Category: Cooking

Tuna Cakalang Pedes

Sebenarnya Ikan Cakalang adalah Baby Tuna yang diasap. Berhubung di Abudhabi kaga ada ikan cakalang, ya udah kita proses semuanya dari awal. Rasanya ga kalah endeuszz kok. Walopun tetep aja efek smoky-nya ga dapet ?.

Well langkah pertama yang kita lakukan, jelas beli ikan tuna segar. Pilih yang kulitnya masih elastis alias kalau dipencet bisa segera balik lagi. Kemarin saya beli ukuran 1,3 kilo, abis di fillet tinggal 900 gram. Beratnya mungsret alias menyusut. Hiks.

Proses pembuatannya diawali dengan mencuci bersih fillet ikan tuna, kucuri dengan jeruk lemon dan garam. Panggang dengan suhu 200 derajat menggunakan api atas dan bawah. Setelah matang, dinginkan dan suwir-suwir. Ikan Cakalang suwir tadi sudah siap dimasak, kali ini saya lagi ngidam cakalang bumbu pedas. Resepnya ala saya ya, ga pake rumit dan rempong. Secara hidup udah rempong, masa perkara masak aja mesti rempong wkwkwk.

Berikut resepnya:

Bahan:

800 gram Ikan Cakalang Suwir

300 gram Chilli bird

20 buah bawang merah

10 buah bawang putih

2 lembar daun kunyit

10 lembar daun jeruk

1 batang serai digeprek

Kemangi, minyak, garam dan gula secukupnya

Cara Memasak:

  1. Tumis cabai rawit, bawang merah dan bawang putih yang telah diulek kasar dan serai hingga matang dan harum.
  2. Masukkan suwiran ikan cakalang, aduk rata hingga matang.
  3. Tambahkan daun jeruk, daun kunyit dan kemangi.
  4. Beri garam dan gula, aduk rata. Koreksi rasanya.
  5. Siap dihidangkan.


Tuna Cakalang pedes ini paling enak dimakan sama bubur manado, berhubung sayanya lagi males. Ya udah dimakan ama nasi juga enak. Siap-siap timbangannya makin ke kanan dah ahahahah.

Mba Ninuk dan Risoles

Sebenarnya sudah lama pengen bikin risoles cuma ga kunjung dieksekusi karena takut gagal. Karena kalau gagal ga cuma sayang bahannya, tapi beberes peralatan masaknya itu loh yang bikin pegel ?. Tapiiii ngidam risoles. Mau nodong Mba Ninuk, ngambilnya jaoh ?.

Siapa sih Mba Ninuk ini? 

Mba Ninuk adalah emaknya Izzah ama Naya yang saya kenal lewat grup masak memasak (Langsungenak) di fesbuk. Mba Ninuk ini pinter masak, tidak sombong dan baik hati. Ga kaya saya yang baru bisa masak dikit tapi udah pede banget upload sana-sini ?.

Mba Ninuk ini jago banget bikin jajan pasar. Ga cuma jajan pasar aja denk, pepes ayamnya juga juara, ayam bakarnya juga! Terus sambelnya apalagi! Eh kok banyak ya ?. Tapi seriously, tangannya emang sedep. Suami saya doyan bangettttt ama pepes ayamnya. Saya udah dikasi resepnya tapi belom bisa menduplikasi juga tuh. Inget banget komentarnya suami waktu saya coba masak “Hhmm,,enak sih…tapi beda ya?”. Wakkakakaak dia ngomongnya ati-ati banget, takut bininya ngambek ?.

Eh tapi jangan salah, yang ketagihan ama masakannya mba Ninuk ga cuma saya dan suami. Suaminya Mba Capri juga ketagihan ama risolesnya Mba Ninuk. Kalau ga salah pas Mba Capri bikin risoles juga dapet pertanyaan “Kok ga kaya punya Mba Ninuk?”?

So far yang paling aman cuma Mba Widhi, karena dia juga jago masak. Bedanya ama Mba Ninuk, Mba Widhi ini spesialisasinya masakan western. 

Buat yang tinggal di Dubai, bisa pesen makanan ke Mba Ninuk (ahahaha siapin kepala buat ditoyor deh gara-gara nulis begini). Secara sekarang aja pinggang udah ga berasa gegara banyak yang pesen ya mbak ?.

Oiya, saya, Mba Ninuk, Mba Widhi dan Mba Capri tergabung dalam grup “Team Penambah BB”. Gimana engga? Tiap hari yang dibahas resep dan makanan mulu hahaha. Sebenernya kita juga sering membahas tentang parenting, agama, pergaulan, kesehatan, dll. Segala-gala dibahas, walaupun ujung-ujungnya bahas makanan lagi. 

Saya beruntung sekali, walaupun jauh dari keluarga, Allah mempertemukan saya dengan orang baik disini, jadi berasa punya keluarga ??.

Oke balik lagi ke risoles, dengan berbekal resep, semangat dan asistensi online dari Mba Ninuk dan Mba Widhi. Akhirnya daku memantabkan hati buat mengeksekusi resepnya. Seperti biasa, googling sana-sini buat cari tips dan trik. Secara yang paling menakutkan dari risoles ini adalah pembuatan kulitnya. Kalau adonan terlalu encer, kulit bakalan gampang sobek/pecah sehingga bentuknya ga cantik saat dilipat. Sedangkan jika terlalu kental, alamat risolesnya jadi ketebelan dan bakal kaya buntelan bed cover ?.

Oiya ini kebetulan di kulkas ada wortel, kentang, sosis, udang dan ayam untuk bahan ragoutnya. Liat stok paprika kok masih banyak, yaudah iseng ditambahin paprika. Eh ternyata enak pemirsahhhh, manis dan khas capsaicin-nya paprika. Masakan sendiri, dipuji-puji sendiri ?.

Foto ini dicapture oleh Feira, yang berhasil saya paksa jadi food tester hahaha. Thanks fei! Semoga ga kapok yakkk❤️

Kayanya kata pembukanya panjang bener yak, berikut deh resepnya. Gampang dan praktis!

Risoles Paprika 

Bahan Isi:

5 siung bawang putih, cincang halus

1 buah bawang bombay, cincang halus

4 buah sosis, potong dadu

100 gram fillet paha ayam, cincang

100 gram udang kupas, cincang

2 buah wortel, potong dadu

1 buah kentang, potong dadu

1 buah paprika, potong dadu

2 sdm tepung terigu

2 sdm susu kental manis

1 sdt lada bubuk

1/4 sdt pala bubuk

200 ml air

Minyak untuk menumis

Gula dan garam sesuai selera

Cara Membuat:

  1. Tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum
  2. Masukkan sosis, ayam, dan udang. Tumis hingga harum dan berubah warna.
  3. Tambahkan wortel, setelah agak layu, masukkan kentang. Tunggu hingga sayuran matang.
  4. Beri air, gula, garam, lada, pala bubuk dan susu kental manis. Setelah mendidih, paprika dimasukkan. Koreksi rasanya.
  5. Beri terigu dan aduk-aduk hingga matang.

Resep Kulit (untuk 40 lembar):

250 gram tepung terigu

250 gram susu cair

2 butir telur

2 sdm olive oil

Sedikit garam (saya kemarin iseng menggantinya dengan parutan keju, enakkk!)

Cara Membuat:

  1. Campur terigu dan garam
  2. Tambahkan telur sambil diaduk perlahan
  3. Masukkan susu cair dan olive oil. Aduk hingga rata
  4. Dadar di teflon ukuran 20 cm

Langkah selanjutnya tinggal mengisikan bahan isian ke dalam kulit risoles. Berikut saya lampirkan foto tutorial yang lagi-lagi dikirimin ama Mba Ninuk. Ahhhh I love u so mbak, walopun lewat online, ngajarinnya telaten banget ❤️?.

Setelah semua semua selesai di lipat cantik, bisa langsung dicelupkan ke kocokan telur+air kemudian di gulingkan ke bread crumbs. Sebaiknya risoles dimasukkan dulu kedalam freezer sekitar 20 menit baru kemudian di goreng.

Oiya karena jadinya banyak, saya simpan di freezer. Kalau mau makan, di keluarkan hingga menjadi suhu ruangan baru kemudian digoreng dengan api sedang.

#Tips

Teknik membuat kulit risoles agak mirip dengan membuat rempeyek, saat adonan dirasa terlalu kental, jangan ragu untuk menambahkan air.

Lontong Kikil Sapi

Ga pernah menyangka bakalan masak lontong kikil sendiri. Bagian terberat tentu saja bikin empuk ini kaki sapi. Buat yang berani pake presto sih tinggal direbus aja selama 45 menit, bersamaan dengan bumbu untuk menghilangkan bau khas kaki. Baru setelah itu diolah menjadi gulai kikil, lontong kikil sapi, dll.

Kikil sapi terkenal mengandung kolesterol tinggi, tapi di resep ini saya memproses dengan cara berbeda, agar kandungan kolesterolnya berkurang.

Lontong Kikil Sapi

Bahan merebus kikil:

1 kg kaki sapi yang sudah dipotong

2 siung bawang putih digeprek

10 lembar daun salam

3 ruas jahe iris tipis

Bumbu halus:

10 siung bawang putih

5 siung bawang merah

3 buah cabai merah

3 ruas jahe

2 ruas kunyit, bakar

2 ruas lengkuas

10 biji kemiri, sangrai

1/2 sdt jinten

1/2 sdm ketumbar

1/2 buah pala

2 batang sereh

Garam dan gula secukupnya

Minyak untuk menumis

Cara membuat:

  1. Rebus kaki sapi dengan bumbu rebusan. Rebus menggunakan api sedang sampai empuk (sekitar 3 jam)
  2. Buang air hasil rebusan, cuci dan tiriskan kaki sapi.
  3. Rebus kembali dengan api sedang
  4. Haluskan semua bahan lalu tumis dengan minyak goreng hingga bumbu matang, tambahkan serai hingga wangi
  5. Masukkan bumbu pada panci rebusan kikil
  6. Rebus kembali selama lebih kurang 3 jam agar bumbu meresap
  7. Sajikan dengan lontong, sambel cabe rawit dan jeruk nipis

#Tips

Di Abudhabi tempat membeli perlengkapan sapi (jerohan, kikil, dll) di fresh market-mushriff mall.

Jika ingin kuah yang kental seperti di Waru Jaya, kikil direbus selama 5 menit kemudian buang airnya. Rebus kembali dengan air baru selama 3 jam, air rebusan kedua ini langsung diberi bumbu yang telah ditumis.

Spicy Black Squid

Makanan ini khas Jawa Timur, tepatnya dari Pulau Madura. Sebagian merasa ngeri sama warna hitam yang didapat dari tintanya, tapi justru enaknya disitu ?. Di Surabaya terdapat satu warung kaki lima yang terkenal dengan hidangan cumi hitamnya. Tapi jangan salah, walaupun kaki lima, segala mobil antri disana. Bahkan Mercy-pun ada hahaha. Oiya, buat yang tidak terlalu suka pedas bisa dikurangin jumlah cabenya 😀

Spicy Black Squid

Bahan:

1 kg cumi-cumi

200 gram cabe rawit

15 siung bawang merah

5 siung bawang putih

2 ruas jari lengkuas

Garam dan gula secukupnya

Cara membuat:

  1. Bersihkan cumi-cumi, pisahkan kepala dan badannya. Buang bagian plastik dibadan cumi-cumi. Hati-hati ketika membersihkan badannya agar kantong tinta tidak sampai pecah
  2. Tumis bawang putih, bawang merah dan cabe rawit yang sudah diulek kasar
  3. Ketika bumbu sudah matang, masukkan cumi-cumi
  4. Tambahkan garam dan gula sesuai selera. Tunggu hingga kuahnya menyusut.

#Tips

Agar tidak amis, masukkan cumi-cumi saat bumbu panas betul.

Karena di Abudhabi ga ada cabe rawit, saya pake thailand chilli bird. Lumayan membantu pedasnya <3

Onde-onde Kentang

Penganan yang satu ini ga cuma diidolakan ama suami, temen-temen juga pada suka loooh. Cuma saya suka males bikinnya, ga telaten ngebentukin satu-satu. Tapi enaknya makanan ini bisa dicicil pembuatannya, biasanya saya membuat isi kacang hijau semalam sebelumnya. Saya bentuk bulat-bulat dan taruh di chiller, bisa awet selama semingguan. Oiya isiannya juga bisa dibuat untuk isian kue ku/kue tok loh. Resep ini saya sadur dari resepnya Diah Didi dengan beberapa penyesuaian.

Onde-onde Kentang

Bahan Kulit :

250 gram tepung ketan

50 gram kentang kukus,haluskan

65 gram gula pasir halus

½ sdk teh garam

150 ml air hangat

100 gram wijen

Bahan isi :

250 gram kacang hijau kupas (aku pakai kacang hijau kulit, enak juga )

150 gram gula pasir

1 lembar daun pandan

½ sdk teh garam

200 ml santan kalengan

Cara membuat :

Adonan isi

Rebus kacang hijau sampai agak lunak dan kering, tambahkan santan, gula pasir, daun pandan, garam. Masak sambil di aduk sampai empuk dan kalis. Angkat, dinginkan, bulatkan kecil-kecil, sisihkan dulu

Adonan kulit

Campur tepung ketan, kentang, gula pasir dan garam, aduk rata. Tuang air hangat sedikit demi sedikit,sambil di uleni sampai kalis dan licin. Ambil adonan kulit, kurang lebih 20 gram, bulatkan, pipihkan lalu isi dengan bulatan adonan isi. Gulingkan diwijen, masukkan dalam minyak dingin. Nyalakan api kecil. Aduk hingga mengapung, lalu nyalakan api sedang, goreng hingga matang kecoklatan.

#Tips

Agar wijen merekat sempurna, saya mencelupkan adonan onde-onde yang sudah diisi dan dibentuk ke air matang (suhu ruangan), baru kemudian di gulingkan ke wijen.

Ikan Masak Jahe

Menu yang satu ini favoritnya suami. Sebenernya suka males masaknya, soalnya goreng ikannya susah bo’. Tapi kalau lihat suami makannya lahap, ya udah ayok aja deh dieksekusi <3Ikan Masak Jahe

Bahan:

2 ekor Ikan Mujair

3 siung Bawang Putih

3 siung Bawang Merah

1 buah Tomat

3 ruas jahe

10 buah Cabai Rawit

1 sdt minyak wijen

Garam dan Gula secukupnya

Minyak dan Terigu secukupnya

Cara membuat:

Cuci bersih ikan, balur dengan terigu yang telah diberi garam, kemudian goreng. Sisihkan.

Tumis cabai rawit, bawang merah, bawang putih dan tomat. Masukkan air, setelah mendidih masukkan jahe yang dipotong korek api. Beri minyak wijen, gula dan garam. Tambahkan maizena agar mengental.

Siramkan bumbu ke ikan goreng. 😀

Rujak Cireng

Menjelang weekend gini biasanya saya lebih sibuk dari biasanya #gaya hihihi. Bukan sibuk yang gimana gitu sih, cuma nguplek didapurnya agak lamaan. Karena mesti nyiapin cemilan untuk suami. Kali ini saya bikin rujak cireng, buat yang di Indonesia sih benernya tinggal beli yang siap goreng itu aja yak. Tapi masak sendiri juga seru loh, ngeluarin duitnya sama dan dapetnya lebih banyak #emak2 irit hehehe.

Rujak Cireng

Bahan:

200 gram tepung kanji

2 sdm terigu

2 siung bawang putih

1 sdt garam

Daun bawang (jika ada)

Air panas 100 ml

Cara membuat:

Campur semua bahan jadi satu, tambahkan air panas sedikit demi sedikit, aduk dengan menggunakan garpu. Kunci dari pembuatan cireng ada di cara mengaduknya. Jadi biarkan aja merengkel-merengkel seperti di foto. Ambil menggunakan sendok dan garpu, masukkan ke penggorengan. Setelah matang, tiriskan.  Bumbu rujak

Bahan: 

100 gram Cabe rawit

200 gram Petis

200 gram Gula merah

1 sdm Terasi

5 siung Bawang putih

200 ml air asem

Garam secukupnya

Cara membuat:

Haluskan cabe rawit dan bawang putih. Rebus air asem, masukkan cabe rawit+bawang putih yang telah dihaluskan, gula merah, petis, terasi didihkan hingga mengental.

#Tips

Kunci cireng yang krispi diluar dan moist didalam adalah saat mengaduk adonan, pastikan adonannya masi merengkel-merengkel.

Tempat beli tapioka di Abudhabi adalah di Toko South East sebelah restoran bandung atau kalau disana lagi kosong bisa beli di supermarket depan restoran bandung.

Siomay Ayam-Udang

Hallo, semenjak tinggal di tanah rantau saya jadi rajin masak loh :D. Salah satu makanan yang paling sering saya bikin Siomay Ayam-Udang, soalnya bisa di masukin freezer. Kapanpun laper tinggal masukin dikukusannya rice cooker :). Resep ini merupakan padu padan dari berbagai sumber dan sudah disesuaikan dengan selera saya. Tapi temen-temen saya pada ketagihan loooh <3

Siomay Ayam-Udang

Bahan:

150 gram fillet paha ayam, cincang halus
50 gram udang kupas, cincang halus
25 gram jamur shitake, iris halus
1 buah wortel, parut dengan parutan keju
1/2 butir telur ayam
5 siung bawang putih
1 batang kucai, iris tipis
1 sdm gula pasir
4 sdm tapioka
1 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
1/2 sdm minyak wijen
1 sdm saos tiram
50 lembar kulit siomay
 
Cara membuat:
1. Aduk semua bahan menjadi satu
2. Isikan kedalam kulit siomay
3. Beri taburan wortel
4. Kukus selama 20 menit
5. Siap disajikan
Selamat mencoba \(^o^)/

Tomatensoep Meatballen

Setiap malam, saya dan suami memiliki agenda pillow talk. Obrolan ngalor ngidul, mulai dari kondisi politik di Indonesia *ceileh* hingga kehidupan masa kecil kami.

Di keluarganya, hubby merupakan cucu pertama laki-laki dari anak laki-laki pertama. Tidak mengherankan jika kemudian mengaku-ngaku menjadi cucu kesayangan Opa dan Oma-nya. Hampir setiap liburan ia selalu pergi ke Jakarta, jadi wajar saja jika ada beberapa masakan Oma yang di kangenin, salah satunya sup merah. Tapi rasa sup merah yang di ceritakan hubby kayanya ga seperti yang biasanya mama bikin untuk saya deh, mengingat Oma-nya yang holland spreken, sepertinya ini sup merah ala western gitu.

Setelah hunting resep sana-sini, jadi juga sup merah yang dimaksud. Ternyata memang beda resep sih, walaupun bahan utamanya tetaplah tomat. Kata hubby sih rasanya more than delicious hahaha.

Tomatensoep Meatballen by @AyuTanimoto

“Tomatensoep Meatballen”

Bahan:

1 buah bawang bombay, cincang
3 buah wortel, potong dadu
2 buah tomat, potong dadu
100 gram kacang polong
2 buah sosis, potong dadu bay leaf
200 gram daging giling untuk meatball
100 gram jamur kancing, iris tipis
100 gram pasta tomat
200 ml saos tomat
1 sendok teh thyme egg
1 sendok teh bay leaf
1 sendok teh pala bubuk
1 sendok teh merica bubuk
2 sendok makan bawang putih goreng
2 sendok makan butter
1500 ml air kaldu
2 sendok makan terigu
Garam dan gula secukupnya

Cara membuat:

Campur daging giling, terigu dan beri sedikit garam, bentuk bola-bola kemudian rebus dalam air panas, tiriskan jika sudah mengapung.
Panaskan butter, tumis bawang bombay, pasta tomat dan saos tomat. Jika sudah berubah warna masukkan wortel dan tomat. Tumis hingga matang
Masukkan air kaldu dan tunggu hingga mendidih, masukkan sosis, jamur, meatball, jamur kancing dan kacang polong, didihkan kembali
Tambahkan thyme, bay leaf, pala, merica, dan bawang putih goreng. Tambahkan garam dan gula sesuai selera.
Untuk mengentalkan sup, tambahkan larutan terigu kedalamnya. Sajikan selagi panas.

Belajar Baking: Gagal itu biasaaa!

Saya tidak pernah merasa memiliki bakat baking sebagaimana Mama dan Kakak saya, tapi suami tercinta yang doyan makan terus meyakinkan untuk mencobanya. Bisa ditebak donk hasilnya wakakakak. Belum selesai cerita udah pengen ngakak aja. Jadi dua hari lalu saya bermaksud bikin mug cake, resepnya dapet dari sana-sini dan langsung aja dieksekusi. Oleh karena dirumah belum punya oven, saya memanfaatkan media microwave. Beberapa menit di panggang, aromanya luar biasa donk, waktu diintip juga ngembang ciiiin!. Udah main whatsapp aja ke suami yang lagi sibuk kerja di kantor. Memberikan angin optimisme bahwa istrinya berhasil. Tidak lama kemudian the bell was ringing and VOILA!. Kuenya bantet ._.

Sakitnya tuh beneran disini *nunjukhati*, gilakkkk! gue di-PHP-in ama microwave. Dafuq banget dah. Langsung aja donk saya ngabarin suami sekalian kirimin penampakan fotonya.”Nih ko, aromanya sih enak tapi ga tau deh! teksturnya kaya sandal”.

Sesampainya dirumah langsung dicariin donk ama suami *terharu*, dibilang enak pulak. Padahal saya udah nyicipin loooooh, enak dari mananya coba *terharulagi*. Masih aja doi nyemangatin.”Dari rasa udah enak kok yang, cuma teksturnya aja yang kurang pas. Besok bikin lagi gimana?”

Langsung aja saya ngakak, “Kurang pas apaan? Jelas gak bener keleusss”. Dia sih nyengir ajah, saya pun kembali sibuk menyiapkan pesenan carrot cake, bacon pie dan cheese cake, yang sayangnya cuma di dunia hayday ._.

Pagi ini, saya kembali mencoba wakakakka. Resep kemarin gagal masih ada ratusan resep lainnya kali. Tepung murah ini #sombong!. Bikin pastel kecil-kecil yang isi abon gitu deh. Alhamdulillah bahan-bahan juga lengkap semua. Exhibitionist lah yah biasaaa, langsung whatsapp suami. “Ntar pulang kerja makan telor ama kecap aja yah ko, sibuk nih! Mau bikin pastel <3”. Udah asik-asik aja donk yang lagi di kantor, kesenengen gitu mau dibikinin kue.

30 menit kemudian…

Picture sent!

“Asiiiik! aku mau ya mey <3”.

Iyaaaah! akhirnya saya berhasil bikin pastel abon. 10 biji ga sampe tapi ._.

Beberapa gosong dan beberapanya lagi jadi pastel mangkok.

Belom pernah denger? Yup! Memang pastel mangkok adalah produk baru temuan saya. Cape bok bikin pastel se-unyil satu-satu ga selese-selese. Jadi deh adonan dough-nya saya taruh mangkok, masukin abonnya, tutup lagi dengan dough dan panggang. Beres!

Kesimpulannya? coba disimpulkan sendiri *senyumtakzim*

Intinya jadi apa enggak? *senyummakintakzim* pastel unyilnya sih huwenakkkk sumpah deh! pastel mangkoknya jadi sandal lagi ._. #yanginibelomngapdetsuami #malu