Anyang-Anyangan dan Cara Mengatasinya

Saya adalah salah satu orang yang malas bepergian karena malas bertemu dengan yang namanya macet. Terlebih saat ini kondisi kota Surabaya sudah ga kalah dengan ibu kota tercinta, Jakarta. Terakhir mudik bulan Januari lalu, saya sempat terperangah dengan hadirnya frontage road di sepanjang Jalan Ahmad Yani. Harusnya ruas tersebut dapat mengakomodir kebutuhan pengguna jalan raya. Sayangnya harapan tinggal-lah harapan, saya tetap terjebak macet karena saya melintas di jam sibuk alias pulang kantor. Kejadian yang paling menyebalkan adalah menahan rasa ingin buang air kecil ditengah kemacetan. Mau pindah jalur rasanya tanggung! Solusi yang saya ambil sih biasanya “ditahan” sampai rumah. Sayangnya solusi ini tidak cukup cemerlang 😅, karena ujung-ujungnya malah berasa anyang-anyangan. Bayangin aja, udah semangat 45 lari-lari kekamar kecil, eh ternyata keluarnya seiprit. Sebenarnya bukan saya ga tau bahayanya menahan rasa ingin buang air kecil, karena kalau dibiasakan bisa menyebabkan Infeksi Saluran Kemih.

Ah yang bener? Kok bisa gitu?
Jadi kandung kemih manusia memiliki kapasitas sekitar 0,4 liter dan saat kita menahan buang air kecil, kantung kemih memiliki kemampuan untuk meregang. Seperti yang kita ketahui, urin adalah sampah pembuangan metabolisme tubuh yang pasti mengandung kuman dan bakteri. Bakteri inilah yang menyebabkan infeksi saluran kemih dan bukan tidak mungkin menyebar hingga ke organ tubuh lainnya.

Sebenarnya, ada banyak kebiasaan yang tanpa kita sadari juga menjadi penyebab penyakit anyang-anyangan. Salah satunya, membasuh organ kelamin dengan cara yang salah. Jadi, jika kita terbiasa membilas organ kelamin dari arah belakang ke depan, maka sebaiknya sekarang kita mulai mengubah kebiasaan tersebut. Cara tersebut meningkatkan kemungkinan bakteri dari anus masuk ke alat kelamin yang mengakibatkan Infeksi Saluran Kemih. Bahkan kurang minum juga dapat menyebabkan penyakit anyang-anyangan karena dengan rendahnya jumlah air yang kita konsumsi maka tubuh akan menjadi dehidrasi, sehingga produksi urin menjadi sedikit dan proses pembuangan bakteripun menjadi terhambat.

Mungkin kelihatannya sepele, tapi sebenarnya kita bisa mencegah Infeksi Saluran Kemih dengan mengubah kebiasaan. Tapi jika terlanjur sakit, biasanya sih saya mengatasi anyang-anyangan dengan cara tradisional. Jujur saja, saya adalah tipikal orang yang lebih suka mencoba cara alami. Tips dari eyang saya sih dengan banyak minum air putih dan makan buah serta sayuran rebus.

Namun, belakangan saya membaca, ada penelitian terbaru tentang manfaat buah Cranberry yang mampu mencegah penyakit Infeksi Saluran Kemih. Bahkan jika dikonsumsi dengan tepat, buah Cranberry juga memiliki manfaat kuratif.

“Cranberry dipercaya dapat melindungi saluran kemih dengan cara mengubah sifat urine menjadi lebih asam sehingga secara alami menghambat pertumbuhan bakteri E.Coli.”

Mengingat Indonesia adalah negara yang beriklim tropis, tidak mudah mendapatkan buah tersebut disini. Namun untungnya, sudah ada beberapa produsen yang memproduksi ekstrak buah Cranberry. Salah satunya uricran yang dapat dengan mudah ditemukan di apotik terdekat didaerah anda. Uricran tersedia dalam bentuk kapsul dan serbuk sachet yang mengandung ekstrak buah Cranberry. Oleh karena kandungan vitamin C yang tinggi, buah ini juga menjadi salah satu sumber anti oksidan yang tidak hanya bermanfaat unuk mencegah penyakit Infeksi Saluran Kemih, tapi juga bermanfaat bagi kesehatan jantung.

11 Comments

  1. Thankyou tipsnya mba Ayu, aku dulu sering ngempet pipis nih. Sering banget ngalamin anyang-anyangan untung ga berkelanjutan. Dan sekarang aku tahu harus gimana kalo gejala tanda-tanda itu datang siap sedia URicran

  2. Cirinya kok spt yg aq rasakan skrg ya.. Tp sering nahan pipisnya bukan krn macet. Tp karena mlm2 nenenin adek klo dilepas nangis dan bangun. Jd eman klo si kecil sampe terbangun mlm2 dari tdrnya😅 Akhirnya tiap pagi perut bawah kram. Makasie ya mbak tipsnya😘

Leave a Reply