Category: Bahasa Indonesia

Mba Ninuk dan Risoles

Sebenarnya sudah lama pengen bikin risoles cuma ga kunjung dieksekusi karena takut gagal. Karena kalau gagal ga cuma sayang bahannya, tapi beberes peralatan masaknya itu loh yang bikin pegel ?. Tapiiii ngidam risoles. Mau nodong Mba Ninuk, ngambilnya jaoh ?.

Siapa sih Mba Ninuk ini? 

Mba Ninuk adalah emaknya Izzah ama Naya yang saya kenal lewat grup masak memasak (Langsungenak) di fesbuk. Mba Ninuk ini pinter masak, tidak sombong dan baik hati. Ga kaya saya yang baru bisa masak dikit tapi udah pede banget upload sana-sini ?.

Mba Ninuk ini jago banget bikin jajan pasar. Ga cuma jajan pasar aja denk, pepes ayamnya juga juara, ayam bakarnya juga! Terus sambelnya apalagi! Eh kok banyak ya ?. Tapi seriously, tangannya emang sedep. Suami saya doyan bangettttt ama pepes ayamnya. Saya udah dikasi resepnya tapi belom bisa menduplikasi juga tuh. Inget banget komentarnya suami waktu saya coba masak “Hhmm,,enak sih…tapi beda ya?”. Wakkakakaak dia ngomongnya ati-ati banget, takut bininya ngambek ?.

Eh tapi jangan salah, yang ketagihan ama masakannya mba Ninuk ga cuma saya dan suami. Suaminya Mba Capri juga ketagihan ama risolesnya Mba Ninuk. Kalau ga salah pas Mba Capri bikin risoles juga dapet pertanyaan “Kok ga kaya punya Mba Ninuk?”?

So far yang paling aman cuma Mba Widhi, karena dia juga jago masak. Bedanya ama Mba Ninuk, Mba Widhi ini spesialisasinya masakan western. 

Buat yang tinggal di Dubai, bisa pesen makanan ke Mba Ninuk (ahahaha siapin kepala buat ditoyor deh gara-gara nulis begini). Secara sekarang aja pinggang udah ga berasa gegara banyak yang pesen ya mbak ?.

Oiya, saya, Mba Ninuk, Mba Widhi dan Mba Capri tergabung dalam grup “Team Penambah BB”. Gimana engga? Tiap hari yang dibahas resep dan makanan mulu hahaha. Sebenernya kita juga sering membahas tentang parenting, agama, pergaulan, kesehatan, dll. Segala-gala dibahas, walaupun ujung-ujungnya bahas makanan lagi. 

Saya beruntung sekali, walaupun jauh dari keluarga, Allah mempertemukan saya dengan orang baik disini, jadi berasa punya keluarga ??.

Oke balik lagi ke risoles, dengan berbekal resep, semangat dan asistensi online dari Mba Ninuk dan Mba Widhi. Akhirnya daku memantabkan hati buat mengeksekusi resepnya. Seperti biasa, googling sana-sini buat cari tips dan trik. Secara yang paling menakutkan dari risoles ini adalah pembuatan kulitnya. Kalau adonan terlalu encer, kulit bakalan gampang sobek/pecah sehingga bentuknya ga cantik saat dilipat. Sedangkan jika terlalu kental, alamat risolesnya jadi ketebelan dan bakal kaya buntelan bed cover ?.

Oiya ini kebetulan di kulkas ada wortel, kentang, sosis, udang dan ayam untuk bahan ragoutnya. Liat stok paprika kok masih banyak, yaudah iseng ditambahin paprika. Eh ternyata enak pemirsahhhh, manis dan khas capsaicin-nya paprika. Masakan sendiri, dipuji-puji sendiri ?.

Foto ini dicapture oleh Feira, yang berhasil saya paksa jadi food tester hahaha. Thanks fei! Semoga ga kapok yakkk❤️

Kayanya kata pembukanya panjang bener yak, berikut deh resepnya. Gampang dan praktis!

Risoles Paprika 

Bahan Isi:

5 siung bawang putih, cincang halus

1 buah bawang bombay, cincang halus

4 buah sosis, potong dadu

100 gram fillet paha ayam, cincang

100 gram udang kupas, cincang

2 buah wortel, potong dadu

1 buah kentang, potong dadu

1 buah paprika, potong dadu

2 sdm tepung terigu

2 sdm susu kental manis

1 sdt lada bubuk

1/4 sdt pala bubuk

200 ml air

Minyak untuk menumis

Gula dan garam sesuai selera

Cara Membuat:

  1. Tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum
  2. Masukkan sosis, ayam, dan udang. Tumis hingga harum dan berubah warna.
  3. Tambahkan wortel, setelah agak layu, masukkan kentang. Tunggu hingga sayuran matang.
  4. Beri air, gula, garam, lada, pala bubuk dan susu kental manis. Setelah mendidih, paprika dimasukkan. Koreksi rasanya.
  5. Beri terigu dan aduk-aduk hingga matang.

Resep Kulit (untuk 40 lembar):

250 gram tepung terigu

250 gram susu cair

2 butir telur

2 sdm olive oil

Sedikit garam (saya kemarin iseng menggantinya dengan parutan keju, enakkk!)

Cara Membuat:

  1. Campur terigu dan garam
  2. Tambahkan telur sambil diaduk perlahan
  3. Masukkan susu cair dan olive oil. Aduk hingga rata
  4. Dadar di teflon ukuran 20 cm

Langkah selanjutnya tinggal mengisikan bahan isian ke dalam kulit risoles. Berikut saya lampirkan foto tutorial yang lagi-lagi dikirimin ama Mba Ninuk. Ahhhh I love u so mbak, walopun lewat online, ngajarinnya telaten banget ❤️?.

Setelah semua semua selesai di lipat cantik, bisa langsung dicelupkan ke kocokan telur+air kemudian di gulingkan ke bread crumbs. Sebaiknya risoles dimasukkan dulu kedalam freezer sekitar 20 menit baru kemudian di goreng.

Oiya karena jadinya banyak, saya simpan di freezer. Kalau mau makan, di keluarkan hingga menjadi suhu ruangan baru kemudian digoreng dengan api sedang.

#Tips

Teknik membuat kulit risoles agak mirip dengan membuat rempeyek, saat adonan dirasa terlalu kental, jangan ragu untuk menambahkan air.

Lontong Kikil Sapi

Ga pernah menyangka bakalan masak lontong kikil sendiri. Bagian terberat tentu saja bikin empuk ini kaki sapi. Buat yang berani pake presto sih tinggal direbus aja selama 45 menit, bersamaan dengan bumbu untuk menghilangkan bau khas kaki. Baru setelah itu diolah menjadi gulai kikil, lontong kikil sapi, dll.

Kikil sapi terkenal mengandung kolesterol tinggi, tapi di resep ini saya memproses dengan cara berbeda, agar kandungan kolesterolnya berkurang.

Lontong Kikil Sapi

Bahan merebus kikil:

1 kg kaki sapi yang sudah dipotong

2 siung bawang putih digeprek

10 lembar daun salam

3 ruas jahe iris tipis

Bumbu halus:

10 siung bawang putih

5 siung bawang merah

3 buah cabai merah

3 ruas jahe

2 ruas kunyit, bakar

2 ruas lengkuas

10 biji kemiri, sangrai

1/2 sdt jinten

1/2 sdm ketumbar

1/2 buah pala

2 batang sereh

Garam dan gula secukupnya

Minyak untuk menumis

Cara membuat:

  1. Rebus kaki sapi dengan bumbu rebusan. Rebus menggunakan api sedang sampai empuk (sekitar 3 jam)
  2. Buang air hasil rebusan, cuci dan tiriskan kaki sapi.
  3. Rebus kembali dengan api sedang
  4. Haluskan semua bahan lalu tumis dengan minyak goreng hingga bumbu matang, tambahkan serai hingga wangi
  5. Masukkan bumbu pada panci rebusan kikil
  6. Rebus kembali selama lebih kurang 3 jam agar bumbu meresap
  7. Sajikan dengan lontong, sambel cabe rawit dan jeruk nipis

#Tips

Di Abudhabi tempat membeli perlengkapan sapi (jerohan, kikil, dll) di fresh market-mushriff mall.

Jika ingin kuah yang kental seperti di Waru Jaya, kikil direbus selama 5 menit kemudian buang airnya. Rebus kembali dengan air baru selama 3 jam, air rebusan kedua ini langsung diberi bumbu yang telah ditumis.

Setitik Harapan untuk Industri Bioskop Tanah Air

Hai…akhirnya sabtu ini nge-date berduaan juga, setelah beberapa weekend kemarin riwa-riwi ke Dubai. Ke Dubai ngapain aja? Ya liburan, ya nadah barang, ya nganterin temen yang pulang ke Indonesia for good. Alhamdulillah punya aktivitas hihihi Jadi ceritanya setelah menunggu lebih-kurang selama setahun. Sekuel ke tujuh film favorit yang digawangi oleh Vin Diesel ini release juga. Walaupun dalam sekuel ini, tokoh favorit saya adalah Han (Sun Kang), bukannya Dom, mati ditangan Shaw (Jason Statham).

Sebenarnya postingan ini bukan mengenai sinopsis filmnya sih. Secara masi baru tayang, saya ga mau jadi spoil-er kan. Saya cuma pengen berbagi pengalaman nonton bioskop di Abudhabi. Hihihi pasti ada beberapa yang komentar nyinyir, “apa spesialnya nonton bioskop kok sampe harus diposting? Norak banget!”. Well, bakalan norak kalau otak saya seperti anda yang isinya cuma bisa posting tanpa ada esensi :).

Di Abudhabi, distribusi film di kelola oleh beberapa bioskop, diantaranya Al Wahda Cinema, Oscar Cinema, Cine Royal, Novo Cinema dan lain sebagainya. Bandingkan dengan di Indonesia, dimana jaringan bioskop di dominasi oleh jaringan 21 Cineplex. Padahal luas emirates Abudhabi hanyalah 67.340 kilometer persegi (1/117 dari luas Indonesia). Banyaknya jumlah pelaku usaha dibidang ini membuat industri bioskop di Abudhabi menjadi lebih hidup. Masing-masing bioskop berlomba untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi pengunjungnya. Tidak hanya memperhatikan sarananya saja, tapi juga service karyawannya. 

Beberapa hal yang membuat saya terkesima diantaranya tersedianya concierge bukan hanya di setiap ruangan tapi juga di setiap lantai. Mereka dengan ramah menyapa dan mengecek tiket, sesudahnya mereka menghubungi concierge di ruangan kami. Sehingga sesampai disana, semua telah beres. Tidak hanya itu, seusai menonton film, kami menanyakan tata cata untuk meng-klaim additional free charge for 2 hours parking kepada petugasnya. Mereka-pun meminta concierge di lantai dasar untuk menunjukkan ruangannya pada kami sesampainya disana. Sehingga di lantai dasar nanti, kami sudah tidak perlu menjelaskan ulang maksud klaim tersebut.

Untuk gedungnya, saya menemukan sesuatu yang unik. Di Novo Cinema tidak hanya menyediakan kursi yang terjajar dibawah, mereka juga membuat balcony seat. Which is sama persis dengan bioskop era 1930-an. Dimana dahulunya kursi di balkon hanya boleh ditempati oleh para meneer Belanda. Yeiii, akhirnya saya berhasil mendapatkan rasa superior yang sama hahahah. Berikut saya lampirkan beberapa fotonya yah ?. 

Oiya makanan bioskopnya juga khas Arabian banget. Porsinya masya allah jumbo ❤️. Kalau tau isinya sebaskom gini, mungkin saya pesen pop corn cuma satu. Untung saya sempet mencegah suami untuk pesen dua pop corn ukuran large. Bisa cape ngunyahnya ?

 Oiya, sembari menunggu film diputar kita juga bisa membaca informasi mengenai sejarah proyektor, kalau mau foto dengan booth-nya juga boleh. Yang jaim ke laut ajaaaaa ?

Semoga iklim berkompetisi dengan sehat juga bisa diterapkan di negara tercinta kita Indonesia. Karena ujung-ujungnya pasti kita sebagai konsumen yang merasakan manfaatnya 😀

 

 

Spicy Black Squid

Makanan ini khas Jawa Timur, tepatnya dari Pulau Madura. Sebagian merasa ngeri sama warna hitam yang didapat dari tintanya, tapi justru enaknya disitu ?. Di Surabaya terdapat satu warung kaki lima yang terkenal dengan hidangan cumi hitamnya. Tapi jangan salah, walaupun kaki lima, segala mobil antri disana. Bahkan Mercy-pun ada hahaha. Oiya, buat yang tidak terlalu suka pedas bisa dikurangin jumlah cabenya 😀

Spicy Black Squid

Bahan:

1 kg cumi-cumi

200 gram cabe rawit

15 siung bawang merah

5 siung bawang putih

2 ruas jari lengkuas

Garam dan gula secukupnya

Cara membuat:

  1. Bersihkan cumi-cumi, pisahkan kepala dan badannya. Buang bagian plastik dibadan cumi-cumi. Hati-hati ketika membersihkan badannya agar kantong tinta tidak sampai pecah
  2. Tumis bawang putih, bawang merah dan cabe rawit yang sudah diulek kasar
  3. Ketika bumbu sudah matang, masukkan cumi-cumi
  4. Tambahkan garam dan gula sesuai selera. Tunggu hingga kuahnya menyusut.

#Tips

Agar tidak amis, masukkan cumi-cumi saat bumbu panas betul.

Karena di Abudhabi ga ada cabe rawit, saya pake thailand chilli bird. Lumayan membantu pedasnya <3

4 Wisata Menarik di Dubai 

Dengan makin beragamnya travel blog di internet, travelling menjadi lebih memungkinkan untuk dilakukan. Saya sendiri terinspirasi Trinity untuk berani melihat dunia luar, bahkan kita bisa memulai dari yang terdekat dulu. Misalnya saya yang tinggal di Sidoarjo mencoba untuk mengeksplorasi kawasan Mojokerto yang ternyata memiliki peninggalan sejarah nusantara yang luar biasa. Syukur alhamdulillah jika akhirnya kita berkesempatan untuk menginjak luar negeri, tempat yang sepenuhnya asing buat kita. Pasti seru dan menantang!

Uni Emirates Arab merupakan salah satu negara teluk yang menarik untuk dikunjungi, siapa sih yang tidak kenal Dubai? Banyak maskapai asing yang transit di Dubai dalam penerbangannya menuju Eropa/Amerika. Tidak mengherankan jika banyak traveller yang memasukkan Dubai sebagai salah satu jujugan wisata selama menunggu waktu transit. Berhubung Indonesia ga masuk dalam daftar negara yang mendapatkan kemudahan Visa on Arrival, maka untuk penumpang Emirates atau Etihad yang sedang transit minimum 8 jam, bisa apply transit visa di arrival hall-Bandara Dubai dengan membayar sekitar USD 162.

Baca juga: Berbagai Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Mengunjungi Dubai

Tidak ada salahnya juga jika anda meluangkan beberapa hari khusus untuk mengeksplor kota Dubai yang terkenal dengan modernitas dan gedung pencakar langitnya. Untuk berlibur kesini anda dapat menggunakan visit visa melalui travel agent, maskapai penerbangan (emirates, etihad) ataupun sponsor dari teman atau keluarga yang tinggal disini.

Sebagai catatan, untuk travelling ke Dubai sebaiknya anda membawa dana yanb cukup. Karena hotel yang paling sederhana-pun harganya cukup lumayan, sekitar 360 dhs/hari. Biaya makan disini standardnya 30 dhs sekali makan, untuk harga air mineral cukup murah yaitu 1,5 dhs (ukuran besar).

Beberapa tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi adalah

  1. Dubai Museum, bahkan anda yang kurang menyukai sejarah-pun akan jatuh cinta dengan tempat ini. Cukup membayar 3 dhs dan anda bisa mengetahui sejarah terbentuknya negara bagian ini.  
  2. Dubai Miracle Garden, tidak banyak yang tahu bahwa di negara ini terdapat musim dingin layaknya di benua eropa. Dubai Miracle Garden merupakan kompleks taman bunga yang dibuka hanya pada musim dingin (sekitar Oktober-April).
  3. Dubai Mall, bukan satu-satunya mall termegah di Dubai. Namun hanya ditempat ini anda dapat menemukan landmark kota Dubai yang luar biasa terkenal itu. Yup, Burj Khalifa! 
  4. The Bastakiyah Complex, didalamnya terdapat berbagai bangunan kuno yang saat ini difungsikan sebagai museum (museum filateli, museum kopi, museum koin, arabian house, dll). Terakhir saya liburan ke Dubai, saya menginap di XVA Hotel yang luar biasa membuat saya excited!. Nanti akan saya buat tersendiri ulasannya. 

Sebenarnya masih banyak area yang bisa dikunjungi, seperti Jumeira, Hatta, Deira, dll. Akan saya tuliskan di lain kesempatan yah.

Happy Dubai-ing 🙂

Onde-onde Kentang

Penganan yang satu ini ga cuma diidolakan ama suami, temen-temen juga pada suka loooh. Cuma saya suka males bikinnya, ga telaten ngebentukin satu-satu. Tapi enaknya makanan ini bisa dicicil pembuatannya, biasanya saya membuat isi kacang hijau semalam sebelumnya. Saya bentuk bulat-bulat dan taruh di chiller, bisa awet selama semingguan. Oiya isiannya juga bisa dibuat untuk isian kue ku/kue tok loh. Resep ini saya sadur dari resepnya Diah Didi dengan beberapa penyesuaian.

Onde-onde Kentang

Bahan Kulit :

250 gram tepung ketan

50 gram kentang kukus,haluskan

65 gram gula pasir halus

½ sdk teh garam

150 ml air hangat

100 gram wijen

Bahan isi :

250 gram kacang hijau kupas (aku pakai kacang hijau kulit, enak juga )

150 gram gula pasir

1 lembar daun pandan

½ sdk teh garam

200 ml santan kalengan

Cara membuat :

Adonan isi

Rebus kacang hijau sampai agak lunak dan kering, tambahkan santan, gula pasir, daun pandan, garam. Masak sambil di aduk sampai empuk dan kalis. Angkat, dinginkan, bulatkan kecil-kecil, sisihkan dulu

Adonan kulit

Campur tepung ketan, kentang, gula pasir dan garam, aduk rata. Tuang air hangat sedikit demi sedikit,sambil di uleni sampai kalis dan licin. Ambil adonan kulit, kurang lebih 20 gram, bulatkan, pipihkan lalu isi dengan bulatan adonan isi. Gulingkan diwijen, masukkan dalam minyak dingin. Nyalakan api kecil. Aduk hingga mengapung, lalu nyalakan api sedang, goreng hingga matang kecoklatan.

#Tips

Agar wijen merekat sempurna, saya mencelupkan adonan onde-onde yang sudah diisi dan dibentuk ke air matang (suhu ruangan), baru kemudian di gulingkan ke wijen.

Ikan Masak Jahe

Menu yang satu ini favoritnya suami. Sebenernya suka males masaknya, soalnya goreng ikannya susah bo’. Tapi kalau lihat suami makannya lahap, ya udah ayok aja deh dieksekusi <3Ikan Masak Jahe

Bahan:

2 ekor Ikan Mujair

3 siung Bawang Putih

3 siung Bawang Merah

1 buah Tomat

3 ruas jahe

10 buah Cabai Rawit

1 sdt minyak wijen

Garam dan Gula secukupnya

Minyak dan Terigu secukupnya

Cara membuat:

Cuci bersih ikan, balur dengan terigu yang telah diberi garam, kemudian goreng. Sisihkan.

Tumis cabai rawit, bawang merah, bawang putih dan tomat. Masukkan air, setelah mendidih masukkan jahe yang dipotong korek api. Beri minyak wijen, gula dan garam. Tambahkan maizena agar mengental.

Siramkan bumbu ke ikan goreng. 😀

Rujak Cireng

Menjelang weekend gini biasanya saya lebih sibuk dari biasanya #gaya hihihi. Bukan sibuk yang gimana gitu sih, cuma nguplek didapurnya agak lamaan. Karena mesti nyiapin cemilan untuk suami. Kali ini saya bikin rujak cireng, buat yang di Indonesia sih benernya tinggal beli yang siap goreng itu aja yak. Tapi masak sendiri juga seru loh, ngeluarin duitnya sama dan dapetnya lebih banyak #emak2 irit hehehe.

Rujak Cireng

Bahan:

200 gram tepung kanji

2 sdm terigu

2 siung bawang putih

1 sdt garam

Daun bawang (jika ada)

Air panas 100 ml

Cara membuat:

Campur semua bahan jadi satu, tambahkan air panas sedikit demi sedikit, aduk dengan menggunakan garpu. Kunci dari pembuatan cireng ada di cara mengaduknya. Jadi biarkan aja merengkel-merengkel seperti di foto. Ambil menggunakan sendok dan garpu, masukkan ke penggorengan. Setelah matang, tiriskan.  Bumbu rujak

Bahan: 

100 gram Cabe rawit

200 gram Petis

200 gram Gula merah

1 sdm Terasi

5 siung Bawang putih

200 ml air asem

Garam secukupnya

Cara membuat:

Haluskan cabe rawit dan bawang putih. Rebus air asem, masukkan cabe rawit+bawang putih yang telah dihaluskan, gula merah, petis, terasi didihkan hingga mengental.

#Tips

Kunci cireng yang krispi diluar dan moist didalam adalah saat mengaduk adonan, pastikan adonannya masi merengkel-merengkel.

Tempat beli tapioka di Abudhabi adalah di Toko South East sebelah restoran bandung atau kalau disana lagi kosong bisa beli di supermarket depan restoran bandung.

Siomay Ayam-Udang

Hallo, semenjak tinggal di tanah rantau saya jadi rajin masak loh :D. Salah satu makanan yang paling sering saya bikin Siomay Ayam-Udang, soalnya bisa di masukin freezer. Kapanpun laper tinggal masukin dikukusannya rice cooker :). Resep ini merupakan padu padan dari berbagai sumber dan sudah disesuaikan dengan selera saya. Tapi temen-temen saya pada ketagihan loooh <3

Siomay Ayam-Udang

Bahan:

150 gram fillet paha ayam, cincang halus
50 gram udang kupas, cincang halus
25 gram jamur shitake, iris halus
1 buah wortel, parut dengan parutan keju
1/2 butir telur ayam
5 siung bawang putih
1 batang kucai, iris tipis
1 sdm gula pasir
4 sdm tapioka
1 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
1/2 sdm minyak wijen
1 sdm saos tiram
50 lembar kulit siomay
 
Cara membuat:
1. Aduk semua bahan menjadi satu
2. Isikan kedalam kulit siomay
3. Beri taburan wortel
4. Kukus selama 20 menit
5. Siap disajikan
Selamat mencoba \(^o^)/

April and the 7234 km distance 

Tanpa terasa tahun 2015 sudah memasuki bulan yang ke-empat. Biasanya di bulan ini, keluargaku pasti disibukkan dengan persiapan perayaan ulang tahun papa dan kakak. Bukan yang besar-besaran sih, sekedar tiup lilin dan makan bersama sekeluarga. Sesuatu yang aku anggap ritual tahunan, tidak ada yang spesial selain umur yang makin bertambah.

Rupanya aku salah, tahun ini pertama kalinya aku tidak bergabung bersama keluargaku untuk melewati hari tersebut, betapa momen tersebut tidak sesederhana yang aku pikir sebelumnya. Bukan hanya umur yang makin bertambah, tapi kebersamaan yang kami bangun hingga 60 tahun usia papaku dan 32 tahun usia kakakku. Itu esensi yang terlewat olehku.

7234 km diantara kita, tidak akan memutuskan doaku untuk kalian, keluargaku. Disini aku dan “keluarga baru”-ku memasuki usia ke-8 bulan. Belum ada apa-apanya dibanding semua yang papa, mama dan kakak berikan untukku.

Tapi kuingat pesanmu, jadi istri yang sholehah dan berbakti untuk suami adalah suksesmu mendidik aku.