth karena kenyataannya, saya cuma tukang masak yang mampu menghasilkan rasa enak tapi bahkan tidak tau masakan apa yang saya hasilkan. Pengetahuan mendasar tersebut mengubah persepsi saya mengenai diet keto.

Sekali lagi, masih banyak pro dan kontra terkait pola makan ini. Saya sih tidak akan membahas pro dan kontra tersebut didalam tulisan ini karena tidak akan pernah ada habisnya. Namun, saya sengaja melampirkan foto makanan yang saya konsumsi saat ini (beberapa fotonyaĀ milikĀ Rini Handayani) agar anda-pun lebih bisa obyektif menilainya.

Mana yang lebih sehat dibandingkan sepiring penuh nasi, plus soto ayam, ditambah perkedel atau keripik kentang. Belum ditambah es teh, es krim, kerupuk dan kudapan lain seperti cheese cake, coffee latte dan lain sebagainya. Apalagi jika rasanya cocok, bisa nambah 2x bukan?

Oiya, selain harus makan lemak, beberapa hal yang membuat saya sempat ragu untuk mengikuti diet keto adalah tidak boleh makan karbo dan gula artinya saya tidak boleh makan nasi, kentang, buah-buahan dan lain sebagainya. Pikiran saya sederhana saja, apa iya Tuhan menciptakan kesemua itu namun kemudian melarang kita untuk memakannya?

Jujur saja, saya tidak memiliki jawaban ilmiah untuk pertanyaan ini. Saya sih memilih untuk menggunakan logika.

Faktanya dalam diet keto bukan tidak boleh memakan karbohidrat dan gula sama sekali, namun membatasinya dalam jumlah 20 hingga 50 gram perharinya.

Jadi seumpama ingin makan apel, ya silahkan saja disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Cari infonya, jangan benci berlebihan apalagi sampe bawa-bawa nama TuhanĀ šŸ˜‚.. Dalam 100 gram apel, kandungan gulanya 12 gram. Kebayang kan jika dalam satu waktu anda mengkonsumsi 1 kg apel? Gula dalam buah memang tidak beracun namun bukannya segala hal yang berlebihan akan menjadi hal yang tidak baik?

Ibu saya penderita diabetes, dan dokter-pun membatasi konsumsi buah ibu saya. Bukan tidak boleh sama sekali tapi dibatasi. Itu adalah dua hal yang berbeda.

Selain itu, jika dahulu kita harus menunggu musim panen tiba untuk bisa mengkonsumi mangga, duren dan lain sebagainya. Maka kemajuan jaman membawa manusia pada berbagai macam kemudahan termasuk dalam mendapatkan makanan. Sehingga dengan mudahnya kita bisa menghadirkan durian medan dan jeruk manis dalam satu waktu. Kemudahan-kemudahan itu juga yang membuat aktivitas fisik kita jauh berkurang.

Jadi kesimpulannya, jika anda tetap ingin makan karbohidrat ataupun gula ya silahkan saja asal disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan aktivitas harian anda. Pada akhirnya kita sebagai pemilik tubuh yang paling mengerti, nutrisi apa saja sih yang dibutuhkan tubuh kita?

Menurut saya pribadi, pro dan kontra bukanlah hal yang buruk, karena dengan benturan tersebutlah ilmu pengetahuan terus berkembang demi sebuah perbaikan generasi.

Menjadi salah ketika anda melakukan diet keto hanya karena ikut-ikutan dan ingin kurus.Ā 

*Oiya tulisan ini saya buat bukan untuk mengajak anda melakukan diet keto, bukan juga untuk mengagung-agungkan kelebihan diet keto dibanding diet-diet yang lainnya. Ini hanya sebuah catatan yang semoga bisa diambil baiknya dan ditinggalkan buruknya.

Singapore Laksa Soup Recipe

Winter has come, and although winter in Abu Dhabi rarely reaches 10 degree Celcius, it still nice to have something hot and spicy to ward off the cold. There are a plenty of hot and spicy foods, and one of them is Laksa.

Laksa is spicy noodle soup widely known in the South Asia region. There are several variations of Laksa, based on their locality and their significant ingredient such as Malaysian Laksa, Indonesian laksa, Sour Laksa, Curry Laksa, etc. Actually there is not much differences between Singaporean and Indonesian Laksa but on the type of chili used. Indonesian Laksa uses fresh chili while Singaporean Laksa uses dried one. This time I’d like to present you Singaporean Laksa.

LAKSA SINGAPORE RECIPE

Ingredients:

For the spices paste
15 dried red chillies, soak for 2 hours
10 shallots
2 cm galangal
5 candlenuts
100 grams dried shrimp
1 tsp shrimp paste, lightly toasted
salt and sugar

5 sdm cooking oil
2 stalks lemongrass
500 cc shrimp broth
500 cc thick coconut milk
Salt and sugar

Complement:

200 grams fish cake, thinly sliced
500 grams medium prawns, shells removed
100 grams rice noodles
300 grams bean sprouts
Coriander leaves

Directions:

  1. Boil water in a pot and add shrimpsā€™s shell to make a broth. Set aside.
  2. Blend all the spices. Heat the cooking oil in a wok, put in the spices paste, add the lemongrass stir until fragrant.
  3. Put the spices paste into the shrimp broth, heat until boiled. Add coconut milk, stirring constantly
  4. Serve the complement: bring a pot of water to the different boil and cook the fish cake and prawns. Drain, remove from the heat and set aside. Throw away the water. Refill the pot with water and bring it to the boil. Blanch the rice noodles and beansprouts, then drain.
  5. Serve rice noodles and bean sprouts in a bowl. Top with the prawns and fish cake.
  6. Reheat the soup, ladle the laksa soup over the complement and garnish with coriander leaves.

Read also:Ā I Fu Mie Recipe

Review Indomie Sambal Matah

Karena sedang tidak berada di Indonesia jadi review tentang Indomie Sambal Matah ini mungkin agak terlambat. Tapi gapapa deh, siapa tau ada yang membutuhkan informasinya.

Seperti yang kita tahu, indomie adalah salah satu produsen mi instan asal Indonesia yang rajin mengeluarkan berbagai varian rasa yang baru. Jika diamati, varian baru yang dikeluarkan mengacu pada kekayaan khasanah kuliner Indonesia.

Bahkan di Abu Dhabi saya pernah menemukan varian Indomie Rendang, Indomie Sate dan Indomie Cabe Hijau. Oiya, produk indomie yang dikeluarkan untuk area negara teluk (UAE, KSA, Oman, Qatar, Bahrain, Kuwait dll) biasanya diproduksi oleh Indomie Saudi Arabia.

Sempat ada yang bertanya ke saya, apakah rasanya sama dengan indomie di Indonesia? Hmm kalau boleh jujur untuk tekstur sih 100% sama. Sedangkan rasanya, entah perasaan saya saja atau memang benar, micin-nya semacam kurang terasa šŸ˜‚. Jadi menurut saya, indomie buatan Indonesia tetap yang terbaik!

Oleh sebab itu ketika salah seorang teman membawakan Indomie Sambal Matah, rasanya senang bukan kepalang. Selain karena review-nya sudah berseliweran di grup masak-memasak di facebook, saya adalah pecinta makanan tradisional Bali.Ā Sama sekali tidak pernah terbayangkan ada rasa sambal matah dalam sepiring Indomie. Saya sengaja tidak menggunakan berbagai macam topping kekinian agar bisa fokus merasakan otentisitas Indomie Sambal Matah.

Kemasan
Indomie Sambal Matah ini dikemas dengan dominasi warna ungu sebagaimana warna bawang merah yang merupakan bahan utama pembuatan Sambal Matah. Setiap bungkusnya berukuran 85 gram, dilengkapi dengan bumbu serbuk dan minyak sayur.

Cara Membuat
Pembuatannya sebagaimana Indomie pada umumnya. Mie direbus sekitar 3 menit atau sesuai selera dan sambil menunggu mie matang, kita siapkan bumbu pelengkapnya. Setelah mie matang, tiriskan dan adukĀ secara merata dengan bumbunya.

Rasa
Setelah mie diaduk dengan bumbu pelengkap, aroma harum khas indomie berpaduĀ dengan sedapnya bawang merah serasa memenuhi ruangan. Tekstur mie yang kenyal berbalut rasa manis dan sedikit pedas ditambah aroma bawang yang cukup kuat sangat memanjakan lidah saya. Pada suapan selanjutnya saya seperti mengecap rasa gurih-tipis mirip terasi.

Pertemuan indomie goreng yang menggunakan kecap manis sebagai bumbu dasar dengan sambal matah yang dominan dengan rasa bawang merah adalah perpaduan yang tepat. Secara keseluruhan rasanya enak, saya sih doyan.

Bagaimana dengan kamu?

Indonesian Taste on UAE National Day

I fell in love with this country since the first time I stepped my foot on The UAE soil. Here I can meet people from many backgrounds and cultures. This country also allows me to see and experience Islam from a different point of view. Women are highly valued and much more respected here.

No wonder when the preparations for the 46th UAE National Day celebrations are in full swing in Abu Dhabi, I easily got carried away with the people’s excitement.

Whatā€™s a celebration without cake? Since UAE is my second home country, so I want to make special dessert cake for this occasion.

This is my husbandā€™s favorite cake, a traditional Javanese cake called Klepon. Maybe some of you are already familiar with this canape-sized snack. Basically klepon is a balls of glutinous rice cake filled with Javanese brown sugar and coated in grated coconut. It usually comes in green but, since this is a special occasion, I want to make it looks like UAE Flag with red, green, white and black colors.

Read also:Ā Singapore Laksa Soup Recipe

Actually I never wanted to make homemade food coloring, as it takes too much work! But remembering your little ones are going to eat it too, I give you an option to make natural and homemade food coloring! It was so easy, no cooking, no mess. It’s worth it!

I simply use juicerĀ to make the colors. Raw beet juice extracted from a juicer makes a bold red. Then I boil the juice to reduce the soil-flavor of beets. For the green color I use the juice of pandan leaves. It is also known as ‘fragrant plant’ because of its sweet aroma. As for black color, we can use charcoal but, unfortunately, I didnā€™t know where to find it in Abu Dhabi so I use chocolate paste for substitute. Here is the basic recipe.

KLEPON CAKE RECIPE

Ingredients:
350 gram of glutinous rice powder
150 cc of warm water
Food colorings as needed
8 tsp. ofĀ JavaneseĀ brown sugar
1 cup of fresh-grated coconut, steamed and mixed with a pinch of salt

How to make it:

  • Mix the glutinous rice powder with the warm water, knead the dough until firm but supple.
  • Divide the dough into 4 part and give green, red and black/chocolate food coloring into the dough.
  • Pull off a teaspoon of the dough and shape it into a ball. Push a finger into the center of the ball to make a hole, and then put in the grated sugar. Seal the hole, and roll it back into the ball shape with the palms of your hands.
  • Prepare all the balls and set them aside.
  • Prepare a pot half filled with water and bring it to boil.
  • Drop the balls into the boiling water. Remove the balls with a spoon once they afloat on the water surface and then roll the balls in the grated coconut.
  • Serve at room temperature.

There you are, a traditional Indonesian taste with international twist, just for one of very special days of my UAE friends.Ā This post is part of the UAE Mom Bloggers Blog Hop for UAE’s National Day on December 2.


Do check out other posts from our bloggers:

7 things under 20 dirhams that I love in the UAE – Nayel and Mummy
Oatmeal, Carrot and Apple Muffins – Thoughts Over Chai
Popsicle Stick Flag Craft – Stars In The Desert
The Spirit of the Nation – Explored by Mafaza
UAE Flag Crafts and Activities for Toddlers and Pre-schoolers – As They Grow
UAE Flag Paper Pinwheel – Mumzy Notebook
UAE Keepsake Box – Sand In My Toes
UAE Flag Colors Lunch Box – Cuddles & Crumbs

Hope this creation inspires you all for your own special occasions ā¤ļø.