4 Pengalaman Baru Saat Menjalankan Ramadhan di Negeri Orang

Bulan ramadhan tahun ini merupakan kali pertama saya berpuasa di Abu Dhabi karena dua tahun sebelumnya saya sedang hamil #babydei dan menyusui secara ekslusif ditahun berikutnya. Terdapat beberapa hal yang berbeda ketika menjalankan puasa di negeri orang dibandingkan saat berpuasa di tanah air.

Pertama, Ramadhan tahun ini jatuh pada bulan Juni yang artinya sudah memasuki musim panas. Setiap harinya, kami berpuasa sekitar 14 jam atau 2 jam lebih lama dibandingkan saat berpuasa di Surabaya. Sebenarnya perbedaannya tidak terlalu signifikan, tapi mengingat suhu diluar mencapai 45 derajat celcius, lumayan lemes juga sih πŸ˜‚

Kedua, Kami harus menyiapkan hidangan sahur, takjil dan berbuka puasa *all by my self backsound. Makin enak makanan yang diidamkan maka usaha yang dikeluarkan juga makin tinggi. Karena disini ga ada tuh yang namanya “Pasar Kaget”!

Ada yang tau “Pasar Kaget”?
Pasar kaget adalah semacam food bazaar yang menjual berbagai jenis makanan. Mulai dari ayam bakar, sate usus, es kelapa muda, es teler, urap-urap, buntil, pentol, jajan pasar dan lain sebagainya. Food bazaar ini lebih dikenal dengan istilah “Pasar Kaget” karena biasanya mengambil tempat di sepanjang jalan raya. Jalanan yang tadinya lengang mendadak ramai oleh hiruk pikuk orang yang “ngabuburit” atau menunggu waktu maghrib dengan berbelanja makanan.

Kebayang kan gimana bapernya kami saat teman atau keluarga mengaplod foto makanan di facebook?

Ketiga, karena jam berbuka puasa jatuh pada jam 19:15 maka terjadi pergeseran jam untuk beraktifitas. Saat bulan ramadhan tiba, sebagian mall atau pusat perbelanjaan buka sampai jam 3 pagi karena bagian foodcourt tetap melayani pembeli saat sahur. Saya dan suami biasanya pergi berbelanja jam 10 malam atau selepas waktu isya dan tarawih.

Bagaimana dengan yang besok bekerja?
Jangan khawatir! Karena selama bulan ramadhan jam kerja juga dikurangi. Suami yang biasanya kerja jam 06:30-14:30, berganti menjadi 09:00-14:00. Alhamdulillah bisa bantu jaga anak πŸ˜†

Keempat, saat memasuki akhir-akhir bulan ramadhan, hampir semua orang Indonesia pasti heboh dengan berbagi pernak-pernik khas lebaran. Mulai dari ketupat, opor, sambel goreng kentang-ati, kue kering hingga baju lebaran sudah membayangi pikiran. Solusi untuk kami yang jauh dari kampung halaman dan kangen dengan kebersamaan saat lebaran adalah dengan mengadakan halal bihalal bersama teman-teman, seperti yang saya lakukan tahun lalu. Untuk makanannya, kita menggunakan sistem potluck.

Sedangkan untuk jajanan pasar dan kue kering, tinggal pesan ke teman yang memang jago bikin kue.

Nah, yang paling menarik, untuk baju lebaran sebagian dari kami memilih untuk mengimpor dari Indonesia. Secara jaman udah canggih, temukan koleksi hijab dan busana muslim terbaik melalui website online shop kesayanganmu, pesan yang kita suka dan dalam beberapa hari barang sudah sampai rumah. Orang rumah tinggal kirim ke Abu Dhabi menggunakan kargo atau titip teman yang lagi mudik. Aman deh lebaran!

Walaupun jauh dimata, rasa lebaran bersama keluarga tetap ada dihati.

Akhir kata, saya mengucapkan selamat melaksanakan ibadah ramadhan 1438 H, semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT πŸ™πŸ»β€οΈ

13 Comments

  1. Kereen banget.. Bukan sm fotonya. Tapi sama semangatnya… Smg selalu kreatif ya mbak Ayu. Jadi inspirasi bgt loh buat para pembaca.. 45′ buuk tanpa pasar kaget pula..πŸ˜‚

Leave a Reply