Category: Bahasa Indonesia

Cara Mengurus Surat Ijin Mengemudi di UAE-Abu Dhabi

Setelah tinggal di Abu Dhabi selama kurang-lebih 3 tahun, akhirnya bulan Maret lalu saya memberanikan diri untuk mengurus driving license alias surat ijin mengemudi alias SIM. Bukan tidak bisa menyetir, tapi mendengar cerita dari suami dan teman-teman bahwa rangkaian tes yang harus diikuti sangatlah banyak dan panjang. Seketika saya mengingat proses mendapatkan SIM di Indonesia yang cuma bayar, lalu foto! Alhasil selama ini saya nyetirnya asal nyetir dan tanpa tau aturan yang berlaku, hiks.

Baiklah, langkah pertama yang harus dilakukan untuk mendapatkan SIM adalah datang ke Emirates Driving Company yang terletak di Mussafah untuk melakukan open file atau registrasi. Siapkan copy dan dokumen asli dari paspor, emirates id, visa, SIM dari negara asal (kalau ada) dan legalisir SIM dari KBRI. Untuk jam kerja-nya bisa di cek langsung di website berikut yah.

Pada tahapan ini, petugas akan mengambil data diri sekaligus foto kita. Jangan lupa dandan yang kece! Jika lulus, foto inilah yang nantinya akan terpampang di SIM kita. Sesudah melengkapi proses pemberkasan, kita menuju ke gedung utama di bagian driving schools services center untuk mengaktifkan akun yang sebelumnya sudah diregistrasi. Pendaftarannya juga bisa dilakukan melalui aplikasi Abu Dhabi Police, biayanya 320 dhs.

Setelah akun aktif, kita bisa mendaftar untuk mengikuti kelas teori yang keseluruhan-nya ada 8 kelas. Oleh karena ingin mempersingkat waktu, maka kelas teori saya padatkan menjadi 2 hari. Untuk mengikuti kelas teori, biaya yang harus dikeluarkan sebesar 1102 dhs. Sesudah mengikuti kelas teori, kita dapat mem-booking jadwal tes di resepsionis.

Saya beruntung karena tes-nya dilakukan seminggu kemudian, mengingat ada teman yang harus menunggu hingga sebulan untuk mendapatkan jadwal tes. Sempat nderedeg juga di tahapan ini. Namanya udah lama ga sekolah, jangan-jangan daya ingat udah mulai menurun. Tapi alhamdulillah soal yang keluar tidak jauh berbeda dari apa yang sudah diajarkan di kelas. Jika sudah lulus tes teori, kita akan diberi SIM sementara yang bisa digunakan saat praktek mengemudi dijalan.

Sebenarnya untuk mereka yang sudah memiliki SIM di negara asalnya bisa mempergunakan golden chance atau kesempatan untuk langsung mengikuti road test tanpa harus praktek mengemudi lebih dahulu. Tapi saya melewatkan kesempatan tersebut! Alasannya sederhana sih, walaupun di Indonesia memiliki 9 tahun jam terbang menyetir mobil, tetap saja saya merasa perlu untuk membiasakan diri dengan setir yang berada di kiri. Jadilah saya mengambil jadwal road test di tanggal 20 Mei. Sehingga ada waktu yang cukup untuk berlatih mengemudi di jalan.

Oiyaaa, untuk praktek mengemudi di jalan kita harus mengeluarkan biaya sebesar 75 dhs per kelas (durasi 45 menit). Awalnya, saya bermaksud mengambil 4 kelas biar irit, tapi kok masih belum percaya diri! Jadilah diperpanjang hingga 8 kelas. Sedikit saran, pilihlah instruktur dengan cermat. Jika perlu minta rekomendasi dari teman anda. Saya mengikuti kelas praktek yang di-instruktur-i oleh Syad (mungkin ada yang butuh kontaknya boleh japri). Orangnya sabar tapi tegas. Di pertemuan pertama, Syad banyak mengkoreksi cara menyetir saya yang sangat tidak mengikuti peraturan. Ia berkali-kali menekankan bahwa praktek mengemudi dilakukan bukan untuk lulus tes pada tanggal 20 mei. Praktek ini bertujuan untuk membuat saya terbiasa dengan aturan jalan di UAE, sehingga nantinya dapat menyetir dengan aman dan selamat.

If you drive safely, you will pass the test!

Akhirnya hari yang ditunggu tiba juga, tepat tanggal 20 Mei saya mengikuti road test. Dihari H, semua peserta dikumpulkan di ruang resepsionis tempat pertama kami meregistrasikan diri. Sesudah itu, satu demi satu peserta diarahkan menuju bus. Sebelum menaiki bus, tiap orang diwajibkan membayar 40 dhs. Nantinya bus ini akan berjalan dibelakang mobil khusus untuk praktek, didalamnya terdapat 2 orang polisi (1 polisi pria duduk disamping pengemudi, 1 polisi wanita duduk dibelakang) yang siap menilai performa menyetir peserta tes. Saya mengikuti road test bersama dengan 21 orang lain yang berasal dari berbagai negara. Dari obrolan yang kami lakukan, ada yang sudah gagal 2x, 4x dan lain sebagainya. Sebenarnya mendengar informasi tersebut sempat membuat saya down, tapi karena sudah terlanjur, ya sekalian saja saya tanya penyebab mereka gagal di tes sebelumnya.

Nantinya didalam bis, kita akan berdiskusi dengan peserta lain, siapa yang akan turun dan tes duluan. Satu sama lain biasanya akan berebut ingin mendapatkan giliran nomer sekian, sekian dan sekian. Tapi saran saya, lupakan hal tersebut! Mau giliran nomer 1 atau nomer 10, jika cara menyetirnya salah – tidak akan lulus. Jadi daripada buang-buang energi untuk memperebutkan nomer, lebih baik kita mengamati teman yang lebih dahulu turun dari bus dan mengikuti tes. Setiap orang di tes sekitar 2-5 menit, sesudahnya kita bisa kembali ke bus dan menunggu SMS yang dikirim oleh UAE Traffic. Setelah menerima sms tersebut, kita bisa segera meng-issue kartu SIM melalui aplikasi Abu Dhabi police, biayanya 315 dhs. Alhamdulillah, begitu kartu ditangan bahagia-nya ngalah-ngalahin lulus skripsi hahahaha. Bayangkan aja dari 22 orang, cuma ada 7 yang lulus. Masyaa Allah.

Mungkin ada yang heran, dapet SIM aja bahagia bener. Bagaimana tidak berbahagia, mau tau total biaya yang dikeluarkan? Totalnya sekitar 2400 dhs atau sekitar 9 juta rupiah! Menurut saya pribadi, mengeluarkan uang sejumlah itu untuk mengurus SIM sangatlah mahal. Dibanding di Indonesia yang cukup membayar 500 ribu rupiah saja. Belum lagi waktu yang harus dikeluarkan untuk mengurus ini-itu, bahkan suami sampai ambil cuti untuk mengantar saya registrasi dan tes. Alhamdulillah-nya saat proses mengurus SIM ini saya lakukan, ada mama yang sedang berkunjung ke Abu Dhabi. Jadilah saya harus bersungguh-sungguh untuk lulus road test. Hampir semua orang saya minta bantuan doa dan tips-tips-nya.

Sekalian saya tuliskan tips dan trik saat mengikuti road-test ya, siapa tau ada yang butuh.

  1. Jangan lupa menyapa polisi dibelakang, ucapkan Assalammualaikum dengan ramah. Tunjukkan bahwa anda percaya diri. Masyarakat lokal umumnya menyukai orang yang bersemangat, percaya diri namun tetap santun.
  2. Cek SMS alias Seat-Mirrors-Seat belt. Namanya mobil habis digunakan pengemudi lain, pasti donk pengaturan-nya harus disesuaikan dengan kebutuhan kita.
  3. Dengarkan instruksi dari polisi didepan, jangan takut mengambil keputusan untuk menyalip kendaraan lain jika memang dibutuhkan.
  4. Pastikan selalu melihat ke arah front mirror saat menginjak rem. Polisi dibelakang yang nantinya akan mengecek gesture kita selama menyetir.
  5. Saat akan pindah jalur atau belok kiri/kanan, pastikan untuk mengecek sekitar baru menyalakan lampu sign. Ada lima tahapan dalam mengecek kondisi jalan, yaitu cek front mirror, side view mirror, blind spot, nyalakan lampu sign lalu cek kembali front mirror. Kelihatannya ribet, tapi inilah salah satu indikator utama dalam penilaian.

Demikian pengalaman saya mengurus SIM di Abu Dhabi, tulisan ini saya persembahkan untuk teman-teman yang telah dengan tulus membantu doa, memberikan tips dan meyakinkan bahwa saya pasti lulus. Makasih ya semuanya, gusti Allah yang membalas 🙏🏻❤️. Semoga bermanfaat ya teman-teman.

Baca juga:Cara Mengurus Residence Visa di UAE-Abu DhabiBerbagai Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Berlibur ke UAE: Visa, Akomodasi, Transportasi, dll

Resep Sayur Asem Fusion Surabaya-Jakarta Favorit Keluarga

Hari ini masak yang seger-seger macem sayur asem ini yuk. Kalau tidak salah sayur asem Jakarta isinya nangka muda, labu siam, kacang panjang, kacang tanah ama jagung. Untuk cara pembuatannya, kesemua bumbu di haluskan dan direbus bersama sayur-mayur. Saya sempat posting tentang sayur asem di instagram @PojokSimbok, dari situ saya mendapatkan informasi bahwa ada lagi yang namanya sayur asem Betawi. Isiannya kurang lebih sama dengan sayur asem Jakarta, hanya kaldunya menggunakan tetelan sapi dan ada penambahan kunyit dalam bumbunya. Kebayang ya seberapa kaya kuliner Indonesia?

Karena saya berasal dari Surabaya, saya lebih sering mengkosumsi sayur asem Surabaya yang dari segi isi-pun terbilang sederhana, standar kol/kubis, timun atau krai, kangkung dan pastinya klentang (buah kelor). Sedangkan bumbunya juga hanya diiris tipis lalu direbus dengan air asem. Namun sejak saya tinggal di Abu Dhabi, saya jatuh cinta dengan sayur asem Jakarta. Jadi-lah masaknya tidak sesuai pakem, isiannya menggunakan versi Surabaya namun bumbunya versi Jakarta. Asal hasil akhirnya sedap, kenapa tidak ya kan? hahahaha!

Sayur Asem Fusion Surabaya-Jakarta

Bahan:
200 gram kol, potong kotak
2 buah timun, potong-potong
1 ikat kangkung, siangi
150 cc air asam
1500 cc air

Bumbu:
4 siung bawang merah
3 siung bawang putih
3 buah cabai rawit
2 ruas lengkuas
Garam dan gula secukupnya
Sejumput terasi

Cara membuat:
1. Haluskan bumbu, sisihkan
2. Panaskan air, masukkan bumbu halus.
3. Masukkan air asam, biarkan mendidih.
4. Tambahkan sayuran dan tunggu hingga matang.
5. Koreksi rasa, sajikan.

Mudah kan membuatnya? Tinggal potong-potong sayur, blender bumbu dan rebus jadi satu. Sayur asem ini paling cocok disajikan kapan saja, paling nikmat dimakan dengan sambal terasi dan ikan asin dan tempe goreng.

Baca juga: Resep Kotokan Tahu, Resep Sambal Bajak yang Awet dan Sedap

Resep Kue Sus dan Vla Coklat

Saya ini bukan pecinta dessert, oleh sebab itu bisa dihitung dengan jari berapa kali saya bikin jajanan. Mumpung mama berkunjung ke Abu Dhabi jadilah suami tercinta request ke saya untuk belajar bikin kue. Nah menurut mama, kue sus ini bikinnya gampang. Asal pake telor banyak, aman!

Sus Vla Coklat

Bahan untuk kulit sus :
100 gram margarin
100 gram terigu
225 ml air
4 butir telur
Sejumput garam

Cara membuat kulit sus:

  1. Rebus air, masukkan margarin dan garam. Setelah margarin mencair, masukkan terigu sedikit demi sedikit. Aduk hingga kalis.
  2. Matikan api, tunggu hingga uap panasnya berkurang. Masukkan telor satu per satu sambil diaduk hingga jadi adonan yang kental.
  3. Sambil memasukkan adonan dalam piping bag, panaskan oven. Cetak adonan kedalam loyang yang telah dialasi baking paper.
  4. Panggang menggunakan api atas dan bawah dengan suhu 200 derajat selama sekitar 30 menit.

Bahan untuk vla coklat :
400 ml susu cair cokelat
2 butir kuning telur
1 sdm margarin
1 sdm tepung custard
1 sdm maizena
Gula secukupnya

Cara membuat vla coklat:

  1. Larutkan tepung custard dan maizena dengan sedikir air.
  2. Aduk susu coklat dan kuning telur. Rebus dengan api kecil hingga mendidih
  3. Masukkan margarin, dan larutan tepung custard dan maizena. Aduk rata hingga tepung matang.
  4. Koreksi rasa, jika kurang manis tambahkan gula.
  5. Tunggu hingga dingin dan isikan ke dalam kulit sus.

Dalam pembuatan kue sus, proses yang paling susah adalah saat mencetak adonan kue. Tangan simbok ga terbiasa untuk membentuk adonan, jadilah hasilnya ga cantik-cantik amat. Tapi klo rasa jangan ditanya! Enakkkkkk hahahah. Bolehlah abis ini sering-sering bikin kue sus 😂

Memanfaatkan Nasi Sisa Kemarin: Resep Nasi Goreng Hijau

Untuk para mommies, pagi hari menjadi waktu yang paling ribet karena harus menyiapkan sarapan untuk suami dan anak, belum lagi bekal makan di kantor dan sekolah juga pekerjaan rumah tangga lain yang tidak akan selesai jika tidak dikerjakan. Tapi syukurnya, suami saya tidak terbiasa sarapan, berhubung anak saya juga belum sekolah jadilah sementara ini saya masih terbebas dari rutinitas tersebut. Saya biasa menyiapkan roti/kentang dan jus untuk si kecil. Saya sendiri lebih sering mengkonsumsi menu kehangatan alias makanan semalam yang dihangatkan atau diolah kembali. Abis kan sayang yah kalau dibuang. Nasi putih yang diolah menjadi nasi goreng merupakan menu yang paling sering saya santap untuk breakfast.

Memasuki bulan puasa, saya kira makanan akan habis sekali makan. Namun nyatanya tidak! Lebihan nasi putih akan selalu ada di rice cooker. Jadilah saya mendapat ide untuk mengolah nasi tersebut menjadi nasi goreng untuk menu sahur. Apalagi di kulkas masih ada stock sambal hijau. Ceritanya, beberapa waktu lalu saya masak sambal hijau untuk temennya ayam balado dan sayur lodeh, ala-ala masakan Padang gitu deh. Tinggal sreng-sreng-sreng , panaskan sambel hijau, masukkan nasi, aduk rata, tambahkan teri medan yang telah digoreng, gitu aja udah enak banget! Perbandingan sambel dan nasi-nya 2:1 yah. Artinya 2 sendok sambel untuk 1 porsi nasi.

Resep sambel-nya saya share dibawah yah teman-teman:

Sambal Cabai Hijau

Bahan:
300 gram cabai hijau
1 buah tomat hijau ukuran sedang
6 siung bawang putih
5 siung bawang merah, rajang halus
1/2 sdm garam
Gula untuk penyeimbang rasa
Minyak goreng secukupnya

Cara memasak:
1. Panaskan minyak, tumis rajangan bawang merah kemudian sisihkan.
2. Didihkan air, masukkan cabai hijau, bawang putih dan tomat, rebus selama 5 menit. Angkat dan ulek kasar.
3. Panaskan minyak, tumis ulekan cabai, bawang putih dan tomat hingga layu.
4.Tambahkan garam dan gula dan tumisan bawang merah. Koreksi rasa.

Untuk membuat nasi goreng sebaiknya menggunakan nasi semalam agar tidak menggumpal saat dibumbui. Kalau mama saya ngajarin sih, sebaiknya taruh kulkas dulu karena hasilnya bisa lebih “ngepyur”!. Tapi kali ini saya menggunakan nasi dari beras basmati, sehingga hasilnya ngepyur dan memang cocok untuk nasi goreng. Menariknya lagi, indeks glikemik dari beras basmati ini jauh lebih rendah dibanding beras jasmine ataupun beras lain yang teksturnya pulen. Jadi cocok untuk yang ingin diet ataupun yang memang membatasi konsumsi gula.

Cara Membuat Cilok yang Kenyal dan Empuk

Sebenarnya ada banyak jajanan yang menggunakan aci alias kanji sebagai bahan utamanya. Sebut saja cireng (aci digoreng), cimol (aci digemol-gemol), cilur (aci dibalut telur) dan juga cilok (aci dicolok). Di Jawa Timur, cilok lebih dikenal dengan sebutan pentol salome. Kudapan ini biasa dimakan menggunakan saus kacang ataupun saos tomat, suka-suka yang makan. Berhubung saya kehabisan stok kacang, jadilah bikin saos tomat pedas untuk topping-nya.

Membuat jajanan ini mengantarkan saya ke memori jaman sekolah. Baik itu di sekolah dasar, sekolah menengah pertama maupun sekolah menengah atas, kita pasti bisa menemukan penjaja pentol atau cilok. Biasanya penjualnya sekalian menjual es di plastik. Walaupun seringkali tenggorokan saya meradang karena kandungan obat gula dan micin yang terkandung didalamnya. Saya tidak pernah kapok! Berapapun uang saku yang diberi mama, ujung-ujungnya dihabiskan untuk membeli pentol hahahaha.

Mengingat sekarang sudah terbiasa “main” masak-masakan didapur maka sekarang saya bisa makan pentol dengan puas, tanpa takut sakit. Pada resep dibawah ini saya tidak menggunakan daging sama sekali, namun jika teman-teman punya daging giling, bisa dicampurkan dalam adonan agar lebih gurih dan menambah nilai gizi. Boleh juga ditambahkan telor dalam adona, bisa juga diberi isian keju ataupun sosis, sesuai selera saja. Buat saya, memasak itu seperti seni! Tidak ada resep yang pakem, yang terpenting dimasak dengan penuh cinta hihihi. Silahkan dicoba resepnya, cara membuat cilok ini mudah kok teman-teman.

Cilok Saos Pedas

Bahan:
10 sdm tapioka
3 sdm terigu
1 sdm tepung beras
1 sdm garam
1/2 sdt merica bubuk
1/2 sdt garlic powder
Rajangan daun bawang
Air panas secukupnya

Cara membuat:
1. Aduk rata semua bahan kering.
2. Masukkan rajangan daun bawang.
3. Tambahkan air panas, aduk hingga dapat dibentuk (lihat slide selanjutnya).
4. Rebus hingga mengapung, tiriskan.

Untuk saos sambelnya simbok menggunakan takaran kira-kira aja yah. Caranya, tumis bawang putih, masukkan cabai rawit uleg, saos tomat, gula dan garam. Kemudian tambahkan air dan koreksi rasa. Beri sedikit larutan maizena untuk mencapai kekentalan yang diinginkan.

Jika teman-teman lebih suka cilok yang empuk dan tidak kenyal, tapioka bisa dikurangi dan diganti dengan terigu ya. Silahkan disesuaikan dengan selera saja 😊

Cumi Hitam Pedas: Resep Buka Puasa yang Cocok Disajikan untuk Menjamu Tamu

Marhaban ya Ramadhan!

Sebentar lagi kita memasuki bulan Ramadhan, bulan yang paling ditunggu oleh semua umat muslim di dunia. Saya ingin sedikit bercerita mengenai tradisi ramadhan di Abu Dhabi. Salah satu hal yang paling menyenangkan selama bulan ramadhan adalah berkurangnya jam kerja. Di kantor suami saya misalnya, jika biasanya per-hari harus kerja selama 8 jam, maka memasuki bulan ramadhan cukup bekerja 5 jam saja. Bahagia!

Di Abu Dhabi bukan tidak ada penjual takjil, hanya saja makanan yang dijual kurang sesuai dengan selera saya. Oleh sebab itu saya memilih untuk sedikit repot menyiapkan takjil berbuka puasa. Paling mudah sih menyiapkan kolak, namun memiliki toddler membuat saya harus memutar otak dalam memanajemen waktu. Sehingga saya mengakali hal tersebut dengan mengatur menu yang tepat. Misalnya, saya sengaja memasak kolak yang tahan dalam kulkas beberapa porsi sekaligus. Sehingga keesokan harinya saya bisa mengalokasikan waktu untuk memasak hidangan utama.

Mengingat saat ini saya tinggal di perantauan, maka seringkali saya dan teman-teman berkumpul untuk berbuka puasa bersama. Salah satu menu yang menjadi andalan saya adalah Cumi Hitam Pete Pedas asal Madura ini. Tapi berhubung bulan puasa, penggunaan pete mungkin bisa di-skip yah agar tidak menimbulkan polusi udara dari aroma pete yang khas.

Walaupun warnanya hitam-pekat dan tampak mengerikan, tapi rasanya luar biasa endessss loh teman-teman. Bikinnya juga mudah banget, tinggal tumis aja. Proses yang agak tricky adalah saat memilih dan membersihkan cumi-cumi. Selain jangan sampai kantong tintanya pecah, kantong pasirnya juga tidak boleh pecah karena akan ngeres ketika dimasak. Cumi yang masih bagus/segar biasanya kantong pasirnya masih utuh, jadi tinggal dibuang aja.

Baca juga: Resep Sambel Bajak yang Awet dan Sedap

Cumi Hitam Pete Pedas

Bahan:
1 kg cumi-cumi, bersihkan dan potong-potong

Bumbu:
8 siung bawang merah, rajang halus
8 siung bawang putih, rajang halus
20 buah cabe rawit, rajang halus
2 lembar daun salam
2 cm lengkuas, keprak
1/2 sdm garam
20 biji pete
Gula untuk penyeimbang rasa

Cara membuat:
1. Panaskan minyak, masukkan salam dan lengkuas.
2. Setelah harum, masukkan rajangan bawang merah, bawang putih dan cabe rawit. Tumis hingga layu.
3. Masukkan cumi-cumi, tambahkan garam dan gula. Koreksi rasa.
4. Tunggu hingga kuahnya surut kemudian masukkan pete dan siap dihidangkan.

Oiya, walaupun saya tidak memiliki darah Madura, saya adalah penggemar sejati masakan Madura. Oleh sebab itu saya sering baca-baca tulisan blogger yang aktif melampirkan resep makanan khas Pulau Garam. Salah satu yang saya rekomendasikan adalah blog kotak warna, bisa klik link dibawah ini untuk membaca salah satu resep masakan madura lainnya.

Baca juga: Resep Soto Ayam Pamekasan untuk Sajian Ramadhan ala Kotak Warna

Sekali lagi selamat berpuasa ya teman-teman, semoga amal ibadah kita diterima Allah.

Resep Sup Merah

Saya yakin setiap orang memiliki makanan kenangan, begitupun saya dan suami. Mama adalah ibu rumah tangga sejati. Tidak ada yang tidak bisa ia lakukan, namun memasak adalah keahlian terbaiknya. Sup Merah menjadi menu spesial setiap ada anggota keluarga yang berulang tahun. Aroma lidah sapi asap menjadi ciri khas sup merah buatan mama, belum lagi gorengan udang yang semakin memperlezat sup buatan beliau. Namun karena selama tinggal di Abu Dhabi saya belum pernah menemukan penjual lidah sapi asap maka sup merah kali ini minus lidah sapi.

Suami saya sangat menggemari masakan ini namun begitu saya jarang membuatnya. Sebenarnya tidak susah membuat sup merah, tapi saya malas memotong wortel menjadi bentuk kotak-kotak kecil, belum lagi menggoreng adonan udang dan menyiapkan garlic bread-nya. Jadi tetap, sup merah ini hanya akan terhidang di momen khusus, momen saat saya lagi rajin dan enak hati hahahaha.

Sup Merah

Bahan:
1 buah bawang bombay, cincang
3 buah wortel, potong dadu
2 buah tomat, potong dadu
2 buah sosis, potong dadu
200 gram udang giling untuk meatball
100 gram jamur kancing, iris tipis
100 gram pasta tomat
200 ml saos tomat
1 sendok teh bayleaf
1 sendok teh oregano
1 sendok teh pala bubuk
1 sendok teh merica bubuk
2 sendok makan bawang putih goreng
2 sendok makan butter
1500 ml kaldu dari kepala+kulit udang
2 sendok makan terigu
Garam dan gula secukupnya

Pelengkap:
French bread
2 siung Bawang putih
2 sdm Butter
Sedikit parsley

Cara membuat:
1. Campur udang giling, terigu dan beri sedikit garam, bentuk bola-bola kemudian goreng dalam minyak panas, tiriskan jika sudah mengapung.
2. Panaskan butter, tumis bawang bombay, pasta tomat dan saos tomat. Jika sudah berubah warna masukkan wortel dan tomat. Tumis hingga matang dan harum.
3. Masukkan air kaldu dan tunggu hingga mendidih.
4. Tambahkan sosis, jamur, meatball, jamur kancing dan kacang polong, didihkan kembali
5. Tambahkan bay leaf, oregano, pala, merica, dan bawang putih goreng.
6. Tambahkan garam dan gula sesuai selera.

Untuk membuat garlic bread:
1. Hancurkan bawang putih, aduk rata dengan salted butter, tambahkan parsley
2. Oleskan pada french bread yang sudah dipotong-potong
3. Oven hingga kuning-keemasan

Review Jajanan Kekinian: The Golden Duck vs Irvin Salted Egg

Kali ini saya datang dengan review jajanan kekinian yah.

Siapa sih yang ga tau telur asin? Produk khas Brebes-Jawa Tengah ini sangat mudah ditemukan dimana saja. Bahkan saya-pun biasa bikin telor asin sendiri di rumah. Nah hebatnya, rasa telor asin yang khas ini berhasil dikembangkan oleh produsen snack asal Singapore menjadi jajanan kekinian yang bernama “salted egg yolk fish skin crisp”.

Dan hasil baca sana-sini, katanya ada dua merk yang paling terkenal, yaitu Irvin Salted Egg dan The Golden Duck. Saya pengen ngebandingin rasanya, kira-kira enak mana yaaa? Saking pengennya saya sampe kirim email ke customer servicenya, sayangnya dua-duanya ga melayani pengiriman ke UAE, hiks!. Tapi untunglah waktu mama saya berkunjung ke Abu Dhabi, ada teman di Singapore yang berbaik hati mengirimkan jajanan ini untuk saya. Sebut saja Hamba Allah, semoga rejekinya makin banyak ya kakak.

Okay, berikut review dari saya:

The Golden Duck
Harga 7 SGD, 125 gram
Di ingredients tertulis bahan utamanya menggunakan kulit ikan. Beberapa sumber mengatakan bahwa produk ini menggunakan kulit ikan salmon, ada juga yang menyebut kulit ikan dori. Entahlah 😂. Anyway, kulitnya berasa krispi, saus telor asinnya juga enak. Pecinta cabai mungkin lebih suka produk ini karena sausnya berasa sedikit pedas 🔥. Selain itu, rasa sausnya gurih-manis dan ada aroma khas daun kari yang mendominasi di setiap gigitannya.
Skor: 4

Irvin Salted Egg
Harga 8 SGD, 105 gram
Di bagian ingredients juga hanya tertulis terbuat dari kulit ikan. Ga tau kenapa semuanya enggan menuliskan jenis kulit ikan yang digunakan. Yang jelas, dari harga sih lebih mahal tapiii kulit ikannya lebih krispi dan saus telor asinnya cenderung gurih-manis. Sausnya didominasi rasa kuning telor sehingga sausnya lebih nendang 💕, cukup sempurna menggantikan rasa daun kari dan chili padi yang tidak terdeteksi lidah.
Skor: 4,5

Overall, saya doyaaaan banget sama dua-duanya, sama-sama enak dan ga kerasa ada jejak micin ditenggorokan simbok. Oiyaaaa mengingat harganya yang tidak murah, bisa dicoba juga produk snack saus telor asin buatan lokal yang menggunakan bahan dasar kulit ayam. Nanti kapan-kapan eike posting reviewnya yah!

Piknik ke Green Mubazzarah: Agenda Wajib Setiap Musim Dingin!

Halo semuanyaaa, jujur deh, saya suka krik-krik kalau posting resep doank, jadilah diselingi dengan beberapa cerita, curhatan, opini dan catatan perjalanan selama tinggal di UAE. Jadi selain belajar masak bareng, kita bisa saling bertukar cerita dan pengalaman satu sama lain.

Saya ingat betul pertama kali datang di Abu Dhabi, sejauh mata memandang yang tampak hanya padang pasir. Pertama sih seru ya, tapi lama-kelamaan saya mulai merasa bosan. “Serius nih, pasir lagi-pasir lagi?” demikian saya bertanya kepada suami. Mungkin karena berisik mendengar keluhan istrinya, suami saya berinisiatif untuk mengajak saya piknik ke gunung yang berlokasi di Al Ain. Sebagai istri yang baik, saya semangat donk. Secara udah kangen juga sama hijaunya pegunungan. Demikian bahagianya, ketika sampai dilokasi saya-pun mengernyitkan dahi. Gunung yang dimaksud suami ternyata ya seperti yang difoto itu. Gunung batu!

Asli kalau diingat, bawaannya pengen ngakak. Yakali, saat musim panas suhu bisa mencapai 55 derajat. Mana mungkin ada hutan pinus disini, ngayal aja. Jadi teman-teman, ternyata homesick membuat saya menjadi mendadak oneng hahahaha. But anyway, kami tetap piknik dan berbahagia, dan jadi agenda wajib setiap musim dingin tiba.

Biasanya saya dan teman piknik dari pagi sampai malam, kalau perlu menginap dan membawa tenda. Pernah juga saya piknik bawa kompor, jadi makan lontong sayur di taman gitu deh. Abis gimana? banyak taman bagus tapi makanannya burger lagi-burger lagi. Bete! hahahahaha.

Lah gimana, jangankan ke taman, ke London aja saya bawa sambel bawang. Dan kali ini saya mau berbagi resep Kotokan Tahu, mumpung punya belimbing wuluh dan pete. Banyak masakan Jawa yang menggunakan santan sebagai bahan utama. Seperti lodeh, kare, opor dll. Sebagaimana umumnya masakan bersantan lainnya, makanan ini lebih enak jika sudah “nginep” alias dihangatkan beberapa kali. Memang tidak sehat, tapi sekali-sekali bolehlah yaaaa😂

Kotokan Tahu

Bahan:
200 gram tahu
100 gram jambal roti potong kotak, goreng sebentar
100 gram bunga bawang, potong-potong (bisa diganti kacang panjang)
20 gram pete
5 buah belimbing wuluh (bisa diganti tomat hijau)
200 cc santan

Bumbu:
7 siung bawang merah
3 siung bawang putih
5 buah cabai rawit
2 ruas lengkuas, geprek
4 lembar daun salam
Gula dan garam secukupnya

Cara membuat:
1. Rajang halus bawang merah, bawang putih dan cabai rawit.
2. Potong-potong belimbing wuluh.
3. Panaskan air, masukkan bumbu rajang, lengkuas dan daun salam. Biarkan mendidih.
4. Masukkan tahu, ikan asin jambal roti, bunga bawang, pete dan belimbing wuluh, didihkan kembali.
5. Masukkan santan, gula dan garam.
6. Koreksi rasa, siap disajikan.

Resep Ikan Bakar ala Jimbaran

Ketika tinggal di Indonesia, Bali menjadi salah satu tempat wisata yang paling sering saya datangi. Selain pemandangan alamnya yang menakjubkan, kuliner di Bali tidak boleh dilewatkan begitu saja. Makanan yang menjadi favorit saya diantaranya rujak kuah pindang, tipat cantok, sup ikan makbeng, nasi ayam bu oki dan yang pasti seafood Jimbaran. Saking cintanya dengan Pulau Dewata, dengan memanfaatkan tiket promo dari salah satu maskapai penerbangan yang ada di Indonesia, saya bisa mengunjungi Bali dua kali dalam sebulan. Kebayang kan seberapa cinta saya dengan Pulau Bali hiksss!

Berhubung saat ini saya sedang merantau, rasa rindu tersebut saya obati dengan membuat masakan Bali yang dahulunya sering saya nikmati. Walaupun mungkin rasanya tidak sama dengan yang di Cafe Menega, tapi termasuk mirip lah hehehe.

Ikan Bakar Jimbaran

Bahan:
1 kg ikan segar, cuci dengan air lemon

Bumbu Halus:
3 buah cabai merah
5 buah cabai rawit
3 siung bawang putih
5 siung bawang merah
1 ruas jahe
1 ruas kencur
1 ruas kunyit bakar
2 butir kemiri
1 sdm gula merah disisir
3 lembar daun jeruk
1 batang serai, geprak
Garam sesuai selera
Minyak untuk menumis

Cara membuat:
1. Haluskan bumbu kecuali daun jerek dan sereh
2. Panaskan minyak, kemudian masukkan daun jeruk dan sereh.
3. Setelah harum masukkan bumbu halus dan tumis hingga matang. Koreksi rasa lalu matikan api.
4. Panggang ikan yang telah dibersihkan dengan menggunakan oven, 180 derajat celcius selama 15 menit.
5. Keluarkan ikan lalu oles bumbu, panggang kembali selama kurang lebih 15 menit atau sesuai selera. Sajikan dengan pelengkap berupa nasi, lalap dan sambal kecap.

Baca juga: Tumpeng ala Bali: Resep Sate Lilit

About Me
Ayu Tanimoto
I'm Young, I'm Mom, I'm Proud!
My Tweet