Belajar Bersama Pororo, Kartun Korea yang Mendunia

Saya mulai mengenal kartun ini saat Deira memasuki usia 19 bulan. Seperti biasa, Papa Deira akan jadi orang pertama yang menyeleksi apakah acara ini boleh ditonton Deira atau tidak. Jika suami sudah memberikan approval-nya, maka saya bisa dengan tenang membiarkan Deira menonton tv, sementara saya memasak.

Awalnya saya tidak terlalu memperhatikan konten ceritanya, namun seringkali saya mendengar Deira tertawa terbahak-terbahak dan berlari kesana-kemari saat menontonnya. Belum lagi, anak saya tiba-tiba mampu mengucapkan kata “no way”, “all right”, “sorry”, “better”, “you know why”. Walaupun pelafalannya masih belum sempurna, hal tersebut cukup mengagetkan karena saya dan suami menggunakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi dengan Deira.

Saya-pun memutuskan untuk menemani Deira menonton televisi. Saat ini Pororo sudah memasuki season ke-5, kartun ini menceritakan tentang persahabatan hewan yang tinggal di Porong-porong Forest. Pororo sebagai pemeran utama digambarkan sebagai seekor penguin kecil yang mengenakan helm dan kacamata penerbang karena cita-citanya untuk dapat terbang mengarungi angkasa. Ia memiliki 8 sahabat dengan berbagai karakter, yaitu:

  1. Crong, dinosaurus yang diadopsi oleh Pororo
  2. Poby, beruang putih yang kuat dan penyabar
  3. Harry, burung kecil yang pandai bernyanyi
  4. Eddy, rubah yang sangat cerdas dan sering berinovasi membuat penemuan baru
  5. Rody, robot kuning buatan Eddy
  6. Petty, berang-berang yang anggun dan pandai memasak
  7. Loopy, penguin perempuan kecil yang ceria
  8. Tong-tong, naga yang mampu memainkan magic dengan mantra khas “kuri-kuri tong-tong-kuri-kuri-tong-tong”

Tiap episode dalam kartun ini memang menarik dan mengandung banyak nilai-nilai kehidupan, namun tetap ringan dinikmati anak-anak seusia Deira. Kata-kata yang digunakan pun positif dan tidak ada ejekan maupun umpatan satu sama lain. Dan usut-punya usut, ternyata kata-kata yang diucapkan Deira memang meniru ucapan karakter di film ini 😍😆.

Dari kartun ini, anak-anak mengenal arti berbagi, bekerja sama, memaafkan dan berbagai nilai-nilai yang sudah seharusnya ditanamkan sejak dini. Saya merekomendasikan film ini untuk ditonton anak seusia 2-6 tahun. Akan lebih baik jika orang tua ikut mendampingi, sehingga dapat membantu menerangkan nilai apa yang dapat diambil dari setiap episodenya.

Selain itu, hal yang tak kalah menarik menurut saya adalah turut serta pemerintah Korea dalam kesuksesan kartun ini. Mengetahui film ini telah mendunia, pemerintah Korea tidak segan menginvestasikan dana khusus untuk mengembangkan kartun Pororo. Jika kita perhatikan tiap season mengalami perkembangan yang luar biasa. Dari sisi teknis, grafis yang ditampilkan lebih halus, dari segi cerita juga terdapat penggalian karakter yang mendalam.

Harapan saya sederhana, semoga sineas Indonesia mampu memproduksi tayangan edukatif seperti ini.

10 Comments

    1. Lucu banget,,lo nonton ga din?
      Gw keranjingan banget nih hahaha
      Btw, gw GR dipuji demikian ☺️
      Learning by doing lah ya 🤣
      Din bagi2 masukannya ya, apalagi yg perlu dibenahi

      1. aku belum pernah nonton, sih, tapi tertarik pas ngeliat gambarnya, unyu ^^
        btw tampilan blognya klo menurut aku udah apik banget sih, anak IT beda lah ya pastinya sama anak sastra, he he…
        apalagi kelebihan Kitty lokasinya di abu dhabi, banyak cerita yang bisa dibagikan & itu sudah punya nilai jual/branding tersendiri untuk blognya..

  1. Film kesukaan anakku. February lalu kita ke korea, slah satunya krn dia pgn liat ‘rumah pororo’ :p . Aku ga nemu jg sih, tp di sana si kecil udh seneng banget tiap beli roti di bakery sana, slalu ada roti/ cake dengan gambar pororo :p. Jd bisa ngalihin dia, tiap aku bilang pororo makannya ini :D.. Jd mau makan jg anaknya hihihi.. M

Leave a Reply