Cara Mengurus Surat Ijin Mengemudi di UAE-Abu Dhabi

Setelah tinggal di Abu Dhabi selama kurang-lebih 3 tahun, akhirnya bulan Maret lalu saya memberanikan diri untuk mengurus driving license alias surat ijin mengemudi alias SIM. Bukan tidak bisa menyetir, tapi mendengar cerita dari suami dan teman-teman bahwa rangkaian tes yang harus diikuti sangatlah banyak dan panjang. Seketika saya mengingat proses mendapatkan SIM di Indonesia yang cuma bayar, lalu foto! Alhasil selama ini saya nyetirnya asal nyetir dan tanpa tau aturan yang berlaku, hiks.

Baiklah, langkah pertama yang harus dilakukan untuk mendapatkan SIM adalah datang ke Emirates Driving Company yang terletak di Mussafah untuk melakukan open file atau registrasi. Siapkan copy dan dokumen asli dari paspor, emirates id, visa, SIM dari negara asal (kalau ada) dan legalisir SIM dari KBRI. Untuk jam kerja-nya bisa di cek langsung di website berikut yah.

Pada tahapan ini, petugas akan mengambil data diri sekaligus foto kita. Jangan lupa dandan yang kece! Jika lulus, foto inilah yang nantinya akan terpampang di SIM kita. Sesudah melengkapi proses pemberkasan, kita menuju ke gedung utama di bagian driving schools services center untuk mengaktifkan akun yang sebelumnya sudah diregistrasi. Pendaftarannya juga bisa dilakukan melalui aplikasi Abu Dhabi Police, biayanya 320 dhs.

Setelah akun aktif, kita bisa mendaftar untuk mengikuti kelas teori yang keseluruhan-nya ada 8 kelas. Oleh karena ingin mempersingkat waktu, maka kelas teori saya padatkan menjadi 2 hari. Untuk mengikuti kelas teori, biaya yang harus dikeluarkan sebesar 1102 dhs. Sesudah mengikuti kelas teori, kita dapat mem-booking jadwal tes di resepsionis.

Saya beruntung karena tes-nya dilakukan seminggu kemudian, mengingat ada teman yang harus menunggu hingga sebulan untuk mendapatkan jadwal tes. Sempat nderedeg juga di tahapan ini. Namanya udah lama ga sekolah, jangan-jangan daya ingat udah mulai menurun. Tapi alhamdulillah soal yang keluar tidak jauh berbeda dari apa yang sudah diajarkan di kelas. Jika sudah lulus tes teori, kita akan diberi SIM sementara yang bisa digunakan saat praktek mengemudi dijalan.

Sebenarnya untuk mereka yang sudah memiliki SIM di negara asalnya bisa mempergunakan golden chance atau kesempatan untuk langsung mengikuti road test tanpa harus praktek mengemudi lebih dahulu. Tapi saya melewatkan kesempatan tersebut! Alasannya sederhana sih, walaupun di Indonesia memiliki 9 tahun jam terbang menyetir mobil, tetap saja saya merasa perlu untuk membiasakan diri dengan setir yang berada di kiri. Jadilah saya mengambil jadwal road test di tanggal 20 Mei. Sehingga ada waktu yang cukup untuk berlatih mengemudi di jalan.

Oiyaaa, untuk praktek mengemudi di jalan kita harus mengeluarkan biaya sebesar 75 dhs per kelas (durasi 45 menit). Awalnya, saya bermaksud mengambil 4 kelas biar irit, tapi kok masih belum percaya diri! Jadilah diperpanjang hingga 8 kelas. Sedikit saran, pilihlah instruktur dengan cermat. Jika perlu minta rekomendasi dari teman anda. Saya mengikuti kelas praktek yang di-instruktur-i oleh Syad (mungkin ada yang butuh kontaknya boleh japri). Orangnya sabar tapi tegas. Di pertemuan pertama, Syad banyak mengkoreksi cara menyetir saya yang sangat tidak mengikuti peraturan. Ia berkali-kali menekankan bahwa praktek mengemudi dilakukan bukan untuk lulus tes pada tanggal 20 mei. Praktek ini bertujuan untuk membuat saya terbiasa dengan aturan jalan di UAE, sehingga nantinya dapat menyetir dengan aman dan selamat.

If you drive safely, you will pass the test!

Akhirnya hari yang ditunggu tiba juga, tepat tanggal 20 Mei saya mengikuti road test. Dihari H, semua peserta dikumpulkan di ruang resepsionis tempat pertama kami meregistrasikan diri. Sesudah itu, satu demi satu peserta diarahkan menuju bus. Sebelum menaiki bus, tiap orang diwajibkan membayar 40 dhs. Nantinya bus ini akan berjalan dibelakang mobil khusus untuk praktek, didalamnya terdapat 2 orang polisi (1 polisi pria duduk disamping pengemudi, 1 polisi wanita duduk dibelakang) yang siap menilai performa menyetir peserta tes. Saya mengikuti road test bersama dengan 21 orang lain yang berasal dari berbagai negara. Dari obrolan yang kami lakukan, ada yang sudah gagal 2x, 4x dan lain sebagainya. Sebenarnya mendengar informasi tersebut sempat membuat saya down, tapi karena sudah terlanjur, ya sekalian saja saya tanya penyebab mereka gagal di tes sebelumnya.

Nantinya didalam bis, kita akan berdiskusi dengan peserta lain, siapa yang akan turun dan tes duluan. Satu sama lain biasanya akan berebut ingin mendapatkan giliran nomer sekian, sekian dan sekian. Tapi saran saya, lupakan hal tersebut! Mau giliran nomer 1 atau nomer 10, jika cara menyetirnya salah – tidak akan lulus. Jadi daripada buang-buang energi untuk memperebutkan nomer, lebih baik kita mengamati teman yang lebih dahulu turun dari bus dan mengikuti tes. Setiap orang di tes sekitar 2-5 menit, sesudahnya kita bisa kembali ke bus dan menunggu SMS yang dikirim oleh UAE Traffic. Setelah menerima sms tersebut, kita bisa segera meng-issue kartu SIM melalui aplikasi Abu Dhabi police, biayanya 315 dhs. Alhamdulillah, begitu kartu ditangan bahagia-nya ngalah-ngalahin lulus skripsi hahahaha. Bayangkan aja dari 22 orang, cuma ada 7 yang lulus. Masyaa Allah.

Mungkin ada yang heran, dapet SIM aja bahagia bener. Bagaimana tidak berbahagia, mau tau total biaya yang dikeluarkan? Totalnya sekitar 2400 dhs atau sekitar 9 juta rupiah! Menurut saya pribadi, mengeluarkan uang sejumlah itu untuk mengurus SIM sangatlah mahal. Dibanding di Indonesia yang cukup membayar 500 ribu rupiah saja. Belum lagi waktu yang harus dikeluarkan untuk mengurus ini-itu, bahkan suami sampai ambil cuti untuk mengantar saya registrasi dan tes. Alhamdulillah-nya saat proses mengurus SIM ini saya lakukan, ada mama yang sedang berkunjung ke Abu Dhabi. Jadilah saya harus bersungguh-sungguh untuk lulus road test. Hampir semua orang saya minta bantuan doa dan tips-tips-nya.

Sekalian saya tuliskan tips dan trik saat mengikuti road-test ya, siapa tau ada yang butuh.

  1. Jangan lupa menyapa polisi dibelakang, ucapkan Assalammualaikum dengan ramah. Tunjukkan bahwa anda percaya diri. Masyarakat lokal umumnya menyukai orang yang bersemangat, percaya diri namun tetap santun.
  2. Cek SMS alias Seat-Mirrors-Seat belt. Namanya mobil habis digunakan pengemudi lain, pasti donk pengaturan-nya harus disesuaikan dengan kebutuhan kita.
  3. Dengarkan instruksi dari polisi didepan, jangan takut mengambil keputusan untuk menyalip kendaraan lain jika memang dibutuhkan.
  4. Pastikan selalu melihat ke arah front mirror saat menginjak rem. Polisi dibelakang yang nantinya akan mengecek gesture kita selama menyetir.
  5. Saat akan pindah jalur atau belok kiri/kanan, pastikan untuk mengecek sekitar baru menyalakan lampu sign. Ada lima tahapan dalam mengecek kondisi jalan, yaitu cek front mirror, side view mirror, blind spot, nyalakan lampu sign lalu cek kembali front mirror. Kelihatannya ribet, tapi inilah salah satu indikator utama dalam penilaian.

Demikian pengalaman saya mengurus SIM di Abu Dhabi, tulisan ini saya persembahkan untuk teman-teman yang telah dengan tulus membantu doa, memberikan tips dan meyakinkan bahwa saya pasti lulus. Makasih ya semuanya, gusti Allah yang membalas 🙏🏻❤️. Semoga bermanfaat ya teman-teman.

Baca juga:Cara Mengurus Residence Visa di UAE-Abu DhabiBerbagai Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Berlibur ke UAE: Visa, Akomodasi, Transportasi, dll

3 Comments

  1. Bacanya terkagum-kagum. Keren banget peraturan di UEA hanya untuk urusan SIM aja. Betul-betul bersungguh-sungguh dan taat aturan. Kebayang itu dipantengin sama 2 polisi sekaligus di dalam mobil yang sama, kalo kitanya kagok dan grogi bisa wassalam semua urusannya ya mbak Ayu. Salam kenal ya 🙂

Leave a Reply