Category: Bahasa Indonesia

Mengunjungi Emirates Sharjah: Pusat Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan

Jika Abu Dhabi dikenal sebagai ibu kota yang menjadi pusat bisnis sekaligus pusat perekonomian di UAE, maka Dubai lebih dikenal dengan kemegahan arsitektur dan modernitas kawasannya. Lain hal nya dengan Sharjah yang lebih mendapat julukan sebagai ibu kota budaya UAE. Hal ini tidak lepas dari peranan penguasa Sharjah, Dr. Syeikh Sultan bin Hamad al-Qasimi, yang memang pengagum sejarah, arsitektur dan budaya. Beberapa Museum yang pernah saya kunjungi diantaranya:

MUSEUM PERADABAN ISLAM

Museum yang di resmikan pada tanggal 6 Juni 2008 ini memiliki dua galeri utama. Galeri pertama diberi nama “Abu Bakar Gallery of Islamic Faith” yang berisikan mengenai prinsip Lima Rukun Islam dan Enam Rukun Iman. Didalam galeri ini terdapat koleksi Kiswah atau kain penutup Kabah di Mekkah, ada pula berbagai manuskrip Quran. Selanjutnya terdapat “Ibn Al-Haytham Gallery of Science and Technology” yang menyajikan kontribusi ulama Islam bagi peradaban dunia di bidang-bidang seperti astronomi, kedokteran, geografi, arsitektur, matematika, kimia, teknologi militer, navigasi laut dan rekayasa.

Ibn Al-Haytham sendiri merupakan salah satu ilmuwan Islam yang juga dikenal sebagai Bapak Optik karena banyak melakukan penelitian mengenai cahaya. Di bagian lantai teratas, pengunjung dapat menikmati interior kubah berupa langit biru lengkap dengan mozaik dari 12 zodiak dalam ilmu astrologi. Penggunaan kubah dan banyaknya ruangan yang menggunakan gerbang lengkung pada museum ini mempertegas penggunaan arsitektur Islam peninggalan dinasti Ummayah yang kemudian berkembang pesat di Andalusia.

AL MAHATTA MUSEUM

Di museum ini menceritakan tentang sejarah penerbangan di emirat Sharjah. Terdapat tiga ruangan pamer, ruangan utama berisikan display beberapa jenis pesawat terbang yang pernah digunakan oleh emirat Sharjah. Sedangkan dua ruangan lainnya merupakan ruangan yang mendukung informasi mengenai sejarah penerbangan di emirat Sharjah. Bandara Sharjah dibangun pada tahun 1932 dan merupakan bandara pertama yang dimiliki oleh negara kawasan teluk. Bandara ini dibuat sebagai tempat transit penerbangan komersial dengan rute dari Inggris ke India.

Baca Juga: 4 Wisata Menarik di Dubai, Berbagai Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Berlibur ke Dubai atau Abu Dhabi: Visa, Akomodasi, Transportasi, dll

Untuk menuju ke museum ini, saya melewati King Abdul Azis Road yang dahulunya merupakan jalur airplane runway di bandara lama tersebut. Di dua ruangan pendukung, saya berkesempatan menonton diorama dan film mengenai sejarah penerbangan, ada pula display bioskop yang pertama ada di Sharjah. Dengan entrance fee sebesar 10 dirham per orang, saya serasa diajak bernostalgia menelusuri kejayaan Sharjah di masa lampau.

Fakta menarik tentang Sharjah:
➢ Sharjah merupakan satu-satunya emirat yang berbatasan langsung dengan ke enam emirat yang lain.
➢ Sharjah merupakan emirat pertama yang menyediakan pendidikan untuk perempuan pada tahun 1942.
➢ Sharjah merupakan emirat pertama di GCC yang memiliki bioskop dan bandara.

Berbagai Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Berlibur ke Dubai atau Abu Dhabi: Visa, Akomodasi, Transportasi, dll

Sebelumnya saya akan menjelaskan sedikit tentang negara Persatuan Emirat Arab yang juga dikenal sebagai Uni Arab Emirates (UAE). Sebagaimana wisatawan mancanegara lebih familiar dengan Bali dibanding Indonesia, selama ini masyarakat juga lebih familiar dengan Dubai dan Abu Dhabi dibanding negara UAE sendiri.

Tidak banyak yang tau bahwa Uni Emirates Arab terdiri atas 7 emirat yaitu Abu Dhabi, Dubai, Sharjah, Ras Al Khaimah, Umm Al Qwain, Fujairah dan Ajman. Negara ini dipimpin oleh presiden yang juga penguasa Abu Dhabi, HH Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan. Abu Dhabi merupakan ibu kota negara dan menjadi pusat pemerintahan negara ini, sedangkan Dubai dikembangkan sebagai tourism and commercial city.

Berdasarkan hal tersebut, tidak sedikit teman-teman yang mengirim pesan dan bertanya tips untuk berwisata ke UAE. Biasanya sih saya dengan rajin akan menjawab setiap pertanyaan yang masuk ke inbox. Namun setelah diamati, sebenarnya daftar pertanyaannya hampir sama. Jadi saya akan rangkum dalam bentuk Q&A supaya bisa lebih jelas.

  1. Bagaimana cara mengurus visa untuk berkunjung ke UAE?
    Jika anda menggunakan maskapai Emirates/Etihad, visa bisa dibeli dari maskapai tersebut. Namun jika menggunakan maskapai lain, saya lebih menyarankan untuk mengurus di travel agent. Untuk yang transit, bisa membeli visa di airport seharga 300 dirham yang berlaku selama 4 hari.
  1. Apakah untuk masuk ke UAE, membutuhkan 3 kata untuk nama yang tercantum dalam paspor?
    Sebaiknya iya, walaupun suami saya menggunakan 2 kata dalam paspornya dan aman-aman saja.
  1. Katanya biaya hidup di UAE itu mahal, apakah memungkinkan untuk travelling dengan gaya backpacker?

    Mungkin banget! Untuk akomodasi, bisa cek tarif hotel lewat situs Agoda atau sejenisnya. Sejauh yang saya tau, ada juga hotel yang tarifnya tidak berbeda jauh dengan yang ditawarkan oleh AirBnB. Kalau mau lebih irit bisa juga memanfaatkan situs couchsurfing yang sudah banyak dimanfaatkan para traveller. Untuk transportasi, bisa mengandalkan transportasi umum seperti Dubai Metro (semacam MRT) dan citybus yang jadwalnya tepat waktu dan jelas banget rutenya. Sempat ada yang bertanya, kalau naik Uber gimana? Boleh! Tapi tarifnya lebih mahal dari taksi regular.

    Buat ngecek rute dubai metro bisa ke sini, sedangkan untuk jadwal bus, bisa dicek di sini

  1. Bagaimana dengan makanan di UAE? Apakah bisa diterima lidah Indonesia?

    80% penduduk UAE adalah expatriates jadi bisa dipastikan tidak akan susah menemukan restoran Indonesia/China/Thailand/Vietnam dll. Insyaa Allah terjamin kehalal-annya. Mengingat negara ini layaknya toserba atau toko serba ada, tidak perlu khawatir masalah harga. Dari harga murah meriah hingga harga yang bikin seret kerongkongan juga ada, dengan 5 dirham kita sudah bisa makan Shawarma dengan kenyang.

  1. Apakah negara ini aman untuk solo woman traveller?
    Menurut saya negara ini termasuk aman untuk solo woman traveller. Bahkan salah satu hal yang paling membuat saya betah tinggal disini karena mereka sangat mengutamakan perempuan. Hampir disemua tempat terdapat area khusus untuk perempuan (parkir, ruang tunggu, antrian dll). Apalagi jika anda seorang Ibu yang menggendong anak, biasanya akan diberi antrian khusus.
  1. Kapan waktu terbaik untuk mengunjungi UAE?

    UAE adalah negara teluk yang sebagian besar wilayahnya merupakan gurun pasir, sehingga saat summer tiba, suhu bisa mencapai 54 derajat celcius. Namun tidak banyak yang tau jika UAE juga memiliki musim dingin di bulan November-Maret. Emang ga sampe bersalju sih, suhu paling rendah berkisar 9-11 derajat celcius. Menariknya, banyak tempat wisata yang hanya buka saat winter tiba, salah satunya Dubai Miracle Garden.

  1. Berapa dirham yang sebaiknya dibawa untuk berlibur ke UAE?
    Mata uang UAE adalah Dirham, satu dirhamnya sekitar 3600 rupiah. Jumlah yang dibawa bisa dihitung dari perkiraan kebutuhan anda selama disini dikalikan berapa hari anda akan tinggal disini. Agar tidak rugi, saya menyarankan untuk membawa dirham secukupnya. Tapi jika takut kurang, lebih baik membawa US Dollar karena lebih mudah untuk menukarkan kedalam dirham.
  1. Selama di UAE, sebaiknya menginap di Dubai atau di Abu Dhabi?

    Ini pertanyaan paling susah untuk dijawab karena tergantung beberapa faktor, diantaranya: berapa lama anda akan berlibur di UAE? Apa preferensi anda? Misalnya saya memiliki 5 hari waktu untuk berlibur, dan saya memiliki ketertarikan untuk mengeksplorasi seni dan sejarah negara ini. Maka saya akan menghabiskan 3 hari di Dubai dan 2 hari di Abu Dhabi.

    Saya akan menginap lebih lama di Dubai karena lokasinya berbatasan dengan emirates Sharjah yang mendapat penghargaan dari UNESCO sebagai “Capital City of Arab Culture” dan “Capital City of Islamic Culture”. Sehingga saya tetap bisa mengeksplor Dubai namun tetap berkesempatan untuk mengunjungi Sharjah dengan efektif dan efisien.

  1. Tempat apa saja yang menarik untuk dikunjungi selama berada di UAE?
    Untuk penggemar skyscraper dan shopping, Dubai adalah tempat yang tepat untuk anda. Kota tersebut dipenuhi gedung dengan arsitektur yang unik, belum lagi pusat perbelanjaannya yang up-to-date dan sering diskon. Sedangkan pecinta seni bisa mengunjungi Sharjah. Tapi jika anda ingin berselancar dinegara gurun, bisa mengeksplorasi Fujairah. Banyak resort cantik dengan harga yang lumayan terjangkau.

Baca Juga: Empat Wisata Menarik di Dubai, Mengunjungi Emirates Sharjah: Pusat Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan

Nah kurang lebih demikian rangkumannya, sambil jalan akan saya tambahkan. Jika masih ada yang kurang jelas, boleh tinggalkan komentar atau kirim pesan lewat facebook/instagram.

Selama bisa, insyaa Allah akan saya bantu.

6 Tips Agar Hunian Terasa Lebih Nyaman

Ada pepatah yang mengatakan bahwa “Happiness is being home again”. Itulah salah satu alasan mengapa mendekorasi rumah menjadi salah satu kegiatan yang saya gemari. Sebagai seorang istri yang baik, tentunya saya tidak ingin suami menjumpai rumah dalam kondisi acak-acakan sepulang kerja. Bukankah sudah selayaknya rumah menjadi tempat paling nyaman untuk me-recharge energi.

Sebagaimana dipaparkan dalam ilmu psikologi, saya meyakini bahwa kepribadian seseorang dapat tercermin dari kondisi rumahnya. Tidak percaya? Coba bayangkan bagaimana suasana hati anda jika tinggal di rumah yang penuh barang, berdebu dan tidak tertata dengan rapi. Tentu tidak nyaman, bukan?

Perasaan tidak nyaman itu tentunya akan mempengaruhi aktivitas dan pastinya akan berdampak pada orang yang ada disekitar kita. Oleh sebab itu, mendekorasi ruangan menjadi hal penting yang harus diperhatikan oleh setiap keluarga. Oiya, indikator rumah yang nyaman bukanlah rumah yang berukuran besar dan memiliki furnitur yang mewah. Untuk keluarga saya, suatu hunian dapat dikatakan nyaman bila memenuhi syarat bersih, rapi dan bebas dari aroma yang tidak menyenangkan.

Kebetulan saat ini saya tinggal di apartemen dengan ukuran yang cukup terbatas. Kondisi tersebut menantang saya untuk mengatur dan menempatkan perabot secara tepat guna. Namun dibawah ini ada beberapa tips yang akan saya bagikan, sehingga bagi anda yang memiliki lahan terbatas tetap dapat memiliki rumah yang nyaman dan ‘terasa’ luas.

  1. Letakkan cermin di dinding rumah anda. Keberadaan cermin akan membantu membuat ruangan yang sempit menjadi tampak lebih luas. Selain itu, cermin juga bisa merefleksikan cahaya lampu sehingga menjadi lebih indah, yang artinya menambah suasana baru pada keseluruhan interior rumah.
  1. Gantunglah pigura berisikan foto-foto yang membuat anda merasa lebih bersemangat dan berbahagia saat melihatnya. Adanya foto-foto ini akan membuat suasana rumah lebih hidup dan hangat. Pilih bingkai foto yang sesuai dengan gaya penataan rumah anda.
  1. Mengganti perabot lama dengan yang baru. Setiap benda pasti memiliki masa pakai, begitu pula perabot dirumah kita. Membeli sebuah furnitur, tidak akan membuat kita kehilangan banyak uang. Cara mensiasatinya adalah dengan, misalnya, ketika anda ingin mengganti sofa yang lama dengan sofa yang baru.Manfaatkan situs pencarian seperti google dan masukkan kata kunci “sofa minimalis murah”. Nantinya akan banyak ditemukan informasi mengenai toko perabotan yang sedang mengadakan promo dan diskon. Sofa merupakan salah satu elemen penting dalam mengatur ruang keluarga, oleh sebab itu kita harus memperhatikan setiap detailnya. Hal utama yang harus dipertimbangkan adalah ukurannya. Saya memilih sofa yang ukurannya tidak terlalu besar agar tidak membuat ruangan terasa sempit. Saya menggunakan sofa minimalis bermodel sofa-bed sehingga dapat difungsikan sebagai tempat tidur ketika ada sanak saudara yang datang.

    Selain ukuran, pemilihan warna dan bahan juga menjadi faktor penentu, saya menempatkan sofa minimalis dengan warna yang cerah untuk ruang keluarga, sehingga ruangan tampak lebih luas. Nah, karena saya memilih sofa yang berwarna abu-abu muda maka akan rentan kotor, apalagi saya memiliki toddler yang sedang aktif-aktifnya. Solusinya, saya memilih sofa yang cover atau kain penutupnya bisa dibuka, sehingga jika terkena noda tinggal dilepas dan dicuci.

  1. Gunakan bantal hias untuk aksesoris dirumah anda. Menggunakan bantal hias untuk mempercantik rumah adalah hal yang paling mudah dilakukan, selain harganya tidak terlalu mahal, bantal memiliki beragam ukuran, bentuk dan warna sehingga mudah untuk di mix and match dengan perabot lainnya. Mengingat ruangan saya tidaklah luas, maka dua bantal berukuran sedang dengan warna polos sudah cukup untuk meramaikan ruang keluarga saya.
  1. Mencari inspirasi di internet. Jika anda orang yang kreatif dan suka melakukan DIY, jangan segan untuk mencari inspirasi di pinterest ataupun di youtube. Banyak sekali tutorial untuk membuat aksesoris rumah dengan memanfaatkan bahan yang ada. Siapa tau bisa jadi peluang usaha! Namun mengingat saya bukan orang yang nyeni, saya membuka laman tersebut sebatas untuk mencari inspirasi penataan ruang saja.
  1. Jangan takut bermain-main dengan konfigurasi ruangan di rumah anda. Kebetulan saya adalah orang yang gampang bosan, sehingga beberapa bulan sekali selalu ada sudut yang saya utak-atik untuk di dekorasi ulang.

Sedikit bocoran, di ponsel saya selalu tersimpan ukuran ruangan dan konfigurasi ruangan di rumah. Sehingga ketika saya berjalan-jalan dan melihat perabot yang menarik, saya dapat dengan mudah mendapatkan gambaran akan diletakkan dimana perabot tersebut. Hal ini bukan tanpa sebab, diawal menikah beberapa kali saya membeli barang yang berujung pada tidak ada tempat atau dipaksakan diletakkan di suatu sudut yang pada akhirnya hanya menuh-menuhin ruangan.

Demikian tips dari saya, jika ada yang memiliki tips lain silahkan dibagikan di kolom komentar. Akhir kata, semoga bermanfaat.

Belajar Bersama Pororo, Kartun Korea yang Mendunia

Saya mulai mengenal kartun ini saat Deira memasuki usia 19 bulan. Seperti biasa, Papa Deira akan jadi orang pertama yang menyeleksi apakah acara ini boleh ditonton Deira atau tidak. Jika suami sudah memberikan approval-nya, maka saya bisa dengan tenang membiarkan Deira menonton tv, sementara saya memasak.

Awalnya saya tidak terlalu memperhatikan konten ceritanya, namun seringkali saya mendengar Deira tertawa terbahak-terbahak dan berlari kesana-kemari saat menontonnya. Belum lagi, anak saya tiba-tiba mampu mengucapkan kata “no way”, “all right”, “sorry”, “better”, “you know why”. Walaupun pelafalannya masih belum sempurna, hal tersebut cukup mengagetkan karena saya dan suami menggunakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi dengan Deira.

Saya-pun memutuskan untuk menemani Deira menonton televisi. Saat ini Pororo sudah memasuki season ke-5, kartun ini menceritakan tentang persahabatan hewan yang tinggal di Porong-porong Forest. Pororo sebagai pemeran utama digambarkan sebagai seekor penguin kecil yang mengenakan helm dan kacamata penerbang karena cita-citanya untuk dapat terbang mengarungi angkasa. Ia memiliki 8 sahabat dengan berbagai karakter, yaitu:

  1. Crong, dinosaurus yang diadopsi oleh Pororo
  2. Poby, beruang putih yang kuat dan penyabar
  3. Harry, burung kecil yang pandai bernyanyi
  4. Eddy, rubah yang sangat cerdas dan sering berinovasi membuat penemuan baru
  5. Rody, robot kuning buatan Eddy
  6. Petty, berang-berang yang anggun dan pandai memasak
  7. Loopy, penguin perempuan kecil yang ceria
  8. Tong-tong, naga yang mampu memainkan magic dengan mantra khas “kuri-kuri tong-tong-kuri-kuri-tong-tong”

Tiap episode dalam kartun ini memang menarik dan mengandung banyak nilai-nilai kehidupan, namun tetap ringan dinikmati anak-anak seusia Deira. Kata-kata yang digunakan pun positif dan tidak ada ejekan maupun umpatan satu sama lain. Dan usut-punya usut, ternyata kata-kata yang diucapkan Deira memang meniru ucapan karakter di film ini 😍😆.

Dari kartun ini, anak-anak mengenal arti berbagi, bekerja sama, memaafkan dan berbagai nilai-nilai yang sudah seharusnya ditanamkan sejak dini. Saya merekomendasikan film ini untuk ditonton anak seusia 2-6 tahun. Akan lebih baik jika orang tua ikut mendampingi, sehingga dapat membantu menerangkan nilai apa yang dapat diambil dari setiap episodenya.

Selain itu, hal yang tak kalah menarik menurut saya adalah turut serta pemerintah Korea dalam kesuksesan kartun ini. Mengetahui film ini telah mendunia, pemerintah Korea tidak segan menginvestasikan dana khusus untuk mengembangkan kartun Pororo. Jika kita perhatikan tiap season mengalami perkembangan yang luar biasa. Dari sisi teknis, grafis yang ditampilkan lebih halus, dari segi cerita juga terdapat penggalian karakter yang mendalam.

Harapan saya sederhana, semoga sineas Indonesia mampu memproduksi tayangan edukatif seperti ini.

Bebek Goreng Surabaya

Kota Surabaya selain terkenal dengan aneka makanan berbahan dasar petis juga dikenal dengan olahan Bebek Gorengnya. Hal yang membedakan Bebek Goreng di Surabaya dan di kota lain adalah keberadaan kuah rempah sebagai pendamping sambal koreknya.

Nah waktu ulang tahun kemarin saya menyempatkan memasak menu ini sebagai obat kangen tanah air. Beneran kalau masak sendiri jatuhnya lebih puas, rasanya bisa disesuaikan dengan selera keluarga kita dan mau nambah sampe ampun-ampun juga ga takut dompet jebol hehehehe. Sebenarnya bumbunya menggunakan bumbu ungkep biasa sih, tapi mungkin yang berbeda hanya diteknik masaknya.

Untuk mempersingkat waktu, saya menggunakan panci presto. Tapi jika ingin menggunakan teknik ungkep, tipsnya adalah dengan menambahkan air pada panci yang berisikan bumbu ungkep dan bebek sebelum kompor dinyalakan. Panas yang naik secara perlahan akan menghasilkan tekstur bebek yang lembut. Memasukkan bebek pada air ungkepan yang panas hanya akan membuat daging bebek menjadi liat dan sulit empuk.

Baca juga: Resep Black Pepper Ribe Eye Steak a la Mama Deira

Daripada saya ngoceh kepanjangan, berikut saya tuliskan resepnya:

Bahan:

  • 1 ekor bebek (saya gunakan bebek perancis beratnya sekitar 2 kg)
  • 1 buah lemon untuk mencuci bebek

Bumbu:

  • 15 siung Bawang Putih
  • 10 siung Bawang Merah
  • 5 butir Kemiri
  • 1 sdm Ketumbar
  • 1 jari Jahe
  • 1/2 jari kunyit
  • 3 jari Lengkuas
  • 4 batang Serai
  • 10 lembar Daun Jeruk
  • Garam dan Gula Secukupnya

Sambal Korek:

  • 5 siung Bawang putih
  • 10 buah Chilli bird
  • Minyak panas bekas menggoreng bebek

Cara membuat bebek goreng:

  1. Potong bebek menjadi 12 bagian, rendam dengan perasan air lemon selama 10 menit. Cuci bersih dah sisihkan.
  2. Haluskan semua bumbu kecuali serai dan daun jeruk.
  3. Masukkan bebek, bumbu yang telah dihaluskan, serai dan daun jeruk kedalam panci presto. Presto selama 15 menit setelah mendesis.
  4. Angkat bebek dan sisihkan.
  5. Didihkan minyak goreng dengan api sedang, masukkan bebek jika sudah panas. Goreng hingga kuning keemasan.

Cara membuat kuah rempah:

  1. Didihkan bumbu yang tersisa agar surut.
  2. Setelah surut tumis ampasnya dengan minyak bekas menggoreng bebek.

Cara membuat sambal korek:

  1. Ulek kasar bawang putih dan chillibird.
  2. Tambahkan garam.
  3. Siram dengan minyak bekas menggoreng bebek.

Selamat mencoba! Kalau ada yang kurang jelas boleh japri atau tinggalkan komentar dibawah ya.

Baca juga: Resep Sop Ikan Batam

 

Black Pepper Rib Eye Steak A La Mama Dei

Hampir semua orang suka makan steak, termasuk saya dan suami. Tapi kalau setiap hari makan di restoran, selain bahaya untuk dompet, bahaya juga untuk kesehatan. Karena kita ga pernah tau kan, kandungan apa saja yang ada didaamnya. Sedangkan kalau masakan rumahan, kita bisa mengontrol semua macam dan kebersihan bahannya.

Kali ini saya mencoba memasak menu steak yang memang menjadi makanan favorit #papadei. Resep dan cara memasaknya hasil modifikasi sana-sini, jadi bisa disesuaikan dengan selera keluarga masing-masing. Dengan kemajuan teknologi seperti saat ini terasa menyenangkan yah, semua masakan restoran bisa dihadirkan dirumah. Benar-benar memudahkan orang yang senang belajar memasak seperti saya 😍.

Berikut hasil utak-atik resep saya, semoga cocok yah 😉

Bahan:

  • 2 pcs Rib Eye Steak @200 gram
  • 3 siung Bawang Putih
  • 5 siung Bawang Merah
  • 3 sdm Merica Hitam
  • 5 sdm Whipping Cream
  • 1 buah Bawang Bombay, iris tipis
  • 1 sdm Olive Oil
  • 1/2 sdm Saus Tiram
  • 1/2 sdm Kecap Manis
  • 1/2 sdm Saus Inggris
  • Gula dan Garam secukupnya

Pelengkap:

  • Kentang Goreng
  • Buncis potong sesuai selera
  • Wortel potong dadu

Cara membuat steak:

  1. Rendam daging dengan 1 sdm olive oil, garam dan merica sesuai selera, sisihkan minimal 30 menit sebelum dibakar.
  2. Siapkan pan dan bakar tiap permukaan daging selama 4 menit atau sesuai selera dengan menggunakan api sedang. Bisa juga dioven 4 menit dengan suhu 120 derajat celcius untuk mendapatkan tingkat kematangan medium-rare

Cara membuat saus:

  1. Tumis bawang putih dan bawang merah cincang dengan 1 sdm butter hingga wangi.
  2. Masukkan 2 sdm merica hitam yg ditumbuk kasar.
  3. Tambahkan saus tiram dan saus inggris.
  4. Tambahkan whipping cream 5 sdm, jika dirasa terlalu pekat boleh ditambah air/kaldu sesuai selera.
  5. Tambahkan gula dan garam sesuai selera.
  6. Aduk hingga mendidih

Cara membuat pelengkap:

  1. Tumis buncis dan wortel menggunakan butter,
  2. Tumis bawang bombay dengan butter secukupnya,
  3. Goreng kentang dengan minyak banyak, tiriskan agar crunchy.

Setelah semua komponen disiapkan, bisa di tata ke piring saji sesuai selera. Biasanya saya menempatkan tumisan bawang bombay dibawah steak karena memberikan aroma wangi dan rasa manis tanpa menghilangkan rasa khas daging itu sendiri.

Baca juga: Resep Bebek Goreng Surabaya

Biasanya selera tiap orang untuk tingkat kematangan daging tidaklah sama, cara diatas untuk memasak daging dengan level medium rare. Jika ingin membuatnya lebih matang bisa mengambil waktu 7 menit untuk tiap sisinya. Kehadiran pelengkap juga tidak baku seperti yang ada di resep saya. Bisa menggunakan jagung pipil yang ditumis dengan butter, jagung utuh yg dibakar, ataupun menggunakan coleslaw. Silahkan menyesuaikan dengan isi kulkas kita.

Kenangan Masa Kecil Saat Lebaran Tiba

Lebaran tahun ini saya dan suami memutuskan untuk tidak mudik karena Januari lalu saya sudah pulang. Tahun ini tentu saja terasa berbeda dengan lebaran sebelumnya, tahun lalu kami mudik sebulan dan berkeliling dari rumah saudara satu ke saudara yang lain. Walaupun tetap saja ada yang terlewatkan, tapi alhamdulillah keluarga besar saya mengerti dan insyaa Allah memaafkan segala khilaf yang saya perbuat. Selain itu, kehadiran papa masih melengkapi lebaran tahun kemarin, walaupun seminggu kemudian papa opname di rumah sakit hingga berbulan-bulan. Praktis tahun ini menjadi tahun pertama kami berlebaran tanpa kehadiran papa.

Diam-diam saya berpikir, sepertinya saya hanya mencari-cari alasan untuk tidak pulang. Saya tidak siap menerima kenyataan bahwa papa sudah tidak ada. Mungkin terdengar egois karena sebenarnya ada mama yang tentunya kangen anak dan cucunya ini. But, who are you to judge the life I live?

Banyak sekali kenangan masa kecil saat lebaran yang ingin saya tuliskan. Saat lebaran tiba, biasanya keluarga kami merayakannya di rumah budhe (eyang dari pihak mama tinggal dengan budhe), dan dirumah eyang dari pihak papa.


Mama, kakak dan saya biasanya pergi ke Jakarta dari awal ramadhan, dan nantinya papa akan menjemput saat liburan usai. Di Jakarta, kami menginap dirumah budhe yang memiliki 7 orang anak. Bisa dibayangkan betapa meriahnya menjalankan puasa ramadhan dirumah budhe😆. Solat jamaah, berebut takjil dan ikut mengaji cabe rawit bersama sepupu-sepupu saya. Memasuki lebaran, budhe akan mengajak kami berkeliling untuk bersilaturahmi dengan saudara lain yang tinggal di Jakarta.

Keesokan harinya, dengan bersemangat budhe akan mengajak kami berkeliling Jakarta. Mulai dari Monas, TMII, Dufan, Seaworld dan berbagai tempat wisata yang sedang hits di jamannya. Apalagi saya juga memiliki om yang tinggal di Jakarta, libur lebaran terasa sempurna. Pergi ke berbagai tempat bersama sepupu menjadi tradisi yang tidak pernah terlewatkan. Hingga suatu hari, budhe yang menjadi kesayangan semua orang dinyatakan terkena kanker dan harus pergi untuk selamanya. Hal yang tidak mudah saya terima. Saat menulis ini saya baru menyadari, selepas kepergian budhe, sekalipun saya belum pernah menginjakkkan kaki kerumah budhe. Sebagaimana kepergian papa, ternyata sampai saat ini saya belum bisa menerima kepergian budhe saya.

Satu-satunya budhe yang bisa saya ajak ngobrol tentang segala hal. Budhe yang walaupun suami sudah mencukupi tapi masih rajin mencari rezeki. Budhe yang rajin sholat dan gemar bersedekah. Budhe yang menjadi ibu kedua bagi mama saya. Budhe yang sangat peduli dengan orang lain dan seringkali lupa mempedulikan kesehatannya sendiri. No one like you!

Semua kebersamaan itu tidak akan terlupakan sekaligus membuat saya merasa terharu jika mengingatnya.

Lain cerita ketika saya menghabiskan waktu lebaran dirumah eyang dari pihak papa. Saat lebaran tiba, semua anak dan cucu akan berkumpul dirumah eyang. Setiap malam kami akan begadang dan main remi, 41, karambol bahkan karaoke ga jelas. Sehari sebelum lebaran, cucu perempuan biasanya membantu eyang memasak tumpeng/nasi berkat untuk dibawa ke masjid. Saat malam takbir bisa dipastikan rumah eyang kosong, karena kami semua menghabiskan waktu di masjid untuk takbiran dan makan nasi berkat bersama warga lainnya. Semua terasa menyenangkan hingga tanpa terasa waktu terus berlalu dan tradisi itu terhenti selepas kepergian eyang saya 😢.

Setiap keluarga selalu memiliki tradisinya sendiri. 

Begitupula dengan tradisi lebaran keluarga kecil saya saat ini. Saat lebaran tiba, biasanya kami solat di masjid dekat rumah kemudian berkumpul potluck ketupat lebaran dengan teman-teman yang juga tidak mudik. Tentu saja sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan apa yang biasa saya lakukan ketika kanak-kanak, tapi kami tetap merasakan kegembiraan dan kebersamaan saat lebaran. Dimanapun dan kapanpun, lebaran selalu menjadi momen yang spesial bagi kami. Semoga kita semua masih diberi rezeki untuk bertemu dengan lebaran tahun mendatang.

Anyang-Anyangan dan Cara Mengatasinya

Saya adalah salah satu orang yang malas bepergian karena malas bertemu dengan yang namanya macet. Terlebih saat ini kondisi kota Surabaya sudah ga kalah dengan ibu kota tercinta, Jakarta. Terakhir mudik bulan Januari lalu, saya sempat terperangah dengan hadirnya frontage road di sepanjang Jalan Ahmad Yani. Harusnya ruas tersebut dapat mengakomodir kebutuhan pengguna jalan raya. Sayangnya harapan tinggal-lah harapan, saya tetap terjebak macet karena saya melintas di jam sibuk alias pulang kantor. Kejadian yang paling menyebalkan adalah menahan rasa ingin buang air kecil ditengah kemacetan. Mau pindah jalur rasanya tanggung! Solusi yang saya ambil sih biasanya “ditahan” sampai rumah. Sayangnya solusi ini tidak cukup cemerlang 😅, karena ujung-ujungnya malah berasa anyang-anyangan. Bayangin aja, udah semangat 45 lari-lari kekamar kecil, eh ternyata keluarnya seiprit. Sebenarnya bukan saya ga tau bahayanya menahan rasa ingin buang air kecil, karena kalau dibiasakan bisa menyebabkan Infeksi Saluran Kemih.

Ah yang bener? Kok bisa gitu?
Jadi kandung kemih manusia memiliki kapasitas sekitar 0,4 liter dan saat kita menahan buang air kecil, kantung kemih memiliki kemampuan untuk meregang. Seperti yang kita ketahui, urin adalah sampah pembuangan metabolisme tubuh yang pasti mengandung kuman dan bakteri. Bakteri inilah yang menyebabkan infeksi saluran kemih dan bukan tidak mungkin menyebar hingga ke organ tubuh lainnya.

Sebenarnya, ada banyak kebiasaan yang tanpa kita sadari juga menjadi penyebab penyakit anyang-anyangan. Salah satunya, membasuh organ kelamin dengan cara yang salah. Jadi, jika kita terbiasa membilas organ kelamin dari arah belakang ke depan, maka sebaiknya sekarang kita mulai mengubah kebiasaan tersebut. Cara tersebut meningkatkan kemungkinan bakteri dari anus masuk ke alat kelamin yang mengakibatkan Infeksi Saluran Kemih. Bahkan kurang minum juga dapat menyebabkan penyakit anyang-anyangan karena dengan rendahnya jumlah air yang kita konsumsi maka tubuh akan menjadi dehidrasi, sehingga produksi urin menjadi sedikit dan proses pembuangan bakteripun menjadi terhambat.

Mungkin kelihatannya sepele, tapi sebenarnya kita bisa mencegah Infeksi Saluran Kemih dengan mengubah kebiasaan. Tapi jika terlanjur sakit, biasanya sih saya mengatasi anyang-anyangan dengan cara tradisional. Jujur saja, saya adalah tipikal orang yang lebih suka mencoba cara alami. Tips dari eyang saya sih dengan banyak minum air putih dan makan buah serta sayuran rebus.

Namun, belakangan saya membaca, ada penelitian terbaru tentang manfaat buah Cranberry yang mampu mencegah penyakit Infeksi Saluran Kemih. Bahkan jika dikonsumsi dengan tepat, buah Cranberry juga memiliki manfaat kuratif.

“Cranberry dipercaya dapat melindungi saluran kemih dengan cara mengubah sifat urine menjadi lebih asam sehingga secara alami menghambat pertumbuhan bakteri E.Coli.”

Mengingat Indonesia adalah negara yang beriklim tropis, tidak mudah mendapatkan buah tersebut disini. Namun untungnya, sudah ada beberapa produsen yang memproduksi ekstrak buah Cranberry. Salah satunya uricran yang dapat dengan mudah ditemukan di apotik terdekat didaerah anda. Uricran tersedia dalam bentuk kapsul dan serbuk sachet yang mengandung ekstrak buah Cranberry. Oleh karena kandungan vitamin C yang tinggi, buah ini juga menjadi salah satu sumber anti oksidan yang tidak hanya bermanfaat unuk mencegah penyakit Infeksi Saluran Kemih, tapi juga bermanfaat bagi kesehatan jantung.

Ketika Saya Memutuskan Menjadi Ibu Rumah Tangga

Per bulan Agustus 2017 nanti, terhitung sudah 3 tahun saya meninggalkan dunia kerja. Saya belum bisa move on dan mungkin tidak akan move on 😁.

Mengapa?

Banyak hal yang saya pelajari dari tempat tersebut. Saat itu, saya sangat beruntung karena memiliki manajer yang mempercayakan banyak hal kepada saya. Ia tidak segan untuk melibatkan saya dalam setiap aktivitasnya.

Tentu saja si ibu manager tidak seceroboh itu untuk mempercayakan berbagai hal begitu saja. Tidak ada sesuatu yang berjalan secara instan, bukan? Saya ingat betul yang beliau lakukan ketika awal memasuki dunia kerja, beliau mengajak saya untuk ikut duduk meeting bersama stakeholder. Selain benar-benar duduk, saya berinisiatif untuk menjadi juru tulis notulen rapat. Dari situ saya memperhatikan bagaimana mereka berbasa-basi, berdiskusi dan kemudian bernegosiasi. Bahkan saya mencatat dengan baik reaksi beliau jika ada poin-poin dalam proposal kami yang ditolak. Catatan tersebut bukan untuk kepo, bukan pula untuk bergosip. Catatan tersebut adalah ilmu yang mengajari saya bagaimana berkomunikasi dengan orang lain, dalam konteks profesional kerja. Hasilnya, tidak sekalipun terbayang dalam benak saya akan melakukan meeting dan audiensi dengan teman-teman komunitas, walikota, direktur BUMN ataupun pejabat pemerintahan di usia saya yang baru 22 tahun.

Mungkin saat manajer saya membaca tulisan ini, beliau akan ingat apa yang saya sampaikan setiap waktu appraisal tiba. Saya tidak pernah sekalipun meminta kenaikan gaji, tidak pula meminta kenaikan grade. Saya hanya meminta untuk terlibat di project A, B, C, …, dst.

Hasilnya?

Setiap tahun, gaji saya naik antara 15%-30%. Untuk yang pernah jadi karyawan pasti tau seberapa besar angka tersebut karena standar kenaikan gaji perusahaan umumnya hanya 5-15%.

Satu hal yang pasti, hasil tidak akan mengkhianati usaha.

Percayalah, tidak semua atasan/perusahaan memberikan kesempatan tersebut kepada karyawannya. Jadi, jika saat ini anda berada diposisi saya, jangan berhenti dan jangan berkeluh kesah. Itu adalah kesempatan belajar yang sangat mahal yang belum tentu bisa anda dapatkan ditempat lain.

Memutuskan keluar kerja dan menjadi ibu rumah tangga merupakan keputusan terbesar dalam hidup saya yang baru 27 tahun ini. Saya meninggalkan office life diusia produktif yang bisa dibilang sedang “seru-serunya”. Saya yakin, bukan hanya saya yang mengalami dilema ini, banyak perempuan-perempuan hebat lain yang mengikhlaskan karirnya untuk keluarga namun tetap sukses memberdayakan diri, entah dengan berbisnis makanan/pakaian/kosmetik/travel dll atau sukses mengantarkan anaknya menjadi insan yang soleh/solehah. Bedanya mereka diam dan tidak koar-koar seperti saya hahahaha. Kembali lagi, menulis merupakan me time, menulis adalah waktu terbaik untuk berkontemplasi dan berdialog dengan dalam diri.

Menjadi Ibu Rumah Tangga?

Saat ini, praktis bisa dibilang saya tidak bekerja. Orang tidak melihat saya mengenakan seragam dan berangkat kekantor setiap paginya. Sehari-hari yang saya lakukan adalah menggeser layar handphone atau laptop kekiri, kekanan, keatas dan kebawah. Tapi syukur alhamdulillah, Allah tetap memberi saya kesempatan untuk memberdayakan diri. Setiap harinya saya masih bekerja. Setiap pagi, saya mengecek email, menghubungi kontak PR/brand, mengkonsep ide, mengirimkan proposal, bernegosiasi dan lain sebagainya. Bukan karena saya mengejar uang, sesederhana karena memang saya senang melakukan hal tersebut. Do your passion and money will follow, that’s what I do right now.

Saya hanya tidak mau semua yang saya kumpulkan sekian tahun menguap karena pilihan saya untuk menjadi ibu rumah tangga, termasuk ilmu dan pengalaman di dunia kerja.

Apakah lantas saya bisa dibilang sukses?

Iya, saya sukses mendobrak zona nyaman didalam diri saya, namun saya belum sukses menjadi apa-apa. Jalan saya masih sangat panjang, banyak mimpi yang sudah saya buat tapi bahkan saya belum tau bagaimana mewujudkannya 😂. Saya hanya tau bahwa saya harus terus berjalan, memaksimalkan potensi diri. Melakukan apa yang bisa saya lakukan dengan segala keterbatasan yang ada. Misalnya, saat ini keterbatasan saya adalah keluar rumah dan meninggalkan anak, maka bekerja menggunakan internet menjadi solusi saya.

Menjadi ibu rumah tangga bukan berarti saya kehilangan potensi untuk berkarya. Saya percaya, Allah tidak sesembrono itu memberikan takdir pada ciptaanNya.

Dimanapun saya berada, selalu ada tujuan mengapa saya diletakkan disitu. Begitu pula ketika saat ini saya berada di gurun yang bernama Abu Dhabi ini. Allah ingin saya mengambil banyak pelajaran dari tempat ini untuk bekal hidup saya kedepan. Entah apa dan dimana yang baru bisa saya tuliskan ketika saya sudah tidak lagi berada disini. Segala hal didunia ini sifatnya hanya sementara, bukan?

Jangan bertanya tentang kegagalan, karena daftarnya pasti lebih tebal dari novel Harry Potter yang ke-7. Tentu saja berbagai kegagalan tersebut mengecilkan hati saya, tapi saya tidak mau berlama-lama larut dalam kesedihan, karena waktu terus berjalan. Segala yang terjadi sudah ada yang mengatur dan pasti yang terbaik.

Oh yes! I’cant move on but I’m awake that life must go on and here I am.

4 Pengalaman Baru Saat Menjalankan Ramadhan di Negeri Orang

Bulan ramadhan tahun ini merupakan kali pertama saya berpuasa di Abu Dhabi karena dua tahun sebelumnya saya sedang hamil #babydei dan menyusui secara ekslusif ditahun berikutnya. Terdapat beberapa hal yang berbeda ketika menjalankan puasa di negeri orang dibandingkan saat berpuasa di tanah air.

Pertama, Ramadhan tahun ini jatuh pada bulan Juni yang artinya sudah memasuki musim panas. Setiap harinya, kami berpuasa sekitar 14 jam atau 2 jam lebih lama dibandingkan saat berpuasa di Surabaya. Sebenarnya perbedaannya tidak terlalu signifikan, tapi mengingat suhu diluar mencapai 45 derajat celcius, lumayan lemes juga sih 😂

Kedua, Kami harus menyiapkan hidangan sahur, takjil dan berbuka puasa *all by my self backsound. Makin enak makanan yang diidamkan maka usaha yang dikeluarkan juga makin tinggi. Karena disini ga ada tuh yang namanya “Pasar Kaget”!

Ada yang tau “Pasar Kaget”?
Pasar kaget adalah semacam food bazaar yang menjual berbagai jenis makanan. Mulai dari ayam bakar, sate usus, es kelapa muda, es teler, urap-urap, buntil, pentol, jajan pasar dan lain sebagainya. Food bazaar ini lebih dikenal dengan istilah “Pasar Kaget” karena biasanya mengambil tempat di sepanjang jalan raya. Jalanan yang tadinya lengang mendadak ramai oleh hiruk pikuk orang yang “ngabuburit” atau menunggu waktu maghrib dengan berbelanja makanan.

Kebayang kan gimana bapernya kami saat teman atau keluarga mengaplod foto makanan di facebook?

Ketiga, karena jam berbuka puasa jatuh pada jam 19:15 maka terjadi pergeseran jam untuk beraktifitas. Saat bulan ramadhan tiba, sebagian mall atau pusat perbelanjaan buka sampai jam 3 pagi karena bagian foodcourt tetap melayani pembeli saat sahur. Saya dan suami biasanya pergi berbelanja jam 10 malam atau selepas waktu isya dan tarawih.

Bagaimana dengan yang besok bekerja?
Jangan khawatir! Karena selama bulan ramadhan jam kerja juga dikurangi. Suami yang biasanya kerja jam 06:30-14:30, berganti menjadi 09:00-14:00. Alhamdulillah bisa bantu jaga anak 😆

Keempat, saat memasuki akhir-akhir bulan ramadhan, hampir semua orang Indonesia pasti heboh dengan berbagi pernak-pernik khas lebaran. Mulai dari ketupat, opor, sambel goreng kentang-ati, kue kering hingga baju lebaran sudah membayangi pikiran. Solusi untuk kami yang jauh dari kampung halaman dan kangen dengan kebersamaan saat lebaran adalah dengan mengadakan halal bihalal bersama teman-teman, seperti yang saya lakukan tahun lalu. Untuk makanannya, kita menggunakan sistem potluck.

Sedangkan untuk jajanan pasar dan kue kering, tinggal pesan ke teman yang memang jago bikin kue.

Nah, yang paling menarik, untuk baju lebaran sebagian dari kami memilih untuk mengimpor dari Indonesia. Secara jaman udah canggih, temukan koleksi hijab dan busana muslim terbaik melalui website online shop kesayanganmu, pesan yang kita suka dan dalam beberapa hari barang sudah sampai rumah. Orang rumah tinggal kirim ke Abu Dhabi menggunakan kargo atau titip teman yang lagi mudik. Aman deh lebaran!

Walaupun jauh dimata, rasa lebaran bersama keluarga tetap ada dihati.

Akhir kata, saya mengucapkan selamat melaksanakan ibadah ramadhan 1438 H, semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT 🙏🏻❤️