Category: Bahasa Indonesia

Resep Kue Nastar Keju ala Pojok Simbok

Walaupun suami-istri, saya dan suami memiliki selera yang lumayan berbeda. Termasuk dalam hal kue kering untuk lebaran. Saya yang tidak terlalu menyukai makanan manis, lebih tertarik untuk menghabiskan setoples kaastengels dibanding nastar. Apalagi membuat selai nanas bukanlah pekerjaan yang sederhana karena pasti akan menghabiskan waktu berjam-jam. Tapi lagi-lagi mumpung ada mama, jadilah saya mengukuhkan niat untuk membuat kue nastar hahaha. Dan untuk mengakali perbedaan selera antara saya dan suami, maka terciptalah Resep Kue Nastar Keju Premium yang gurih dan manis diluar, serta manis dan lembut didalam seperti dibawah ini.

Keju yang saya gunakan dalam adonan nastar ini adalah keju edam. Menurut selera saya, dibandingkan keju cheddar, keju edam memiliki rasa yang lebih enak dan khas. Saya sengaja memilih keju edam yang mature atau tua agar rasa dan aroma yang dihasilkan lebih nendang, tapi jika anda bukan cheese lovers-die hard level sebaiknya menggunakan keju cheddar, karena keju edam yang tua memiliki after taste agak pahit yang mungkin kurang cocok dilidah beberapa orang.

Baca juga: Resep Kaastengels ala Ricke Ordinary Kitchen

Bahan:
250 gram margarin
250 gram wisjman butter
150 gram gula halus
4 kuning telur
200 gram keju edam, parut/haluskan
700 gram all purpose flour
50 gram maizena

Kuning telur untuk olesan

Selai nanas:
3 buah nanas
300 gram gula pasir
2 batang kayu manis
3 buah cengkeh
1/4 sdt garam

Cara membuat selai nanas:

  1. Kupas dan cuci bersih nanas.
  2. Parut menggunakan parutan keju.
  3. Tumis parutan nanas bersama kayu manis dan cengkeh menggunakan wajan teflon.
  4. Setelah surut masukkan gula pasir dan garam.
  5. Koreksi rasa, sesuaikan dengan selera.

Cara membuat:

  1. Ayak terigu dan maizena. Sisihkan.
  2. Campur margarin, butter, gula halus dan telur (Saya mengaduk dengan menggunakan sendok kayu. Bisa juga menggunakan mixer, namun mengocoknya jangan terlalu lama karena akan mempengaruhi hasil saat dioven).
  3. Masukkan parutan keju edam, aduk rata.
  4. Tambahkan campuran tepung. Aduk dengan sendok kayu hingga tercampur rata dan adonan bisa dipulung.
  5. Ambil sedikit adonan, pipihkan, beri selai nanas, bulatkan. beri guratan agar berbentuk seperti nanas yang baru dikupas. Olesi dengan kuning telur.
  6. Tata dalam loyang yang telah diolesi baking paper.
  7. Panggang dalam oven suhu 180’C selama 45 menit atau sesuai kondisi oven masing-masing.
  8. Keluarkan dari oven, dinginkan. Simpan dalam toples kedap udara.

Resep Opor Ayam Kuning untuk Lebaran

Tidak terasa lebaran sudah didepan mata, semoga ibadah kita tetap lancar dan dimudahkan ya teman-teman. Bicara tentang lebaran ada menu spesial warisan eyang saya yang selalu tersaji di meja makan. Jika biasanya Opor Ayam yang banyak saya jumpai berwarna putih dan pucat, maka eyang saya menyajikan Opor Ayam Kuning. Sebenarnya bumbunya hampir sama sih, hanya menggunakan kunyit sebagai pewarna alami. Hal yang membuat berbeda, eyang menyajikan opor dengan nasi dan sambal terasi. Ngangenin deh.

Baca juga: Kenangan Masa Kecil Saat Lebaran Tiba

Saya yakin tiap keluarga memiliki menu khas yang disajikan setiap lebaran. Dan apapun menu itu selalu terasa spesial dilidah kita, sesederhana karena makanan tersebut dimasak dengan penuh cinta. Mengingat eyang membuat saya menitikkan air mata, eyang saya pemasak yang handal dan cenderung kondervatif. Beliau bersikukuh tidak mau menggunakan blender untuk menghaluskan bumbu. Walaupun di usianya yang menginjak 60 tahun, eyang masih kuat menguleg bumbu bali, bumbu opor dan lain sebagainya. Berbeda dengan saya yang nguleg sambel aja langsung berasa tremor. Mungkin itu yang membuat masakan generasi jaman dulu tidak tergantikan.

Menurut saya pribadi, tidak ada resep pakem dalam sebuah masakan karena setiap keluarga pasti memiliki selera tersendiri. Saya meyakini hal tersebut sebagaimana saya meyakini bahwa tidak ada makanan yang tidak enak didunia ini. Hanya ada dua jenis makanan, makanan yang sesuai dan tidak sesuai dengan selera kita. Variasi resep inilah yang memperkaya khasanah kuliner Indonesia. Berikut resep Opor Ayam Kuning khas keluarga saya, semoga bisa menginspirasi.

Opor Ayam Kuning

Bahan:
1 kg ayam, potong dan cuci bersih
500 ml air
100 ml santan

Bumbu:
5 siung bawang putih
7 siung bawang merah
3 butir kemiri
3 ruas jahe
3 ruas kunyit
5 lembar daun jeruk purut, remas
1 batang sereh, geprek
1/2 sdm merica halus
1/2 sdm garam halus
1/2 sdm garam

Cara membuat:

  1. Haluskan bawang putih, bawang merah, kemiri, jahe dan kunyit.
  2. Panaskan minyak, tumis daun jeruk dan sereh hingga harum.
  3. Masukkan bumbu halus, tumis hingga matang.
  4. Tambahkan ayam, setelah ayam berubah warna, masukkan air dan didihkan.
  5. Masukkan santan, tambahkan garam dan lada bubuk, koreksi rasa.
  6. Tunggu hingga kuah mengental dan siap disajikan.

Soto Ayam Bening khas Semarang

Salah satu makanan favorit anak saya adalah soto, apapun olahan soto pasti akan dihabiskan dengan lahap. Entah soto ayam, soto daging, soto babat dan lain sebagainya. Salah satu soto yang paling sering saya buat adalah soto ayam khas Semarang yang dimakan dengan pelengkap berupa keripik kentang. Bumbu soto ayam khas Semarang ini sedikit berbeda dengan soto ayam lainnya karena penggunaan bumbu yang minimalis. Kuah yang cenderung bening menjadikannya berbeda dengan soto ayam Lamongan yang keruh karena penggunaan bandeng dalam kaldunya. Buat saya, keduanya sama enaknya.

Bahan pelengkap Soto Ayam khas Semarang ini sebenarnya bermacam-macam, dapat disesuaikan dengan selera dan persediaan bahan yang ada dirumah. Di Surabaya sendiri tidak banyak penjaja soto yang menyajikan soto dengan versi Semarang seperti ini. Berbeda ketika saya berwisata ke Yogyakarta atau ke Semarang, tipikal soto yang disajikan berkuah bening dan dilengkapi dengan keripik kentang atau perkedel. Huahhh jadi kangen tanah air!

Mengingat lebaran tahun ini saya tidak mudik, alamat baper liat postingan teman-teman yang mudik hahahaha. Tapi alhamdulillah juga sih, karena ramadhan tahun ini ada mama yang berkunjung ke Abu Dhabi. Jadi semangat kebersamaan dengan keluarga tetap dapat saya rasakan walaupun jauh dari ibu pertiwi. Jadilah mumpung mama disini, saya banyak-banyak berguru dan mencatat resep masakan mama yang luar biasa enaknya. Emang yah, seenak apapun masakan kita, paling enak tetap masakan mama. Saya jadi senyum-senyum GR, membayangkan 20 tahun lagi, anak cucu saya akan merindukan masakan saya hahahaha. Yah semoga resep-resep disini bisa menjadi salah satu warisan untuk anak saya kelak. Berikut catatan resep soto ayam berkuah bening ini, mungkin teman-teman ada yang mau mencoba.

Resep Soto Ayam Semarang

Bahan:

1 kg ayam
2 liter air
1 batang daun bawang, rajang halus
1 sdm bawang putih goreng
2 batang serai, geprek
5 lembar daun jeruk, remas
1 sdm garam
Sejumput gula untuk penyeimbang rasa

Bumbu Halus:

5 siung bawang merah
7 siung bawang putih
4 butir kemiri
1 ruas kunyit
1 ruas jahe
1 ruas lengkuas
1/2 sendok teh merica

Isian:

Kol, iris tipis
Telor rebus
Keripik kentang
Bawang merah goreng
Kerupuk udang
Sambal

Cara Membuat:

  1. Rebus ayam hingga matang di atas api kecil.
  2. Haluskan bumbu, sisihkan.
  3. Panaskan minyak, tumis serai dan daun jeruk hingga wangi. Masukkan bumbu halus dan tumis hingga matang.
  4. Masukkan bumbu ke kaldu rebusan ayam. Tambahkan garam dan gula, koreksi rasa.
  5. Tambahkan rajangan daun bawang, dan bawang putih goreng. Biarkan mendidih dan meresap.
  6. Angkat ayam. Suwir-suwir ayam, sajikan bersama pelengkap.
  7. Untuk sambal, rebus cabai rawit, cabai merah, dan bawang putih kemudian haluskan.

Baca juga: Pengalaman Mengikuti Iftaar di Sheikh Zayed Grand Mosque

Resep Kaasstengels ala Ricke Ordinary Kitchen

Kue kering yang wajib ada setiap lebaran salah satunya adalah Kaasstengels. Kudapan berbahan dasar keju ini menjadi suguhan andalan tiap kali hari raya datang. Mengingat saat ini simbok tinggal di Abu Dhabi maka simbok benar-benar ga mau setengah-setengah membuatnya. Iya, posisi negara ini relatif dekat dengan benua Eropa, selain itu ada banyak expatriates yang bekerja dan tinggal disini. Kebayang kan, keju menjadi salah satu komoditas yang mudah ditemukan disini. Mulai dari blue cheese, emmental, feta dan lain sebagainya dijual dengan harga lebih miring dibanding di Indonesia.

Baca juga: Berbagai Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Berlibur ke Dubai atau Abu Dhabi (visa, transpor, akomodasi, dll), 4 Wisata Menarik di Dubai

Oiya resep kue kering keju yang saya buat ini menggunakan resep dari mbak Ricke yang nge-blog di Ordinary Kitchen. Tapi dasar saya paling ga tahan buat ga utak-atik resep, jadi resepnya saya sesuaikan dengan selera saya yah. Ada yang pernah mencoba kaasstengels-nya Igor’s Pastry? Nah tekstur kaasstengels yang saya buat ini sama persis dengan produksi toko kue asal Surabaya tersebut. Ngeju, crunchy dan kres-kres saat dimakan. Rahasianya adalah dengan tidak dimasukkannya telur kedalam adonan. Jadi jika teman-teman suka tekstur kaasstengels yang ngeprul, bisa ditambahkan 3 butir kuning telur kedalam adonannya ya.

Tips lain dari saya adalah dengan mengangin-anginkan keju sesaat setelah diparut. Keju dengan kadar kelembaban yang rendah memberikan tekstur kres-kres pada parutan keju didalam adonan.

Kaasstengels

Bahan:
300 gram mentega (50%butter+50%margarin)
350 gram terigu protein sedang
50 gram maizena
2 sdm susu bubuk
200 gram keju edam parut
100 gram keju parmesan parut

Olesan:
Kuning telur, kocok lepas

Taburan:
Keju cheddar parut

Cara membuat:

  1. Campur dan ayak terigu, maizena dan susu bubuk. Sisihkan.
  2. Kocok mentega sebentar saja hingga lunak (sekitar 2 menit). Masukkan keju edam dan parmesan parut, aduk rata dengan sendok kayu.
  3. Masukkan campuran terigu, aduk rata dengan sendok kayu sampai rata dan adonan sudah bisa dibentuk. Sisihkan.
  4. Siapkan loyang, letakkan baking paper diatasnya.
  5. Gilas tipis adonan lalu cetak sesuai selera (saya menggunakan penggaris bersih). Oles dengan kuning telur dan taburi keju cheddar parut. Letakkan dalam loyang.
  6. Panggang dalam oven 180’C (api kecil) sampai matang (berwarna kuning kecoklatan/golden brown). Angkat dan dinginkan.
  7. Simpan dalam toples kedap udara.

Selamat mencoba teman-teman.

Pengalaman Mengikuti Iftaar di Sheikh Zayed Grand Mosque

Apa kabar teman-teman? Masih semangat kan puasanya? Saya sih lumayan lemas mengingat suhu diluar sudah mencapai 40 derajat celcius. Jadilah males ngapa-ngapain hehehe. Sebelum berbagi resep, saya mau berbagi cerita dulu tentang bulan Ramadhan di Abu Dhabi. Sebenarnya tahun lalu saya sudah sempat menuliskan sedikit cerita tentang situasi puasa disini yang sangat jauh berbeda dengan di Indonesia.

Baca juga: 4 Pengalaman Baru Menjalankan Puasa di Negeri Orang

Selayaknya negara yang mayoritas penduduknya beragama muslim, Abu Dhabi memiliki masjid besar yang bernama Sheikh Zayed Grand Mosque. Masjid yang berdiri diatas tanah seluas 12 hektar ini mampu menampung lebih dari 40 ribu orang. Pilar-pilar masjid banyak dihiasi ornamen floral dan emas yang memberikan kesan mewah. Hal ini mengantarkan saya pada memori tahun lalu ketika mengunjungi Al Ain Museum. Di museum tersebut dipajang beberapa foto masjid ditahun 1960-an, masa sebelum minyak ditemukan di negara ini. Dari foto tersebut jelas terlihat bagaimana masjid sudah dibangun dengan megah, padahal penduduknya sendiri masih tinggal di yanoobi atau tenda yang terbuat dari anyaman daun kurma. Menyaksikan hal ini membuat saya berdecak kagum, betapa pemimpin negara ini memberikan yang terbaik untuk rumah Allah.  Tidak hanya itu, untuk penganut agama lain-pun disediakan rumah ibadah yang menunjukkan betapa pemimpin negara ini menjunjung tinggi toleransi. Jangan khawatir, nanti akan saya tulis di artikel terpisah.

Didalam masjid yang mulai dibangun pada tahun 1996 ini tidak hanya ada area ibadah, namun ada pula cafe, souvenir shop, juga perpustakaan yang berisikan berbagai literatur agama Islam. Di halaman masjid terdapat makam Sheikh Zayed, pendiri negara UAE. Sepanjang hari ada staff yang khusus bertugas untuk mengumandangkan bacaan Al Quran di sekitar makam. Sayangnya kita dilarang mengambil gambar ditempat tersebut. Di sekeliling area masjid juga terdapat kolam yang melambangkan ketenangan dalam berdialog dengan sang pencipta. Masjid ini sangat terbuka untuk siapapun yang ingin mengenal agama Islam, jadi siapapun boleh berkunjung asal mau mengikuti tata tertib yang ada. Biaya masuknya gratis, bahkan pengunjung yang tidak menggunakan baju muslim akan dipinjami abaya untuk perempuan dan kondura untuk laki-laki.

Sebagaimana masjid-masjid di Indonesia, di masjid ini juga menyediakan menu takjil dan berbuka selama bulan ramadhan. Area akan dibagi menjadi tiga bagian yaitu laki-laki, perempuan dan keluarga. Mengingat banyak masyarakat yang menikmati waktu berbuka di masjid, maka sebaiknya sebelum jam 6:30 pm kita sudah sampai disini. Harap bersabar ya, mengingat besarnya ukuran masjid maka jarak perjalanan dari tempat parkir ke lokasi masjid lumayan bikin kaki berkonde. Lagi-lagi mengingat ukuran masjidnya yang luar biasa besar, biasanya saya sudah membawa wudhu dari rumah. Jadi sesampai di masjid langusng duduk manis, menikmati makanan lalu dilanjut sholat maghrib. Umumnya, pengunjung akan tetap berada di masjid hingga waktu tarawih tiba. Tapi karena saya bawa toddler jadilah seusai ibadah maghrib langsung pulang.

Oiyaaa, takjil yang dibagikan tidak hanya sekedar kurma dan air minum loh. Namun lengkap dengan menu utama berupa paket Nasi Biryani dan Sayur Kari. Makan bersama diatas hamparan karpet seperti ini sungguh menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Seselesai makan, masing-masing dari kami akan membereskan sisa makanan dan membuangnya ketempat sampah. Sungguh sangat mendamaikan hati.

Sayangnya sesampai dirumah saya masih punya PR untuk menyiapkan makan sahur, karena saya lagi malas masak yang ribet. Jadilah saya memasak “Tumis Tempe dan Cecek Pedas” untuk menu sahur. Berhubung disini tidak ada yang menjual kulit sapi segar, maka saya memanfaatkan rambak yang dibawakan mama dari Indonesia. Saya menggunakan 250 gram rambak kering yang telah direndam semalaman.

Tumis Tempe dan Cecek Pedas

Bahan:
1 papan tempe, potong kotak
250 gram rambak, rendam semalam
Segenggam pete jika suka
50 cc air asam
250 cc air

Bumbu:
8 siung bawang merah
5 siung bawang putih
5 buah cabai rawit
2 ruas lengkuas
1 sdm gula merah sisir
1/2 sdm garam
2 lembar daun salam

Cara membuat:

  1. Goreng tempe setengah matang, sisihkan. Cuci bersih rambak yang sudah direndam semalaman.
  2. Haluskan bumbu kecuali daun salam.
  3. Panaskan minyak, tumis daun salam hingga wangi. Masukkan bumbu halus dan tumis hingga tanak.
  4. Masukkan gula merah dan garam, tambahkan tempe dan cecek. Aduk rata.
  5. Tambahkan air asam, aduk hingga matang.
  6. Masukkan air, biarkan hingga menyusut dan meresap.
  7.  Tambahkan pete, koreksi rasa dan siap disajikan.

Demikian pengalaman saya, semoga bermanfaat untuk teman-teman semua. Boleh di share juga donk pengalaman ramadhan di kotamu?

Baca juga: Piknik ke Green Mubazarah: Agenda Wajib Setiap Musim Dingin, Sheikh Zayed Festival: Festival untuk Mengenang Presiden Pertama UAE

Cara Mengurus Surat Ijin Mengemudi di UAE-Abu Dhabi

Setelah tinggal di Abu Dhabi selama kurang-lebih 3 tahun, akhirnya bulan Maret lalu saya memberanikan diri untuk mengurus driving license alias surat ijin mengemudi alias SIM. Bukan tidak bisa menyetir, tapi mendengar cerita dari suami dan teman-teman bahwa rangkaian tes yang harus diikuti sangatlah banyak dan panjang. Seketika saya mengingat proses mendapatkan SIM di Indonesia yang cuma bayar, lalu foto! Alhasil selama ini saya nyetirnya asal nyetir dan tanpa tau aturan yang berlaku, hiks.

Baiklah, langkah pertama yang harus dilakukan untuk mendapatkan SIM adalah datang ke Emirates Driving Company yang terletak di Mussafah untuk melakukan open file atau registrasi. Siapkan copy dan dokumen asli dari paspor, emirates id, visa, SIM dari negara asal (kalau ada) dan legalisir SIM dari KBRI. Untuk jam kerja-nya bisa di cek langsung di website berikut yah.

Pada tahapan ini, petugas akan mengambil data diri sekaligus foto kita. Jangan lupa dandan yang kece! Jika lulus, foto inilah yang nantinya akan terpampang di SIM kita. Sesudah melengkapi proses pemberkasan, kita menuju ke gedung utama di bagian driving schools services center untuk mengaktifkan akun yang sebelumnya sudah diregistrasi. Pendaftarannya juga bisa dilakukan melalui aplikasi Abu Dhabi Police, biayanya 320 dhs.

Setelah akun aktif, kita bisa mendaftar untuk mengikuti kelas teori yang keseluruhan-nya ada 8 kelas. Oleh karena ingin mempersingkat waktu, maka kelas teori saya padatkan menjadi 2 hari. Untuk mengikuti kelas teori, biaya yang harus dikeluarkan sebesar 1102 dhs. Sesudah mengikuti kelas teori, kita dapat mem-booking jadwal tes di resepsionis.

Saya beruntung karena tes-nya dilakukan seminggu kemudian, mengingat ada teman yang harus menunggu hingga sebulan untuk mendapatkan jadwal tes. Sempat nderedeg juga di tahapan ini. Namanya udah lama ga sekolah, jangan-jangan daya ingat udah mulai menurun. Tapi alhamdulillah soal yang keluar tidak jauh berbeda dari apa yang sudah diajarkan di kelas. Jika sudah lulus tes teori, kita akan diberi SIM sementara yang bisa digunakan saat praktek mengemudi dijalan.

Sebenarnya untuk mereka yang sudah memiliki SIM di negara asalnya bisa mempergunakan golden chance atau kesempatan untuk langsung mengikuti road test tanpa harus praktek mengemudi lebih dahulu. Tapi saya melewatkan kesempatan tersebut! Alasannya sederhana sih, walaupun di Indonesia memiliki 9 tahun jam terbang menyetir mobil, tetap saja saya merasa perlu untuk membiasakan diri dengan setir yang berada di kiri. Jadilah saya mengambil jadwal road test di tanggal 20 Mei. Sehingga ada waktu yang cukup untuk berlatih mengemudi di jalan.

Oiyaaa, untuk praktek mengemudi di jalan kita harus mengeluarkan biaya sebesar 75 dhs per kelas (durasi 45 menit). Awalnya, saya bermaksud mengambil 4 kelas biar irit, tapi kok masih belum percaya diri! Jadilah diperpanjang hingga 8 kelas. Sedikit saran, pilihlah instruktur dengan cermat. Jika perlu minta rekomendasi dari teman anda. Saya mengikuti kelas praktek yang di-instruktur-i oleh Syad (mungkin ada yang butuh kontaknya boleh japri). Orangnya sabar tapi tegas. Di pertemuan pertama, Syad banyak mengkoreksi cara menyetir saya yang sangat tidak mengikuti peraturan. Ia berkali-kali menekankan bahwa praktek mengemudi dilakukan bukan untuk lulus tes pada tanggal 20 mei. Praktek ini bertujuan untuk membuat saya terbiasa dengan aturan jalan di UAE, sehingga nantinya dapat menyetir dengan aman dan selamat.

If you drive safely, you will pass the test!

Akhirnya hari yang ditunggu tiba juga, tepat tanggal 20 Mei saya mengikuti road test. Dihari H, semua peserta dikumpulkan di ruang resepsionis tempat pertama kami meregistrasikan diri. Sesudah itu, satu demi satu peserta diarahkan menuju bus. Sebelum menaiki bus, tiap orang diwajibkan membayar 40 dhs. Nantinya bus ini akan berjalan dibelakang mobil khusus untuk praktek, didalamnya terdapat 2 orang polisi (1 polisi pria duduk disamping pengemudi, 1 polisi wanita duduk dibelakang) yang siap menilai performa menyetir peserta tes. Saya mengikuti road test bersama dengan 21 orang lain yang berasal dari berbagai negara. Dari obrolan yang kami lakukan, ada yang sudah gagal 2x, 4x dan lain sebagainya. Sebenarnya mendengar informasi tersebut sempat membuat saya down, tapi karena sudah terlanjur, ya sekalian saja saya tanya penyebab mereka gagal di tes sebelumnya.

Nantinya didalam bis, kita akan berdiskusi dengan peserta lain, siapa yang akan turun dan tes duluan. Satu sama lain biasanya akan berebut ingin mendapatkan giliran nomer sekian, sekian dan sekian. Tapi saran saya, lupakan hal tersebut! Mau giliran nomer 1 atau nomer 10, jika cara menyetirnya salah – tidak akan lulus. Jadi daripada buang-buang energi untuk memperebutkan nomer, lebih baik kita mengamati teman yang lebih dahulu turun dari bus dan mengikuti tes. Setiap orang di tes sekitar 2-5 menit, sesudahnya kita bisa kembali ke bus dan menunggu SMS yang dikirim oleh UAE Traffic. Setelah menerima sms tersebut, kita bisa segera meng-issue kartu SIM melalui aplikasi Abu Dhabi police, biayanya 315 dhs. Alhamdulillah, begitu kartu ditangan bahagia-nya ngalah-ngalahin lulus skripsi hahahaha. Bayangkan aja dari 22 orang, cuma ada 7 yang lulus. Masyaa Allah.

Mungkin ada yang heran, dapet SIM aja bahagia bener. Bagaimana tidak berbahagia, mau tau total biaya yang dikeluarkan? Totalnya sekitar 2400 dhs atau sekitar 9 juta rupiah! Menurut saya pribadi, mengeluarkan uang sejumlah itu untuk mengurus SIM sangatlah mahal. Dibanding di Indonesia yang cukup membayar 500 ribu rupiah saja. Belum lagi waktu yang harus dikeluarkan untuk mengurus ini-itu, bahkan suami sampai ambil cuti untuk mengantar saya registrasi dan tes. Alhamdulillah-nya saat proses mengurus SIM ini saya lakukan, ada mama yang sedang berkunjung ke Abu Dhabi. Jadilah saya harus bersungguh-sungguh untuk lulus road test. Hampir semua orang saya minta bantuan doa dan tips-tips-nya.

Sekalian saya tuliskan tips dan trik saat mengikuti road-test ya, siapa tau ada yang butuh.

  1. Jangan lupa menyapa polisi dibelakang, ucapkan Assalammualaikum dengan ramah. Tunjukkan bahwa anda percaya diri. Masyarakat lokal umumnya menyukai orang yang bersemangat, percaya diri namun tetap santun.
  2. Cek SMS alias Seat-Mirrors-Seat belt. Namanya mobil habis digunakan pengemudi lain, pasti donk pengaturan-nya harus disesuaikan dengan kebutuhan kita.
  3. Dengarkan instruksi dari polisi didepan, jangan takut mengambil keputusan untuk menyalip kendaraan lain jika memang dibutuhkan.
  4. Pastikan selalu melihat ke arah front mirror saat menginjak rem. Polisi dibelakang yang nantinya akan mengecek gesture kita selama menyetir.
  5. Saat akan pindah jalur atau belok kiri/kanan, pastikan untuk mengecek sekitar baru menyalakan lampu sign. Ada lima tahapan dalam mengecek kondisi jalan, yaitu cek front mirror, side view mirror, blind spot, nyalakan lampu sign lalu cek kembali front mirror. Kelihatannya ribet, tapi inilah salah satu indikator utama dalam penilaian.

Demikian pengalaman saya mengurus SIM di Abu Dhabi, tulisan ini saya persembahkan untuk teman-teman yang telah dengan tulus membantu doa, memberikan tips dan meyakinkan bahwa saya pasti lulus. Makasih ya semuanya, gusti Allah yang membalas 🙏🏻❤️. Semoga bermanfaat ya teman-teman.

Baca juga:Cara Mengurus Residence Visa di UAE-Abu DhabiBerbagai Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Berlibur ke UAE: Visa, Akomodasi, Transportasi, dll

Resep Sayur Asem Fusion Surabaya-Jakarta Favorit Keluarga

Hari ini masak yang seger-seger macem sayur asem ini yuk. Kalau tidak salah sayur asem Jakarta isinya nangka muda, labu siam, kacang panjang, kacang tanah ama jagung. Untuk cara pembuatannya, kesemua bumbu di haluskan dan direbus bersama sayur-mayur. Saya sempat posting tentang sayur asem di instagram @PojokSimbok, dari situ saya mendapatkan informasi bahwa ada lagi yang namanya sayur asem Betawi. Isiannya kurang lebih sama dengan sayur asem Jakarta, hanya kaldunya menggunakan tetelan sapi dan ada penambahan kunyit dalam bumbunya. Kebayang ya seberapa kaya kuliner Indonesia?

Karena saya berasal dari Surabaya, saya lebih sering mengkosumsi sayur asem Surabaya yang dari segi isi-pun terbilang sederhana, standar kol/kubis, timun atau krai, kangkung dan pastinya klentang (buah kelor). Sedangkan bumbunya juga hanya diiris tipis lalu direbus dengan air asem. Namun sejak saya tinggal di Abu Dhabi, saya jatuh cinta dengan sayur asem Jakarta. Jadi-lah masaknya tidak sesuai pakem, isiannya menggunakan versi Surabaya namun bumbunya versi Jakarta. Asal hasil akhirnya sedap, kenapa tidak ya kan? hahahaha!

Sayur Asem Fusion Surabaya-Jakarta

Bahan:
200 gram kol, potong kotak
2 buah timun, potong-potong
1 ikat kangkung, siangi
150 cc air asam
1500 cc air

Bumbu:
4 siung bawang merah
3 siung bawang putih
3 buah cabai rawit
2 ruas lengkuas
Garam dan gula secukupnya
Sejumput terasi

Cara membuat:
1. Haluskan bumbu, sisihkan
2. Panaskan air, masukkan bumbu halus.
3. Masukkan air asam, biarkan mendidih.
4. Tambahkan sayuran dan tunggu hingga matang.
5. Koreksi rasa, sajikan.

Mudah kan membuatnya? Tinggal potong-potong sayur, blender bumbu dan rebus jadi satu. Sayur asem ini paling cocok disajikan kapan saja, paling nikmat dimakan dengan sambal terasi dan ikan asin dan tempe goreng.

Baca juga: Resep Kotokan Tahu, Resep Sambal Bajak yang Awet dan Sedap

Resep Kue Sus dan Vla Coklat

Saya ini bukan pecinta dessert, oleh sebab itu bisa dihitung dengan jari berapa kali saya bikin jajanan. Mumpung mama berkunjung ke Abu Dhabi jadilah suami tercinta request ke saya untuk belajar bikin kue. Nah menurut mama, kue sus ini bikinnya gampang. Asal pake telor banyak, aman!

Sus Vla Coklat

Bahan untuk kulit sus :
100 gram margarin
100 gram terigu
225 ml air
4 butir telur
Sejumput garam

Cara membuat kulit sus:

  1. Rebus air, masukkan margarin dan garam. Setelah margarin mencair, masukkan terigu sedikit demi sedikit. Aduk hingga kalis.
  2. Matikan api, tunggu hingga uap panasnya berkurang. Masukkan telor satu per satu sambil diaduk hingga jadi adonan yang kental.
  3. Sambil memasukkan adonan dalam piping bag, panaskan oven. Cetak adonan kedalam loyang yang telah dialasi baking paper.
  4. Panggang menggunakan api atas dan bawah dengan suhu 200 derajat selama sekitar 30 menit.

Bahan untuk vla coklat :
400 ml susu cair cokelat
2 butir kuning telur
1 sdm margarin
1 sdm tepung custard
1 sdm maizena
Gula secukupnya

Cara membuat vla coklat:

  1. Larutkan tepung custard dan maizena dengan sedikir air.
  2. Aduk susu coklat dan kuning telur. Rebus dengan api kecil hingga mendidih
  3. Masukkan margarin, dan larutan tepung custard dan maizena. Aduk rata hingga tepung matang.
  4. Koreksi rasa, jika kurang manis tambahkan gula.
  5. Tunggu hingga dingin dan isikan ke dalam kulit sus.

Dalam pembuatan kue sus, proses yang paling susah adalah saat mencetak adonan kue. Tangan simbok ga terbiasa untuk membentuk adonan, jadilah hasilnya ga cantik-cantik amat. Tapi klo rasa jangan ditanya! Enakkkkkk hahahah. Bolehlah abis ini sering-sering bikin kue sus 😂

Memanfaatkan Nasi Sisa Kemarin: Resep Nasi Goreng Hijau

Untuk para mommies, pagi hari menjadi waktu yang paling ribet karena harus menyiapkan sarapan untuk suami dan anak, belum lagi bekal makan di kantor dan sekolah juga pekerjaan rumah tangga lain yang tidak akan selesai jika tidak dikerjakan. Tapi syukurnya, suami saya tidak terbiasa sarapan, berhubung anak saya juga belum sekolah jadilah sementara ini saya masih terbebas dari rutinitas tersebut. Saya biasa menyiapkan roti/kentang dan jus untuk si kecil. Saya sendiri lebih sering mengkonsumsi menu kehangatan alias makanan semalam yang dihangatkan atau diolah kembali. Abis kan sayang yah kalau dibuang. Nasi putih yang diolah menjadi nasi goreng merupakan menu yang paling sering saya santap untuk breakfast.

Memasuki bulan puasa, saya kira makanan akan habis sekali makan. Namun nyatanya tidak! Lebihan nasi putih akan selalu ada di rice cooker. Jadilah saya mendapat ide untuk mengolah nasi tersebut menjadi nasi goreng untuk menu sahur. Apalagi di kulkas masih ada stock sambal hijau. Ceritanya, beberapa waktu lalu saya masak sambal hijau untuk temennya ayam balado dan sayur lodeh, ala-ala masakan Padang gitu deh. Tinggal sreng-sreng-sreng , panaskan sambel hijau, masukkan nasi, aduk rata, tambahkan teri medan yang telah digoreng, gitu aja udah enak banget! Perbandingan sambel dan nasi-nya 2:1 yah. Artinya 2 sendok sambel untuk 1 porsi nasi.

Resep sambel-nya saya share dibawah yah teman-teman:

Sambal Cabai Hijau

Bahan:
300 gram cabai hijau
1 buah tomat hijau ukuran sedang
6 siung bawang putih
5 siung bawang merah, rajang halus
1/2 sdm garam
Gula untuk penyeimbang rasa
Minyak goreng secukupnya

Cara memasak:
1. Panaskan minyak, tumis rajangan bawang merah kemudian sisihkan.
2. Didihkan air, masukkan cabai hijau, bawang putih dan tomat, rebus selama 5 menit. Angkat dan ulek kasar.
3. Panaskan minyak, tumis ulekan cabai, bawang putih dan tomat hingga layu.
4.Tambahkan garam dan gula dan tumisan bawang merah. Koreksi rasa.

Untuk membuat nasi goreng sebaiknya menggunakan nasi semalam agar tidak menggumpal saat dibumbui. Kalau mama saya ngajarin sih, sebaiknya taruh kulkas dulu karena hasilnya bisa lebih “ngepyur”!. Tapi kali ini saya menggunakan nasi dari beras basmati, sehingga hasilnya ngepyur dan memang cocok untuk nasi goreng. Menariknya lagi, indeks glikemik dari beras basmati ini jauh lebih rendah dibanding beras jasmine ataupun beras lain yang teksturnya pulen. Jadi cocok untuk yang ingin diet ataupun yang memang membatasi konsumsi gula.

Cara Membuat Cilok yang Kenyal dan Empuk

Sebenarnya ada banyak jajanan yang menggunakan aci alias kanji sebagai bahan utamanya. Sebut saja cireng (aci digoreng), cimol (aci digemol-gemol), cilur (aci dibalut telur) dan juga cilok (aci dicolok). Di Jawa Timur, cilok lebih dikenal dengan sebutan pentol salome. Kudapan ini biasa dimakan menggunakan saus kacang ataupun saos tomat, suka-suka yang makan. Berhubung saya kehabisan stok kacang, jadilah bikin saos tomat pedas untuk topping-nya.

Membuat jajanan ini mengantarkan saya ke memori jaman sekolah. Baik itu di sekolah dasar, sekolah menengah pertama maupun sekolah menengah atas, kita pasti bisa menemukan penjaja pentol atau cilok. Biasanya penjualnya sekalian menjual es di plastik. Walaupun seringkali tenggorokan saya meradang karena kandungan obat gula dan micin yang terkandung didalamnya. Saya tidak pernah kapok! Berapapun uang saku yang diberi mama, ujung-ujungnya dihabiskan untuk membeli pentol hahahaha.

Mengingat sekarang sudah terbiasa “main” masak-masakan didapur maka sekarang saya bisa makan pentol dengan puas, tanpa takut sakit. Pada resep dibawah ini saya tidak menggunakan daging sama sekali, namun jika teman-teman punya daging giling, bisa dicampurkan dalam adonan agar lebih gurih dan menambah nilai gizi. Boleh juga ditambahkan telor dalam adona, bisa juga diberi isian keju ataupun sosis, sesuai selera saja. Buat saya, memasak itu seperti seni! Tidak ada resep yang pakem, yang terpenting dimasak dengan penuh cinta hihihi. Silahkan dicoba resepnya, cara membuat cilok ini mudah kok teman-teman.

Cilok Saos Pedas

Bahan:
10 sdm tapioka
3 sdm terigu
1 sdm tepung beras
1 sdm garam
1/2 sdt merica bubuk
1/2 sdt garlic powder
Rajangan daun bawang
Air panas secukupnya

Cara membuat:
1. Aduk rata semua bahan kering.
2. Masukkan rajangan daun bawang.
3. Tambahkan air panas, aduk hingga dapat dibentuk (lihat slide selanjutnya).
4. Rebus hingga mengapung, tiriskan.

Untuk saos sambelnya simbok menggunakan takaran kira-kira aja yah. Caranya, tumis bawang putih, masukkan cabai rawit uleg, saos tomat, gula dan garam. Kemudian tambahkan air dan koreksi rasa. Beri sedikit larutan maizena untuk mencapai kekentalan yang diinginkan.

Jika teman-teman lebih suka cilok yang empuk dan tidak kenyal, tapioka bisa dikurangi dan diganti dengan terigu ya. Silahkan disesuaikan dengan selera saja 😊