Category: Bahasa Indonesia

Belajar Bersama Pororo, Kartun Korea yang Mendunia

Saya mulai mengenal kartun ini saat Deira memasuki usia 19 bulan. Seperti biasa, Papa Deira akan jadi orang pertama yang menyeleksi apakah acara ini boleh ditonton Deira atau tidak. Jika suami sudah memberikan approval-nya, maka saya bisa dengan tenang membiarkan Deira menonton tv, sementara saya memasak.

Awalnya saya tidak terlalu memperhatikan konten ceritanya, namun seringkali saya mendengar Deira tertawa terbahak-terbahak dan berlari kesana-kemari saat menontonnya. Belum lagi, anak saya tiba-tiba mampu mengucapkan kata “no way”, “all right”, “sorry”, “better”, “you know why”. Walaupun pelafalannya masih belum sempurna, hal tersebut cukup mengagetkan karena saya dan suami menggunakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi dengan Deira.

Saya-pun memutuskan untuk menemani Deira menonton televisi. Saat ini Pororo sudah memasuki season ke-5, kartun ini menceritakan tentang persahabatan hewan yang tinggal di Porong-porong Forest. Pororo sebagai pemeran utama digambarkan sebagai seekor penguin kecil yang mengenakan helm dan kacamata penerbang karena cita-citanya untuk dapat terbang mengarungi angkasa. Ia memiliki 8 sahabat dengan berbagai karakter, yaitu:

  1. Crong, dinosaurus yang diadopsi oleh Pororo
  2. Poby, beruang putih yang kuat dan penyabar
  3. Harry, burung kecil yang pandai bernyanyi
  4. Eddy, rubah yang sangat cerdas dan sering berinovasi membuat penemuan baru
  5. Rody, robot kuning buatan Eddy
  6. Petty, berang-berang yang anggun dan pandai memasak
  7. Loopy, penguin perempuan kecil yang ceria
  8. Tong-tong, naga yang mampu memainkan magic dengan mantra khas “kuri-kuri tong-tong-kuri-kuri-tong-tong”

Tiap episode dalam kartun ini memang menarik dan mengandung banyak nilai-nilai kehidupan, namun tetap ringan dinikmati anak-anak seusia Deira. Kata-kata yang digunakan pun positif dan tidak ada ejekan maupun umpatan satu sama lain. Dan usut-punya usut, ternyata kata-kata yang diucapkan Deira memang meniru ucapan karakter di film ini 😍😆.

Dari kartun ini, anak-anak mengenal arti berbagi, bekerja sama, memaafkan dan berbagai nilai-nilai yang sudah seharusnya ditanamkan sejak dini. Saya merekomendasikan film ini untuk ditonton anak seusia 2-6 tahun. Akan lebih baik jika orang tua ikut mendampingi, sehingga dapat membantu menerangkan nilai apa yang dapat diambil dari setiap episodenya.

Selain itu, hal yang tak kalah menarik menurut saya adalah turut serta pemerintah Korea dalam kesuksesan kartun ini. Mengetahui film ini telah mendunia, pemerintah Korea tidak segan menginvestasikan dana khusus untuk mengembangkan kartun Pororo. Jika kita perhatikan tiap season mengalami perkembangan yang luar biasa. Dari sisi teknis, grafis yang ditampilkan lebih halus, dari segi cerita juga terdapat penggalian karakter yang mendalam.

Harapan saya sederhana, semoga sineas Indonesia mampu memproduksi tayangan edukatif seperti ini.

Bebek Goreng Surabaya

Kota Surabaya selain terkenal dengan aneka makanan berbahan dasar petis juga dikenal dengan olahan Bebek Gorengnya. Hal yang membedakan Bebek Goreng di Surabaya dan di kota lain adalah keberadaan kuah rempah sebagai pendamping sambal koreknya. 

Nah waktu ulang tahun kemarin saya menyempatkan memasak menu ini sebagai obat kangen tanah air. Beneran kalau masak sendiri jatuhnya lebih puas, rasanya bisa disesuaikan dengan selera keluarga kita dan mau nambah sampe ampun-ampun juga ga takut dompet jebol hehehehe. Sebenarnya bumbunya menggunakan bumbu ungkep biasa sih, tapi mungkin yang berbeda hanya diteknik masaknya. 

Untuk mempersingkat waktu, saya menggunakan panci presto. Tapi jika ingin menggunakan teknik ungkep, tipsnya adalah dengan menambahkan air pada panci yang berisikan bumbu ungkep dan bebek sebelum kompor dinyalakan. Panas yang naik secara perlahan akan menghasilkan tekstur bebek yang lembut. Memasukkan bebek pada air ungkepan yang panas hanya akan membuat daging bebek menjadi liat dan sulit empuk.

Daripada saya ngoceh kepanjangan, berikut saya tuliskan resepnya:

Bahan:

  • 1 ekor bebek (saya gunakan bebek perancis beratnya sekitar 2 kg)
  • 1 buah lemon untuk mencuci bebek

Bumbu:

  • 15 siung Bawang Putih
  • 10 siung Bawang Merah
  • 5 butir Kemiri
  • 1 sdm Ketumbar
  • 1 jari Jahe
  • 1/2 jari kunyit
  • 3 jari Lengkuas
  • 4 batang Serai
  • 10 lembar Daun Jeruk
  • Garam dan Gula Secukupnya

Sambal Korek:

  • 5 siung Bawang putih
  • 10 buah Chilli bird
  • Minyak panas bekas menggoreng bebek

Cara membuat bebek goreng:

  1. Potong bebek menjadi 12 bagian, rendam dengan perasan air lemon selama 10 menit. Cuci bersih dah sisihkan.
  2. Haluskan semua bumbu kecuali serai dan daun jeruk.
  3. Masukkan bebek, bumbu yang telah dihaluskan, serai dan daun jeruk kedalam panci presto. Presto selama 15 menit setelah mendesis.
  4. Angkat bebek dan sisihkan.
  5. Didihkan minyak goreng dengan api sedang, masukkan bebek jika sudah panas. Goreng hingga kuning keemasan.

Cara membuat kuah rempah:

  1. Didihkan bumbu yang tersisa agar surut.
  2. Setelah surut tumis ampasnya dengan minyak bekas menggoreng bebek.

Cara membuat sambal korek:

  1. Ulek kasar bawang putih dan chillibird.
  2. Tambahkan garam.
  3. Siram dengan minyak bekas menggoreng bebek.

Selamat mencoba! Kalau ada yang kurang jelas boleh japri atau tinggalkan komentar dibawah ya.

Black Pepper Rib Eye Steak A La Mama Dei

Hampir semua orang suka makan steak, termasuk saya dan suami. Tapi kalau setiap hari makan di restoran, selain bahaya untuk dompet, bahaya juga untuk kesehatan. Karena kita ga pernah tau kan, kandungan apa saja yang ada didaamnya. Sedangkan kalau masakan rumahan, kita bisa mengontrol semua macam dan kebersihan bahannya. 

Kali ini saya mencoba memasak menu steak yang memang menjadi makanan favorit #papadei. Resep dan cara memasaknya hasil modifikasi sana-sini, jadi bisa disesuaikan dengan selera keluarga masing-masing. Dengan kemajuan teknologi seperti saat ini terasa menyenangkan yah, semua masakan restoran bisa dihadirkan dirumah. Benar-benar memudahkan orang yang senang belajar memasak seperti saya 😍. 

Berikut hasil utak-atik resep saya, semoga cocok yah 😉

Bahan:

  • 2 pcs Rib Eye Steak @200 gram
  • 3 siung Bawang Putih
  • 5 siung Bawang Merah
  • 3 sdm Merica Hitam
  • 5 sdm Whipping Cream
  • 1 buah Bawang Bombay, iris tipis
  • 1 sdm Olive Oil
  • 1/2 sdm Saus Tiram
  • 1/2 sdm Kecap Manis
  • 1/2 sdm Saus Inggris
  • Gula dan Garam secukupnya

Pelengkap:

  • Kentang Goreng
  • Buncis potong sesuai selera
  • Wortel potong dadu

Cara membuat steak:

  1. Rendam daging dengan 1 sdm olive oil, garam dan merica sesuai selera, sisihkan minimal 30 menit sebelum dibakar.
  2. Siapkan pan dan bakar tiap permukaan daging selama 4 menit atau sesuai selera dengan menggunakan api sedang. Bisa juga dioven 4 menit dengan suhu 120 derajat celcius untuk mendapatkan tingkat kematangan medium-rare

Cara membuat saus:

  1. Tumis bawang putih dan bawang merah cincang dengan 1 sdm butter hingga wangi.
  2. Masukkan 2 sdm merica hitam yg ditumbuk kasar.
  3. Tambahkan saus tiram dan saus inggris.
  4. Tambahkan whipping cream 5 sdm, jika dirasa terlalu pekat boleh ditambah air/kaldu sesuai selera. 
  5. Tambahkan gula dan garam sesuai selera.
  6. Aduk hingga mendidih

Cara membuat pelengkap:

  1. Tumis buncis dan wortel menggunakan butter,
  2. Tumis bawang bombay dengan butter secukupnya,
  3. Goreng kentang dengan minyak banyak, tiriskan agar crunchy.

Setelah semua komponen disiapkan, bisa di tata ke piring saji sesuai selera. Biasanya saya menempatkan tumisan bawang bombay dibawah steak karena memberikan aroma wangi dan rasa manis tanpa menghilangkan rasa khas daging itu sendiri.

Biasanya selera tiap orang untuk tingkat kematangan daging tidaklah sama, cara diatas untuk memasak daging dengan level medium rare. Jika ingin membuatnya lebih matang bisa mengambil waktu 7 menit untuk tiap sisinya.

Bahan Pembuat Saos
Oiya, buat ibu-ibu yang malas ribet bisa menggunakan bumbu instan black pepper Lee Kum Kee seperti foto disamping ini. Cara memasaknya mudah saja, cukup mencampurkan whipping cream dan saus black pepper-nya diatas api sedang. 

Kehadiran pelengkap juga tidak baku seperti yang ada di resep saya. Bisa menggunakan jagung pipil yang ditumis dengan butter, jagung utuh yg dibakar, ataupun menggunakan coleslaw. Silahkan menyesuaikan dengan isi kulkas kita.

Kenangan Masa Kecil Saat Lebaran Tiba

Lebaran tahun ini saya dan suami memutuskan untuk tidak mudik karena Januari lalu saya sudah pulang. Tahun ini tentu saja terasa berbeda dengan lebaran sebelumnya, tahun lalu kami mudik sebulan dan berkeliling dari rumah saudara satu ke saudara yang lain. Walaupun tetap saja ada yang terlewatkan, tapi alhamdulillah keluarga besar saya mengerti dan insyaa Allah memaafkan segala khilaf yang saya perbuat. Selain itu, kehadiran papa masih melengkapi lebaran tahun kemarin, walaupun seminggu kemudian papa opname di rumah sakit hingga berbulan-bulan. Praktis tahun ini menjadi tahun pertama kami berlebaran tanpa kehadiran papa.

Diam-diam saya berpikir, sepertinya saya hanya mencari-cari alasan untuk tidak pulang. Saya tidak siap menerima kenyataan bahwa papa sudah tidak ada. Mungkin terdengar egois karena sebenarnya ada mama yang tentunya kangen anak dan cucunya ini. But, who are you to judge the life I live?

Banyak sekali kenangan masa kecil saat lebaran yang ingin saya tuliskan. Saat lebaran tiba, biasanya keluarga kami merayakannya di rumah budhe (eyang dari pihak mama tinggal dengan budhe), dan dirumah eyang dari pihak papa.


Mama, kakak dan saya biasanya pergi ke Jakarta dari awal ramadhan, dan nantinya papa akan menjemput saat liburan usai. Di Jakarta, kami menginap dirumah budhe yang memiliki 7 orang anak. Bisa dibayangkan betapa meriahnya menjalankan puasa ramadhan dirumah budhe😆. Solat jamaah, berebut takjil dan ikut mengaji cabe rawit bersama sepupu-sepupu saya. Memasuki lebaran, budhe akan mengajak kami berkeliling untuk bersilaturahmi dengan saudara lain yang tinggal di Jakarta.

Keesokan harinya, dengan bersemangat budhe akan mengajak kami berkeliling Jakarta. Mulai dari Monas, TMII, Dufan, Seaworld dan berbagai tempat wisata yang sedang hits di jamannya. Apalagi saya juga memiliki om yang tinggal di Jakarta, libur lebaran terasa sempurna. Pergi ke berbagai tempat bersama sepupu menjadi tradisi yang tidak pernah terlewatkan. Hingga suatu hari, budhe yang menjadi kesayangan semua orang dinyatakan terkena kanker dan harus pergi untuk selamanya. Hal yang tidak mudah saya terima. Saat menulis ini saya baru menyadari, selepas kepergian budhe, sekalipun saya belum pernah menginjakkkan kaki kerumah budhe. Sebagaimana kepergian papa, ternyata sampai saat ini saya belum bisa menerima kepergian budhe saya.

Satu-satunya budhe yang bisa saya ajak ngobrol tentang segala hal. Budhe yang walaupun suami sudah mencukupi tapi masih rajin mencari rezeki. Budhe yang rajin sholat dan gemar bersedekah. Budhe yang menjadi ibu kedua bagi mama saya. Budhe yang sangat peduli dengan orang lain dan seringkali lupa mempedulikan kesehatannya sendiri. No one like you!

Semua kebersamaan itu tidak akan terlupakan sekaligus membuat saya merasa terharu jika mengingatnya.

Lain cerita ketika saya menghabiskan waktu lebaran dirumah eyang dari pihak papa. Saat lebaran tiba, semua anak dan cucu akan berkumpul dirumah eyang. Setiap malam kami akan begadang dan main remi, 41, karambol bahkan karaoke ga jelas. Sehari sebelum lebaran, cucu perempuan biasanya membantu eyang memasak tumpeng/nasi berkat untuk dibawa ke masjid. Saat malam takbir bisa dipastikan rumah eyang kosong, karena kami semua menghabiskan waktu di masjid untuk takbiran dan makan nasi berkat bersama warga lainnya. Semua terasa menyenangkan hingga tanpa terasa waktu terus berlalu dan tradisi itu terhenti selepas kepergian eyang saya 😢.

Setiap keluarga selalu memiliki tradisinya sendiri. 

Begitupula dengan tradisi lebaran keluarga kecil saya saat ini. Saat lebaran tiba, biasanya kami solat di masjid dekat rumah kemudian berkumpul potluck ketupat lebaran dengan teman-teman yang juga tidak mudik. Tentu saja sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan apa yang biasa saya lakukan ketika kanak-kanak, tapi kami tetap merasakan kegembiraan dan kebersamaan saat lebaran. Dimanapun dan kapanpun, lebaran selalu menjadi momen yang spesial bagi kami. Semoga kita semua masih diberi rezeki untuk bertemu dengan lebaran tahun mendatang.

Anyang-Anyangan dan Cara Mengatasinya

Saya adalah salah satu orang yang malas bepergian karena malas bertemu dengan yang namanya macet. Terlebih saat ini kondisi kota Surabaya sudah ga kalah dengan ibu kota tercinta, Jakarta. Terakhir mudik bulan Januari lalu, saya sempat terperangah dengan hadirnya frontage road di sepanjang Jalan Ahmad Yani. Harusnya ruas tersebut dapat mengakomodir kebutuhan pengguna jalan raya. Sayangnya harapan tinggal-lah harapan, saya tetap terjebak macet karena saya melintas di jam sibuk alias pulang kantor. Kejadian yang paling menyebalkan adalah menahan rasa ingin buang air kecil ditengah kemacetan. Mau pindah jalur rasanya tanggung! Solusi yang saya ambil sih biasanya “ditahan” sampai rumah. Sayangnya solusi ini tidak cukup cemerlang 😅, karena ujung-ujungnya malah berasa anyang-anyangan. Bayangin aja, udah semangat 45 lari-lari kekamar kecil, eh ternyata keluarnya seiprit. Sebenarnya bukan saya ga tau bahayanya menahan rasa ingin buang air kecil, karena kalau dibiasakan bisa menyebabkan Infeksi Saluran Kemih.

Ah yang bener? Kok bisa gitu?
Jadi kandung kemih manusia memiliki kapasitas sekitar 0,4 liter dan saat kita menahan buang air kecil, kantung kemih memiliki kemampuan untuk meregang. Seperti yang kita ketahui, urin adalah sampah pembuangan metabolisme tubuh yang pasti mengandung kuman dan bakteri. Bakteri inilah yang menyebabkan infeksi saluran kemih dan bukan tidak mungkin menyebar hingga ke organ tubuh lainnya.

Sebenarnya, ada banyak kebiasaan yang tanpa kita sadari juga menjadi penyebab penyakit anyang-anyangan. Salah satunya, membasuh organ kelamin dengan cara yang salah. Jadi, jika kita terbiasa membilas organ kelamin dari arah belakang ke depan, maka sebaiknya sekarang kita mulai mengubah kebiasaan tersebut. Cara tersebut meningkatkan kemungkinan bakteri dari anus masuk ke alat kelamin yang mengakibatkan Infeksi Saluran Kemih. Bahkan kurang minum juga dapat menyebabkan penyakit anyang-anyangan karena dengan rendahnya jumlah air yang kita konsumsi maka tubuh akan menjadi dehidrasi, sehingga produksi urin menjadi sedikit dan proses pembuangan bakteripun menjadi terhambat.

Mungkin kelihatannya sepele, tapi sebenarnya kita bisa mencegah Infeksi Saluran Kemih dengan mengubah kebiasaan. Tapi jika terlanjur sakit, biasanya sih saya mengatasi anyang-anyangan dengan cara tradisional. Jujur saja, saya adalah tipikal orang yang lebih suka mencoba cara alami. Tips dari eyang saya sih dengan banyak minum air putih dan makan buah serta sayuran rebus.

Namun, belakangan saya membaca, ada penelitian terbaru tentang manfaat buah Cranberry yang mampu mencegah penyakit Infeksi Saluran Kemih. Bahkan jika dikonsumsi dengan tepat, buah Cranberry juga memiliki manfaat kuratif.

“Cranberry dipercaya dapat melindungi saluran kemih dengan cara mengubah sifat urine menjadi lebih asam sehingga secara alami menghambat pertumbuhan bakteri E.Coli.”

Mengingat Indonesia adalah negara yang beriklim tropis, tidak mudah mendapatkan buah tersebut disini. Namun untungnya, sudah ada beberapa produsen yang memproduksi ekstrak buah Cranberry. Salah satunya uricran yang dapat dengan mudah ditemukan di apotik terdekat didaerah anda. Uricran tersedia dalam bentuk kapsul dan serbuk sachet yang mengandung ekstrak buah Cranberry. Oleh karena kandungan vitamin C yang tinggi, buah ini juga menjadi salah satu sumber anti oksidan yang tidak hanya bermanfaat unuk mencegah penyakit Infeksi Saluran Kemih, tapi juga bermanfaat bagi kesehatan jantung.

Ketika Saya Memutuskan Menjadi Ibu Rumah Tangga

Per bulan Agustus 2017 nanti, terhitung sudah 3 tahun saya meninggalkan dunia kerja. Saya belum bisa move on dan mungkin tidak akan move on 😁.

Mengapa?

Banyak hal yang saya pelajari dari tempat tersebut. Saat itu, saya sangat beruntung karena memiliki manajer yang mempercayakan banyak hal kepada saya. Ia tidak segan untuk melibatkan saya dalam setiap aktivitasnya.

Tentu saja si ibu manager tidak seceroboh itu untuk mempercayakan berbagai hal begitu saja. Tidak ada sesuatu yang berjalan secara instan, bukan? Saya ingat betul yang beliau lakukan ketika awal memasuki dunia kerja, beliau mengajak saya untuk ikut duduk meeting bersama stakeholder. Selain benar-benar duduk, saya berinisiatif untuk menjadi juru tulis notulen rapat. Dari situ saya memperhatikan bagaimana mereka berbasa-basi, berdiskusi dan kemudian bernegosiasi. Bahkan saya mencatat dengan baik reaksi beliau jika ada poin-poin dalam proposal kami yang ditolak. Catatan tersebut bukan untuk kepo, bukan pula untuk bergosip. Catatan tersebut adalah ilmu yang mengajari saya bagaimana berkomunikasi dengan orang lain, dalam konteks profesional kerja. Hasilnya, tidak sekalipun terbayang dalam benak saya akan melakukan meeting dan audiensi dengan teman-teman komunitas, walikota, direktur BUMN ataupun pejabat pemerintahan di usia saya yang baru 22 tahun.

Mungkin saat manajer saya membaca tulisan ini, beliau akan ingat apa yang saya sampaikan setiap waktu appraisal tiba. Saya tidak pernah sekalipun meminta kenaikan gaji, tidak pula meminta kenaikan grade. Saya hanya meminta untuk terlibat di project A, B, C, …, dst.

Hasilnya?

Setiap tahun, gaji saya naik antara 15%-30%. Untuk yang pernah jadi karyawan pasti tau seberapa besar angka tersebut karena standar kenaikan gaji perusahaan umumnya hanya 5-15%.

Satu hal yang pasti, hasil tidak akan mengkhianati usaha.

Percayalah, tidak semua atasan/perusahaan memberikan kesempatan tersebut kepada karyawannya. Jadi, jika saat ini anda berada diposisi saya, jangan berhenti dan jangan berkeluh kesah. Itu adalah kesempatan belajar yang sangat mahal yang belum tentu bisa anda dapatkan ditempat lain.

Memutuskan keluar kerja dan menjadi ibu rumah tangga merupakan keputusan terbesar dalam hidup saya yang baru 27 tahun ini. Saya meninggalkan office life diusia produktif yang bisa dibilang sedang “seru-serunya”. Saya yakin, bukan hanya saya yang mengalami dilema ini, banyak perempuan-perempuan hebat lain yang mengikhlaskan karirnya untuk keluarga namun tetap sukses memberdayakan diri, entah dengan berbisnis makanan/pakaian/kosmetik/travel dll atau sukses mengantarkan anaknya menjadi insan yang soleh/solehah. Bedanya mereka diam dan tidak koar-koar seperti saya hahahaha. Kembali lagi, menulis merupakan me time, menulis adalah waktu terbaik untuk berkontemplasi dan berdialog dengan dalam diri.

Menjadi Ibu Rumah Tangga?

Saat ini, praktis bisa dibilang saya tidak bekerja. Orang tidak melihat saya mengenakan seragam dan berangkat kekantor setiap paginya. Sehari-hari yang saya lakukan adalah menggeser layar handphone atau laptop kekiri, kekanan, keatas dan kebawah. Tapi syukur alhamdulillah, Allah tetap memberi saya kesempatan untuk memberdayakan diri. Setiap harinya saya masih bekerja. Setiap pagi, saya mengecek email, menghubungi kontak PR/brand, mengkonsep ide, mengirimkan proposal, bernegosiasi dan lain sebagainya. Bukan karena saya mengejar uang, sesederhana karena memang saya senang melakukan hal tersebut. Do your passion and money will follow, that’s what I do right now.

Saya hanya tidak mau semua yang saya kumpulkan sekian tahun menguap karena pilihan saya untuk menjadi ibu rumah tangga, termasuk ilmu dan pengalaman di dunia kerja.

Apakah lantas saya bisa dibilang sukses?

Iya, saya sukses mendobrak zona nyaman didalam diri saya, namun saya belum sukses menjadi apa-apa. Jalan saya masih sangat panjang, banyak mimpi yang sudah saya buat tapi bahkan saya belum tau bagaimana mewujudkannya 😂. Saya hanya tau bahwa saya harus terus berjalan, memaksimalkan potensi diri. Melakukan apa yang bisa saya lakukan dengan segala keterbatasan yang ada. Misalnya, saat ini keterbatasan saya adalah keluar rumah dan meninggalkan anak, maka bekerja menggunakan internet menjadi solusi saya.

Menjadi ibu rumah tangga bukan berarti saya kehilangan potensi untuk berkarya. Saya percaya, Allah tidak sesembrono itu memberikan takdir pada ciptaanNya.

Dimanapun saya berada, selalu ada tujuan mengapa saya diletakkan disitu. Begitu pula ketika saat ini saya berada di gurun yang bernama Abu Dhabi ini. Allah ingin saya mengambil banyak pelajaran dari tempat ini untuk bekal hidup saya kedepan. Entah apa dan dimana yang baru bisa saya tuliskan ketika saya sudah tidak lagi berada disini. Segala hal didunia ini sifatnya hanya sementara, bukan?

Jangan bertanya tentang kegagalan, karena daftarnya pasti lebih tebal dari novel Harry Potter yang ke-7. Tentu saja berbagai kegagalan tersebut mengecilkan hati saya, tapi saya tidak mau berlama-lama larut dalam kesedihan, karena waktu terus berjalan. Segala yang terjadi sudah ada yang mengatur dan pasti yang terbaik.

Oh yes! I’cant move on but I’m awake that life must go on and here I am.

4 Pengalaman Baru Saat Menjalankan Ramadhan di Negeri Orang

Bulan ramadhan tahun ini merupakan kali pertama saya berpuasa di Abu Dhabi karena dua tahun sebelumnya saya sedang hamil #babydei dan menyusui secara ekslusif ditahun berikutnya. Terdapat beberapa hal yang berbeda ketika menjalankan puasa di negeri orang dibandingkan saat berpuasa di tanah air.

Pertama, Ramadhan tahun ini jatuh pada bulan Juni yang artinya sudah memasuki musim panas. Setiap harinya, kami berpuasa sekitar 14 jam atau 2 jam lebih lama dibandingkan saat berpuasa di Surabaya. Sebenarnya perbedaannya tidak terlalu signifikan, tapi mengingat suhu diluar mencapai 45 derajat celcius, lumayan lemes juga sih 😂

Kedua, Kami harus menyiapkan hidangan sahur, takjil dan berbuka puasa *all by my self backsound. Makin enak makanan yang diidamkan maka usaha yang dikeluarkan juga makin tinggi. Karena disini ga ada tuh yang namanya “Pasar Kaget”!

Ada yang tau “Pasar Kaget”?
Pasar kaget adalah semacam food bazaar yang menjual berbagai jenis makanan. Mulai dari ayam bakar, sate usus, es kelapa muda, es teler, urap-urap, buntil, pentol, jajan pasar dan lain sebagainya. Food bazaar ini lebih dikenal dengan istilah “Pasar Kaget” karena biasanya mengambil tempat di sepanjang jalan raya. Jalanan yang tadinya lengang mendadak ramai oleh hiruk pikuk orang yang “ngabuburit” atau menunggu waktu maghrib dengan berbelanja makanan.

Kebayang kan gimana bapernya kami saat teman atau keluarga mengaplod foto makanan di facebook?

Ketiga, karena jam berbuka puasa jatuh pada jam 19:15 maka terjadi pergeseran jam untuk beraktifitas. Saat bulan ramadhan tiba, sebagian mall atau pusat perbelanjaan buka sampai jam 3 pagi karena bagian foodcourt tetap melayani pembeli saat sahur. Saya dan suami biasanya pergi berbelanja jam 10 malam atau selepas waktu isya dan tarawih.

Bagaimana dengan yang besok bekerja?
Jangan khawatir! Karena selama bulan ramadhan jam kerja juga dikurangi. Suami yang biasanya kerja jam 06:30-14:30, berganti menjadi 09:00-14:00. Alhamdulillah bisa bantu jaga anak 😆

Keempat, saat memasuki akhir-akhir bulan ramadhan, hampir semua orang Indonesia pasti heboh dengan berbagi pernak-pernik khas lebaran. Mulai dari ketupat, opor, sambel goreng kentang-ati, kue kering hingga baju lebaran sudah membayangi pikiran. Solusi untuk kami yang jauh dari kampung halaman dan kangen dengan kebersamaan saat lebaran adalah dengan mengadakan halal bihalal bersama teman-teman, seperti yang saya lakukan tahun lalu. Untuk makanannya, kita menggunakan sistem potluck.

Sedangkan untuk jajanan pasar dan kue kering, tinggal pesan ke teman yang memang jago bikin kue.

Nah, yang paling menarik, untuk baju lebaran sebagian dari kami memilih untuk mengimpor dari Indonesia. Secara jaman udah canggih, temukan koleksi hijab dan busana muslim terbaik melalui website online shop kesayanganmu, pesan yang kita suka dan dalam beberapa hari barang sudah sampai rumah. Orang rumah tinggal kirim ke Abu Dhabi menggunakan kargo atau titip teman yang lagi mudik. Aman deh lebaran!

Walaupun jauh dimata, rasa lebaran bersama keluarga tetap ada dihati.

Akhir kata, saya mengucapkan selamat melaksanakan ibadah ramadhan 1438 H, semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT 🙏🏻❤️

Naik Kapal Pesiar di Sunborn Yacht London

Ada yang sudah pernah naik kapal pesiar?

Saya dan suami sama-sama memiliki impian untuk berlibur menggunakan kapal pesiar. Diawal menikah, kami sempat membeli paket tur milik Royal Carribbean. Tapi sebelum hal tersebut terlaksana, saya sudah keburu hamil, akhirnya mimpi naik pesiar kami simpan terlebih dahulu.

Hingga akhirnya April kemarin kami memutuskan untuk mengunjungi London. Saya dan suami sangat excited mengingat kami sama-sama belum pernah menjejakkan kaki di negaranya Ratu Elizabeth. Seperti biasa, saya mengambil alih tugas mencari hotel. Setelah berselancar di internet dan membaca berbagai artikel, saya menemukan hotel yang mengingatkan cita-cita kami diawal menikah dulu. Naik KAPAL PESIAR.

SunBorn Yacht Hotel terletak di Royal Victoria Dock, posisinya bisa dibilang tidak strategis karena jauh dari pusat perbelanjaan, old town bahkan bandara Heathrow. Bahkan seperti yang saya tulis di artikel sebelumnya, butuh £70 dari pusat kota untuk mencapai tempat ini dengan taksi. But, who cares?

Hotel yang diresmikan pada tahun 2015 ini memiliki total 136 kamar dan terdiri atas 5 lantai. Memasuki lobby, kami terperangah melihat interiornya yang klasik dan mewah. Apalagi badan kapal didesain menggunakan kaca transparan sehingga mata langsung tertuju ke sungai Thames yang mengalir dibawah kapal. Menurut staff yang bertugas, kapal pesiar yang digunakan memang khusus didesain menjadi hotel sehingga tidak ada mesin penggerak didalamnya.

Tepat pukul 03:00 pm, kami memasuki kamar yang sudah di-book sebelumnya. Agar pengalaman ini terasa maksimal, saya dan suami memesan ruangan dengan river view. Begitu pintu terbuka, I feel so sentimental. Kami bergegas menuju ke balkon, masyaa Allah. Semoga saya dan suami ada umur dan rejeki untuk berpesiar menggunakan kapal.

Sama seperti di lobby, perabot dan interior yang diusung bergaya klasik. Di mini bar tersedia coffee machine lengkap dengan peralatan minum teh dan coklat panas ala keluarga kerajaan Inggris. Jadilah kami menikmati pemandangan di balkon sambil ngopi-ngopi cantik 😉. Begitu pula dengan Deira yang berinisiatif untuk merebahkan diri di kasur yang empuk dan nyaman, belum lagi selimutnya yang lembut. Poin positif lain dari tempat ini, di kamar mandinya terdapat water closet with shower. Selama 9 hari sebelumnya di UK, baru dihotel ini saya menemukan water closet with shower. Sungguh suatu hal yang membahagiakan untuk traveler muslim seperti kami. Menurut saya, hotel ini bisa disejajarkan dengan resort. Karena begitu saya berada didalamnya, saya tidak berminat untuk keluar. Akan tetapi suami saya yang suka fotografi mengajak saya untuk mengeksplorasi daerah disekitar hotel sekaligus mencari makan malam.

Ternyata lokasi hotel berada di kawasan yang disebut dengan ExCeL atau Exhibition Center London, tepatnya bersebelahan dengan ADNEC (Abu Dhabi National Exhibition Company). Usut punya usut, area tersebut merupakan salah satu investasi milik pemerintah Abu Dhabi. Tercatat, berbagai event berskala internasional seperti London Boat Show, British International Motor Show, London Marathon, World Travel Market, Defence Security and Equipment International dan G20 London Summit diselenggarakan di ExCeL.

Everything is connected
There are no coincidences

Sekitar 500 meter dari hotel juga terdapat Emirates Air Lines milik Doppelmayr yang pembangunannya disponsori oleh maskapai Emirates milik pemerintah UAE. Ditempat ini kita menyeberangi Sungai Thames dengan menggunakan cable car. Aliran sungai yang tenang tampak memukau dari ketinggian 90 meter, dibutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk menyeberang dari sisi Royak Victoria Dock ke Greenwich Peninsula. Sebagai residen Abu Dhabi, saya sangat kagum dengan cara berpikir Sheikh Zayed dan Sheikh Khalifa yang visioner. Kepikiran aja bikin investasi disini. Semoga Indonesia bisa sevisioner UAE dan semakin jaya 🙂

7 Hal yang Harus Dipersiapkan Ketika Mengunjungi Warner Bros Studio Tour: The Making of Harry Potter

Siapa sih yang ga kenal Harry Potter alias the boy who lived? Saya pertama kali membaca novel Harry Potter pada tahun 2004 atau kurang lebih kelas 2 SMP. Mengingat harga novelnya cukup mahal, saya memilih untuk pinjam saja dari teman. Kalau ga salah karena yang punya cuma beberapa orang, jadi minjemnya-pun kudu antri. Kebayang donk seberapa excitednya saya ketika suami tercinta nawarin untuk memasukkan Warner Bros Studio Tour: The Making of Harry Potter ke dalam daftar itinerari selama di Great Britain. Tapi ternyata untuk berkunjung ke WB Studio Tours ga bisa dadakan kaya ngegoreng tahu bulat, hampir aja kami ga jadi masuk sini. Saya sih udah mau drama nangis-nangis aja, masa udah sampe London tapi ga bisa masuk ke studionya Harry Potter.

Nah biar teman-teman tidak mengalami yang saya alami, berikut saya tuliskan artikel mengenai 7 hal yang harus dipersiapkan ketika mengunjungi Warner Bross Studio Tour: The Making of Harry Potter (dibikin 7 biar kaya jumlah horcruxes).

  1.  Tiket, Berdasarkan pengalaman saya, sesudah visa UK berada ditangan, sebaiknya segera membeli tiket masuk melalui website resmi WB Studio Tours, mengingat tiket yang dijual jumlahnya terbatas (dalam sehari terdapat dua sesi tur yang ditawarkan yaitu morning dan afternoon tour, dimana hanya tersedia 590 tiket disetiap sesinya). Oleh karena saya kehabisan tiket online, maka saya membeli tiket melalui jalur alternatif. Alias membelinya ke pihak ke-3 alias travel yang bekerja sama dengan WB Studio Tours dan harganya menjadi 3x lipat dari harga normal donkkkk 😭. Salah satu travel yang menyediakan jasa tersebut adalah City Wonders Tours. Total yang harus kami bayarkan sebesar $367 untuk 2 orang, biaya tersebut sudah termasuk tiket PP kereta dari Euston-Watford Junction (£23) dan shuttle bus (£2,5). Eike sebel sih karena bayar mahal, tapi positifnya dengan mengikuti tur ini, saya dan suami mendapatkan tour guide yang menjelaskan koleksi WB studio ini dengan sangat detail.
  2. Mengingat WB Studio Tours berukuran besar, pilih sesi pagi saat membeli tiket agar kita berkesempatan mengeksplor setiap detail tempat ini. Sayang donk udah jauh-jauh kemari tapi kita ga bisa menikmati secara maksimal karena diburu waktu.
  1. Jangan lupa minta paspor Harry Potter yang khusus disediakan untuk anak-anak ke bagian informasi. Nantinya paspor tersebut akan mendapatkan stempel di area tertentu, beberapa orang dewasa juga ada yang minta paspor tersebut untuk koleksi. Sayangnya saking semangatnya saya lupa minta 😑. Padahal pas di antrian masuk udah bolak-balik ngomong ke #papadei biar jangan sampe lupa minta paspor. Tapi begitu udah sampe dalem ternyata mendadak kesirep alias lupa diri.
  2. Setelah melalui checking area, kita akan diarahkan menuju theater room. Saran saya, ambil posisi paling depan! Karena selepas giant screen selesai memutar cuplikan film Harry Potter, layar akan digulung dan pintu great hall yang super besar itu akan membentang didepan anda. Momen ini berhasil membuat saya dan beberapa pengunjung lain mewek terharu, apalagi dalam hitungan detik-pintu gerbang Hogwarts dibuka 😍. Dengan berdiri didepan, saya jamin efek nganga nya makin lebar hahahaha. Sayang ga boleh di videoin.
  3. Jangan lupa bawa bekal makanan dan minuman! Sebenarnya didalam WB Studio Tours disediakan cafe yang menjual sandwich, hotdog dll. Tapi karena saya tipikal orang yang tidak sabar menahan lapar, jadi saya bekal cookies dan biskuit untuk mengganjal perut sembari menunggu antrian yang luar biasa. Oiyah ditempat ini kita juga bisa mencicipi Butterbeer! Butterbeer dijual dalam dua jenis, bertempatkan gelas kaca seharga £7 yang gelasnya bisa dibawa pulang sebagai suvenir atau menggunakan gelas plastik seharga £3. Jika ingin membawa gelas buterbeer sebagai suvenir, jangan lupa membawa kantong plastik yah! Agar sisa butter tidak meluber mengotori tas kita.
  4. Istirahat semaksimal mungkin di cafe ini, karena ini baru setengah perjalanan. Masih ada area diagon alley dan CGI yang membahas detail proses pembuatan film Harry Potter.
  1. Disiplin budget! Ini serius mengingat harga suvenirnya super lebayyyy. Sebagai gambaran jubah Hogwart £80, mantel Hogwarts £60, tongkat sihir £25, magnet kulkas £7, bertie bott alias permen aneka rasa £9. Jangan kalap dan berbelanjalah dengan bijaksana!

Kurang lebih itu tips dari saya. Buat yang mau menambahkan tips dan saran silahkan tinggalkan komen dibawah. Terima kasih sebelumnya 🙂

4 Transportasi Utama Selama di United Kingdom

Selama 11 hari berada di UK, kami menghabiskan 5 hari untuk mengeksplorasi London. Sistem transportasi di Inggris sudah sangat terstruktur. Untuk keluar kota London, kita dapat menggunakan GWR (Great Western Railway). Sedangkan jika ingin jalan-jalan didalam kota London bisa menggunakan tube ataupun bus kota yang terkenal dengan double decker-nya. Untuk itu, kita harus membiasakan diri membaca jalur tube dan jalur bis kota biar ga sampe nyasar 😂.

1. Tube dan Bus Kota

Jika anda berencana menggunakan kedua transportasi umum ini di London, maka saya sarankan untuk membeli Oyster Card. Sistemnya seperti Dubai Metro, jadi tiap orang harus memegang 1 kartu karena menggunakan sistem check in/check out. Biaya deposit setiap kartu sebesar £5. Untuk menentukan besaran top up yang anda perlukan tinggal hitung £6 dikalikan berapa hari anda tinggal di London. Jadi jika dalam satu hari kita sudah membayar akumulasi tiket tube/bus sebesar £6, maka dijalur selanjutnya saldo kita tidak akan di-debet lagi. Klo ga salah sekali jalan naik tube tiketnya sebesar £1-2,5.

2. Black Cab

Sebenarnya saya udah diingetin teman yang tinggal di London bahwa taksi di London mahalnya naudzubillah hahaha. Tapi liat bentuknya yang unyu-unyu, saya dan suami tertarik untuk nyobain. Nah 3 hari terakhir kami menginap di Sunborn Yacht Hotel yang terletak di London Timur, dimana hotel tersebut berjarak 60 menit dari hotel kami sebelumnya. Total biaya yang dikeluarkan £70.

3. Uber Taxi

Sebelum sampai UK, saya terlebih dahulu download aplikasi Uber mengingat lokasi Sunborn Yacht Hotel dengan Heathrow Airport yang lumayan jauh. Kalau naik Black Cab bakalan mahal donk yah, jadi sebagai alternatif kita menggunakan Uber Taxi. Untuk jarak tempuh 1,5 jam biayanya £152. Experience is really the best teacher and she sends a super terrific bills 😂. Buat yang penasaran kenapa saya dan suami bela-belain nginep ke hotel yang lokasinya jauh dari peradaban, nanti baca disini yah.

4. GWR (Great Western Railway).

Ini adalah kereta cepat antar kota, kami memutuskan untuk mengeksplorasi kota Bath yang terletak di Sommerset. Harga tiket London-Bath Spa-London sebesar £110 untuk berdua.

Melihat itinerari kami yang ingin ke Sommerset untuk masuk ke Roman Bath, ke Harry Potter Studio dan pindah hotel ke ExCel, menyewa dan menyetir mobil sendiri jatuhnya memang akan lebih irit jika dibandingkan dengan naik kereta api.

Namun kami memilih untuk menggunakan transportasi umum karena waktu kunjung yang terbatas. London adalah salah satu kota tersibuk didunia, udahlah cuma 5 hari masa mau diabisin dengan bermacet-macet ria didalam mobil? Selain itu, kami ingin merasakan suasana dan gaya hidup masyarakat di negara ini. We want to live like a local in London. Melalui cara ini kami dapat berinteraksi lebih dekat dengan masyarakat setempat. Dengan cara ini kami berhasil membuktikan bahwa apa yang tersebar di facebook tidaklah benar adanya. Sepengalaman saya, mereka tidak rasis dan cukup ramah. Bahkan saat kami bingung membaca jalur tube, beberapa dari mereka tidak segan menawarkan bantuan untuk mencari kereta yang tepat.

It is better to see something once, than to hear it a thousand times.