Apa Itu Diet Ketogenic?

Belakangan banyak teman yang japri dan menanyakan ke saya, apa benar saya sedang menjalani diet keto? Apa sih sebenarnya diet keto itu?

Tak kenal maka tak sayang. Demikianlah pepatah yang tepat untuk menggambarkan persepsi saya mengenai diet ketogenic (selanjutnya saya sebut diet keto). Sebenarnya saya malu membahas hal ini, karena awalnya saya adalah orang yang sangat antipati dengan pola makan tinggi lemak dan rendah karbo ini. Dan sejauh ini, saya rasa tidak ada yang salah dengan isi piring saya. Nasi, ayam goreng, lalap, sambel. Paling cuma ditambah sayur asem, tempe goreng, dadar jagung dan kerupuk. Belum lagi pencuci mulut berupa potongan buah semangka, mangga dan lain sebagainya. Empat sehat dan lima sempurna kalau ditambah segelas susu 😝.

Dimana salahnya?

Coba dibandingkan dengan mereka yang menganut diet keto, 60-75% isi piring mereka harus dipenuhi dengan lemak! Bayangkan saja bagaimana mereka harus mengkonsumi gajih yang mengambang di kuah bakso, jerohan, kulit ayam demi mendapatkan tubuh yang katanya sehat dan ideal.

Namun yang kemudian mengulik pemikiran saya adalah ada banyak tenaga medis, mulai dari ahli gizi, perawat dan juga dokter yang tanpa ragu menjalankan diet tinggi lemak dan rendah karbo ini. Saya kepo-in donk latar belakang mereka-mereka ini. Mereka bukan orang bodoh, mereka juga tidak memiliki kepentingan ekonomis di dalamnya. Tampaknya membenci diet keto tanpa argumentasi yang jelas bukanlah hal yang bijaksana.

Jadilah saya meluangkan waktu untuk membaca berbagai artikel mengenai diet keto. Melalui tulisan ini saya bermaksud menjelaskan apa yang sudah saya baca mengenai diet keto dengan bahasa yang sederhana. Intinya, jika sebelumnya tubuh terbiasa menggunakan karbohidrat dan gula sebagai sumber energi utama, maka pelaku diet keto bermaksud mencapai kondisi ketosis yang artinya ‘mengubah’ metabolisme tubuh untuk menggunakan lemak sebagai sumber energi utama.

Caranya?
Tentu saja dengan menjadikan lemak sebagai makanan utama dan menekan konsumsi karbohidrat/gula serendah mungkin. Oleh karena tubuh tidak mendapat asupan gula dan karbohidrat yang cukup, maka tubuh akan menggunakan lemak sebagai sumber energi. Sekarang terjawab kan bagaimana diet keto bisa membuat seseorang lebih langsing?

Jangan salah! Mengetahui fakta tersebut tidak lantas membuat saya memutuskan untuk menjadi ketoers.

Bagaimanapun tidak dapat dipungkiri banyak sekali pro dan kontra didalam pola makan ini. Lemak yang selama ini diyakini sebagai sumber penyakit degeneratif tiba-tiba dianggap sebagai penyelamat tubuh. Tapi rasa ingin tau yang besar mengantarkan saya untuk terus membaca dan ternyata memang saya yang kurang piknik. Ternyata selama ini di piring saya sudah ada lemak-nya, keterbatasan pengetahuan yang membuat saya tidak mengenali makanan tersebut sebagai lemak.

Didalam ayam goreng terdapat lemak sebesar 15 gram dalam setiap 100 gram-nya, setiap sendok teh sambal bajak yang masuk ke perut saya ternyata mengandung lemak sebanyak 2 gram. Sejak itu saya mulai memperhatikan apa yang masuk kedalam mulut saya. Betapa mencengangkan ternyata saya bisa mengkonsumsi 1500 kalori dalam satu kali waktu makan. Padahal jika ingin menurunkan berat badan, dengan tingkat aktivitas rendah seperti ini, kebutuhan kalori saya hanya 1500 kkal per harinya. Apa kabar cemilan dan lain sebagainya?

Dari situ saya menyadari bedanya tukang masak dan chef hahahaha. It hurts me to confess the truth karena kenyataannya, saya cuma tukang masak yang mampu menghasilkan rasa enak tapi bahkan tidak tau masakan apa yang saya hasilkan. Pengetahuan mendasar tersebut mengubah persepsi saya mengenai diet keto.

Sekali lagi, masih banyak pro dan kontra terkait pola makan ini. Saya sih tidak akan membahas pro dan kontra tersebut didalam tulisan ini karena tidak akan pernah ada habisnya. Namun, saya sengaja melampirkan foto makanan yang saya konsumsi saat ini (beberapa fotonya milik Rini Handayani) agar anda-pun lebih bisa obyektif menilainya.

Mana yang lebih sehat dibandingkan sepiring penuh nasi, plus soto ayam, ditambah perkedel atau keripik kentang. Belum ditambah es teh, es krim, kerupuk dan kudapan lain seperti cheese cake, coffee latte dan lain sebagainya. Apalagi jika rasanya cocok, bisa nambah 2x bukan?

Oiya, selain harus makan lemak, beberapa hal yang membuat saya sempat ragu untuk mengikuti diet keto adalah tidak boleh makan karbo dan gula artinya saya tidak boleh makan nasi, kentang, buah-buahan dan lain sebagainya. Pikiran saya sederhana saja, apa iya Tuhan menciptakan kesemua itu namun kemudian melarang kita untuk memakannya?

Jujur saja, saya tidak memiliki jawaban ilmiah untuk pertanyaan ini. Saya sih memilih untuk menggunakan logika.

Faktanya dalam diet keto bukan tidak boleh memakan karbohidrat dan gula sama sekali, namun membatasinya dalam jumlah 20 hingga 50 gram perharinya.

Jadi seumpama ingin makan apel, ya silahkan saja disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Cari infonya, jangan benci berlebihan apalagi sampe bawa-bawa nama Tuhan 😂.. Dalam 100 gram apel, kandungan gulanya 12 gram. Kebayang kan jika dalam satu waktu anda mengkonsumsi 1 kg apel? Gula dalam buah memang tidak beracun namun bukannya segala hal yang berlebihan akan menjadi hal yang tidak baik?

Ibu saya penderita diabetes, dan dokter-pun membatasi konsumsi buah ibu saya. Bukan tidak boleh sama sekali tapi dibatasi. Itu adalah dua hal yang berbeda.

Selain itu, jika dahulu kita harus menunggu musim panen tiba untuk bisa mengkonsumi mangga, duren dan lain sebagainya. Maka kemajuan jaman membawa manusia pada berbagai macam kemudahan termasuk dalam mendapatkan makanan. Sehingga dengan mudahnya kita bisa menghadirkan durian medan dan jeruk manis dalam satu waktu. Kemudahan-kemudahan itu juga yang membuat aktivitas fisik kita jauh berkurang.

Jadi kesimpulannya, jika anda tetap ingin makan karbohidrat ataupun gula ya silahkan saja asal disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan aktivitas harian anda. Pada akhirnya kita sebagai pemilik tubuh yang paling mengerti, nutrisi apa saja sih yang dibutuhkan tubuh kita?

Menurut saya pribadi, pro dan kontra bukanlah hal yang buruk, karena dengan benturan tersebutlah ilmu pengetahuan terus berkembang demi sebuah perbaikan generasi.

Menjadi salah ketika anda melakukan diet keto hanya karena ikut-ikutan dan ingin kurus. 

*Oiya tulisan ini saya buat bukan untuk mengajak anda melakukan diet keto, bukan juga untuk mengagung-agungkan kelebihan diet keto dibanding diet-diet yang lainnya. Ini hanya sebuah catatan yang semoga bisa diambil baiknya dan ditinggalkan buruknya.

6 Comments

  1. Pernah nyoba 2 minggu tapi lalu berhenti karena badan jadi lemas & susah buang air besar akibat kurang serat. Mungkin salah caranya karena asal gak makan nasi, buah, dan sayur.

Leave a Reply