Category: Bahasa Indonesia

Ketika Saya Memutuskan Menjadi Ibu Rumah Tangga

Per bulan Agustus 2017 nanti, terhitung sudah 3 tahun saya meninggalkan dunia kerja. Saya belum bisa move on dan mungkin tidak akan move on 😁.

Mengapa?

Banyak hal yang saya pelajari dari tempat tersebut. Saat itu, saya sangat beruntung karena memiliki manajer yang mempercayakan banyak hal kepada saya. Ia tidak segan untuk melibatkan saya dalam setiap aktivitasnya.

Tentu saja si ibu manager tidak seceroboh itu untuk mempercayakan berbagai hal begitu saja. Tidak ada sesuatu yang berjalan secara instan, bukan? Saya ingat betul yang beliau lakukan ketika awal memasuki dunia kerja, beliau mengajak saya untuk ikut duduk meeting bersama stakeholder. Selain benar-benar duduk, saya berinisiatif untuk menjadi juru tulis notulen rapat. Dari situ saya memperhatikan bagaimana mereka berbasa-basi, berdiskusi dan kemudian bernegosiasi. Bahkan saya mencatat dengan baik reaksi beliau jika ada poin-poin dalam proposal kami yang ditolak. Catatan tersebut bukan untuk kepo, bukan pula untuk bergosip. Catatan tersebut adalah ilmu yang mengajari saya bagaimana berkomunikasi dengan orang lain, dalam konteks profesional kerja. Hasilnya, tidak sekalipun terbayang dalam benak saya akan melakukan meeting dan audiensi dengan teman-teman komunitas, walikota, direktur BUMN ataupun pejabat pemerintahan di usia saya yang baru 22 tahun.

Mungkin saat manajer saya membaca tulisan ini, beliau akan ingat apa yang saya sampaikan setiap waktu appraisal tiba. Saya tidak pernah sekalipun meminta kenaikan gaji, tidak pula meminta kenaikan grade. Saya hanya meminta untuk terlibat di project A, B, C, …, dst.

Hasilnya?

Setiap tahun, gaji saya naik antara 15%-30%. Untuk yang pernah jadi karyawan pasti tau seberapa besar angka tersebut karena standar kenaikan gaji perusahaan umumnya hanya 5-15%.

Satu hal yang pasti, hasil tidak akan mengkhianati usaha.

Percayalah, tidak semua atasan/perusahaan memberikan kesempatan tersebut kepada karyawannya. Jadi, jika saat ini anda berada diposisi saya, jangan berhenti dan jangan berkeluh kesah. Itu adalah kesempatan belajar yang sangat mahal yang belum tentu bisa anda dapatkan ditempat lain.

Memutuskan keluar kerja dan menjadi ibu rumah tangga merupakan keputusan terbesar dalam hidup saya yang baru 27 tahun ini. Saya meninggalkan office life diusia produktif yang bisa dibilang sedang “seru-serunya”. Saya yakin, bukan hanya saya yang mengalami dilema ini, banyak perempuan-perempuan hebat lain yang mengikhlaskan karirnya untuk keluarga namun tetap sukses memberdayakan diri, entah dengan berbisnis makanan/pakaian/kosmetik/travel dll atau sukses mengantarkan anaknya menjadi insan yang soleh/solehah. Bedanya mereka diam dan tidak koar-koar seperti saya hahahaha. Kembali lagi, menulis merupakan me time, menulis adalah waktu terbaik untuk berkontemplasi dan berdialog dengan dalam diri.

Menjadi Ibu Rumah Tangga?

Saat ini, praktis bisa dibilang saya tidak bekerja. Orang tidak melihat saya mengenakan seragam dan berangkat kekantor setiap paginya. Sehari-hari yang saya lakukan adalah menggeser layar handphone atau laptop kekiri, kekanan, keatas dan kebawah. Tapi syukur alhamdulillah, Allah tetap memberi saya kesempatan untuk memberdayakan diri. Setiap harinya saya masih bekerja. Setiap pagi, saya mengecek email, menghubungi kontak PR/brand, mengkonsep ide, mengirimkan proposal, bernegosiasi dan lain sebagainya. Bukan karena saya mengejar uang, sesederhana karena memang saya senang melakukan hal tersebut. Do your passion and money will follow, that’s what I do right now.

Saya hanya tidak mau semua yang saya kumpulkan sekian tahun menguap karena pilihan saya untuk menjadi ibu rumah tangga, termasuk ilmu dan pengalaman di dunia kerja.

Apakah lantas saya bisa dibilang sukses?

Iya, saya sukses mendobrak zona nyaman didalam diri saya, namun saya belum sukses menjadi apa-apa. Jalan saya masih sangat panjang, banyak mimpi yang sudah saya buat tapi bahkan saya belum tau bagaimana mewujudkannya 😂. Saya hanya tau bahwa saya harus terus berjalan, memaksimalkan potensi diri. Melakukan apa yang bisa saya lakukan dengan segala keterbatasan yang ada. Misalnya, saat ini keterbatasan saya adalah keluar rumah dan meninggalkan anak, maka bekerja menggunakan internet menjadi solusi saya.

Menjadi ibu rumah tangga bukan berarti saya kehilangan potensi untuk berkarya. Saya percaya, Allah tidak sesembrono itu memberikan takdir pada ciptaanNya.

Dimanapun saya berada, selalu ada tujuan mengapa saya diletakkan disitu. Begitu pula ketika saat ini saya berada di gurun yang bernama Abu Dhabi ini. Allah ingin saya mengambil banyak pelajaran dari tempat ini untuk bekal hidup saya kedepan. Entah apa dan dimana yang baru bisa saya tuliskan ketika saya sudah tidak lagi berada disini. Segala hal didunia ini sifatnya hanya sementara, bukan?

Jangan bertanya tentang kegagalan, karena daftarnya pasti lebih tebal dari novel Harry Potter yang ke-7. Tentu saja berbagai kegagalan tersebut mengecilkan hati saya, tapi saya tidak mau berlama-lama larut dalam kesedihan, karena waktu terus berjalan. Segala yang terjadi sudah ada yang mengatur dan pasti yang terbaik.

Oh yes! I’cant move on but I’m awake that life must go on and here I am.

4 Pengalaman Baru Saat Menjalankan Ramadhan di Negeri Orang

Bulan ramadhan tahun ini merupakan kali pertama saya berpuasa di Abu Dhabi karena dua tahun sebelumnya saya sedang hamil #babydei dan menyusui secara ekslusif ditahun berikutnya. Terdapat beberapa hal yang berbeda ketika menjalankan puasa di negeri orang dibandingkan saat berpuasa di tanah air.

Pertama, Ramadhan tahun ini jatuh pada bulan Juni yang artinya sudah memasuki musim panas. Setiap harinya, kami berpuasa sekitar 14 jam atau 2 jam lebih lama dibandingkan saat berpuasa di Surabaya. Sebenarnya perbedaannya tidak terlalu signifikan, tapi mengingat suhu diluar mencapai 45 derajat celcius, lumayan lemes juga sih 😂

Kedua, Kami harus menyiapkan hidangan sahur, takjil dan berbuka puasa *all by my self backsound. Makin enak makanan yang diidamkan maka usaha yang dikeluarkan juga makin tinggi. Karena disini ga ada tuh yang namanya “Pasar Kaget”!

Ada yang tau “Pasar Kaget”?
Pasar kaget adalah semacam food bazaar yang menjual berbagai jenis makanan. Mulai dari ayam bakar, sate usus, es kelapa muda, es teler, urap-urap, buntil, pentol, jajan pasar dan lain sebagainya. Food bazaar ini lebih dikenal dengan istilah “Pasar Kaget” karena biasanya mengambil tempat di sepanjang jalan raya. Jalanan yang tadinya lengang mendadak ramai oleh hiruk pikuk orang yang “ngabuburit” atau menunggu waktu maghrib dengan berbelanja makanan.

Kebayang kan gimana bapernya kami saat teman atau keluarga mengaplod foto makanan di facebook?

Ketiga, karena jam berbuka puasa jatuh pada jam 19:15 maka terjadi pergeseran jam untuk beraktifitas. Saat bulan ramadhan tiba, sebagian mall atau pusat perbelanjaan buka sampai jam 3 pagi karena bagian foodcourt tetap melayani pembeli saat sahur. Saya dan suami biasanya pergi berbelanja jam 10 malam atau selepas waktu isya dan tarawih.

Bagaimana dengan yang besok bekerja?
Jangan khawatir! Karena selama bulan ramadhan jam kerja juga dikurangi. Suami yang biasanya kerja jam 06:30-14:30, berganti menjadi 09:00-14:00. Alhamdulillah bisa bantu jaga anak 😆

Keempat, saat memasuki akhir-akhir bulan ramadhan, hampir semua orang Indonesia pasti heboh dengan berbagi pernak-pernik khas lebaran. Mulai dari ketupat, opor, sambel goreng kentang-ati, kue kering hingga baju lebaran sudah membayangi pikiran. Solusi untuk kami yang jauh dari kampung halaman dan kangen dengan kebersamaan saat lebaran adalah dengan mengadakan halal bihalal bersama teman-teman, seperti yang saya lakukan tahun lalu. Untuk makanannya, kita menggunakan sistem potluck.

Sedangkan untuk jajanan pasar dan kue kering, tinggal pesan ke teman yang memang jago bikin kue.

Nah, yang paling menarik, untuk baju lebaran sebagian dari kami memilih untuk mengimpor dari Indonesia. Secara jaman udah canggih, temukan koleksi hijab dan busana muslim terbaik melalui website online shop kesayanganmu, pesan yang kita suka dan dalam beberapa hari barang sudah sampai rumah. Orang rumah tinggal kirim ke Abu Dhabi menggunakan kargo atau titip teman yang lagi mudik. Aman deh lebaran!

Walaupun jauh dimata, rasa lebaran bersama keluarga tetap ada dihati.

Akhir kata, saya mengucapkan selamat melaksanakan ibadah ramadhan 1438 H, semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT 🙏🏻❤️

Naik Kapal Pesiar di Sunborn Yacht London

Ada yang sudah pernah naik kapal pesiar?

Saya dan suami sama-sama memiliki impian untuk berlibur menggunakan kapal pesiar. Diawal menikah, kami sempat membeli paket tur milik Royal Carribbean. Tapi sebelum hal tersebut terlaksana, saya sudah keburu hamil, akhirnya mimpi naik pesiar kami simpan terlebih dahulu.

Hingga akhirnya April kemarin kami memutuskan untuk mengunjungi London. Saya dan suami sangat excited mengingat kami sama-sama belum pernah menjejakkan kaki di negaranya Ratu Elizabeth. Seperti biasa, saya mengambil alih tugas mencari hotel. Setelah berselancar di internet dan membaca berbagai artikel, saya menemukan hotel yang mengingatkan cita-cita kami diawal menikah dulu. Naik KAPAL PESIAR.

SunBorn Yacht Hotel terletak di Royal Victoria Dock, posisinya bisa dibilang tidak strategis karena jauh dari pusat perbelanjaan, old town bahkan bandara Heathrow. Bahkan seperti yang saya tulis di artikel sebelumnya, butuh £70 dari pusat kota untuk mencapai tempat ini dengan taksi. But, who cares?

Hotel yang diresmikan pada tahun 2015 ini memiliki total 136 kamar dan terdiri atas 5 lantai. Memasuki lobby, kami terperangah melihat interiornya yang klasik dan mewah. Apalagi badan kapal didesain menggunakan kaca transparan sehingga mata langsung tertuju ke sungai Thames yang mengalir dibawah kapal. Menurut staff yang bertugas, kapal pesiar yang digunakan memang khusus didesain menjadi hotel sehingga tidak ada mesin penggerak didalamnya.

Tepat pukul 03:00 pm, kami memasuki kamar yang sudah di-book sebelumnya. Agar pengalaman ini terasa maksimal, saya dan suami memesan ruangan dengan river view. Begitu pintu terbuka, I feel so sentimental. Kami bergegas menuju ke balkon, masyaa Allah. Semoga saya dan suami ada umur dan rejeki untuk berpesiar menggunakan kapal.

Sama seperti di lobby, perabot dan interior yang diusung bergaya klasik. Di mini bar tersedia coffee machine lengkap dengan peralatan minum teh dan coklat panas ala keluarga kerajaan Inggris. Jadilah kami menikmati pemandangan di balkon sambil ngopi-ngopi cantik 😉. Begitu pula dengan Deira yang berinisiatif untuk merebahkan diri di kasur yang empuk dan nyaman, belum lagi selimutnya yang lembut. Poin positif lain dari tempat ini, di kamar mandinya terdapat water closet with shower. Selama 9 hari sebelumnya di UK, baru dihotel ini saya menemukan water closet with shower. Sungguh suatu hal yang membahagiakan untuk traveler muslim seperti kami. Menurut saya, hotel ini bisa disejajarkan dengan resort. Karena begitu saya berada didalamnya, saya tidak berminat untuk keluar. Akan tetapi suami saya yang suka fotografi mengajak saya untuk mengeksplorasi daerah disekitar hotel sekaligus mencari makan malam.

Ternyata lokasi hotel berada di kawasan yang disebut dengan ExCeL atau Exhibition Center London, tepatnya bersebelahan dengan ADNEC (Abu Dhabi National Exhibition Company). Usut punya usut, area tersebut merupakan salah satu investasi milik pemerintah Abu Dhabi. Tercatat, berbagai event berskala internasional seperti London Boat Show, British International Motor Show, London Marathon, World Travel Market, Defence Security and Equipment International dan G20 London Summit diselenggarakan di ExCeL.

Everything is connected
There are no coincidences

Sekitar 500 meter dari hotel juga terdapat Emirates Air Lines milik Doppelmayr yang pembangunannya disponsori oleh maskapai Emirates milik pemerintah UAE. Ditempat ini kita menyeberangi Sungai Thames dengan menggunakan cable car. Aliran sungai yang tenang tampak memukau dari ketinggian 90 meter, dibutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk menyeberang dari sisi Royak Victoria Dock ke Greenwich Peninsula. Sebagai residen Abu Dhabi, saya sangat kagum dengan cara berpikir Sheikh Zayed dan Sheikh Khalifa yang visioner. Kepikiran aja bikin investasi disini. Semoga Indonesia bisa sevisioner UAE dan semakin jaya 🙂

7 Hal yang Harus Dipersiapkan Ketika Mengunjungi Warner Bros Studio Tour: The Making of Harry Potter

Siapa sih yang ga kenal Harry Potter alias the boy who lived? Saya pertama kali membaca novel Harry Potter pada tahun 2004 atau kurang lebih kelas 2 SMP. Mengingat harga novelnya cukup mahal, saya memilih untuk pinjam saja dari teman. Kalau ga salah karena yang punya cuma beberapa orang, jadi minjemnya-pun kudu antri. Kebayang donk seberapa excitednya saya ketika suami tercinta nawarin untuk memasukkan Warner Bros Studio Tour: The Making of Harry Potter ke dalam daftar itinerari selama di Great Britain. Tapi ternyata untuk berkunjung ke WB Studio Tours ga bisa dadakan kaya ngegoreng tahu bulat, hampir aja kami ga jadi masuk sini. Saya sih udah mau drama nangis-nangis aja, masa udah sampe London tapi ga bisa masuk ke studionya Harry Potter.

Nah biar teman-teman tidak mengalami yang saya alami, berikut saya tuliskan artikel mengenai 7 hal yang harus dipersiapkan ketika mengunjungi Warner Bross Studio Tour: The Making of Harry Potter (dibikin 7 biar kaya jumlah horcruxes).

  1.  Tiket, Berdasarkan pengalaman saya, sesudah visa UK berada ditangan, sebaiknya segera membeli tiket masuk melalui website resmi WB Studio Tours, mengingat tiket yang dijual jumlahnya terbatas (dalam sehari terdapat dua sesi tur yang ditawarkan yaitu morning dan afternoon tour, dimana hanya tersedia 590 tiket disetiap sesinya). Oleh karena saya kehabisan tiket online, maka saya membeli tiket melalui jalur alternatif. Alias membelinya ke pihak ke-3 alias travel yang bekerja sama dengan WB Studio Tours dan harganya menjadi 3x lipat dari harga normal donkkkk 😭. Salah satu travel yang menyediakan jasa tersebut adalah City Wonders Tours. Total yang harus kami bayarkan sebesar $367 untuk 2 orang, biaya tersebut sudah termasuk tiket PP kereta dari Euston-Watford Junction (£23) dan shuttle bus (£2,5). Eike sebel sih karena bayar mahal, tapi positifnya dengan mengikuti tur ini, saya dan suami mendapatkan tour guide yang menjelaskan koleksi WB studio ini dengan sangat detail.
  2. Mengingat WB Studio Tours berukuran besar, pilih sesi pagi saat membeli tiket agar kita berkesempatan mengeksplor setiap detail tempat ini. Sayang donk udah jauh-jauh kemari tapi kita ga bisa menikmati secara maksimal karena diburu waktu.
  1. Jangan lupa minta paspor Harry Potter yang khusus disediakan untuk anak-anak ke bagian informasi. Nantinya paspor tersebut akan mendapatkan stempel di area tertentu, beberapa orang dewasa juga ada yang minta paspor tersebut untuk koleksi. Sayangnya saking semangatnya saya lupa minta 😑. Padahal pas di antrian masuk udah bolak-balik ngomong ke #papadei biar jangan sampe lupa minta paspor. Tapi begitu udah sampe dalem ternyata mendadak kesirep alias lupa diri.
  2. Setelah melalui checking area, kita akan diarahkan menuju theater room. Saran saya, ambil posisi paling depan! Karena selepas giant screen selesai memutar cuplikan film Harry Potter, layar akan digulung dan pintu great hall yang super besar itu akan membentang didepan anda. Momen ini berhasil membuat saya dan beberapa pengunjung lain mewek terharu, apalagi dalam hitungan detik-pintu gerbang Hogwarts dibuka 😍. Dengan berdiri didepan, saya jamin efek nganga nya makin lebar hahahaha. Sayang ga boleh di videoin.
  3. Jangan lupa bawa bekal makanan dan minuman! Sebenarnya didalam WB Studio Tours disediakan cafe yang menjual sandwich, hotdog dll. Tapi karena saya tipikal orang yang tidak sabar menahan lapar, jadi saya bekal cookies dan biskuit untuk mengganjal perut sembari menunggu antrian yang luar biasa. Oiyah ditempat ini kita juga bisa mencicipi Butterbeer! Butterbeer dijual dalam dua jenis, bertempatkan gelas kaca seharga £7 yang gelasnya bisa dibawa pulang sebagai suvenir atau menggunakan gelas plastik seharga £3. Jika ingin membawa gelas buterbeer sebagai suvenir, jangan lupa membawa kantong plastik yah! Agar sisa butter tidak meluber mengotori tas kita.
  4. Istirahat semaksimal mungkin di cafe ini, karena ini baru setengah perjalanan. Masih ada area diagon alley dan CGI yang membahas detail proses pembuatan film Harry Potter.
  1. Disiplin budget! Ini serius mengingat harga suvenirnya super lebayyyy. Sebagai gambaran jubah Hogwart £80, mantel Hogwarts £60, tongkat sihir £25, magnet kulkas £7, bertie bott alias permen aneka rasa £9. Jangan kalap dan berbelanjalah dengan bijaksana!

Kurang lebih itu tips dari saya. Buat yang mau menambahkan tips dan saran silahkan tinggalkan komen dibawah. Terima kasih sebelumnya 🙂

4 Transportasi Utama Selama di United Kingdom

Selama 11 hari berada di UK, kami menghabiskan 5 hari untuk mengeksplorasi London. Sistem transportasi di Inggris sudah sangat terstruktur. Untuk keluar kota London, kita dapat menggunakan GWR (Great Western Railway). Sedangkan jika ingin jalan-jalan didalam kota London bisa menggunakan tube ataupun bus kota yang terkenal dengan double decker-nya. Untuk itu, kita harus membiasakan diri membaca jalur tube dan jalur bis kota biar ga sampe nyasar 😂.

1. Tube dan Bus Kota

Jika anda berencana menggunakan kedua transportasi umum ini di London, maka saya sarankan untuk membeli Oyster Card. Sistemnya seperti Dubai Metro, jadi tiap orang harus memegang 1 kartu karena menggunakan sistem check in/check out. Biaya deposit setiap kartu sebesar £5. Untuk menentukan besaran top up yang anda perlukan tinggal hitung £6 dikalikan berapa hari anda tinggal di London. Jadi jika dalam satu hari kita sudah membayar akumulasi tiket tube/bus sebesar £6, maka dijalur selanjutnya saldo kita tidak akan di-debet lagi. Klo ga salah sekali jalan naik tube tiketnya sebesar £1-2,5.

2. Black Cab

Sebenarnya saya udah diingetin teman yang tinggal di London bahwa taksi di London mahalnya naudzubillah hahaha. Tapi liat bentuknya yang unyu-unyu, saya dan suami tertarik untuk nyobain. Nah 3 hari terakhir kami menginap di Sunborn Yacht Hotel yang terletak di London Timur, dimana hotel tersebut berjarak 60 menit dari hotel kami sebelumnya. Total biaya yang dikeluarkan £70.

3. Uber Taxi

Sebelum sampai UK, saya terlebih dahulu download aplikasi Uber mengingat lokasi Sunborn Yacht Hotel dengan Heathrow Airport yang lumayan jauh. Kalau naik Black Cab bakalan mahal donk yah, jadi sebagai alternatif kita menggunakan Uber Taxi. Untuk jarak tempuh 1,5 jam biayanya £152. Experience is really the best teacher and she sends a super terrific bills 😂. Buat yang penasaran kenapa saya dan suami bela-belain nginep ke hotel yang lokasinya jauh dari peradaban, nanti baca disini yah.

4. GWR (Great Western Railway).

Ini adalah kereta cepat antar kota, kami memutuskan untuk mengeksplorasi kota Bath yang terletak di Sommerset. Harga tiket London-Bath Spa-London sebesar £110 untuk berdua.

Melihat itinerari kami yang ingin ke Sommerset untuk masuk ke Roman Bath, ke Harry Potter Studio dan pindah hotel ke ExCel, menyewa dan menyetir mobil sendiri jatuhnya memang akan lebih irit jika dibandingkan dengan naik kereta api.

Namun kami memilih untuk menggunakan transportasi umum karena waktu kunjung yang terbatas. London adalah salah satu kota tersibuk didunia, udahlah cuma 5 hari masa mau diabisin dengan bermacet-macet ria didalam mobil? Selain itu, kami ingin merasakan suasana dan gaya hidup masyarakat di negara ini. We want to live like a local in London. Melalui cara ini kami dapat berinteraksi lebih dekat dengan masyarakat setempat. Dengan cara ini kami berhasil membuktikan bahwa apa yang tersebar di facebook tidaklah benar adanya. Sepengalaman saya, mereka tidak rasis dan cukup ramah. Bahkan saat kami bingung membaca jalur tube, beberapa dari mereka tidak segan menawarkan bantuan untuk mencari kereta yang tepat.

It is better to see something once, than to hear it a thousand times.

 

Cara Mengurus UK Visa dari Abu Dhabi

Liburan ini sebenarnya sudah saya agendakan dari tahun lalu dan mengurus visa adalah hal yang paling bikin deg-deg-an. Gimana enggak? Untuk mengajukan visa UK, kita harus melampirkan tiket pesawat yang sudah di-issue dan bukti reservasi hotel. Bayangin kalau ga lolos? Rugi bandar donk eikeh 😢. Beberapa traveler mensiasati syarat ini dengan melampirkan dummy booking ticket dan booking hotel yang bisa di cancel. Just in case visanya ditolak, ga bakalan rugi-rugi amat. Tapi saya dan suami memutuskan untuk do the things rightly. Daripada kena random check, ditolak dan malah di blacklist hehehehe.

Oiyaaaa visa UK ini berlaku di beberapa negara bagian yaitu England, Wales, Scotland dan Northern Irland. Jadi kalau ada waktu lebih, sekalian aja eksplore sampai ke Irlandia. Untuk residen Abu Dhabi yang ingin berlibur ke United Kingdom, kita dapat melakukan pengajuan visa secara online melalui website VFS yang nantinya akan diverifikasi oleh pelayanan imigrasi UK yang berada di Filipina. Beberapa dokumen yang diminta mungkin akan sedikit berbeda dibandingkan jika kita mengurus dari Indonesia. Mengingat perjanjian bilateral UK dengan tiap negara tidaklah sama.

Jadi sebelum membuka aplikasi online, dokumen yang perlu dipersiapkan dalam mengurus turis visa UK adalah:

  • Paspor+visa UAE (pastikan UAE visa masih berlaku paling tidak 90 hari dari tanggal kembali ya)
  • Emirates ID
  • Bukti akomodasi (tiket pesawat dan reservasi hotel)
  • Bukti tempat tinggal di UAE (thawteeq atau sertifikat kepemilikan rumah)
  • Slip gaji
  • Surat keterangan kerja
  • Rekening koran selama 6 bulan, bisa langsung print dari internet banking

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut

  1. Buka halaman ini, yang menghubungkan anda ke halaman visa application fotm yang perlu diisi. Dihalaman ini akan terdapat beberapa pertanyaan mendetail seperti itinerary, parents details, travel history dll
  2. Setelah formulir aplikasi visa selesai diisi, kita akan diarahkan ke halaman pembayaran. Biayanya sebesar USD 113 per orang.
  3. Setelah selesai membayar, kita bisa memilih jadwal untuk menyetorkan dokumen diatas dan pengambilan data biometrik
  4. Datang ke VFS Abu Dhabi yang berlokasi di Shining Tower pada jadwal yang telah disepakati dengan membawa dokumen diatas. Proses pengajuan visa memakan waktu maksimal 20 hari kerja.
  5. Nantinya kita akan dihubungi lewat sms jika paspornya sudah sampai di VFS Abu Dhabi.

Mengingat rumah saya cukup jauh dari Shining Tower maka saya memutuskan untuk menggunakan jasa kurir, biayanya AED 25 per paspor. Semoga berhasil dan Happy Holiday 🙂

Jepret Kuliner Nusantara dengan Smartphone-mu

Terhitung sudah 3 tahun belakangan ini saya meninggalkan tanah air. Alhamdulillah saya betah tinggal di Abu Dhabi, namun se-kerasan apapun, tetap saja ada hal di tanah air yang selalu saya rindukan. Apalagi kalau bukan kulinernya?

Lidah ndeso ini selalu protes jika sehari saja tidak bertemu dengan makanan khas Indonesia. Sehingga saya yang dulunya jarang masuk dapur, jadi harus membiasakan diri dengan aktivitas mengupas bawang, mengulek bumbu, menggoreng kerupuk dan lain sebagainya. Apalagi memasuki musim dingin, hasrat untuk mengunyah kian meningkat.

Jadilah kemarin sore saya memutuskan untuk masak Sop Ikan khas Batam. Selain pas untuk menghangatkan badan, makanan ini juga memiliki arti khusus buat saya. Alkisah pada tahun 1998, keluarga saya merantau ke Pulau Batam untuk mendapatkan hidup yang lebih berkualitas. Nah, biasanya saat weekend tiba, mama akan kepasar untuk belanja kebutuhan dapur dan kegiatan belanja ditutup dengan makan bersama di kedai “Sop Ikan Batam Yong Kee”.

Berikut saya tuliskan resep yang sudah dimodifikasi sesuai ketersediaan bahan ^_^

Sop Ikan Batam Yong Kee ala Mama Deira
*untuk 4 porsi

Bahan:
200 gram fillet ikan tengiri, potong tipis-tipis
100 gram udang kupas
1 buah cumi-cumi yang sudah dibersihkan
10 butir bakso ikan
1 buah tomat hijau, potong 4 bagian
4 lembar sawi asin, potong kecil
500 cc kaldu udang (diambil dari rebusan kulit dan kepala udang)

Bumbu:
50 gram ebi
5 sendok bawang putih goreng
3 sdm minyak ikan
Garam dan gula sesuai selera

Pelengkap:
Kecap asin
Potongan cabai rawit

Cara memasak:

  1. Didihkan kaldu udang, masukkan bumbu yang telah dihaluskan
  2. Masukkan bakso ikan dan fillet ikan tengiri, rebus hingga matang
  3. Tambahkan udang dan cumi-cumi, didihkan selama 3 menit. Karena jika terlalu lama malah akan menghilangkan rasa manis dan tekstur kenyal udang dan cumi-cumi
  4. Tambahkan garam dan gula, koreksi rasanya
  5. Tata tomat hijau dan sawi asin di permukaan mangkok, siramkan sop yang telah matang
  6. Sajikan dengan pelengkap

Mudah kan cara membuatnya?

Sebenarnya versi aslinya hanya menggunakan fillet ikan. Tapi berhubung di kulkas ada macam-macam bahan, yaudah sih dipake aja, namanya juga emak-emak. Penggunaan minyak ikan didalam resep mengukuhkan bahwa masakan ini dipengaruhi oleh kuliner Cina Peranakan. Sepengetahuan saya, selain penduduk Melayu, kota Batam juga banyak dihuni oleh etnis keturunan Tionghoa. Negeriku memang kaya raya!

Alhamdulillah sepulang dari kantor, langsung tandas sama suami. Katanya rasanya enak, segar dan mantab seperti yang di restoran! #idungkembangkempis #anaknyaGRan

Sebenarnya suami saya ga pernah pilih-pilih makanan sih, tapi sebagai istri yang baik saya selalu ingin menyajikan yang terbaik. Makanan yang tidak hanya sedap dilidah tapi juga indah dipandang mata.

Nah, makanan yang sudah disajikan dengan cantik ini akan lebih sempurna jika difoto menggunakan kamera yang tepat. Tidak lain dan tidak bukan untuk update instagram hahaha. Harap maklum yah, namanya juga #emak2gaul. Saya pribadi menggunakan ASUS Zenfone yang mengedepankan teknologi PixelMaster Camera.

Pada tau teknologi tersebut ga?
Emak-emak jaman sekarang dilarang gaptek donk! Secara informasi sudah sedemikian mudahnya diakses. Penjelasan sederhananya, PixelMaster Camera adalah sistem terintegrasi dari ASUS yang menangani hardware dan software modul kamera di handphone yang memiliki fungsi untuk menghasilkan gambar yang tajam, stabil dan cerah.

Namanya juga blogger, kualitas artikel akan meningkat jika diimbangi dengan foto yang cantik. Sehingga pemilihan gadget sebagai “peralatan perang” juga harus diperhatikan. Saya sih masih harus meng-upgrade kemampuan untuk mengambil gambar dengan angle yang tepat. Beberapa cara yang saya lakukan adalah dengan memperhatikan hasil jepretan food blogger kenamaan, giat berlatih dan menikmati prosesnya. Yakin deh, suatu hari kita akan menemukan style foto sendiri.

Demikian postingan saya, semoga bermanfaat yah!

*Artikel ini diikutsertakan pada Blogging Competition Jepret Kuliner Nusantara dengan Smartphone yang diselenggarakan oleh Gandjel Rel.

**Sayang saya baru ngeh kalau cara pengambilan fotonya agak nyeleneh hahahaha. Mau difoto ulang tapi sop-nya sampun telas. Mau ga di publish, artikelnya sudah terlanjur ditulis sepenuh hati. Pada akhirnya, mengutip kata bijak dari penyelenggara lomba “ngeblog ben rak ngganjel!”.

Namanya juga usaha!

Bandara. 

All human life can be found in an airport. Berbagai emosi saling tumpang-tindih diantara ribuan orang yang memadati setiap ruang yang ada di bandara. Ada yang sudah bahagia, ada pula yang masih dalam perjalanan menuju bahagia.

Mataku tanpa sengaja berpapasan dengan seorang perempuan. Wajahnya sesegar bunga dalam genggaman, garis bibir yang tanpa sadar terus merekah, binar bahagia tampak jelas pada sudut matanya. Memandang dengan lekat setiap orang yang melintas di pintu kedatangan. Jangan sampai terlewat barang sekedip saja. Menunggu kekasihnya, mungkin.

Kusapukan mataku kearah lain. Sesosok pria berdiri termangu melihat papan pengumuman. Menghela nafas cukup dalam, berlomba dengan sang waktu, sebelum kekesalan memenuhi rongga dadanya. Tampak sigap jemarinya menari di atas keyboard ponselnya. Mengirimkan kabar mengenai pesawatnya yang akan datang terlambat, mungkin.

Ada pula wajah-wajah penuh pengharapan yang tekun mengular dalam antrian imigrasi, tampak sibuk membayangkan tumpukan riyal dalam genggaman. Teringat bahwa dibelakang sana ada keluarga yang menunggu kiriman uang darinya, mungkin.

Dalam hitungan detik, perhatianku teralihkan pada rombongan pramugari yang menarik kopernya. Tampak anggun berbalut seragam yang khas, tidak lupa senyum ramah yang menawan. Kulirik jam-ku, tepat pukul 00:00. Dedikasi pada sebuah profesi, mungkin.


Saat ini, didepanku ada pria yang terus memandangi langit-langit boarding room. Pikirannya berkelana, entah kemana. Kepada orang tuanya, anaknya atau…entahlah.

Bandara. Selalu ada yang tertinggal dalam setiap perjalanan.
*photo source: www.thousandwonders.net

Mereka bilang saya GENDUT! 

Semalam teman saya mengunggah foto lamanya di salah satu grup whatsapp yang saya ikuti. Beragam komentar yang mengarah pada satu kesimpulan-pun bermunculan. Saat ini ia tampak berbeda dan lebih cantik.

Tidak seperti biasanya, saya merasa enggan untuk menanggapi. Saya meragukan validitas komentar “tambah cantik”, “cantikan sekarang” dan lain sebagainya itu karena saya merasa indikator yang saat itu digunakan untuk memuji adalah berat badan.

Yup! Teman saya berhasil menurunkan berat badannya hingga puluhan kilogram dengan usaha dan disiplin yang tinggi. I do really salute her effort.

Tapi woiiii cantik ejaannya bukan K-U-R-U-S woiiiii!

Bagaimanapun saya harus jujur terhadap diri sendiri, badan yang super melebar setelah melahirkan membuat saya menjadi lebih sensitif jika ada obrolan yang mengarah kepada bentuk fisik.

Apalagi lebaran baru saja lewat, masih basah luka di hati atas komentar tidak bertanggung jawab yang mempertanyakan bentuk fisik. Baik dengan nada khawatir, maupun berbalut canda. Keduanya sama-sama bikin nyesek brohhh!

Bukan tidak paham jika dibalik mulut-mulut itu tersimpan kepedulian tentang kondisi kesehatan kami. Tapi, dijaman yang serba modern dengan kemudahan akses informasi yang begitu tinggi, saya tidak yakin masih ada orang yang tidak mengetahui bahaya obesitas. Dan lagi, we don’t know who is healthy and who is not just by looking at their body size ?.

Kadang saya berpikir, apa perlu orang-orang berukuran plus size ini membawa press release mengenai apa saja yang telah dan sedang ia lakukan untuk mencapai bobot ideal?

Tapi jujur deh! Pertanyaan mulut-mulut itu membuat saya memperhatikan hidup mereka yang sepertinya tidak cukup bahagia. Sehingga mulut-mulut itu merasa perlu untuk menyebarkan virus tidak bahagia kemana-mana.


Bikin ngakak melihat bagaimana mulut-mulut itu merasa bahagia dengan hidupnya hanya karena ia berukuran ideal sesuai stigma masyarakat.

Bahagia itu dihati, bukan dimulut apalagi di facebook! ?

*ditulis oleh perempuan yang sempat baper abis dibilang gendut ama m****a, kolega plus teman2 di Indonesia

3 Alasan Mengapa Orang yang Tinggal di Luar Negeri itu KEREN!

Tolong banget sebelum baca dibedain dulu, antara liburan di luar negeri dengan tinggal di luar negeri. Karena keduanya jelas dan sangat jauh berbeda.

Intinya, buat siapapun yang pernah ataupun sedang tinggal di luar negeri kita tercinta, Indonesia!

You are rocksss guys! 

Gimana engga?

1. Kreatif

Jadi ceritanya mau bikin ayam goreng nih, baru nyadar kalau ternyata minyak goreng lagi abis. Lupakan deh ketok-ketok tetangga sebelah buat minta minyak. Apalagi Indomaret didepan kompleks.

Indomaret? Apaan tuh?!

Buat beli minyak goreng aja, elo kudu nunggu suami pulang kerja terus nitip beliin di supermarket. Eh! Ini buat gw yang ga kunjung ngurus sim denk! Buat yang lebih mandiri dari gw sih, biasanya bakal ngeluarin mobil lalu menuju supermarket terdekat buat beli minyak.

Tapi 100% yakin deh, ibu-ibu yang tinggal di luar negeri ini lebih banyak yang memilih untuk menjadi kreatif dibandingkan mandiri. Kami-kami ini, biasanya langsung puter otak! Yaudah deh dikecap aja atau di bakar aja ayamnya.

2. Multitasking

Saat kebanyakan ibu-ibu di Indonesia sempat banget buat nonton infotainment di jam 10 pagi. Yah kan ketauan kerjaan gw di Indo begitu, makanya apal banget jam tayangnya wkwkwk! Ketularan nyokap nih *lempar remote sembunyi tangan*, atau lagi sibuk lunchie ama besties di mall dekat office, yah ketauan lagi salah satu hobi lama saya.

Kita yang diluar negeri? beuhhh boro-boro!

Walaupun suami ga nyuruh dan ga minta. Pastinya kepikiran kalau main lenggang kangkung keluar rumah. Minimal bersihin rumah tipis-tipis dan nyiapin makan siang dulu deh!

Jadi dibalik foto yang gemerlap itu, sebenarnya ada ibu-ibu yang gedubrakan bersihin rumah, nyiapin bekalnya suami, makanan buat anak dan lain sebagainya.

Gimana yaaaa, saat sebagian besar teman-teman di Indonesia dibantu dengan ART atau minimal yahhh ada eyang yang bantu jagain anak kita, kita-kita yang disini berjuang bahu-membahu dengan suami tercinta untuk menyelesaikan kerjaan rumah yang kisahnya udah kaya sinetron #CintaFitri #CatatanHatiSeorangIstri. Nah lo! Lagi-lagi ketauan hobi jaman jahiliyahnya wahahaha. 

Secara yaaaaa, kalau ga tinggal diluar negeri, lo ga bakal tau kalau…yang namanya setrikaan itu…#jrengjreng #lebay
Never ending story!

Emang ada juga sih ibu-ibu disini yang pake ART, tapi ga lantas bikin mereka nganggur. Masi ada tugas anter-jemput anak, ngurus dokumen ini-itu, dan lain-lain sebagainya.
Kalau yang punya supir, yaudahlahya amal-ibadahnya pasti banyak banget makanya hidupnya dikasih lebih mudah ~kelar~

3. Sabar dan Disiplin

Men! Ini luar negeri men! Segala urusan ga ada yang bisa diselesaikan dengan mudah. Semua mengikuti standar, proses dan aturan yang berlaku. Apalagi kalau dinegara tersebut tidak menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa utama.

Misalkan kaya kemarin waktu saya berkunjung ke museum, butuh waktu sekitar 5 menit buat nanya tempat parkir pengunjung ada di sebelah mana.
Jadi bisa dipastikan, orang yang tinggal di luar negeri sifatnya SABAR! Semoga aja sabar beneran, bukan disabar-sabarin wakkakakakak ~ngaca~



Kedengerannya simpel sih, tapi disini emang bukan seperti di tanah air yang bisa bebas parkir dimana aja asal ga ada polisi. Disini polisinya ga keliatan, cuma tau-tau ada sms cintanya aja. Mending disiplin, duitnya bisa buat jajan keleus.
Well, Kalau situ tinggal di Indonesia dan melakukan ketiga hal diatas ini juga, jangan khawatir!
Kamu juga keren kok!

Bahkan kalau elo ga melakukan hal tersebut,

Kamu tetep keren! 


Masih ada banyak hal lain yang bikin elo layak dibilang keren, karena saya yakin semua ibu itu terlahir KEREN! Maklum, kontraknya aja ama Allah cin!

Nah karena ada banyak hal, dan saya belom sempet nulis. Daripada nunggu tulisan gw, lo bikin blog sendiri deh. Sambil ngantri #j.co juga boleh ?
Eitttt! Yang baca tulisan saya dilarang #baper yah. Saya ga punya obatnya! Kalau #laper mah mangga mampir. Mau masak #satepadang nih!

Oiyah, makasih buat yang udah mampir blog sayahhh. Terakir saya cek, sehari visitornya bisa sampe 1000 lebih #senang