Category: Food and Recipe

Resep Kue Nastar Keju ala Pojok Simbok

Walaupun suami-istri, saya dan suami memiliki selera yang lumayan berbeda. Termasuk dalam hal kue kering untuk lebaran. Saya yang tidak terlalu menyukai makanan manis, lebih tertarik untuk menghabiskan setoples kaastengels dibanding nastar. Apalagi membuat selai nanas bukanlah pekerjaan yang sederhana karena pasti akan menghabiskan waktu berjam-jam. Tapi lagi-lagi mumpung ada mama, jadilah saya mengukuhkan niat untuk membuat kue nastar hahaha. Dan untuk mengakali perbedaan selera antara saya dan suami, maka terciptalah Resep Kue Nastar Keju Premium yang gurih dan manis diluar, serta manis dan lembut didalam seperti dibawah ini.

Keju yang saya gunakan dalam adonan nastar ini adalah keju edam. Menurut selera saya, dibandingkan keju cheddar, keju edam memiliki rasa yang lebih enak dan khas. Saya sengaja memilih keju edam yang mature atau tua agar rasa dan aroma yang dihasilkan lebih nendang, tapi jika anda bukan cheese lovers-die hard level sebaiknya menggunakan keju cheddar, karena keju edam yang tua memiliki after taste agak pahit yang mungkin kurang cocok dilidah beberapa orang.

Baca juga: Resep Kaastengels ala Ricke Ordinary Kitchen

Bahan:
250 gram margarin
250 gram wisjman butter
150 gram gula halus
4 kuning telur
200 gram keju edam, parut/haluskan
700 gram all purpose flour
50 gram maizena

Kuning telur untuk olesan

Selai nanas:
3 buah nanas
300 gram gula pasir
2 batang kayu manis
3 buah cengkeh
1/4 sdt garam

Cara membuat selai nanas:

  1. Kupas dan cuci bersih nanas.
  2. Parut menggunakan parutan keju.
  3. Tumis parutan nanas bersama kayu manis dan cengkeh menggunakan wajan teflon.
  4. Setelah surut masukkan gula pasir dan garam.
  5. Koreksi rasa, sesuaikan dengan selera.

Cara membuat:

  1. Ayak terigu dan maizena. Sisihkan.
  2. Campur margarin, butter, gula halus dan telur (Saya mengaduk dengan menggunakan sendok kayu. Bisa juga menggunakan mixer, namun mengocoknya jangan terlalu lama karena akan mempengaruhi hasil saat dioven).
  3. Masukkan parutan keju edam, aduk rata.
  4. Tambahkan campuran tepung. Aduk dengan sendok kayu hingga tercampur rata dan adonan bisa dipulung.
  5. Ambil sedikit adonan, pipihkan, beri selai nanas, bulatkan. beri guratan agar berbentuk seperti nanas yang baru dikupas. Olesi dengan kuning telur.
  6. Tata dalam loyang yang telah diolesi baking paper.
  7. Panggang dalam oven suhu 180’C selama 45 menit atau sesuai kondisi oven masing-masing.
  8. Keluarkan dari oven, dinginkan. Simpan dalam toples kedap udara.

Resep Opor Ayam Kuning untuk Lebaran

Tidak terasa lebaran sudah didepan mata, semoga ibadah kita tetap lancar dan dimudahkan ya teman-teman. Bicara tentang lebaran ada menu spesial warisan eyang saya yang selalu tersaji di meja makan. Jika biasanya Opor Ayam yang banyak saya jumpai berwarna putih dan pucat, maka eyang saya menyajikan Opor Ayam Kuning. Sebenarnya bumbunya hampir sama sih, hanya menggunakan kunyit sebagai pewarna alami. Hal yang membuat berbeda, eyang menyajikan opor dengan nasi dan sambal terasi. Ngangenin deh.

Baca juga: Kenangan Masa Kecil Saat Lebaran Tiba

Saya yakin tiap keluarga memiliki menu khas yang disajikan setiap lebaran. Dan apapun menu itu selalu terasa spesial dilidah kita, sesederhana karena makanan tersebut dimasak dengan penuh cinta. Mengingat eyang membuat saya menitikkan air mata, eyang saya pemasak yang handal dan cenderung kondervatif. Beliau bersikukuh tidak mau menggunakan blender untuk menghaluskan bumbu. Walaupun di usianya yang menginjak 60 tahun, eyang masih kuat menguleg bumbu bali, bumbu opor dan lain sebagainya. Berbeda dengan saya yang nguleg sambel aja langsung berasa tremor. Mungkin itu yang membuat masakan generasi jaman dulu tidak tergantikan.

Menurut saya pribadi, tidak ada resep pakem dalam sebuah masakan karena setiap keluarga pasti memiliki selera tersendiri. Saya meyakini hal tersebut sebagaimana saya meyakini bahwa tidak ada makanan yang tidak enak didunia ini. Hanya ada dua jenis makanan, makanan yang sesuai dan tidak sesuai dengan selera kita. Variasi resep inilah yang memperkaya khasanah kuliner Indonesia. Berikut resep Opor Ayam Kuning khas keluarga saya, semoga bisa menginspirasi.

Opor Ayam Kuning

Bahan:
1 kg ayam, potong dan cuci bersih
500 ml air
100 ml santan

Bumbu:
5 siung bawang putih
7 siung bawang merah
3 butir kemiri
3 ruas jahe
3 ruas kunyit
5 lembar daun jeruk purut, remas
1 batang sereh, geprek
1/2 sdm merica halus
1/2 sdm garam halus
1/2 sdm garam

Cara membuat:

  1. Haluskan bawang putih, bawang merah, kemiri, jahe dan kunyit.
  2. Panaskan minyak, tumis daun jeruk dan sereh hingga harum.
  3. Masukkan bumbu halus, tumis hingga matang.
  4. Tambahkan ayam, setelah ayam berubah warna, masukkan air dan didihkan.
  5. Masukkan santan, tambahkan garam dan lada bubuk, koreksi rasa.
  6. Tunggu hingga kuah mengental dan siap disajikan.

Soto Ayam Bening khas Semarang

Salah satu makanan favorit anak saya adalah soto, apapun olahan soto pasti akan dihabiskan dengan lahap. Entah soto ayam, soto daging, soto babat dan lain sebagainya. Salah satu soto yang paling sering saya buat adalah soto ayam khas Semarang yang dimakan dengan pelengkap berupa keripik kentang. Bumbu soto ayam khas Semarang ini sedikit berbeda dengan soto ayam lainnya karena penggunaan bumbu yang minimalis. Kuah yang cenderung bening menjadikannya berbeda dengan soto ayam Lamongan yang keruh karena penggunaan bandeng dalam kaldunya. Buat saya, keduanya sama enaknya.

Bahan pelengkap Soto Ayam khas Semarang ini sebenarnya bermacam-macam, dapat disesuaikan dengan selera dan persediaan bahan yang ada dirumah. Di Surabaya sendiri tidak banyak penjaja soto yang menyajikan soto dengan versi Semarang seperti ini. Berbeda ketika saya berwisata ke Yogyakarta atau ke Semarang, tipikal soto yang disajikan berkuah bening dan dilengkapi dengan keripik kentang atau perkedel. Huahhh jadi kangen tanah air!

Mengingat lebaran tahun ini saya tidak mudik, alamat baper liat postingan teman-teman yang mudik hahahaha. Tapi alhamdulillah juga sih, karena ramadhan tahun ini ada mama yang berkunjung ke Abu Dhabi. Jadi semangat kebersamaan dengan keluarga tetap dapat saya rasakan walaupun jauh dari ibu pertiwi. Jadilah mumpung mama disini, saya banyak-banyak berguru dan mencatat resep masakan mama yang luar biasa enaknya. Emang yah, seenak apapun masakan kita, paling enak tetap masakan mama. Saya jadi senyum-senyum GR, membayangkan 20 tahun lagi, anak cucu saya akan merindukan masakan saya hahahaha. Yah semoga resep-resep disini bisa menjadi salah satu warisan untuk anak saya kelak. Berikut catatan resep soto ayam berkuah bening ini, mungkin teman-teman ada yang mau mencoba.

Resep Soto Ayam Semarang

Bahan:

1 kg ayam
2 liter air
1 batang daun bawang, rajang halus
1 sdm bawang putih goreng
2 batang serai, geprek
5 lembar daun jeruk, remas
1 sdm garam
Sejumput gula untuk penyeimbang rasa

Bumbu Halus:

5 siung bawang merah
7 siung bawang putih
4 butir kemiri
1 ruas kunyit
1 ruas jahe
1 ruas lengkuas
1/2 sendok teh merica

Isian:

Kol, iris tipis
Telor rebus
Keripik kentang
Bawang merah goreng
Kerupuk udang
Sambal

Cara Membuat:

  1. Rebus ayam hingga matang di atas api kecil.
  2. Haluskan bumbu, sisihkan.
  3. Panaskan minyak, tumis serai dan daun jeruk hingga wangi. Masukkan bumbu halus dan tumis hingga matang.
  4. Masukkan bumbu ke kaldu rebusan ayam. Tambahkan garam dan gula, koreksi rasa.
  5. Tambahkan rajangan daun bawang, dan bawang putih goreng. Biarkan mendidih dan meresap.
  6. Angkat ayam. Suwir-suwir ayam, sajikan bersama pelengkap.
  7. Untuk sambal, rebus cabai rawit, cabai merah, dan bawang putih kemudian haluskan.

Baca juga: Pengalaman Mengikuti Iftaar di Sheikh Zayed Grand Mosque

Pengalaman Mengikuti Iftaar di Sheikh Zayed Grand Mosque

Apa kabar teman-teman? Masih semangat kan puasanya? Saya sih lumayan lemas mengingat suhu diluar sudah mencapai 40 derajat celcius. Jadilah males ngapa-ngapain hehehe. Sebelum berbagi resep, saya mau berbagi cerita dulu tentang bulan Ramadhan di Abu Dhabi. Sebenarnya tahun lalu saya sudah sempat menuliskan sedikit cerita tentang situasi puasa disini yang sangat jauh berbeda dengan di Indonesia.

Baca juga: 4 Pengalaman Baru Menjalankan Puasa di Negeri Orang

Selayaknya negara yang mayoritas penduduknya beragama muslim, Abu Dhabi memiliki masjid besar yang bernama Sheikh Zayed Grand Mosque. Masjid yang berdiri diatas tanah seluas 12 hektar ini mampu menampung lebih dari 40 ribu orang. Pilar-pilar masjid banyak dihiasi ornamen floral dan emas yang memberikan kesan mewah. Hal ini mengantarkan saya pada memori tahun lalu ketika mengunjungi Al Ain Museum. Di museum tersebut dipajang beberapa foto masjid ditahun 1960-an, masa sebelum minyak ditemukan di negara ini. Dari foto tersebut jelas terlihat bagaimana masjid sudah dibangun dengan megah, padahal penduduknya sendiri masih tinggal di yanoobi atau tenda yang terbuat dari anyaman daun kurma. Menyaksikan hal ini membuat saya berdecak kagum, betapa pemimpin negara ini memberikan yang terbaik untuk rumah Allah.  Tidak hanya itu, untuk penganut agama lain-pun disediakan rumah ibadah yang menunjukkan betapa pemimpin negara ini menjunjung tinggi toleransi. Jangan khawatir, nanti akan saya tulis di artikel terpisah.

Didalam masjid yang mulai dibangun pada tahun 1996 ini tidak hanya ada area ibadah, namun ada pula cafe, souvenir shop, juga perpustakaan yang berisikan berbagai literatur agama Islam. Di halaman masjid terdapat makam Sheikh Zayed, pendiri negara UAE. Sepanjang hari ada staff yang khusus bertugas untuk mengumandangkan bacaan Al Quran di sekitar makam. Sayangnya kita dilarang mengambil gambar ditempat tersebut. Di sekeliling area masjid juga terdapat kolam yang melambangkan ketenangan dalam berdialog dengan sang pencipta. Masjid ini sangat terbuka untuk siapapun yang ingin mengenal agama Islam, jadi siapapun boleh berkunjung asal mau mengikuti tata tertib yang ada. Biaya masuknya gratis, bahkan pengunjung yang tidak menggunakan baju muslim akan dipinjami abaya untuk perempuan dan kondura untuk laki-laki.

Sebagaimana masjid-masjid di Indonesia, di masjid ini juga menyediakan menu takjil dan berbuka selama bulan ramadhan. Area akan dibagi menjadi tiga bagian yaitu laki-laki, perempuan dan keluarga. Mengingat banyak masyarakat yang menikmati waktu berbuka di masjid, maka sebaiknya sebelum jam 6:30 pm kita sudah sampai disini. Harap bersabar ya, mengingat besarnya ukuran masjid maka jarak perjalanan dari tempat parkir ke lokasi masjid lumayan bikin kaki berkonde. Lagi-lagi mengingat ukuran masjidnya yang luar biasa besar, biasanya saya sudah membawa wudhu dari rumah. Jadi sesampai di masjid langusng duduk manis, menikmati makanan lalu dilanjut sholat maghrib. Umumnya, pengunjung akan tetap berada di masjid hingga waktu tarawih tiba. Tapi karena saya bawa toddler jadilah seusai ibadah maghrib langsung pulang.

Oiyaaa, takjil yang dibagikan tidak hanya sekedar kurma dan air minum loh. Namun lengkap dengan menu utama berupa paket Nasi Biryani dan Sayur Kari. Makan bersama diatas hamparan karpet seperti ini sungguh menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Seselesai makan, masing-masing dari kami akan membereskan sisa makanan dan membuangnya ketempat sampah. Sungguh sangat mendamaikan hati.

Sayangnya sesampai dirumah saya masih punya PR untuk menyiapkan makan sahur, karena saya lagi malas masak yang ribet. Jadilah saya memasak “Tumis Tempe dan Cecek Pedas” untuk menu sahur. Berhubung disini tidak ada yang menjual kulit sapi segar, maka saya memanfaatkan rambak yang dibawakan mama dari Indonesia. Saya menggunakan 250 gram rambak kering yang telah direndam semalaman.

Tumis Tempe dan Cecek Pedas

Bahan:
1 papan tempe, potong kotak
250 gram rambak, rendam semalam
Segenggam pete jika suka
50 cc air asam
250 cc air

Bumbu:
8 siung bawang merah
5 siung bawang putih
5 buah cabai rawit
2 ruas lengkuas
1 sdm gula merah sisir
1/2 sdm garam
2 lembar daun salam

Cara membuat:

  1. Goreng tempe setengah matang, sisihkan. Cuci bersih rambak yang sudah direndam semalaman.
  2. Haluskan bumbu kecuali daun salam.
  3. Panaskan minyak, tumis daun salam hingga wangi. Masukkan bumbu halus dan tumis hingga tanak.
  4. Masukkan gula merah dan garam, tambahkan tempe dan cecek. Aduk rata.
  5. Tambahkan air asam, aduk hingga matang.
  6. Masukkan air, biarkan hingga menyusut dan meresap.
  7.  Tambahkan pete, koreksi rasa dan siap disajikan.

Demikian pengalaman saya, semoga bermanfaat untuk teman-teman semua. Boleh di share juga donk pengalaman ramadhan di kotamu?

Baca juga: Piknik ke Green Mubazarah: Agenda Wajib Setiap Musim Dingin, Sheikh Zayed Festival: Festival untuk Mengenang Presiden Pertama UAE

Memanfaatkan Nasi Sisa Kemarin: Resep Nasi Goreng Hijau

Untuk para mommies, pagi hari menjadi waktu yang paling ribet karena harus menyiapkan sarapan untuk suami dan anak, belum lagi bekal makan di kantor dan sekolah juga pekerjaan rumah tangga lain yang tidak akan selesai jika tidak dikerjakan. Tapi syukurnya, suami saya tidak terbiasa sarapan, berhubung anak saya juga belum sekolah jadilah sementara ini saya masih terbebas dari rutinitas tersebut. Saya biasa menyiapkan roti/kentang dan jus untuk si kecil. Saya sendiri lebih sering mengkonsumsi menu kehangatan alias makanan semalam yang dihangatkan atau diolah kembali. Abis kan sayang yah kalau dibuang. Nasi putih yang diolah menjadi nasi goreng merupakan menu yang paling sering saya santap untuk breakfast.

Memasuki bulan puasa, saya kira makanan akan habis sekali makan. Namun nyatanya tidak! Lebihan nasi putih akan selalu ada di rice cooker. Jadilah saya mendapat ide untuk mengolah nasi tersebut menjadi nasi goreng untuk menu sahur. Apalagi di kulkas masih ada stock sambal hijau. Ceritanya, beberapa waktu lalu saya masak sambal hijau untuk temennya ayam balado dan sayur lodeh, ala-ala masakan Padang gitu deh. Tinggal sreng-sreng-sreng , panaskan sambel hijau, masukkan nasi, aduk rata, tambahkan teri medan yang telah digoreng, gitu aja udah enak banget! Perbandingan sambel dan nasi-nya 2:1 yah. Artinya 2 sendok sambel untuk 1 porsi nasi.

Resep sambel-nya saya share dibawah yah teman-teman:

Sambal Cabai Hijau

Bahan:
300 gram cabai hijau
1 buah tomat hijau ukuran sedang
6 siung bawang putih
5 siung bawang merah, rajang halus
1/2 sdm garam
Gula untuk penyeimbang rasa
Minyak goreng secukupnya

Cara memasak:
1. Panaskan minyak, tumis rajangan bawang merah kemudian sisihkan.
2. Didihkan air, masukkan cabai hijau, bawang putih dan tomat, rebus selama 5 menit. Angkat dan ulek kasar.
3. Panaskan minyak, tumis ulekan cabai, bawang putih dan tomat hingga layu.
4.Tambahkan garam dan gula dan tumisan bawang merah. Koreksi rasa.

Untuk membuat nasi goreng sebaiknya menggunakan nasi semalam agar tidak menggumpal saat dibumbui. Kalau mama saya ngajarin sih, sebaiknya taruh kulkas dulu karena hasilnya bisa lebih “ngepyur”!. Tapi kali ini saya menggunakan nasi dari beras basmati, sehingga hasilnya ngepyur dan memang cocok untuk nasi goreng. Menariknya lagi, indeks glikemik dari beras basmati ini jauh lebih rendah dibanding beras jasmine ataupun beras lain yang teksturnya pulen. Jadi cocok untuk yang ingin diet ataupun yang memang membatasi konsumsi gula.

Cara Membuat Cilok yang Kenyal dan Empuk

Sebenarnya ada banyak jajanan yang menggunakan aci alias kanji sebagai bahan utamanya. Sebut saja cireng (aci digoreng), cimol (aci digemol-gemol), cilur (aci dibalut telur) dan juga cilok (aci dicolok). Di Jawa Timur, cilok lebih dikenal dengan sebutan pentol salome. Kudapan ini biasa dimakan menggunakan saus kacang ataupun saos tomat, suka-suka yang makan. Berhubung saya kehabisan stok kacang, jadilah bikin saos tomat pedas untuk topping-nya.

Membuat jajanan ini mengantarkan saya ke memori jaman sekolah. Baik itu di sekolah dasar, sekolah menengah pertama maupun sekolah menengah atas, kita pasti bisa menemukan penjaja pentol atau cilok. Biasanya penjualnya sekalian menjual es di plastik. Walaupun seringkali tenggorokan saya meradang karena kandungan obat gula dan micin yang terkandung didalamnya. Saya tidak pernah kapok! Berapapun uang saku yang diberi mama, ujung-ujungnya dihabiskan untuk membeli pentol hahahaha.

Mengingat sekarang sudah terbiasa “main” masak-masakan didapur maka sekarang saya bisa makan pentol dengan puas, tanpa takut sakit. Pada resep dibawah ini saya tidak menggunakan daging sama sekali, namun jika teman-teman punya daging giling, bisa dicampurkan dalam adonan agar lebih gurih dan menambah nilai gizi. Boleh juga ditambahkan telor dalam adona, bisa juga diberi isian keju ataupun sosis, sesuai selera saja. Buat saya, memasak itu seperti seni! Tidak ada resep yang pakem, yang terpenting dimasak dengan penuh cinta hihihi. Silahkan dicoba resepnya, cara membuat cilok ini mudah kok teman-teman.

Cilok Saos Pedas

Bahan:
10 sdm tapioka
3 sdm terigu
1 sdm tepung beras
1 sdm garam
1/2 sdt merica bubuk
1/2 sdt garlic powder
Rajangan daun bawang
Air panas secukupnya

Cara membuat:
1. Aduk rata semua bahan kering.
2. Masukkan rajangan daun bawang.
3. Tambahkan air panas, aduk hingga dapat dibentuk (lihat slide selanjutnya).
4. Rebus hingga mengapung, tiriskan.

Untuk saos sambelnya simbok menggunakan takaran kira-kira aja yah. Caranya, tumis bawang putih, masukkan cabai rawit uleg, saos tomat, gula dan garam. Kemudian tambahkan air dan koreksi rasa. Beri sedikit larutan maizena untuk mencapai kekentalan yang diinginkan.

Jika teman-teman lebih suka cilok yang empuk dan tidak kenyal, tapioka bisa dikurangi dan diganti dengan terigu ya. Silahkan disesuaikan dengan selera saja 😊

Cumi Hitam Pedas: Resep Buka Puasa yang Cocok Disajikan untuk Menjamu Tamu

Marhaban ya Ramadhan!

Sebentar lagi kita memasuki bulan Ramadhan, bulan yang paling ditunggu oleh semua umat muslim di dunia. Saya ingin sedikit bercerita mengenai tradisi ramadhan di Abu Dhabi. Salah satu hal yang paling menyenangkan selama bulan ramadhan adalah berkurangnya jam kerja. Di kantor suami saya misalnya, jika biasanya per-hari harus kerja selama 8 jam, maka memasuki bulan ramadhan cukup bekerja 5 jam saja. Bahagia!

Di Abu Dhabi bukan tidak ada penjual takjil, hanya saja makanan yang dijual kurang sesuai dengan selera saya. Oleh sebab itu saya memilih untuk sedikit repot menyiapkan takjil berbuka puasa. Paling mudah sih menyiapkan kolak, namun memiliki toddler membuat saya harus memutar otak dalam memanajemen waktu. Sehingga saya mengakali hal tersebut dengan mengatur menu yang tepat. Misalnya, saya sengaja memasak kolak yang tahan dalam kulkas beberapa porsi sekaligus. Sehingga keesokan harinya saya bisa mengalokasikan waktu untuk memasak hidangan utama.

Mengingat saat ini saya tinggal di perantauan, maka seringkali saya dan teman-teman berkumpul untuk berbuka puasa bersama. Salah satu menu yang menjadi andalan saya adalah Cumi Hitam Pete Pedas asal Madura ini. Tapi berhubung bulan puasa, penggunaan pete mungkin bisa di-skip yah agar tidak menimbulkan polusi udara dari aroma pete yang khas.

Walaupun warnanya hitam-pekat dan tampak mengerikan, tapi rasanya luar biasa endessss loh teman-teman. Bikinnya juga mudah banget, tinggal tumis aja. Proses yang agak tricky adalah saat memilih dan membersihkan cumi-cumi. Selain jangan sampai kantong tintanya pecah, kantong pasirnya juga tidak boleh pecah karena akan ngeres ketika dimasak. Cumi yang masih bagus/segar biasanya kantong pasirnya masih utuh, jadi tinggal dibuang aja.

Baca juga: Resep Sambel Bajak yang Awet dan Sedap

Cumi Hitam Pete Pedas

Bahan:
1 kg cumi-cumi, bersihkan dan potong-potong

Bumbu:
8 siung bawang merah, rajang halus
8 siung bawang putih, rajang halus
20 buah cabe rawit, rajang halus
2 lembar daun salam
2 cm lengkuas, keprak
1/2 sdm garam
20 biji pete
Gula untuk penyeimbang rasa

Cara membuat:
1. Panaskan minyak, masukkan salam dan lengkuas.
2. Setelah harum, masukkan rajangan bawang merah, bawang putih dan cabe rawit. Tumis hingga layu.
3. Masukkan cumi-cumi, tambahkan garam dan gula. Koreksi rasa.
4. Tunggu hingga kuahnya surut kemudian masukkan pete dan siap dihidangkan.

Oiya, walaupun saya tidak memiliki darah Madura, saya adalah penggemar sejati masakan Madura. Oleh sebab itu saya sering baca-baca tulisan blogger yang aktif melampirkan resep makanan khas Pulau Garam. Salah satu yang saya rekomendasikan adalah blog kotak warna, bisa klik link dibawah ini untuk membaca salah satu resep masakan madura lainnya.

Baca juga: Resep Soto Ayam Pamekasan untuk Sajian Ramadhan ala Kotak Warna

Sekali lagi selamat berpuasa ya teman-teman, semoga amal ibadah kita diterima Allah.

Resep Sup Merah

Saya yakin setiap orang memiliki makanan kenangan, begitupun saya dan suami. Mama adalah ibu rumah tangga sejati. Tidak ada yang tidak bisa ia lakukan, namun memasak adalah keahlian terbaiknya. Sup Merah menjadi menu spesial setiap ada anggota keluarga yang berulang tahun. Aroma lidah sapi asap menjadi ciri khas sup merah buatan mama, belum lagi gorengan udang yang semakin memperlezat sup buatan beliau. Namun karena selama tinggal di Abu Dhabi saya belum pernah menemukan penjual lidah sapi asap maka sup merah kali ini minus lidah sapi.

Suami saya sangat menggemari masakan ini namun begitu saya jarang membuatnya. Sebenarnya tidak susah membuat sup merah, tapi saya malas memotong wortel menjadi bentuk kotak-kotak kecil, belum lagi menggoreng adonan udang dan menyiapkan garlic bread-nya. Jadi tetap, sup merah ini hanya akan terhidang di momen khusus, momen saat saya lagi rajin dan enak hati hahahaha.

Sup Merah

Bahan:
1 buah bawang bombay, cincang
3 buah wortel, potong dadu
2 buah tomat, potong dadu
2 buah sosis, potong dadu
200 gram udang giling untuk meatball
100 gram jamur kancing, iris tipis
100 gram pasta tomat
200 ml saos tomat
1 sendok teh bayleaf
1 sendok teh oregano
1 sendok teh pala bubuk
1 sendok teh merica bubuk
2 sendok makan bawang putih goreng
2 sendok makan butter
1500 ml kaldu dari kepala+kulit udang
2 sendok makan terigu
Garam dan gula secukupnya

Pelengkap:
French bread
2 siung Bawang putih
2 sdm Butter
Sedikit parsley

Cara membuat:
1. Campur udang giling, terigu dan beri sedikit garam, bentuk bola-bola kemudian goreng dalam minyak panas, tiriskan jika sudah mengapung.
2. Panaskan butter, tumis bawang bombay, pasta tomat dan saos tomat. Jika sudah berubah warna masukkan wortel dan tomat. Tumis hingga matang dan harum.
3. Masukkan air kaldu dan tunggu hingga mendidih.
4. Tambahkan sosis, jamur, meatball, jamur kancing dan kacang polong, didihkan kembali
5. Tambahkan bay leaf, oregano, pala, merica, dan bawang putih goreng.
6. Tambahkan garam dan gula sesuai selera.

Untuk membuat garlic bread:
1. Hancurkan bawang putih, aduk rata dengan salted butter, tambahkan parsley
2. Oleskan pada french bread yang sudah dipotong-potong
3. Oven hingga kuning-keemasan

Review Jajanan Kekinian: The Golden Duck vs Irvin Salted Egg

Kali ini saya datang dengan review jajanan kekinian yah.

Siapa sih yang ga tau telur asin? Produk khas Brebes-Jawa Tengah ini sangat mudah ditemukan dimana saja. Bahkan saya-pun biasa bikin telor asin sendiri di rumah. Nah hebatnya, rasa telor asin yang khas ini berhasil dikembangkan oleh produsen snack asal Singapore menjadi jajanan kekinian yang bernama “salted egg yolk fish skin crisp”.

Dan hasil baca sana-sini, katanya ada dua merk yang paling terkenal, yaitu Irvin Salted Egg dan The Golden Duck. Saya pengen ngebandingin rasanya, kira-kira enak mana yaaa? Saking pengennya saya sampe kirim email ke customer servicenya, sayangnya dua-duanya ga melayani pengiriman ke UAE, hiks!. Tapi untunglah waktu mama saya berkunjung ke Abu Dhabi, ada teman di Singapore yang berbaik hati mengirimkan jajanan ini untuk saya. Sebut saja Hamba Allah, semoga rejekinya makin banyak ya kakak.

Okay, berikut review dari saya:

The Golden Duck
Harga 7 SGD, 125 gram
Di ingredients tertulis bahan utamanya menggunakan kulit ikan. Beberapa sumber mengatakan bahwa produk ini menggunakan kulit ikan salmon, ada juga yang menyebut kulit ikan dori. Entahlah 😂. Anyway, kulitnya berasa krispi, saus telor asinnya juga enak. Pecinta cabai mungkin lebih suka produk ini karena sausnya berasa sedikit pedas 🔥. Selain itu, rasa sausnya gurih-manis dan ada aroma khas daun kari yang mendominasi di setiap gigitannya.
Skor: 4

Irvin Salted Egg
Harga 8 SGD, 105 gram
Di bagian ingredients juga hanya tertulis terbuat dari kulit ikan. Ga tau kenapa semuanya enggan menuliskan jenis kulit ikan yang digunakan. Yang jelas, dari harga sih lebih mahal tapiii kulit ikannya lebih krispi dan saus telor asinnya cenderung gurih-manis. Sausnya didominasi rasa kuning telor sehingga sausnya lebih nendang 💕, cukup sempurna menggantikan rasa daun kari dan chili padi yang tidak terdeteksi lidah.
Skor: 4,5

Overall, saya doyaaaan banget sama dua-duanya, sama-sama enak dan ga kerasa ada jejak micin ditenggorokan simbok. Oiyaaaa mengingat harganya yang tidak murah, bisa dicoba juga produk snack saus telor asin buatan lokal yang menggunakan bahan dasar kulit ayam. Nanti kapan-kapan eike posting reviewnya yah!

Piknik ke Green Mubazzarah: Agenda Wajib Setiap Musim Dingin!

Halo semuanyaaa, jujur deh, saya suka krik-krik kalau posting resep doank, jadilah diselingi dengan beberapa cerita, curhatan, opini dan catatan perjalanan selama tinggal di UAE. Jadi selain belajar masak bareng, kita bisa saling bertukar cerita dan pengalaman satu sama lain.

Saya ingat betul pertama kali datang di Abu Dhabi, sejauh mata memandang yang tampak hanya padang pasir. Pertama sih seru ya, tapi lama-kelamaan saya mulai merasa bosan. “Serius nih, pasir lagi-pasir lagi?” demikian saya bertanya kepada suami. Mungkin karena berisik mendengar keluhan istrinya, suami saya berinisiatif untuk mengajak saya piknik ke gunung yang berlokasi di Al Ain. Sebagai istri yang baik, saya semangat donk. Secara udah kangen juga sama hijaunya pegunungan. Demikian bahagianya, ketika sampai dilokasi saya-pun mengernyitkan dahi. Gunung yang dimaksud suami ternyata ya seperti yang difoto itu. Gunung batu!

Asli kalau diingat, bawaannya pengen ngakak. Yakali, saat musim panas suhu bisa mencapai 55 derajat. Mana mungkin ada hutan pinus disini, ngayal aja. Jadi teman-teman, ternyata homesick membuat saya menjadi mendadak oneng hahahaha. But anyway, kami tetap piknik dan berbahagia, dan jadi agenda wajib setiap musim dingin tiba.

Biasanya saya dan teman piknik dari pagi sampai malam, kalau perlu menginap dan membawa tenda. Pernah juga saya piknik bawa kompor, jadi makan lontong sayur di taman gitu deh. Abis gimana? banyak taman bagus tapi makanannya burger lagi-burger lagi. Bete! hahahahaha.

Lah gimana, jangankan ke taman, ke London aja saya bawa sambel bawang. Dan kali ini saya mau berbagi resep Kotokan Tahu, mumpung punya belimbing wuluh dan pete. Banyak masakan Jawa yang menggunakan santan sebagai bahan utama. Seperti lodeh, kare, opor dll. Sebagaimana umumnya masakan bersantan lainnya, makanan ini lebih enak jika sudah “nginep” alias dihangatkan beberapa kali. Memang tidak sehat, tapi sekali-sekali bolehlah yaaaa😂

Kotokan Tahu

Bahan:
200 gram tahu
100 gram jambal roti potong kotak, goreng sebentar
100 gram bunga bawang, potong-potong (bisa diganti kacang panjang)
20 gram pete
5 buah belimbing wuluh (bisa diganti tomat hijau)
200 cc santan

Bumbu:
7 siung bawang merah
3 siung bawang putih
5 buah cabai rawit
2 ruas lengkuas, geprek
4 lembar daun salam
Gula dan garam secukupnya

Cara membuat:
1. Rajang halus bawang merah, bawang putih dan cabai rawit.
2. Potong-potong belimbing wuluh.
3. Panaskan air, masukkan bumbu rajang, lengkuas dan daun salam. Biarkan mendidih.
4. Masukkan tahu, ikan asin jambal roti, bunga bawang, pete dan belimbing wuluh, didihkan kembali.
5. Masukkan santan, gula dan garam.
6. Koreksi rasa, siap disajikan.