Berbagai Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Berlibur ke Dubai atau Abu Dhabi: Visa, Akomodasi, Transportasi, dll

Sebelumnya saya akan menjelaskan sedikit tentang negara Persatuan Emirat Arab yang juga dikenal sebagai Uni Arab Emirates (UAE). Sebagaimana wisatawan mancanegara lebih familiar dengan Bali dibanding Indonesia, selama ini masyarakat juga lebih familiar dengan Dubai dan Abu Dhabi dibanding negara UAE sendiri.

Tidak banyak yang tau bahwa Uni Emirates Arab terdiri atas 7 emirat yaitu Abu Dhabi, Dubai, Sharjah, Ras Al Khaimah, Umm Al Qwain, Fujairah dan Ajman. Negara ini dipimpin oleh presiden yang juga penguasa Abu Dhabi, HH Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan. Abu Dhabi merupakan ibu kota negara dan menjadi pusat pemerintahan negara ini, sedangkan Dubai dikembangkan sebagai tourism and commercial city.

Berdasarkan hal tersebut, tidak sedikit teman-teman yang mengirim pesan dan bertanya tips untuk berwisata ke UAE. Biasanya sih saya dengan rajin akan menjawab setiap pertanyaan yang masuk ke inbox. Namun setelah diamati, sebenarnya daftar pertanyaannya hampir sama. Jadi saya akan rangkum dalam bentuk Q&A supaya bisa lebih jelas.

  1. Bagaimana cara mengurus visa untuk berkunjung ke UAE?
    Jika anda menggunakan maskapai Emirates/Etihad, visa bisa dibeli dari maskapai tersebut. Namun jika menggunakan maskapai lain, saya lebih menyarankan untuk mengurus di travel agent. Untuk yang transit, bisa membeli visa di airport seharga 300 dirham yang berlaku selama 4 hari.
  1. Apakah untuk masuk ke UAE, membutuhkan 3 kata untuk nama yang tercantum dalam paspor?
    Sebaiknya iya, walaupun suami saya menggunakan 2 kata dalam paspornya dan aman-aman saja.
  1. Katanya biaya hidup di UAE itu mahal, apakah memungkinkan untuk travelling dengan gaya backpacker?

    Mungkin banget! Untuk akomodasi, bisa cek tarif hotel lewat situs Agoda atau sejenisnya. Sejauh yang saya tau, ada juga hotel yang tarifnya tidak berbeda jauh dengan yang ditawarkan oleh AirBnB. Kalau mau lebih irit bisa juga memanfaatkan situs couchsurfing yang sudah banyak dimanfaatkan para traveller. Untuk transportasi, bisa mengandalkan transportasi umum seperti Dubai Metro (semacam MRT) dan citybus yang jadwalnya tepat waktu dan jelas banget rutenya. Sempat ada yang bertanya, kalau naik Uber gimana? Boleh! Tapi tarifnya lebih mahal dari taksi regular.

    Buat ngecek rute dubai metro bisa ke sini, sedangkan untuk jadwal bus, bisa dicek di sini

  1. Bagaimana dengan makanan di UAE? Apakah bisa diterima lidah Indonesia?

    80% penduduk UAE adalah expatriates jadi bisa dipastikan tidak akan susah menemukan restoran Indonesia/China/Thailand/Vietnam dll. Insyaa Allah terjamin kehalal-annya. Mengingat negara ini layaknya toserba atau toko serba ada, tidak perlu khawatir masalah harga. Dari harga murah meriah hingga harga yang bikin seret kerongkongan juga ada, dengan 5 dirham kita sudah bisa makan Shawarma dengan kenyang.

  1. Apakah negara ini aman untuk solo woman traveller?
    Menurut saya negara ini termasuk aman untuk solo woman traveller. Bahkan salah satu hal yang paling membuat saya betah tinggal disini karena mereka sangat mengutamakan perempuan. Hampir disemua tempat terdapat area khusus untuk perempuan (parkir, ruang tunggu, antrian dll). Apalagi jika anda seorang Ibu yang menggendong anak, biasanya akan diberi antrian khusus.
  1. Kapan waktu terbaik untuk mengunjungi UAE?

    UAE adalah negara teluk yang sebagian besar wilayahnya merupakan gurun pasir, sehingga saat summer tiba, suhu bisa mencapai 54 derajat celcius. Namun tidak banyak yang tau jika UAE juga memiliki musim dingin di bulan November-Maret. Emang ga sampe bersalju sih, suhu paling rendah berkisar 9-11 derajat celcius. Menariknya, banyak tempat wisata yang hanya buka saat winter tiba, salah satunya Dubai Miracle Garden.

  1. Berapa dirham yang sebaiknya dibawa untuk berlibur ke UAE?
    Mata uang UAE adalah Dirham, satu dirhamnya sekitar 3600 rupiah. Jumlah yang dibawa bisa dihitung dari perkiraan kebutuhan anda selama disini dikalikan berapa hari anda akan tinggal disini. Agar tidak rugi, saya menyarankan untuk membawa dirham secukupnya. Tapi jika takut kurang, lebih baik membawa US Dollar karena lebih mudah untuk menukarkan kedalam dirham.
  1. Selama di UAE, sebaiknya menginap di Dubai atau di Abu Dhabi?

    Ini pertanyaan paling susah untuk dijawab karena tergantung beberapa faktor, diantaranya: berapa lama anda akan berlibur di UAE? Apa preferensi anda? Misalnya saya memiliki 5 hari waktu untuk berlibur, dan saya memiliki ketertarikan untuk mengeksplorasi seni dan sejarah negara ini. Maka saya akan menghabiskan 3 hari di Dubai dan 2 hari di Abu Dhabi.

    Saya akan menginap lebih lama di Dubai karena lokasinya berbatasan dengan emirates Sharjah yang mendapat penghargaan dari UNESCO sebagai “Capital City of Arab Culture” dan “Capital City of Islamic Culture”. Sehingga saya tetap bisa mengeksplor Dubai namun tetap berkesempatan untuk mengunjungi Sharjah dengan efektif dan efisien.

  1. Tempat apa saja yang menarik untuk dikunjungi selama berada di UAE?
    Untuk penggemar skyscraper dan shopping, Dubai adalah tempat yang tepat untuk anda. Kota tersebut dipenuhi gedung dengan arsitektur yang unik, belum lagi pusat perbelanjaannya yang up-to-date dan sering diskon. Sedangkan pecinta seni bisa mengunjungi Sharjah. Tapi jika anda ingin berselancar dinegara gurun, bisa mengeksplorasi Fujairah. Banyak resort cantik dengan harga yang lumayan terjangkau.

Baca Juga: Empat Wisata Menarik di Dubai, Mengunjungi Emirates Sharjah: Pusat Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan

Nah kurang lebih demikian rangkumannya, sambil jalan akan saya tambahkan. Jika masih ada yang kurang jelas, boleh tinggalkan komentar atau kirim pesan lewat facebook/instagram.

Selama bisa, insyaa Allah akan saya bantu.

17 Comments

  1. Wah asyik, negara yg mau aku kunjungi suatu hari nanti. Klo utk solo woman traveler berarti cocok ya mba.
    Nama anak2 cuma 2 suku kata, jadi lumayan aman ya

  2. Saya waktu itu cuma ke Dubai aja selama 3 hari, pas lagi ada libur singkat. Terus seharian di Dubai safari desert, mainstream banget sih tapi tetep senang naik onta dan nonton pertunjukan tari perut hehehe 🙂

  3. Kak, saya denger denger kalo mau visit dubai dan abu dhabi, saya harus punya 2 visa, 1 untuk abu dhabi, 1 untuk dubai. Apakah itu benar? Menurut saya tidak!

Leave a Reply